Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sapa Mantan

Alasan Mas Aris Layangan Putus yang Ketahuan Selingkuh, tapi Malah Ngeluh

Aminah Sri Prabasari oleh Aminah Sri Prabasari
12 Januari 2022
A A
Alasan Mas Aris Layangan Putus yang Ketahuan Selingkuh, tapi Malah Ngeluh terminal mojok.co

Alasan Mas Aris Layangan Putus yang Ketahuan Selingkuh, tapi Malah Ngeluh (Akun Instagram Layangan Putus)

Share on FacebookShare on Twitter

Ketahuan selingkuh malah kemudian sambat merasa dizalimi itu bukan kelakuan Mas Aris di Layangan Putus saja. Setidaknya saya sudah empat kali mendapat cerita serupa, kisah nyata dari perempuan-perempuan di sekitar saya yang diselingkuhi pasangannya.

Ketahuan selingkuh, bukannya merasa bersalah, mereka malah memilih tetap mempertahankan hubungannya dengan selingkuhan. Seakan ia adalah korban. Sementara ujung pangkal masalah semuanya ada di pasangan. Makanya, orang yang diselingkuhi diminta mikir berkali-kali dan berempati pada pasangannya yang sudah selingkuh serta orang lain yang terdampak. Seperti kelakuan Mas Aris yang nggak ngotak, bikin jengkel kita semua.

Bukankah seseorang yang ketahuan selingkuh seharusnya malu dan menyesal kemudian meninggalkan selingkuhan?

Nggak sesederhana itu, Bunda. Selingkuh itu sendiri, oleh sebagian ahli, dikategorikan sebagai perilaku menyimpang. Oleh karena itu, sulit untuk meminta pelaku selingkuh bertindak sesuai dengan norma. Kalau dia peduli norma, sejak awal nggak akan selingkuh.

Lagipula, jika pihak yang berselingkuh adalah laki-laki, perbuatannya dibenarkan secara “kultural” oleh masyarakat kita. Kalaupun dianggap melanggar norma agama, solusinya adalah menikah untuk kedua kali dan seterusnya. Kita hidup dalam budaya patriarki yang telanjur berurat berakar dari generasi ke generasi. “Namanya juga laki-laki” adalah kalimat kuncinya.

Lima tahun yang lalu seorang teman (perempuan) bercerita suaminya selingkuh dengan teman kerja. Teman saya mengenal selingkuhan suaminya, bahkan beberapa kali main ke rumah. Setelah ketahuan, apakah mereka berhenti? Mereka berdua malah meminta izin untuk menikah dengan alasan nggak kuat harus berhubungan secara sembunyi-sembunyi terlalu lama. Bahkan teman saya disalahkan karena sudah membuat suami dan selingkuhannya yang sedang hamil sampai stres kemudian mengganggu pekerjaan mereka di kantor.

Bukannya merasa bersalah, teman saya malah dilabrak selingkuhan suaminya, ditempeleng suaminya, dan ditalak satu. Kalau tidak diizinkan menikah, si suami memilih menceraikan teman saya secara hukum. Akhirnya, teman saya dimadu sampai sekarang. Ia tetap bertahan demi anak dan menjaga nama baik keluarga. Supaya tidak dikritik oleh keluarga besar, ia bahkan menghadiri pernikahan suaminya dengan syarat suaminya mau rujuk karena sudah menjatuhkan talak satu.

Perselingkuhan tidak bisa berhenti hanya karena sudah ketahuan. Pelaku selingkuh bukanlah anak-anak yang mencuri mangga tetangga lalu kapok setelah ketahuan dan dihukum. Bahkan setelah diketahui penyebab selingkuh pun, belum tentu perilaku ini bisa dihentikan. Ada penyebab seseorang terus-menerus selingkuh menurut Sarah Winter dilansir dari Elite Daily, yaitu:

Baca Juga:

Tayuan, Film Semi Filipina Terbaik Tahun 2023 yang Realistis

4 Dosa yang Membuat PNS Lupa Diri

#1 Ego boost

Seseorang melakukan perselingkuhan karena ingin mendapat validasi ini sepertinya absurd. Namun, nyatanya sangat umum terjadi apalagi jika orang yang berselingkuh merasa “mampu”, tapi kurang mendapat pengakuan. Ego perlu terus-menerus di-boost karena self-esteem rendah. Dari sudut pandang ini, memiliki lebih dari satu pasangan akan dianggap jauh lebih baik dan kompeten (sebagai laki-laki) daripada hanya memiliki satu pasangan.

“Pelaku selingkuh merasa terangkat dengan penaklukan mereka (pada lawan jenis). Ini membuktikan nilai mereka. Semakin banyak pengakuan dan validasi pribadi yang diperoleh, semakin baik perasaannya tentang diri mereka sendiri,” jelas Sarah Winter.

#2 Kurang punya kedekatan emosional dengan pasangan

Lebih lanjut Sarah Winter menjelaskan bahwa ego yang harus di-boost itu akan menjadi-jadi jika seseorang terlalu sering diremehkan oleh pasangannya. Pada kasus Mas Aris di Layangan Putus, Kinan terlihat tidak pernah menghina atau melukai ego Mas Aris. Namun, sikap Kinan yang terlalu nyaman ini mendorong Mas Aris membuktikan diri dia masih menarik di mata perempuan (lain).

Lydia lebih lihai memprovokasi, ia tahu ego Mas Aris perlu dicolek. Oleh karena itu, ketika Lydia ketahuan mencium laki-laki lain, ia tahu harus mengatakan bosan pada janji-janji Mas Aris. Itulah momen ketika mimpi Kinan ke Cappadocia dicuri. Tanpa memberi alasan apa pun pada istrinya, Mas Aris pergi begitu saja bersama Lydia selama 12 hari.

#3 Kebutuhan seks

Kebutuhan seks menjadi alasan perselingkuhan sepertinya terlalu klise. Faktanya, itu terjadi dan demikian juga dengan Mas Aris di Layangan Putus yang selingkuh saat Kinan sedang hamil besar. Mas Aris melakukan apa pun supaya kebutuhannya terpenuhi. Mulai dari membelikan penthouse sampai berkata-kata manis untuk menenangkan Lydia.

“Aku tahu kamu sudah punya istri, bahkan aku…,” kata Lidya
“Tapi di hati aku ada kamu,” sahut Aris.
“Tapi kamu juga sayang sama istri kamu kan,” timpal Lidya.

Kebutuhan seksual Mas Aris di Layangan Putus yang dipenuhi oleh Lydia berubah menjadi adiksi. Kecemasan dan rasa nyaman bisa terlepas dari perasaan-perasaan negatif (meski hanya sementara), membuat perselingkuhan dengan motif seksual akan terus diulang. Perilaku kompulsif Mas Aris karena adiksi kemudian menjadi respons impulsif saat ketahuan selingkuh oleh Kinan atau saat ditantang untuk membuktikan janji oleh Lydia.

Tiga alasan kenapa pelaku sulit menghentikan perbuatannya ini juga menjelaskan kenapa seseorang tetap mempertahankan hubungan perselingkuhannya meski sudah punya pasangan sah. Dan akan makin sulit dihentikan jika alasan tersebut berhasil membuat pelaku perselingkuhan jatuh cinta pada selingkuhannya.

Pada 2017, sebuah riset dipublikasikan di Archives of Sexual Behavior menjelaskan bahwa seseorang yang pernah berselingkuh cenderung melakukan perselingkuhan lagi. Kecenderungan tersebut bahkan tiga kali lebih tinggi.

Lalu bagaimana kalau pasangan kita berselingkuh? Masa, ya, nerimo saja?

Jika masih ingin berharap pada pasangan yang selingkuh, Damona Hoffman seorang dating expert menyarankan mencari bantuan profesional. Bantuan profesional diperlukan untuk mengidentifikasi masalah dan mencari tahu asal-muasal dorongan berselingkuh. Menurut Hoofman, fokus menyelesaikan kasus perselingkuhan harus berpusat pada akar penyebab, bukan pada dampak-dampak perselingkuhan.

Pada akhirnya memang kembali ke mereka yang diselingkuhi. Memilih tetap bertahan atau bubar jalan, keduanya punya risiko masing-masing. Di situasi yang seperti itu perlu diingat kemampuan diri sendiri menerima perlakuan tidak jujur dari pasangan. Sekali dua kali mungkin kuat, jika berlarut-larut dan harus bersaing dengan selingkuhan, apa mental bisa kuat?

Apalagi, seperti hasil riset di atas, pelaku perselingkuhan punya kecenderungan mengulangi perbuatannya lagi. Atau seperti kasus teman saya, suaminya jatuh cinta pada selingkuhan sampai jadi Bang Thoyib yang lupa pulang. Pulang ke rumah gara-gara ketahuan istri, setelah itu malah minta nikah lagi.

Pada perempuan, biasanya persoalan menjadi lebih kompleks karena mereka memikirkan orang-orang yang akan terdampak jika memilih berpisah. Terutama anak-anak mereka. Kehilangan suami terasa lebih enteng dari sudut pandang seorang ibu, ketimbang melihat anak-anaknya kehilangan sosok ayah.

Oleh karena itu, perempuan sering kali lupa. Bahkan seandainya ia ikut andil memberi dorongan pasangannya untuk berselingkuh, ia tetaplah seorang korban dari seseorang yang tidak mampu berkomitmen. Sebagai korban, ia harus menyelamatkan diri dan mengobati luka-lukanya sendiri terlebih dulu.

Penulis: Aminah Sri Prabasari
Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Januari 2022 oleh

Tags: layangan putusmas arisselingkuh
Aminah Sri Prabasari

Aminah Sri Prabasari

Perempuan yg merdeka, pegawai swasta yg punya kerja sambilan, pembaca yg sesekali menulis. Tertarik pada isu gender, politik, sosial dan budaya.

ArtikelTerkait

yang istimewa akan kalah dengan yang selalu ada

Ah Kata Siapa yang Istimewa Akan Kalah Dengan yang Selalu Ada?

29 Oktober 2019
witing tresno jalaran soko kulino atlet bucin pengalaman selingkuh pacaran dari sudut pandang laki-laki mojok.co

Pengalaman Selingkuh dan Rasa Bersalah yang Menghantui

4 Juli 2020
terluka

Stop Menganggap Semua Orang Di Muka Bumi Ini Sama, Hanya Karena Kamu Pernah Terluka

19 Juni 2019
Lapangan desa. (Unsplash.com)

5 Alasan Tinggal Dekat Lapangan Desa Itu Nggak Enak Banget

16 Juli 2022
ldr

LDR Memang Tidak Mudah, Tapi Jangan Menyerah

8 Juli 2019
Layangan Putus Episode Terbaru Aris-Lydia Makin Gila, Raya Bikin Mewek Terminal Mojok

Layangan Putus Episode Terbaru: Aris-Lydia Makin Gila, Raya Bikin Mewek

16 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kuliah S2 Itu Wajib Caper kalau Tidak, Kalian Cuma Buang-buang Uang dan Melewatkan Banyak Kesempatan Mojok.co

Kuliah S2 Itu Ternyata Mahal: SPP-nya Bisa Jadi Murah, tapi Akan Ada Biaya Tambahan yang Menghantam!

23 April 2026
Satria FU Sudah Tak Pantas Disebut Motor Jamet, Yamaha Aerox lah Motor Jamet yang Sebenarnya

Alasan Mengapa Satria FU Masih Digandrungi ABG di Madura, Membuat Pria Lebih Tampan dan Bikin Langgeng dalam Pacaran

23 April 2026
10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata Mojok.co

Kebumen: Banyak Pantainya, tapi Belum Jadi Primadona Wisata Layaknya Yogyakarta

21 April 2026
Outfit Kabupaten, Hinaan Orang Kota pada Pemuda Kabupaten yang Nggak Adil, Mereka Juga Berhak Berekspresi!

Outfit Kabupaten, Hinaan Orang Kota pada Pemuda Kabupaten yang Nggak Adil, Mereka Juga Berhak Berekspresi!

25 April 2026
Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026
Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Adalah Komentar Paling Jahat dan Tidak Perlu Mojok.co

Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Itu Jahat dan Nirempati

26 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Alifa Moslem Babypreneur Daycare Jadi Penyelamat Orang Tua yang Harus Kerja dan Jogja yang Minim Ruang Bermain Anak
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang
  • Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.