Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Ada yang Salah dengan Anggapan Lulus SMA Harus Kuliah atau Kerja

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
6 Mei 2022
A A
Ada yang Salah dengan Anggapan Lulus SMA Harus Kuliah, Lalu Kerja

Ada yang Salah dengan Anggapan Lulus SMA Harus Kuliah atau Kerja (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Apa yang umum dilakukan setelah lulus SMA hari ini? Kalau tidak kerja, ya kuliah. Lalu apa yang dilakukan sarjana fresh graduate? Pasti juga bekerja. Pertanyaannya: apakah pola ini adalah kewajiban yang harus dijalani? Ataukah tidak bisa sesederhana itu?

Artikel ini lahir dari keresahan saya dan tim BUG Academy setiap mengisi pelatihan. Hampir semua peserta kami memiliki pola yang sama. Baik peserta SMA maupun sudah kuliah. Kami merasa bahwa ada missing link yang terjadi di pola. Sebuah kekosongan yang sialnya tidak pernah diisi di bangku sekolah.

Secara pribadi, saya merasa bahwa pola ini goblok. Pola ini adalah alasan mengapa banyak orang terjebak dalam karier yang itu-itu saja. Pola ini yang membuat seseorang terjebak dalam dunia kerja seumur hidup. Dan kalau boleh jujur, saya pribadi juga terjebak oleh pola ini.

Kehidupan kampus (Pixabay.com)

Pola lulus-kerja ini memang natural. Ya kecuali Anda anak seorang konglomerat, mungkin Anda tidak terjebak pola ini. Tapi, bagi anak muda yang terjebak sistem kerja sejak orang tua sampai simbah mereka, pilihan ini adalah harga mati. Setelah lulus, Anda harus kerja. Kalau tidak kerja, ya tidak bisa hidup.

Missing link dari pola ini adalah step di mana seseorang harus tegas dalam mengambil keputusan. Kekosongan yang terjadi adalah buramnya pandangan tentang kuliah dan kerja itu sendiri.

Mari kita lihat polanya. Setelah lulus SMA, kalau ada dana, seseorang akan berkuliah. Beberapa orang berkuliah atas dasar passion. Beberapa lainnya atas dasar gambaran singkat tentang masa depannya di dunia kerja. Sisanya karena kuliah dipandang sebagai syarat wajib seseorang untuk bisa bekerja.

Jika seseorang masih berpikir passion, ini menjadi masalah. Bukan berarti saya menolak kuliah seturut ketertarikan personal. Tapi, jika hanya berhenti sampai kuliah saja, ini masalahnya. Demikian pula bagi yang kuliah namun berdasarkan gambaran singkat dunia kerja. Mengingat makin banyaknya pekerjaan yang tidak relevan dengan pendidikan perguruan tinggi.

Ilustrasi bekerja (Pixabay.com)

Yang paling berbahaya adalah menganggap kuliah sebagai syarat mutlak seseorang bekerja. Memang realitas berkata demikian. Namun, pemahaman ini mereduksi pendidikan tinggi sebatas sertifikasi semata. Tidak ada pemahaman bahwa kuliah adalah bekal dan bukan syarat. Ini dua konsep berbeda.

Baca Juga:

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

Meski terancam DO karena modal nekat, kuliah akan selalu menjadi keputusan paling bijak yang pernah saya ambil

Demikian pula dengan keputusan bekerja, baik lulusan SMA maupun seorang sarjana. Yang ditekankan oleh struktur sosial kita adalah bekerja untuk memenuhi nafkah semata. Benar, karena memang itu alasan seseorang bekerja. Namun, banyak yang terjebak dalam pusaran pekerjaan stagnan karena ini.

Seseorang bekerja karena perlu uang, sehingga sering terjadi pola lompat-lompat pekerjaan yang tidak relevan. Akibatnya, kesempatan untuk naik ke jenjang professional tinggi akan terhambat. Sebab, pekerjaan yang digeluti tidak pernah bertujuan untuk berkembang. Tapi, semata-mata untuk bertahan hidup.

Saya tidak menyalahkan semua pola di atas, karena situasi ekonomi dan sosial kita memaksa untuk itu. Namun, pola ini tidak bisa dijaga sebagai sebuah hal normal.

Yang hilang adalah perencanaan terhadap setiap keputusan. Keputusan untuk kuliah jangan sampai berhenti di “yang penting kuliah”. Apalagi keputusan bekerja yang berakhir di “yang penting kerja”. Setiap keputusan untuk kuliah dan kerja harus menjadi proyeksi jangka panjang. Minimal 10 tahun ke depan.

Banyak trainer yang menyarankan perencanaan ini. Sayang sekali, saran ini sering dianggap sebagai utopia. Atau memang karena disampaikan dengan cara yang utopis. Yang seharusnya terjadi adalah perencanaan ini harus dibuat sejak masih bersekolah, bukan setelah lulus SMA.

Stres karena pekerjaan (Pixabay.com(

Secara sederhana, perencanaan ini bisa sebagai berikut: pahami dahulu pekerjaan yang diinginkan, pahami jenjang karier dari sebuah pekerjaan. Dengan demikian, Anda akan lebih mudah untuk memutuskan ke mana akan pindah kerja. Meskipun seringkali Anda harus berpindah tempat kerja, namun kepindahan anda lebih berpotensi untuk naik jabatan.

Apabila ingin bekerja yang bersistem kedinasan, maka sudah pasti perlu sekolah di akademi yang relevan. Jika ingin bekerja swasta atau berwirausaha, keputusan kuliah harus bisa menyokong pilihan tersebut. Pahami bekal yang harus Anda siapkan, dan pendidikan macam apa yang Anda butuhkan.

Tidak selamanya satu jurusan kuliah berakhir pada satu jenis pekerjaan. Maka penting untuk memahami apa yang dibutuhkan pekerjaan Anda. Baru Anda bisa memilih mau kuliah di jurusan apa. Dengan demikian, Anda tidak terjebak oleh kebingungan “habis lulus, kerja apa?”

Apakah akan berhasil 100 persen sesuai perencanaan? Belum tentu. Tapi, dengan memiliki perencanaan sejak awal, Anda sudah mengenal dan memahami jalur yang ingin Anda lalui. Meleset-meleset sedikit, paling yang kerja yang tidak sesuai rencana awal. Tapi, meleset ini tidak akan terlalu jauh dari bayangan. Dan lebih banyak pintu yang terbuka bagi Anda.

Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Bekerja Kok untuk Duit, Aneh

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 Mei 2022 oleh

Tags: karierKuliahlulus smapekerjaan
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Kampus Merdeka Sesungguhnya Adalah Ketika Negara Bisa Memastikan Akses Kuliah yang Sama

Kampus Merdeka Sesungguhnya Adalah Ketika Negara Bisa Memastikan Akses Kuliah yang Sama

2 Februari 2023
Takut Tambah Dewasa, Takut Nggak Dapat Kerja

Takut Tambah Dewasa, Takut Nggak Dapat Kerja

14 Agustus 2022
Berkarier Jadi Videografer Adalah Proses Panjang dan Ini Tipsnya! Terminal Mojok.co

Berkarier Jadi Videografer Adalah Proses Panjang dan Ini Tipsnya!

30 Maret 2022
Memilih Kuliah di Jurusan Seadanya yang Penting Kampus Negeri, Bisa Berujung pada Penyesalan Mojok.co

Memilih Kuliah di Jurusan Seadanya yang Penting Kampus Negeri, Bisa Berujung pada Penyesalan

22 Juni 2025
Akbar Faisal Profesi PNS Adalah Kebanggaan Orang Tua yang Masih Abadi terminal mojok.co

Pernyataan Akbar Faizal Super Relate bagi Pemuda yang Terus-terusan Dipaksa Jadi PNS

17 Oktober 2021
saya memang begitu orangnya, keburukan orang lain. teman lama ngontak lagi, orang datang pas butuh doang sifat teman menyebalkan bikin dijauhi teman suka ngomong sendiri suka cerita tanpa ditanya nggak mau dinasihati mojok.co

Sifat Teman Bikin Males: Suka Cerita Tanpa Diminta & Kalau Dinasihati Jawabnya ‘Tapi…’

13 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya Mojok.co

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya

1 Agustus 2026
Stasiun Tambak, stasiun yang hampir tidak ada gunanya bagi warga Tambak Banyumas

Stasiun Tambak, stasiun yang hampir tidak ada gunanya bagi warga Tambak Banyumas

3 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026
Jalan Nasional Purworejo vs Kulon Progo Ketimpangannya Begitu Terasa: Dalam Hitungan Meter, Dunia Begitu Berbeda

Purworejo, kota yang menyambutmu bukan dengan gapura selamat datang, tapi dengan jalan berlubang

5 Agustus 2026
5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu pindah ke Salatiga (Unsplash)

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu banget mau pindah ke Salatiga

2 Agustus 2026
Kontroversi [arfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

Kontroversi parfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

4 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.