Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Tidak Kerja di Jakarta Bikin Saya Bersyukur sekaligus Menaruh Hormat pada Mereka yang Mengadu Nasib di Ibu Kota

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
9 Maret 2025
A A
Tidak Kerja di Jakarta Bikin Saya Bersyukur sekaligus Menaruh Hormat pada Mereka yang Mengadu Nasib di Ibu Kota

Tidak Kerja di Jakarta Bikin Saya Bersyukur sekaligus Menaruh Hormat pada Mereka yang Mengadu Nasib di Ibu Kota

Share on FacebookShare on Twitter

Saya tak tahu ini apa, tapi jujur saja, tidak bekerja di Jakarta dan masih kerja di Jogja adalah keputusan atau hal yang saya syukuri sejauh ini.

Tulisan ini terinspirasi dari salah satu postingan di Reddit, yang bikin saya terpukul, tercerahkan, atau apalah itu. Postingan tersebut bikin saya bersyukur akan banyak hal, seperti masih kerja, dan tetap di Jogja, dan tidak perlu bertarung di Jakarta.

ADVERTISEMENT

Entah kenapa, dari dulu saya tidak punya keinginan atau preferensi untuk kerja di Jakarta. Ada masanya saya kepikiran sih, tapi itu ada konteksnya dan saya tak perlu cerita di sini. Jogja masih “memasung” saya, dan entah kenapa saya baik-baik saja di kota ini.

Tulisan ini buat untuk membanding-bandingkan mana yang lebih baik, kerja di Jakarta atau Jogja. Oke, mungkin kesannya akan seperti itu. Tapi justru karena saya tidak di Jakarta inilah yang bikin saya angkat topi untuk para manusia yang berjibaku di Ibu Kota, dan mensyukuri semua hal yang saya dapat di Jogja.

Jakarta tempat orang-orang yang kuat

Saya tidak bisa membayangkan betapa beratnya hidup di Jakarta. Kemacetan, banjir, hidup yang berjalan kelewat cepat tapi di jalan begitu lambat, bikin saya stres. Itu baru membayangkan, belum mengalaminya sendiri saja saya sudah stres.

Hal-hal seperti itu sudah bikin saya beneran nggak mau menerima tawaran dan menimbang-nimbang potensi bekerja di Jakarta. Bahkan di masa saya harus menghadapi realitas bahwa saya harus punya uang yang lebih banyak untuk putri kecil saya, tetap saya menolak tawaran kerja WFO di Jakarta. Tidak, saya tak bisa.

Tapi dari itulah saya jadi memahami dan salut dengan siapa pun yang memilih Jakarta sebagai tempat mereka mencari nafkah. Bagi saya, mereka adalah pejuang sejati, dan memilih untuk mengorbankan kenyamanan demi apa pun tujuan mereka.

Bisa jadi orang kerja di Jakarta demi anak istri di rumah, atau orang tua yang mulai menua, atau malah demi membuktikan pada mantan bahwa mereka punya nilai. Apa pun itu, bagi saya valid, dan tetap salut.

Baca Juga:

Jangan Salahkan Orang Jakarta kalau Harga Makanan di Jogja Tak Ramah Warlok: Sebuah Pembelaan untuk Kaum Plat B

Jangan Samakan Bubur Ayam Jakarta dan Cirebon, Mereka Beda!

Saya memilih tetap kerja di Jogja karena saya sadar, Jakarta kelewat keras untuk saya yang sebenarnya seringkih peyek kacang. Tidak bisa punya hidup lambat, kerja yang nikmat selayaknya di Jogja bikin saya ketakutan setengah mati.

Saya bersyukur tidak kerja di Jakarta

Saya bersyukur tidak kerja di Jakarta. Pagi saat berangkat ke Jogja, saya melihat hamparan sawah sejauh mata memandang. Kala mendung, kabut menghiasi dengan begitu manis. Jalanannya jelek, memang, tapi saya masih bisa mengaksesnya tanpa macet yang berarti serta tidak perlu berdesakan. Yang jelas, saya tidak perlu berangkat pagi buta.

Jakarta, tentu saja tidak. Mungkin jika saya kerja di Jakarta, saya harus bangun pagi buta, naik KRL berdesakan. Lalu harus berjibaku dengan kantor, pulang pun harus berdesakan lagi di kereta, sampai rumah malam.

Siapa yang pengin hidup seperti itu? Tak ada. Tapi, yang hidup seperti itu, jangan dianggap bodoh. Mereka justru berjuang lebih keras, dan kita harus hormati.

Apakah artinya Jogja superior ketimbang Jakarta? Oh, tidak sama sekali. Saya tidak sedang cari mana yang lebih unggul. Saya hanya ingin kalian paham, bahwa ada hal-hal menyenangkan yang harusnya kita syukuri, dan memahami kenapa ada orang yang rela menempuh jalan pedang demi apa pun yang mereka inginkan.

Lagi-lagi, saya bersyukur tidak bekerja di Jakarta dan diberi anugerah oleh Tuhan untuk tetap kerja di Jogja. Tapi, karena Jogja lah, saya paham bahwa yang bekerja di Jakarta adalah kaum-kaum berbadan keras dan pejuang yang sebenarnya. Sepertinya, itu membuat saya makin paham apa itu rasa hormat serta memahami bahwa semua hal patut dirayakan.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Suara Hati Sarjana Kerja di Jakarta Dapat Gaji Setengah UMR, Sering Dibanding-bandingkan dengan Adik Lulusan SMA di Kampung yang Penghasilannya Lebih Besar

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Maret 2025 oleh

Tags: JakartaJogjakerja di jakartakerja di jogja
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Tips Beli Rumah biar Nggak Tertipu Harga Murah terminal mojok.co

Sebelum Nuntut Cowok Harus Punya Rumah Sebelum Nikah, Sebaiknya Kalian Cek Harga Rumah Dulu

24 Agustus 2021
Pengalaman Naik Whoosh Pertama Kali, Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang Bikin Mental Orang Kabupaten Jiper Mojok.co KA Feeder Whoosh

Pengalaman Naik Kereta Cepat Jakarta Bandung Bikin Orang Kabupaten Merasa Norak

26 Mei 2025
Ketoprak Jakarta dan Ketoprak Solo: Namanya Aja yang Sama, Bentuknya Beda Jauh Mojok.co

Ketoprak Jakarta dan Ketoprak Solo Namanya Saja yang Sama. Bentuk, Isi, dan Rasa Makanannya Jauh Berbeda

5 Agustus 2024
Mie Yamin Bandung vs Jogja, kuliner mana yang lebih enak_ (Unsplash)

Mie Yamin Bandung Superior Dibanding Jogja: Ribut Kuliner yang Efektif Memecah Bangsa

16 November 2022
Sisi Gelap Alun-Alun Kidul Jogja yang Selama Ini Tidak Terdeteksi (Foto milik penulis)

Sisi Gelap Alun-Alun Kidul Jogja: Tumpukan Sampah di Tengah Ringin Kembar yang Luput dari Pandangan dan Merusak Estetika Tempat Wisata

9 Juni 2024
Circle K Lempuyangan, Tempat Ngedate Underrated di Jogja, Bisa Deep Talk Tanpa Bikin Dompet Boncos! warung madura

Circle K Lempuyangan, Tempat Ngedate Underrated di Jogja, Bisa Deep Talk Tanpa Bikin Dompet Boncos!

10 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri Kerap Dianggap Tempat Paling Rapi di Dunia, padahal Justru Sebaliknya, Titik Kumpul Masalah dan Kekacauan!

29 Juni 2026
4 Kuliner Khas Tulungagung yang Disukai Warlok, tapi Kurang Cocok di Lidah Pendatang Mojok.co

4 Kuliner Khas Tulungagung yang Disukai Warlok, tapi Kurang Cocok di Lidah Pendatang

28 Juni 2026
Membayangkan Betapa Menderita Jadi Warga Perumahan yang Lingkungannya Dijadikan Pasar Kaget Tiap Pekan Mojok.co

Membayangkan Betapa Menderita Jadi Warga Perumahan yang Lingkungannya Dijadikan Pasar Kaget Tiap Pekan

26 Juni 2026
Geprek Olive Fried Chicken, Pilihan Ayam Geprek yang Tak Kalah Favorit dari Bu Rum Jogja Mojok.co

Geprek Olive Fried Chicken, Pilihan Ayam Geprek yang Tak Kalah Favorit dari Bu Rum Jogja

29 Juni 2026
Honda BeAT, Motor Terbaik untuk Menemani Mahasiswa UNNES Menjalani Hidup pertamax pertalite

6 Motor yang Dikira Harus Pakai Pertamax tapi Ternyata Masih Aman dan Memang Bisa Pakai Pertalite  

28 Juni 2026
Jawa Selatan Harus Diakui Agak Susah untuk Punya UMR Tinggi: Mulai dari Perbedaan Topografi Hingga Minimnya Kawasan Industri  

Jawa Selatan Harus Diakui Agak Susah untuk Punya UMR Tinggi: Mulai dari Perbedaan Topografi hingga Minimnya Kawasan Industri  

29 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.