Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja

Wahyu Tri Utami oleh Wahyu Tri Utami
16 Januari 2026
A A
Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja Mojok.co

Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja (visitingjogja.jogjaprov.go.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Lupis Mbah Satinem Jogja jadi destinasi kuliner wajib bagi siapa saja yang mengaku penikmat kuliner tradisional. Sudah sejak lama saya tahu keberadaan lupis legendaris ini. Bahkan, jauh sebelum Lupis Mbah Satinem masuk salah satu episode Street Food Asia di Netflix, saya sudah tahu keberadaannya terlebih dahulu. 

Seperti kebanyakan kuliner legendaris, ulasan tentang Lupis Mbah Satinem di Google Maps juga terbelah dua. Ada yang bilang enak dan worth it, ada pula yang dengan ringan hati menekan bintang satu sambil menulis kata-kata sakti seperti “overpriced”, “porsinya sedikit”, dan “antreannya lama”.

Sebagai warga yang hidupnya tak jauh dari prinsip mendang-mending, saya jelas penasaran. Maka pada suatu Jumat pagi, saya memutuskan berangkat sendiri untuk membuktikan apakah Lupis Mbah Satinem memang seenak itu. 

Berangkat subuh demi lupis Mbah Satinem Jogja

Saya berangkat sekitar pukul 05.40 WIB. Dalam kepala saya, berangkat pagi adalah strategi cerdas supaya saya tidak perlu menunggu lama. Kenyataannya, begitu sampai di lokasi, sudah tampak kerumunan kecil orang-orang yang berpikiran sama.

Saya langsung mengambil nomor antrean. Nomor 16. Saat itu yang sedang dilayani adalah nomor 9. Hitung-hitungan kasar, ini masih aman. Dan, benar saja, saya hanya menunggu sekitar 11 menit. Tidak terlalu menyiksa, tapi cukup untuk membuat saya merenung soal betapa seriusnya orang-orang mengejar lupis.

Antrean makin panjang. Dari situ saya akhirnya melihat langsung sosok legendaris Mbah Satinem. Beliau duduk di balik lapak sederhana, dibantu dua orang yang sepertinya masih keluarga. Simbah meracik lupis dan memotongnya dengan benang, gerakan yang terlihat sederhana dan mantap, tanda  penuh pengalaman. Di sampingnya, seorang perempuan paruh baya menuangkan gula jawa cair dengan penuh perhitungan, sementara seorang laki-laki bertugas sebagai kasir.

Di lapak itu tidak hanya lupis yang dijual. Ada pula rempeyek, gorengan lumpia, sampai jamu botolan. Rasanya seperti melihat potongan kecil pasar tradisional yang dipadatkan dalam satu sudut pagi Jogja.

Baca juga 5 Gudeg Jogja yang Membuat Wisatawan Kecewa dan Wajib Kamu Hindari.

Baca Juga:

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo

Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

Gula Jawa yang dicolek diam-diam

Pesanan saya selesai. Seporsi lupis dan cenil dengan siraman gula jawa cair. Harganya Rp10.000. Catatan penting, lapak Lupis Mbah Satinem hanya menerima pembayaran tunai. Saya tidak lupa memotret dulu. Ada rasa bersalah yang besar kalau tidak mendokumentasikannya karena ada perjuangan di balik seporsi lupis ini. 

Sebelum menyantap, saya tergoda mencicipi gula merahnya dulu. Dengan ujung jari, saya colek sedikit cairan kental itu dan saya jilat. Manisnya pekat, tapi ada sedikit hint pahit.

Dalam porsi Lupis Mbah Satinem, saya mendapat dua potong lupis dan beberapa cenil mungil. Jujur saja, untuk harga Rp10.000, saya bisa mendapatkan porsi yang lebih banyak di penjual lain. Ini fakta yang sulit dibantah, terutama bagi dompet yang sudah lama dididik untuk selalu membandingkan harga.

Baca juga Bakmi Jawa di Jogja Tidak Semuanya Memuaskan, Wisatawan Sebaiknya Bisa Bedakan yang Enak dan Biasa Saja.

Enak, tapi sekali saja cukup

Suapan pertama lupis langsung mengantar saya pada rasa klasik jajanan pasar berbahan beras ketan. Teksturnya lembut, berpadu pas dengan gula jawa cair. Rautan gula kelapa di atasnya menambah tekstur sekaligus aroma yang khas. Cenilnya kenyal, tidak keras, dan nyaman dikunyah. Semuanya terasa pas, tidak berlebihan.

Tidak butuh waktu lama untuk menghabiskannya. Porsinya kecil, titik. Dan di sini saya harus jujur kalau ulasan Google Maps tidak sepenuhnya salah. Harganya memang terasa sedikit terlalu tinggi untuk ukuran porsi yang mini. Namun, soal rasa, Lupis Mbah Satinem jelas punya kualitas.

Saya bisa memahami kenapa orang-orang tetap datang dan rela mengantre. Banyak pembelinya berasal dari luar Jogja, mencari pengalaman kuliner legendaris sebagai bagian dari petualangan wisata. Tapi bagi orang Jogja asli, apalagi yang hidup dengan prinsip mendang-mending seperti saya, Lupis Mbah Satinem rasanya akan dikunjungi sekali saja sekadar menuntaskan rasa penasaran. Atau paling banter dua kali, kalau suatu pagi saya benar-benar kepengin dan sedang ingin berdamai dengan logika dompet. 

Penulis: Wahyu Tri Utami
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Gudeg Sagan: Gudeg Jogja yang Ramah bagi Lidah Wisatawan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Januari 2026 oleh

Tags: jajanan pasarJogjakuliner jogjalupislupis jogjalupis mbah satinemlupis mbah satinem jogjalupis satinemmbah satinem
Wahyu Tri Utami

Wahyu Tri Utami

Pembaca buku, penonton film, penulis konten. Sesekali jadi penyelam andal (di internet, bukan di air).

ArtikelTerkait

Resah di Jogja, Bikin Saya Bersyukur Pulang ke Tasikmalaya (Unsplash)

Berkat Pengalaman Tinggal di Jogja, Saya Selalu Bersyukur Setiap Pulang ke Tasikmalaya

22 Februari 2024
6 Dosa Penjual Gudeg yang Ngaku Asli Jogja

6 Dosa Penjual Gudeg yang Ngaku Asli Jogja

11 Januari 2023
Di mata orang Jember, Jogja Lebih Unggul daripada Bali sebagai Tempat Study Tour Mojok.co

Di Mata Orang Jember, Jogja Lebih Unggul daripada Bali sebagai Tempat Study Tour

11 Februari 2024
Solo Punya Segalanya, tapi Masih Kalah Pamor sama Jogja

Kasihan Solo, Selalu Dibandingkan dengan Jogja, padahal Perbandingannya Kerap Tidak Adil!

27 November 2025
Pasar Klithikan Pakuncen Jogja Sepi seperti Menunggu Mati (Unsplash)

Merindukan Pasar Klithikan Pakuncen Jogja, Surga Barang Bekas yang Kini Sepi seperti Menunggu Mati

19 April 2025
20 Rekomendasi Wisata Jogja yang Harus Segera Kamu Kunjungi (Pexels)

20 Rekomendasi Wisata Jogja yang Harus Segera Kamu Kunjungi Sebelum 2025 Berakhir

29 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Juga Pasar Minggu yang Nggak Kalah Seru

13 Januari 2026
3 Alasan Ayam Geprek Bu Rum Harus Buka Cabang di Jakarta ayam geprek jogja oleh-oleh jogja

Sudah Saatnya Ayam Geprek Jadi Oleh-oleh Jogja seperti Gudeg, Wisatawan Pasti Cocok!

10 Januari 2026
Sisi Gelap Solo, Serba Murah Itu Kini Cuma Sebatas Dongeng (Shutterstock)

Sisi Gelap Solo: Gaji Tidak Ikut Jakarta tapi Gaya Hidup Perlahan Mengikuti, Katanya Serba Murah tapi Kini Cuma Dongeng

11 Januari 2026
Banyu Urip, Kelurahan Paling Menderita di Surabaya (Unsplash)

Banyu Urip Surabaya Kelurahan Paling Menderita, Dibiarkan Kebanjiran Tanpa Menerima Solusi Sejak Dulu

10 Januari 2026
5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo Mojok.co

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo

15 Januari 2026
5 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula Sebelum Ikut Kelas Pilates selain Persiapan Uang Mojok.co

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula Sebelum Ikut Kelas Pilates selain Persiapan Uang

12 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang
  • Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal
  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.