Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Semrawutnya Alun-alun Temanggung: Niatnya Healing, Malah jadi Pusing

Anita Sari oleh Anita Sari
29 Mei 2024
A A
Alun-alun Temanggung Makin Memprihatinkan, Bikin Pusing! (Unsplash) citywalk temanggung

Alun-alun Temanggung Makin Memprihatinkan, Bikin Pusing! (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Alun-alun menjadi salah satu destinasi healing terbaik bagi warganya. Namun, saya tidak bisa merasakan aktivitas menyenangkan itu ketika berada di Alun-Alun Temanggung. Pasalnya, tempat ini hanya hidup pada Minggu pagi saja. Tepatnya saat digelar CFD atau Car Free Day. Selepas itu sepi banget, malah kayak kuburan.

Nah, ketika ramai pada Minggu, ternyata semrawutnya minta ampun. Sebagai warga Temanggung, yang niatnya ingin healing, saya malah jadi pusing. Berikut hal-hal tidak menyenangkan yang saya rasakan ketika main ke Alun-Alun Temanggung.

Brutalnya bocah main motor trail mini sewaan

Saya heran sekali. Kok bisa-bisanya ada penyewaan motor trail di tengah tanah lapangan alun-alun. Kalau bermainnya di sebagian tempat mungkin masih bisa dimaklumi. Lah ini, semua area dipakai keliling seolah-olah tempat privat mereka saja.

Sudah begitu, bocah-bocah yang menyewa trail ini mengendarai secara kebut-kebutan. Akibatnya timbul suara teramat bising di telinga dan tentunya membahayakan. Bahaya kan, kalau sampai menabrak pengunjung lain seperti anak-anak kecil yang sedang belajar jalan atau main sepeda.

Demikianlah, tanah lapang Alun-Alun Temanggung tidak bisa difungsikan tempat duduk sembari menggelar karpet karena pengunjung dibuat ngeri dulu oleh tingkah mereka.

Rute kuda sewaan di Alun-Alun Temanggung malah menghalangi jalan

Selain sewa trail ada juga penyewaan kuda mini. Kan saya jadi heran lagi, “Ini sebenarnya alun-alun apa kebun binatang, sih?”

Rute kuda keliling ini juga sangat menyalahi aturan karena menggunakan jalan bagi pejalan kaki. Akibatnya, banyak pengunjung Alun-Alun Temanggung harus minggir terlebih dahulu supaya si kuda itu lewat. 

Kondisi ini juga bisa bikin jalan macet kalau kuda yang notabene memang gemoy itu menjadi spot foto dadakan bagi ibu-ibu. Yah, mau tidak mau pengunjung lain harus sabar menunggui ras terkuat di bumi ini hingga selesai berfoto.

Baca Juga:

Alasan Kebumen Ditinggalkan Warganya walau dengan Berat Hati

7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal

Saya menjadi sangat kesal. Niatnya jalan-jalan santai mengelilingi Alun-Alun Temanggung jadi terganggu akibat kuda-kuda tersebut.

Pemain skateboard turut mengganggu jalan

Selain trail dan kuda mini, para pemain skateboard juga mengganggu jalan di Alun-Alun Temanggung. Pasalnya mereka memainkan skateboard-nya tidak di satu arena saja tapi di mana-mana. Hal ini tentu membuat jalanan jadi tambah riuh sekali.

Lalu, ada satu hal yang membuat saya risih pada para pemain skateboard di Alun-alun Temanggung. Entah mengapa mereka ini bukannya unjuk bakat malah sering bergaya sok keren lalu catcalling kepada perempuan yang lewat.

Nah, sekadar info saja bagi kalian yang belum tahu, kalau catcalling itu tergolong pelecehan seksual ringan. Meskipun ringan, tindakan tersebut menciptakan ruang tidak aman bagi perempuan. Mungkin kalau Anda salah satunya, tolong bertindak lebih sopan yaaa. Supaya pengunjung merasa nyaman juga.

Anak punk ada di mana-mana

Saya tidak menyalahkan anak punk yang notabene memiliki nasib kurang baik. Tapi sudut Alun-Alun Temanggung malah menjadi tempat nongkrong bagi mereka.

Saya sebagai perempuan yang saat itu berjalan sendirian tentu merasa agak takut ketika melewati mereka. Nyali saya ciut sebab melihat penampilan mereka yang urakan, bertindik, dan bertato. Yah, meskipun sejauh ini tidak melakukan hal aneh-aneh yang menjurus pada tindak kejahatan.

Sampah berserakan di Alun-Alun Temanggung

Ketika berkunjung di Alun-Alun Temanggung, saya melihat pemandangan yang kurang sedap di mata. Di sana ada banyak sekali sampah plastik bekas makanan atau minuman serta daun-daun kering berguguran. Namun tidak tampak petugas kebersihan yang seharusnya rutin ditugasi menyapu lingkungan alun-alun. Keberadaan sampah-sampah tersebut jadinya mengurangi keindahan yang sudah rindang ditumbuhi pohon-pohon beringin.

Lampu-lampu Tidak Jelas

Lampu-lampu yang bergantungan mengelilingi patung Pak Tani di Alun-Alun Temanggung bukannya memberi kesan estetik, tapi malah terlihat tidak karuan di mata. Pasalnya, penataannya terlihat tidak niat sekali untuk ukuran alun-alun. Pemasangannya itu lho, seperti hanya ditali sana-sini sekadarnya. Payah!

Maka setiap saya mampir, lampu-lampu ini selalu saja mencuri perhatian mata karena terlihat sangat tidak luwes. Rasanya geregetan sekali saya ingin mencopotnya.

Pengemis yang meresahkan

Saya tidak menyalahkan mereka yang meminta-minta. Tetapi banyaknya pengemis dan pengamen yang terus-menerus menghampiri membuat saya jengkel.

Jadi, suatu hari, saya bersama komunitas kecil yang saya ikuti menggelar diskusi kecil-kecilan di Alun-Alun Temanggung. Kemudian, datang satu dua orang meminta-minta. Setelah itu, datang pula pengamen. Begitulah berulang-ulang.

Lama-lama saya dan kawan-kawan merasa resah. Sebab kalau belum dikasih tidak pergi-pergi. Pembicaraan kami pun harus terpotong berkali-kali karena disambangi mereka. Duh rasanya tidak ada kedamaian sedikit pun berada di alun-alun ini.

Tidak ada kuliner di Alun-Alun Temanggung. Bangunan buat apa?

Makanan adalah hal pertama yang dituju dan dicari ketika jalan-jalan. Sebab rasanya tidak akan lengkap kalau ngobrol tanpa kehadiran makanan. Iya, kan?

Alun-Alun Temanggung membuat saya kecewa karena tidak ada gelaran kuliner seperti di Magelang atau yang lainnya. Sehingga, kalau mau jajan ya harus melipir dulu ke daerah Taman Pengayoman, taman sebelah alun-alun. Tentu saja ini bikin mager. Padahal ada 2 bangunan menganggur di alun-alun yang bisa saja dijadikan tempat kuliner.

Wahai Pemerintah Kabupaten Temanggung, percayalah, poin-poin tersebut membuat masyarakat jadi malas berkunjung ke alun-alun. Yah, semoga saja segera diurus sehingga nggak jelek-jelek amat, lah.

Penulis: Anita Sari

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Alun-Alun Temanggung Sekarang seperti Kuburan di Tengah Kota

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Mei 2024 oleh

Tags: Alun-Alun Kota TemanggungAlun-Alun Temanggungjawa tengahkabupaten temanggungKota Temanggungtemanggung
Anita Sari

Anita Sari

Warga Temanggung yang percaya bahwa kreativitas lahir dari perjalanan. Penikmat jalan-jalan yang hobi melempar opini kecil-kecilan tentang dunia.

ArtikelTerkait

The Heritage Palace di Sukoharjo Perlu Dirombak. Nggak Sesuai Ekspektasi!

The Heritage Palace di Sukoharjo Perlu Dirombak. Nggak Sesuai Ekspektasi!

4 Juli 2023
Alun-alun Purwokerto Jadi Semakin Cantik Setelah Renovasi, tapi Tetap Problematik

Alun-alun Purwokerto Jadi Semakin Cantik Setelah Renovasi, tapi Tetap Problematik

2 April 2024
Orang Malang dan Bojonegoro. (Unsplash.com)

Orang Malang dan Bojonegoro Salah Paham karena 4 Kata Lucu Ini

30 Juni 2022
3 Rekomendasi Coffee Shop di Klaten yang Nyaman untuk Nugas Terminal Mojok

3 Rekomendasi Coffee Shop di Klaten yang Nyaman untuk Nugas

28 Juni 2023
Jogja Resmi Provinsi Termiskin (Unsplash)

Jogja Provinsi Termiskin: Matur Nuwun Raja dan Gubernur Jogja

18 Januari 2023
Ilustrasi Jembatan Merah Purbalingga, Jembatan Ikonik Penuh Masalah (Unsplash)

Jembatan Merah Purbalingga, Jembatan Ikonik yang Penuh Masalah. Dari Berita Korupsi Sampai Kondisinya yang Gelap-gulita Membahayakan Pengendara

6 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Tertipu Beli Durian di Wonosalam, Pusatnya “Raja Buah” di Jombang Mojok.co

Pengalaman Tertipu Beli Durian di Wonosalam, Pusatnya “Raja Buah” di Jombang

7 Januari 2026
5 Hal yang Tidak Orang Katakan Soal Beasiswa LPDP Mojok.co

5 Hal yang Orang-orang Jarang Katakan Soal Beasiswa LPDP

10 Januari 2026
3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah Mojok.co

3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah

9 Januari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal

6 Januari 2026
Saya Sadar Dracin Tidak Bermutu, tapi Saya Tetap Menontonnya sampai Tamat

Saya Sadar Dracin Tidak Bermutu, tapi Saya Tetap Menontonnya sampai Tamat

8 Januari 2026
Begini Rasanya Dapat Dosen Pembimbing Skripsi Seorang Dekan Fakultas Mojok.co

Begini Rasanya Dapat Dosen Pembimbing Skripsi Seorang Dekan Fakultas, Semuanya Jadi Lebih Lancar

7 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 
  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.