Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Alasan Jualan Pop Ice Sering Dipilih Pasangan Muda yang Baru Menikah

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
22 November 2022
A A
Pop Ice, Raja Minuman Sachet dan 4 Rivalnya yang Saya Rindukan (Unsplash.com)

Pop Ice, Raja Minuman Sachet dan 4 Rivalnya yang Saya Rindukan (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

“Nikah muda paling ujung-ujungnya jualan Pop Ice!”

Bagi pengguna media sosial, mungkin kalimat di atas sudah sangat familiar sekali di antara banyaknya komentar tentang orang yang memutuskan menikah muda. Alih-alih ikut memperdebatkan tentang pro-kontra kalimat yang dianggap nyinyir tersebut, kita tak bisa memungkiri bahwa fenomena pasangan muda yang baru menikah dan istrinya memutuskan berjualan Pop Ice itu memang nyata adanya di sekitar kita.

Menurut saya yang melatar belakangi tercetusnya kalimat tersebut mungkin karena adanya data dan fakta di lapangan. Walaupun kalau secara penelitian, nggak etis juga menarik kesimpulan secara generalisasi hanya dengan sampel yang tak seberapa.

Sebenarnya memilih berjualan Pop Ice bagi pasangan muda yang baru menikah pun juga bukan tanpa alasan. Berikut beberapa alasan yang bisa saya rangkum setelah bertanya ke beberapa penjual Pop Ice langganan saya:

#1 Modal relatif kecil

Bagi sebagian pasangan muda yang baru saja menikah, kebanyakan mereka memiliki masalah dalam perekonomian. Ingat ya, nggak semua, tapi kebanyakan. Sebagai seorang istri, biasanya mereka memiliki inisiatif tersendiri untuk membantu perekonomian keluarga dengan usaha jualan Pop Ice. Bisa dibilang usaha berjualan Pop Ice ini modalnya cukup relatif kecil dan perputarannya lumayan cepat.

Untuk alatnya kita hanya butuh blender, gunting, dan alat pres untuk gelas plastiknya. Selebihnya kita hanya butuh varian Pop Ice, es batu, toping, plastik, cup, dan sedotan.

Lapak atau tempat yang digunakan pun cukup praktis, semisal kita belum punya uang untuk menyewa kios. Cukup letakan meja di depan rumah, beri tali rafia di atasnya untuk menggantung Pop Ice, lapak berjualan sudah siap digunakan.

Banyak yang bilang kalau usaha ini modalnya kecil tapi untungnya besar, menurut saya ya nggak juga, itu tergantung seberapa banyak penjualan kita. Kebanyakan netizen hanya menghitung laba kotornya. Misalnya, harga Pop Ice 1000 per bungkus dan dijual kembali dengan harga 2000 rupiah untuk yang memakai plastik biasa dan 3000 rupiah untuk yang memakai cup. Namun, mereka lupa untuk menghitung biaya listrik, es batu, cup plastik, plastik, topping, dll.

Baca Juga:

5 Ide Jualan Nasi di Pinggir Jalan selain Nasi Kuning dan Nasi Uduk

Strategi Tukang Sayur Keliling agar Tidak Rugi

Apakah berjualan Pop Ice bisa membuat orang jadi sukses dan kaya? Wo ya jelas bisa, tukang Pop Ice langganan saya itu berjualan dari saya masih SMP, kala itu mereka juga merupakan pasangan baru, dan sekarang beliau masih berjualan Pop Ice, namun rumahnya sudah dua dan punya mobil dari hasil berjualan Pop Ice tersebut. Jadi jangan suka menyepelekan setiap usaha!

#2 Minuman sejuta umat

Pop Ice ini bisa dibilang merupakan minuman yang disukai segala kalangan. Entah itu anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa sekali pun. Harganya yang relatif murah dan rasanya yang enak membuat minuman satu ini disukai banyak orang. Sebagai minuman yang memiliki banyak penggemarnya, tentu membuka usaha berjualan Pop Ice ini merupakan sebuah usaha yang menjanjikan sekali, bukan? Lalu, apa yang salah?

#3 Cara pembuatannya mudah dan praktis

Banyak usaha yang membutuhkan keterampilan khusus. Nah, untuk usaha satu ini tak penuntut kita memiliki banyak skill di dalamnya. Karena proses pembuatan Pop Ice ini cukup mudah sekali. Tinggal sobek bungkusnya, diblender dengan air dan es batu. Masukkan ke cup, dan jadi. Jadi, kalau ada yang bilang mau mulai usaha tapi nggak punya bakat dan keterampilan, maka semua ini bisa terpatahkan dengan jualan usaha ini.

#4 Aktualisasi diri

Bagi sebagian perempuan yang tadinya bekerja, lantas memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga, tentu bukan hal yang mudah. Semua ini kadang bukan hanya perkara uang atau materi. Namun, lebih pada aktualisasi diri seseorang. Mereka yang terbiasa mencari uang sendiri, tentu akan lebih percaya diri membelanjakan uangnya dari hasil jerih payahnya sendiri. Jadi, tak semua istri yang berjualan itu karena suaminya tidak tanggung jawab dalam mencari uang.

Ada juga sebagian orang itu yang suka suntuk setelah pekerjaan rumah selesai. Mereka tak mau bekerja di luar, tapi juga ingin punya kesibukan. Kadang bagi sebagian orang berjualan itu seperti healing. Bisa ngobrol dan bertemu dengan orang lain itu ada kebahagian tersendiri.

Penulis: Reni Soengkunie
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pop Ice, Raja Minuman Sachet dan 4 Rivalnya yang Saya Rindukan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 22 November 2022 oleh

Tags: jualanpasangan mudaPop Ice
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

Tiga Hal yang Harus Dilakukan Saat Seseorang Menawarkan Bisnis MLM

Tiga Hal yang Harus Dilakukan Saat Seseorang Menawarkan Bisnis MLM

10 Desember 2019
Ini Alasan Kota Bekasi Layak Dinobatkan sebagai Kota Seribu Jingle terminal mojok.co

Ini Alasan Kota Bekasi Layak Dinobatkan sebagai Kota Seribu Jingle

29 Januari 2021
jualan seller penjual olshop mojok

Dear Seller, Please, kalau Jualan Jangan Nodong!

21 Oktober 2020
Strategi Psychological Pricing Penjual Sempol yang Tidak Kita Sadari terminal mojok.co

Strategi Psychological Pricing Penjual Sempol yang Tidak Kita Sadari

7 November 2020
Saya Punya Alasan untuk Tidak Perhitungan Follow IG Orang terminal mojok.co

Tips Mengendorse Influencer di Instagram

22 Juni 2020
Strategi Tukang Sayur Keliling agar Tidak Rugi

Strategi Tukang Sayur Keliling agar Tidak Rugi

30 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

31 Januari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

31 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.