Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Aib Kota Karawang: Titik Nadir Pertanian di Kota Lumbung Padi

Diaz Robigo oleh Diaz Robigo
16 Maret 2023
A A
Aib Kota Karawang Titik Nadir Pertanian di Kota Lumbung Padi (Unsplash)

Aib Kota Karawang Titik Nadir Pertanian di Kota Lumbung Padi (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Tahukah kamu bahwa Kota Karawang mendapat julukan kota pangkal perjuangan? Julukan itu muncul setelah kaum pemuda “menculik” Sukarno dan Hatta ke Rengasdengklok. 

Selain julukan yang menggetarkan hati itu, Kota Karawang juga mempunyai julukan kota lumbung padi. Menengok luas wilayah Kabupaten Karawang, yaitu 1.753,27 kilometer persegi atau 175.327 hektar (sekitar empat persen dari total luas wilayah Provinsi Jawa Barat), luas areal pertaniannya mencapai 94.311 hektar atau hampir separuhnya.

Julukan kota lumbung padi yang mulai memudar

Namun, kini, Kota Karawang yang dikenal dengan hamparan padinya yang luas sudah mulai berubah akibat arus globalisasi. Mulai banyak industri yang membangun pabriknya, bahkan sudah membentuk kawasan industri yang terletak di beberapa wilayah. Beberapa nama kawasan industri yang ada di Kabupaten Karawang seperti Kujang, Indotaisei, Mandala Putra, KIIC, Surya Cipta, dan KIM.

Oleh sebab itu, julukan kota lumbung padi mulai memudar oleh julukan baru yang kelihatannya lebih seksi yaitu sebagai “kota industri.” Saya, sebagai asli orang Kota Karawang sebenarnya cukup senang. Kota tercinta saya menjadi kota industri yang mana, secara otomatis, akan mendatangkan benefit efek domino. Misalnya, mulai banyak lowongan pekerjaan, yang diharapkan bisa membuat masyarakat sekitar menjadi sejahtera.

Kita balik lagi ke permasalahan pertanian di kota lumbung padi 

Data Dinas Pertanian Karawang menyebutkan, selama kurun waktu 18 tahun, yaitu antara 1989 dan 2007, alih fungsi lahan teknis menjadi lahan permukiman dan industri mencapai 2.578 hektar atau 135,6 hektar per tahun. Data 2011 Dinas Pertanian dan Kehutanan Karawang bahkan menyebutkan bahwa alih fungsi lahan pertanian mencapai 181 hektar per tahun.

Sebenarnya, alih fungsi lahan ini sudah menjadi hal yang wajar bagi majunya suatu daerah. Namun, dari segi ketahanan pangan, hal ini cukup getir, walaupun Pemkab Karawang memang telah mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Lahan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan (LP2B). Ketentuan itu, di antaranya, mengatur tentang pembatasan kegiatan alih fungsi lahan pertanian ke nonpertanian dalam beberapa tahun ke depan.

Saat ini, luas baku sawah di Karawang mencapai 97.000 hektar. Selanjutnya dilakukan pembatasan kegiatan alih fungsi lahan. Pemkab Karawang telah “mengunci” 87 ribu hektare areal sawah yang tidak boleh dialih fungsi.

Namun kenyataan dilapangan ternyata bertolak belakang. Ada banyak faktor yang menyebabkan pertanian di Kota Karawang sedang mengalami titik nadirnya.

Baca Juga:

Karawang dan Masalah Banjir yang Tak Kunjung Usai: Pemda Sibuk Urusi Izin Investasi, tapi Lupa Menjaga Ekologi

Sudah Saatnya Soreang Punya Mal supaya Nggak Bergantung sama Mal di Kota Bandung

Pertambahan penduduk

Tingginya pertambahan penduduk, apalagi ditambah perantau yang tertarik dengan keseksian Kota Karawang sebagai kota industri menjadi keprihatinan tersendiri. Otomatis, mereka membutuhkan banyak area permukiman. Dan yang paling praktis adalah mengubah area sawah menjadi perumahan. Saya menyaksikan sendiri, sudah banyak area sawah yang beralih fungsi menjadi perumahan.

Dan, perumahan bukan sekadar rumah saja karena kebutuhan manusia meluas mulai dari rumah sakit yang di dekat rumah saya saja sampai ada lima yang saling berdekatan. Belum lagi sekolah, pasar, kemudian taman, mall. Hal tadi sangat memakan lahan yang luas belum lagi ada wacana pembangunan pelabuhan dan bandara di Kota karawang.

Problematika pertanian

Saya memulainya dari mahalnya pupuk untuk membantu tanaman padi dari gangguan hama sehingga terbebas dari gagal panen. Kemudian ada permasalahan kondisi tanah yang rusak akibat terlalu banyak dan lama menggunakan pupuk non-organik. Selanjutnya, permasalahan tenaga kerja di Kota Karawang yang kian lama makin menyusut karena tidak mungkin orang tua yang bekerja sebagai buruh tani rela anaknya bekerja sama sepertinya dan pasti lebih menyarankan untuk bekerja di pabrik yang terlihat lebih mapan.

Belum lagi masalah pengairan sawah. Bila di musim kemarau sangat kesusahan memperoleh air, ketika musim hujan malah kebanjiran. Dua hal ini sama-sama bisa mengakibatkan gagal panen dan yang terakhir adalah harga jual padi yang kadang harganya nggak ngotak. Mulai dari permainan tengkulak hingga konspirasi pemerintah pusat yang sengaja mengimpor beras dari luar negeri padahal lagi panen raya. 

Nah, dari permasalahan tadi, banyak petani di Kota Karawang yang mencoba berpikir ulang apakah worth it mempertahankan menjadi petani yang sangat tidak sebanding antara hasil dan kerja kerasnya.

Gengsi menjadi petani di Kota Karawang

Sebenarnya, di atas sudah sedikit saya singgung bahwa banyak pemuda Kota Karawang lebih memilih bekerja di pabrik ketimbang menjadi petani. Walaupun anggapan itu, oleh Pemprov Jabar, ingin diubah dengan program petani milenial dan cukup banyak yang ikut menjadi peserta namun ternyata program tersebut banyak mengalami kendala.

Mulai dari utang bank yang meningkat, hasil panen yang tidak dibayar, dan banyak miss informasi dari pihak pengelola program. Walaupun begitu, Ridwan Kamil bertanggung jawab dengan meminta maaf dan mencoba membereskan semua permasalah. Saya sih berharap masalahnya dapat teratasi karena dari segi program sudah bagus yaitu mendorong anak muda menjadi petani.

Saya, selaku orang asli Kota Karawang berharap agar pemerintah kabupaten mencari solusi dan inovasi yang tepat untuk aib ini. Keduanya sama-sama penting, yakni sektor industri dan juga sektor pertanian, Jangan ada salah satu yang dianaktirikan. Dengan kebijakan yang adil saya harap kedua sektor ini bisa sama majunya.

Penulis: Diaz Robigo

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 5 Alasan Meme Buruh Pabrik Karawang vs Karyawan SCBD di Twitter Jobstreet Pantas Digugat

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Maret 2023 oleh

Tags: Jawa Baratkabupaten karawangKarawangkawasan industri karawangkota karawangkota lumbung padi
Diaz Robigo

Diaz Robigo

figur yang pernah terlibat dalam proses demokrasi tingkat daerah di Karawang, dengan fokus pada isu-isu pembangunan dan pelayanan publik.

ArtikelTerkait

Kereta Api Serayu, Kereta yang Menguji Kesabaran Penumpang

Kereta Api Serayu, Kereta yang Menguji Kesabaran Penumpang

21 Januari 2024
4 Kesamaan Bekasi dengan Yogyakarta Jakarta

Saya Sepakat kalau Bekasi Gabung DKI Jakarta

1 Februari 2023
Sisi Gelap Sukabumi Calo Loker Patok Tarif 20 Juta! (Unsplash)

Calo Loker di Sukabumi Mematok Tarif Sampai 20 Juta, Membuat Angka Pengangguran Tak Kunjung Turun

21 Maret 2024
Cicendo Daerah Paling Superior di Kota Bandung, Fasilitasnya Komplit dan Nyaman Mojok.co

Cicendo Daerah Paling Superior di Kota Bandung, Fasilitasnya Komplit dan Nyaman

18 Maret 2024
Pedoman Etika bagi Perantau Pemula di Tanah Sunda Terminal Mojok

Pedoman Bersikap Ramah sebagai Perantau Pemula di Tanah Sunda

20 Desember 2022
Dilema Orang Bogor: Terlalu Betawi untuk Disebut Sunda

Dilema Orang Bogor: Terlalu Betawi untuk Disebut Sunda

27 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026
Kebohongan Suzuki Ertiga yang Nggak Masuk dalam Brosur Promosi Mojok.co

Kebohongan Suzuki Ertiga yang Nggak Masuk dalam Brosur Promosi

21 Maret 2026
Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

19 Maret 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini

19 Maret 2026
Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah Para Pendatang

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah para Pendatang

15 Maret 2026
KA Sri Tanjung, Juru Selamat yang Bikin Menderita para Pekerja (Wikimedia Commons)

KA Sri Tanjung Adalah Juru Selamat Bagi Kaum Pekerja: Tiketnya Murah dan Nyaman tapi Bikin Menderita karena Sangat Lambat

18 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.