Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut Jurusan Paling Green Flag

Fransisca Tiara Dwi Sherlitawati oleh Fransisca Tiara Dwi Sherlitawati
27 Januari 2026
A A
8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut sebagai Jurusan Paling Green Flag Mojok.co

8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut sebagai Jurusan Paling Green Flag (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jurusan Psikologi yang jadi salah satu jurusan primadona di Indonesia nyatanya tidak lepas dari cap yang aneh-aneh. Mahasiswanya kerap dibilang dukun modern, tukang curhat hingga bisa menerawang orang lain. Cap yang aneh itu muncul karena minimnya pengetahuan orang umum pada jurusan satu ini. 

Sayangnya, tidak sedikit orang dan calon mahasiswa “kemakan” cap-cap tadi. Alih-alih mengulik kurikulum psikologi lebih jauh, mereka justru menghindari jurusan satu ini. Padahal, menurut saya ya, Jurusan Psikologi itu justru jurusan paling green flag yang ada. Berikut beberapa alasannya: 

#1 Mahasiswa Jurusan Psikologi lebih kebal drama

Mahasiswa jurusan ini pelan-pelan jadi kebal sama drama. Bukan karena nggak peduli, tapi karena paham pola. Mereka tahu konflik jarang sesederhana “Si A jahat, Si B korban”. Ada mekanisme pertahanan diri, ada luka lama, ada kebutuhan yang nggak terpenuhi.

Dampaknya, mahasiswa Psikologi sering nggak gampang ikut ribut atau tersulut gosip. Mereka lebih memilih mengamati, menimbang, lalu menarik diri. Nyelenehnya, ini bikin hidup relatif lebih tenang, meski kadang dikira dingin atau sok dewasa.

#2 Jurusan Psikologi mengajarkan marah secara terkontrol

Jurusan Psikologi mengajarkan bahwa emosi, termasuk marah, adalah sinyal. Marah itu bukan dosa. Mahasiswa Psikologi jadi lebih sadar kapan marahnya rasional. Bisa juga tahu kapan cuma reaksi impulsif.

Akibatnya, mereka jarang meledak-ledak. Tapi, ketika marah, biasanya sudah melalui proses berpikir yang matang. Marahnya singkat, jelas, dan sering langsung ke akar masalah. Nyeleneh, tapi efektif. Lebih hemat energi daripada marah tiap hari.

#3 Lebih tahan dibohongi karena paham pola manipulasi

Ini bukan berarti mahasiswa Psikologi kebal tipu-tipu ya, tapi mereka lebih peka terhadap inkonsistensi perilaku. Psikologi sosial dan kepribadian mengajarkan bahwa manipulasi punya pola. Cara bicara yang terlalu manis, playing victim, atau logika berputar-putar cepat dikenali.

Ini bukan soal jadi detektif kebohongan, tapi soal kepekaan membaca dinamika relasi. Sisi terangnya, mereka lebih cepat pasang batas. Fakta lapangan menunjukkan, pemahaman ini membantu mengurangi keterjebakan dalam relasi toxic.

Baca Juga:

Dosen Muda Memang Asyik, tapi (Maaf) Saya Lebih Percaya Diajar Dosen Tua

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

#4 Mahasuswa Jurusan Psikologi terlatih berteman dengan orang aneh

Jurusan Psikologi bikin seseorang sadar bahwa “aneh” itu spektrum. Ada orang yang unik. Ada yang neurodivergen. Ada juga yang cuma beda cara tumbuh. Mahasiswa Psikologi relatif lebih santai menghadapi orang dengan perilaku tidak umum.

Efek nyelenehnya, mereka jarang kaget ketemu orang dengan kebiasaan ekstrem atau cara berpikir yang beda. Bukan karena sok open-minded. Akan tetapi, karena sudah terbiasa melihat manusia sebagai kumpulan variasi. Bukan justru sebagai standar tunggal.

#5 Jadi tidak mudah baper, tapi lebih mudah tersentuh

Ini paradoks yang sering kejadian. Jurusan Psikologi melatih jarak emosional yang sehat. Mahasiswa jadi tidak mudah tersinggung. Akan tetapi, justru lebih peka pada hal-hal kecil yang bermakna.

Mereka bisa cuek pada omongan kasar. Tetapi, terharu oleh perhatian sederhana. Secara psikologis, ini berkaitan dengan kemampuan regulasi emosi dan empati yang terlatih. Nyeleneh, tapi bikin hidup lebih stabil.

#6 Punya alasan ilmiah untuk rebahan

Poin ini mungkin terdengar absurd, tapi nyatanya sungguh faktual. Psikologi mengenal konsep kelelahan mental, burnout, dan self-care berbasis kebutuhan. Itu semua bukan kata ganti untuk malas.

Mahasiswa Jurusan Psikologi tahu bahwa istirahat bukan pengkhianatan produktivitas. Rebahan bisa jadi strategi pemulihan. Asalkan dilakukan secara sadar dan terukur. Bukan kabur dari tanggung jawab. Namun, mengisi ulang kapasitas mental.

#7 Jurusan Psikologi mengajarkan mengenali toxic positivity

Ini salah satu kemampuan nyeleneh, tapi penting. Jurusan Psikologi membuat seseorang alergi terhadap kalimat-kalimat motivasi kosong. “Semua akan baik-baik saja”, “kurang bersyukur”, atau “tinggal niat” cepat terdeteksi sebagai penyederhanaan masalah.

Mahasiswa Psikologi tahu bahwa emosi negatif bukan musuh. Ia bagian dari respons sehat. Fakta ilmiahnya, menekan emosi justru meningkatkan stres jangka panjang. Efek sampingnya, anak Psikologi sering terlihat pesimis. Padahal mereka hanya jujur pada realitas

#8 Melatih kemampuan mendengar

Mendengar dalam Jurusan Psikologi bukan sekadar diam sambil menunggu giliran bicara. Mahasiswa Psikologi dilatih untuk mendengar aktif, menangkap makna di balik kata, bahasa tubuh, dan emosi yang tidak diucapkan. Kemampuan ini sangat berharga di dunia yang lebih sibuk berbicara daripada mendengar. Mendengar dengan empati adalah keterampilan langka yang tidak bisa digantikan teknologi.

Itulah, 8 sisi terang Jurusan Psikologi yang membuatnya layak disebut jurusan paling green flag. Jurusan tidak membuat seseorang merasa paling benar. Justru sebaliknya, ia membuat seseorang sadar betapa rapuh, lucu, dan rumitnya manusia. Dan di dunia yang gemar menyederhanakan segalanya, kemampuan memahami kerumitan itu adalah terang yang jarang dimiliki.

Penulis: Fransisca Tiara Dwi Sherlitawati
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Jangan Ambil Jurusan Psikologi kalau Belum Siap Menghadapi Realitas Ini.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Januari 2026 oleh

Tags: jurusanjurusan kuliahjurusan psikologiMahasiswamahasiwa psikologiPsikologi
Fransisca Tiara Dwi Sherlitawati

Fransisca Tiara Dwi Sherlitawati

ArtikelTerkait

polisi bahasa

Dipanggil Polisi Bahasa Saja Tidak Pantas, Apalagi Kamus Berjalan

15 Juni 2019
Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya Mojok.co

Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya

29 Januari 2026
10 Istilah Tempat yang Hanya Ada di IPB University, Mahasiswa IPB Wajib Tahu

10 Istilah Tempat yang Hanya Ada di IPB University, Mahasiswa IPB Wajib Tahu

25 Oktober 2023
Jangan Cuma Tergiur Judul Keren, Ini Bocoran Dosen biar Tema Skripsi Cepat Diterima

Jangan Cuma Tergiur Judul Keren, Ini Bocoran Dosen biar Tema Skripsi Cepat Diterima

4 Oktober 2025
Menimbang Kelebihan dan Kekurangan Lanjut Kuliah S2 Beda Jurusan Alias Nggak Linier jurusan s2

Menimbang Kelebihan dan Kekurangan Lanjut Kuliah S2 Beda Jurusan alias Nggak Linier

23 April 2025
kotak pensil

Menebak Kepribadian Pelajar Berdasarkan Isi Kotak Pensil

20 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sebuah Rezim Tidak Selalu Jatuh karena Aksi Jalanan

Sebuah Rezim Tidak Selalu Jatuh karena Aksi Jalanan

10 Maret 2026
4 Tips Menikmati Lumpia Semarang Tanpa Terganggu Bau Pesing dari Rebungnya Terminal

4 Tips Menikmati Lumpia Semarang Tanpa Terganggu Bau Pesing dari Rebungnya

9 Maret 2026
Stasiun Tandes Surabaya, Stasiun Red Flag sekaligus Anak Tiri (WIkimedia Commons)

Stasiun Tandes Surabaya, Menjadi Stasiun Red Flag karena Terlalu Kecil dan Dilupakan oleh Pembangunan

5 Maret 2026
Liburan ke Luar Negeri Bukan Soal Gengsi, tapi Pilihan Masuk Akal karena Tiket Pesawat Domestik Sudah Kelewat Mahal Mojok.co

Liburan ke Luar Negeri Bukan Soal Gengsi, tapi Pilihan Masuk Akal karena Tiket Pesawat Domestik Sudah Kelewat Mahal

8 Maret 2026
Perang Iran vs Amerika Buat Kelas Menengah Indonesia Makin Tertekan

Perang Iran vs Amerika Buat Kelas Menengah Indonesia Makin Tertekan

8 Maret 2026
Lamongan, Kota yang Tak Pernah Lahir untuk Menjadi Rumah bagi Anak Mudanya

Sebagai Warga Asli Lamongan, Saya Risih ketika Ada yang Menyebut Lamongan Kota

4 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Mudik Lebaran Jadi Ajang Sepupu Minta Kerjaan, tapi Sadar Tak Semua Orang Layak Ditolong
  • Lepas WNI karena Hidup Ribet dan Nelangsa di Indonesia, Hidup Jadi Lebih Mudah usai Pindah ke Jerman
  • Dulu Kerap Dihina, Ditolak Kampus Top hingga Nyaris DO dan Beasiswa Dicabut, Kini Buktikan Bisa Lolos Seleksi CPNS
  • Kuliah Beasiswa di Australia usai Diejek dan Ditertawakan, Tolak Karier Dewan karena Pilih Bermanfaat di Kampung Pedalaman
  • Senyum Palsu Anak Pertama Saat Adik Lolos PTN Impiannya, Pura-Pura Bahagia Meski Aslinya Penuh Derita dan Pusing Mikir Biaya
  • Mendewakan Innova Zenix Adalah Kesesatan Finansial, Wujud Kebodohan Struktural yang Sangat Hakiki karena Tetap Kalah Aura Dibanding Innova Reborn

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.