Alasan Seseorang Sering Memanjangkan Huruf di Belakang Saat Chat WhatsApp – Terminal Mojok

Alasan Seseorang Sering Memanjangkan Huruf di Belakang Saat Chat WhatsApp

Artikel

Avatar

Chat WhatsApp sama seseorang sudah bukan lagi aktivitas yang asing bagi kita semua. Mengirimkan pesan ke seseorang kini sudah sangat mudah dilakukan dengan teknologi yang semakin canggih. Saya sendiri, sudah terbiasa berkirim kabar atau pesan dengan teman menggunakan aplikasi chat. Mengirim pesan dengan SMS, sudah sangat jarang saya lakukan, kecuali dalam keadaan mendesak. Biasanya, sih, kalau nggak ada kuota, baru deh kirim pakai pulsa.

Semua orang yang menggunakan aplikasi berbalas pesan bisa dengan bebas mengirimkan pesan dengan kata-kata yang mereka inginkan. Biasanya ini juga ditambah fitur-fitur seperti emoji yang sering dipakai untuk menggambarkan keadaan seseorang saat mengirim pesan tersebut. Seperti emoji peluk untuk menandakan rasa kangen seseorang, emoji love untuk menandakan cinta atau kasih sayang, atau juga emoji-emoji lainnya. Saya sendiri sering menggunakan emoji agar percakapan tidak terkesan garing meskipun terkadang saya juga bingung harus menggunakan emoji apa di setiap teks yang saya ketik.

Dalam budaya berbalas pesan yang sudah saya alami, ada suatu pola yang saya dapatkan ketika mendapatkan suatu pesan dari lawan bicara saya. Baik perempuan maupun lelaki selalu saja memanjangkan huruf belakang di akhir kata ketika membalas pesan.

Seperti, “Iya, oh gituuu?”

Biasanya, mereka akan menambahkan beberapa huruf yang sama di akhir. Dengan melihat pola seperti itu, saya pun terkadang terbawa kebiasaan mereka. Saya yang cuma ikut-ikutan ini jadi mikir: sebenarnya apa, sih, makna membalas pesan seperti itu?

Menurut saya, ada beberapa alasan yang mendasari si pengirim pesan memanjangkan huruf di belakang ketika membalas chat WhatsApp. Ini alasan-alasan tersebut.

#1 Agar tidak terkesan jutek

Alasan pertama yang membuat orang memanjangkan huruf di belakang saat chat WhatsApp adalah agar tidak disangka jutek. Saya yang beberapa kali memanjangkan huruf di belakang pun mengamini alasan yang satu ini. Lantaran pesan teks tidak bersuara dan menunjukkan ekspresi, maka dengan memberikan huruf tambahan di akhir teks bisa menjadi cara untuk menunjukkan pada lawan bicara bahwa kita tidaklah dingin atau jutek.

Balasan “ya” dengan “iyaaa” mempunyai konotasi yang berbeda bagi si penerima pesan. Menurut saya pribadi kalau “ya” saja terkesan balasan yang bodo amat atau sombong. Namun, balasan “iyaaa” mempunyai kesan genit atau si pengirim pesan menghargai lawan bicara. Meskipun tidak 100% seperti itu juga, sih. Alasan sebenarnya bisa tergantung sudut pandang masing-masing.

#2 Agar terlihat friendly

Agak-agak aneh juga sebenarnya ingin terlihat friendly dengan cara memanjangkan huruf belakang saat chat WhatsApp. Namun, bagi saya hal tersebut juga cukup masuk akal. Berkaca pada alasan pertama tadi, jika kita hanya membalas dengan singkat seperti “iya” saja terkesan menggantung dan kurang enak saat diterima meskipun tidak ada masalah apa pun. Namun, ketika saya mendapatkan balasan chat yang huruf belakangnya dipanjangkan, saya merasa tidak diabaikan dan merasa dihargai. Meskipun aneh, tapi saya merasakan hal tersebut.

#3 Menghindari kecanggungan

Alasan selanjutnya adalah alasan yang sering saya alami. Lantaran pesan sudah di ujung tanduk alias percakapan sudah selesai. Biasanya saya akan membalas dengan huruf belakang yang sengaja dipanjangkan agar terkesan saya tidak sepenuhnya ingin mengakhiri pesan. Namun, karena pesan tersebut memang harus diakhiri maka saya akan menunjukkan sikap yang sedikit genit. Tentunya ini pada lawan jenis ya hahaha. Pasalnya, kalau mengakhiri pesan dengan teks yang terkesan kaku seperti, “Malam juga”, takutnya akan menimbulkan kecanggungan. Maka dari itu saya akan membalas, “Malam jugaaa” dengan emoji peluk. Ahiwwww.

#4 Pengin aja

Alasan lain dari orang yang menambahkan huruf di belakang saat chat WhatsApp yaaa karena lagi pengin atau iseng aja, nggak ada maksud lain. Saya pun beberapa kali menambahkan huruf di belakang karena iseng dan nggak ada maksud lain yang terselubung. Toh, nggak ada salahnya juga dan nggak merugikan orang lain.

#5 Kepencet

Nggak selalu orang yang manjangin huruf saat berbalas pesan itu punya arti di baliknya, bisa saja keyboard hape mereka memang sedang eror atau kepencet. Apalagi kalau huruf belakangnya panjangnya tak terhingga berbaris-baris. Kalau itu sih bukan mencoba untuk ramah atau nggak jutek, tapi jatuhnya malah meledek. Kalau panjangnya nggak wajar, bisa bikin ilfeel juga sebenernya. Apalagi cowok sama cowok. Hahaha.

Setiap orang punya alasan tersendiri mengapa selalu menambahkan huruf di belakang ketika berbalas chat WhatsApp. Selama itu bernilai positif, selama itu tidak merugikan orang lain, ya lakukan saja. Tidak ada larangan harus chat seperti ini atau seperti itu. Hal yang terpenting adalah harus selalu jaga komunikasi yang sopan dan baik dengan lawan bicara. Bukankah, begitu?

BACA JUGA 6 Jenis Respons Chat yang Bikin Sebal Sampai Pengin Ngatain dan tulisan Erfransdo lainnya.

Baca Juga:  Pemilik Patah Hati yang Sebenarnya Adalah yang Mengambil Keputusan dan Pergi
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
12


Komentar

Comments are closed.