Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Alasan Orang Bekasi Lebih Ngefans Persija Jakarta daripada Persipasi dan Persikasi

Raihan Muhammad oleh Raihan Muhammad
5 April 2025
A A
Alasan Orang Bekasi Lebih Ngefans Persija Jakarta daripada Persipasi dan Persikasi Mojok.co

Alasan Orang Bekasi Lebih Ngefans Persija Jakarta daripada Persipasi dan Persikasi (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Bekasi yang berada di daerah sibuk, Jakarta dan Karawang, seringkali kurang dianggap dan diperhatikan. Sialnya, kurangnya perhatian terhadap Bekasi menjalar pada banyak hal, termasuk dunia sepak bola. Asal tahu saja, banyak orang Bekasi lebih bangga pada Persija Jakarta daripada pada dua klub bolanya sendiri, Persipasi dari Kota Bekasi dan Persikasi dari Kabupaten Bekasi. 

Sabar dahulu Mas dan Mbak. Saya tahu, tulisan ini akan membuat beberapa suporter mangkel. Namun, tulisan ini sama sekali tidak bermaksud menyakiti hati kalian, saya cuma ingin curhat sebagai penggemar sepak bola yang kebetulan tinggal di Bekasi. 

ADVERTISEMENT

Sekarang coba amati baik-baik. Di warung kopi, di kantor, bahkan di stadion, bendera Jakmania lebih sering berkibar daripada Persipasi dan Perikasi kan? Bendera oranye lebih sering muncul daripada bendera warna hijau stabilo dan warna kuning-hijau kan? Pahit memang, tapi itu kenyataannya. 

Sekarang mari kita bahas dengan kepala dingin dan hati lapang. Fenomena itu bukan tanpa sebab. Ada sejarah, ada gengsi, ada branding, bahkan ada romantisme sepak bola yang ikut bermain di sini. Sepak bola itu bukan cuma soal skor dan posisi klasemen, tapi juga tentang rasa memiliki. Sayangnya, rasa itu kadang lebih mudah ditemukan dari klub sebelah tetangga ketimbang dari rumah sendiri.

Klub lokal Bekasi krisis identitas

Orang Bekasi bukannya nggak cinta sepak bola daerahnya. Bagaimana mau cinta kalau klubnya sendiri sibuk gonta-ganti nama, kadang malah gonta-ganti manajemen. Persipasi misalnya, sudah mengalami “reinkarnasi” berkali-kali, mirip tokoh-tokoh sinetron. Klub ini pernah bernama Patriot Candrabhaga jadi PCB Persipasi, terus balik ke Persipasi Kota Bekasi. Belum lagi kabar viralnya FC Bekasi City. 

Baru juga suporter hafal nama dan logo yang baru, eh manajemennya bubar lagi. Bayangkan saja, klub ini baru berdiri 2017, tapi udah ganti nama tiga kali. Mungkin ini alasan suporter jadi kurang setia, klub bolanya memang tidak punya alasan untuk dipertahankan. 

Krisis identitas juga menimpa Persikasi. Klub bola yang sudah berdiri sejak 1961 itu ketinggalan zaman. Persikasi masih menggunakan logo Pemkab Bekasi yang jauh dari kata menarik. Unggahan media sosial tidak seramai meme yang berseliweran. Persikasi masih berada di zona nyamannya saat klub-klub lain berlomba membuat konten menarik, video sinematik, dan peluncuran jersey yang dramatis. 

Persipasi dan Persikasi perlu membereskan pekerjaan rumah internal yang seabrek terlebih dahulu. Tidak heran kalau warga Bekasi, terutama generasi muda, jadi bingung mau dukung klub mana. Di satu sisi ada klub yang katanya milik sendiri, tapi tampilannya seperti proyek yang setengah hati. Di sisi lain, ada Persija, klub tetangga yang konsisten, jelas, dan punya peluang besar menang di berbagai pertandingan.

Baca Juga:

Jangan Salahkan Orang Jakarta kalau Harga Makanan di Jogja Tak Ramah Warlok: Sebuah Pembelaan untuk Kaum Plat B

Perjalanan Pulang Kerja Naik Bus Bekasi-Cikupa, Pahit yang Harus Dijalani Tiap Hari

Persija, klub bola tetangga yang bikin bangga

Orang Bekasi dan Persija itu ibarat tetangga yang sering main ke rumah, tapi lama-lama jadi saudara angkat. Meski beda domisili, banyak warga Bekasi, diam-diam atau terang-terangan, jadi fans klub Macan Kemayoran. Persija memang jago di lapangan, mungkin itu mengapa fansnya begitu solid, patut diacungi jempol. Asal tahu saja, basis suporter Persija merata sampai ke gang-gang kecil, tidak hanya di Jakarta saja, tapi juga Bogor, Depok, dan Tangerang. 

Selain itu, Persija juga nggak pelit kasih euforia. Dari matchday di Stadion GBK yang seperti pesta rakyat, sampai konser dan launching tim yang konsepnya udah mirip brand besar. Pokoknya, Persija pandai betul membuat pendukungnya jadi merasa ikut memiliki klub tersebut. Persija punya semua yang bikin warga Bekasi merasa, “Yah, ini mah klub kita juga, walau KTP beda.” 

Coba bandingkan dengan klub lokal yang kadang kita sendiri bingung posisinya di klasemen Liga 3. Mau bikin konten dukungan? Lah, pertandingan live-nya aja kadang nggak ada. Mau beli jersey? Kadang yang tersedia cuma ukuran XL atau belum update desain sejak 2019. Mau ajak teman nonton bareng di stadion? Takut cuma kita berdua yang datang. 

Persipasi dan Persikasi semoga bisa berbenah sehingga orang Bekasi jadi punya alasan untuk memiliki, bangga, dan mendukung dua klub lokal itu. Penggemar bola Bekasi sebenarnya juga tidak mau kalau jadi penonton di stadionnya sendiri. Harapan itu sebenarnya ada dan selalu ada, hanya saja begitu redup untuk saat ini. Akhirnya, fans bola di Bekasi pun harus jujur pada diri sendiri. Mereka lebih memilih kesetiaan pada identitas lokal yang terus diobrak-abrik atau kenyamanan mendukung klub mapan. 

Penulis: Raihan Muhammad
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Gagal Paham dengan Orang-orang yang Menjadikan Rumah Jokowi sebagai Destinasi Wisata Baru di Solo

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 April 2025 oleh

Tags: bekasiJakartapersijapersija jakartapersikasiPersipasi
Raihan Muhammad

Raihan Muhammad

Manusia biasa yang senantiasa menjadi pemulung ilmu dan pengepul pengetahuan. Pemerhati politik dan hukum. Doyan nulis secara satire/sarkas agar tetap waras. Aku menulis, maka aku ada.

ArtikelTerkait

Kota Depok Layak Disebut sebagai Kota Avatar Saat Musim Hujan terminal mojok.co

Kebanggaan Tersembunyi saat Punya Pacar atau Teman Orang Depok

14 April 2020
Aral Rintangan yang Saya Lewati di KPU hingga Berhasil Mengurus Pindah TPS di Jakarta

Aral Rintangan yang Saya Lewati hingga Berhasil Mengurus Pindah TPS di Jakarta

13 Januari 2024
Gaji 18 juta di Jakarta vs Gaji 9 juta di Kota Asal, Pertanyaan Paling Mudah untuk Warga Jogja, Pilih Jakarta lah!

Gaji 18 juta di Jakarta vs Gaji 9 juta di Kota Asal, Pertanyaan Paling Mudah untuk Warga Jogja, Pilih Jakarta lah!

15 April 2025
Angkringan Jakarta Bikin Orang Jogja Ngelus Dada Mojok.co

4 Alasan Angkringan Jakarta Bikin Orang Jogja Kecewa

18 Maret 2025
Inilah Wajah Asli Citayam, Daerah yang Sedang Jadi Sorotan Seantero Indonesia

Inilah Wajah Asli Citayam, Daerah yang Sedang Jadi Sorotan Seantero Indonesia

26 Juli 2022
Payung Teduh Masih Tetap Teduh Didengar Meski Ditinggal Mas Is terminal mojok.co

Rekomendasi Musik untuk Menyambut Musim Hujan di Jakarta

16 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warlok Semarang Muak dengan Mal Baru, Lebih Butuh Ruang Terbuka Hijau yang Terjangkau Mojok.co

Warlok Semarang Muak dengan Mal Baru, Lebih Butuh Ruang Terbuka Hijau yang Terjangkau 

24 Juni 2026
4 Rekomendasi Motor Second yang Cocok untuk Mahasiswa Pertama Kali Merantau Mojok.co

4 Rekomendasi Motor Second yang Cocok untuk Mahasiswa Pertama Kali Merantau

25 Juni 2026
4 Kuliner Khas Tulungagung yang Disukai Warlok, tapi Kurang Cocok di Lidah Pendatang Mojok.co

4 Kuliner Khas Tulungagung yang Disukai Warlok, tapi Kurang Cocok di Lidah Pendatang

28 Juni 2026
Pejaten Park: Mall yang Kurang Dilirik Anak Jaksel, padahal Paling Nyaman

Pejaten Park: Mall yang Kurang Dilirik Anak Jaksel, padahal Paling Nyaman

30 Juni 2026
Pengalaman Berdagang Selama Kuliah di Unila Lampung, Sering Dikira Anak Kos hingga Seolah Punya Utang Budi kepada Pembeli

Pengalaman Berdagang Selama Kuliah di Unila Lampung, Sering Dikira Anak Kos hingga Seolah Punya Utang Budi kepada Pembeli

27 Juni 2026
Alasan Saya Gemar Berjalan Kaki di Bandar Lampung kendati Rasanya seperti Uji Nyali

Alasan Saya Gemar Berjalan Kaki di Bandar Lampung kendati Rasanya seperti Uji Nyali

24 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.