Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Ada Surga Bernama Sakila Kerti di Terminal Kota Tegal

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
3 Mei 2023
A A
Ada Surga Bernama Sakila Kerti di Terminal Kota Tegal

Ada Surga Bernama Sakila Kerti di Terminal Kota Tegal (Mostafameraji via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Kunjungan Dirjen

Barulah pada tahun 2018 silam, ide mendirikan PAUD/TK di dalam terminal mencuat. Tepatnya, saat Dirjen PAUD dan Dikmas melakukan kunjungan ke TBM Sakila Kerti. Kala itu, Dirjen PAUD dan Dikmas berharap agar pembelajaran di PKBM Sakila Kerti tidak hanya menyasar orang dewasa, tapi juga anak-anak. Maklum, anak-anak usia pra-sekolah di lingkungan terminal lebih sering berkeliaran daripada menimba ilmu.

Kalaupun ada warga terminal yang sadar tentang pentingnya pendidikan usia dini, jumlahnya bisa dihitung jari. Itu pun lebih sering kalah dengan urusan perut. Mau bagaimana lagi? Siklusnya kan begini: yang dewasa cari duit, yang kecil sana cari kesibukan sendiri. Alhasil, tumbuh kembang anak yang besar di lingkungan terminal kurang dapat terkontrol. Maka jangan heran jika anak-anak di lingkungan terminal punya gaya bicara seperti orang dewasa.

Beruntung, angin segar itu datang. Warga terminal tak perlu harus menghentikan laju ekonomi demi menyediakan akses pendidikan bagi anak-anak mereka. Pada tahun 2019, TK/PAUD Sakila Kerti resmi berdiri, menjadi surga di tengah kerasnya kehidupan Terminal Kota Tegal.

Menjadi percontohan

Keberadaan PAUD/TK Sakila Kerti tentu disambut gembira oleh warga Terminal Kota Tegal. Sambil mencari nafkah, para orang tua ini bisa menitipkan buah hatinya untuk mengenyam pendidikan gratis. Ya, Sakila Kerti memang tidak memungut biaya pendidikan kepada siswa-siswinya. Bagi pengelola PAUD/TK Sakila Kerti, harapan agar dapat menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak dini lebih penting daripada sekadar rupiah. Bukanlah jika pondasinya kuat maka akan kuat pula bangunannya?

Dalam perjalanannya, PAUD/TK Sakila Kerti menjadi percontohan terminal-terminal lain. Konon, PAUD/TK yang diresmikan oleh Dirjen Perhubungan Darat ini menjadi satu-satunya tempat layanan PAUD berbasis holistik di Indonesia. Luar biasa.

Lantas, bagaimana setelahnya?

Fleksibel

Seperti yang disebutkan di awal, sebelum mendirikan PAUD/TK, Sakila Kerti terlebih dahulu sudah membuka program kejar paket A, B, dan C. Program kejar paket ini nantinya dapat dimanfaatkan bagi siswa PAUD/TK Sakila Kerti yang ingin melanjutkan sekolah namun terkendala beberapa persoalan, misalnya harus bekerja membantu orang tua. Sehingga tidak memungkinkan bagi anak tersebut untuk mengenyam pendidikan di sektor resmi yang ada di luar terminal.

Nah, selayaknya kejar paket pada umumnya, kejar paket Sakila Kerti Terminal Kota Tegal juga mengeluarkan ijazah yang disamakan dengan sekolah formal lainnya. Yang menarik adalah proses pembelajaran di kejar paket Sakila Kerti cenderung fleksibel.

Baca Juga:

Embek-Embek Makanan Khas Tegal yang Nama dan Rasanya Sama-sama Aneh, Pendatang Sebaiknya Jangan Coba-coba

Berharap Terminal Bawen Semarang Segera Berbenah agar Tidak Membingungkan Pengunjung

Bayangkan, saat sekolah negeri dan swasta terpaku pada jadwal-jadwal paten yang tercantum pada kalender pendidikan, kejar paket Sakila Kerti bebas-bebas ae. Mau bagaimana lagi? Sebagian besar siswanya adalah pedagang dan pengasong. Konyol jika memaksakan sesuatu yang mutlak pada mereka. Harus ada penyesuaian agar urusan mencari ilmu tak menghalangi urusan perut.

Salah satu contoh penyesuaian yang terjadi yaitu yang berkaitan dengan waktu pelaksanaan Penilaian Tengah Semester (PTS) ganjil. Normalnya, PTS ganjil dilaksanakan pada bulan September atau awal Oktober. Namun, di kejar paket Sakila Kerti Terminal Kota Tegal, PTS ganjil tahun lalu dilaksanakan pada bulan Desember, menyesuaikan waktu luang siswa-siswanya.

Menarik, ya? Apakah ini semacam upaya menerapkan kurikulum merdeka?

Belum tentu.

Yang jelas, ketika seseorang selesai dengan urusan perutnya, dia bisa fokus menyelesaikan urusan yang lainnya.

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Tips Biar Nggak Menjadi Korban Penipuan di Terminal Bus.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 4 Mei 2023 oleh

Tags: pilihan redaksiSakila KertitegalTerminalTerminal Kota Tegal
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Kebiasaan Pemerintah Indonesia Minta Hapus Konten ke Google, Emang Bikin Malu! terminal mojok.co

Kebiasaan Pemerintah Indonesia Minta Hapus Konten ke Google: Emang Bikin Malu!

26 Oktober 2021
Cikarang Tak Kalah Aneh dari Purwokerto, Daerah Ini Lebih Sulit Dipahami

Cikarang Tak Kalah Aneh dari Purwokerto, Daerah Ini Malah Lebih Sulit Dipahami

16 Januari 2025
Tukang Bangunan Emang Hobi Nyalahin Kerjaan Tukang Sebelumnya terminal mojok.co

Tukang Bangunan Emang Hobi Nyalahin Kerjaan Tukang Sebelumnya

15 September 2021
Bintang di Surga: Semakin Mewah, Semakin Indah

Bintang di Surga: Semakin Mewah, Semakin Indah

8 Januari 2022
5 Mobil yang Perlu Dihindari di Jalan Raya selain Pajero dan Fortuner demi Keselamatan Diri Sendiri

5 Mobil yang Perlu Dihindari di Jalan Raya selain Pajero dan Fortuner demi Keselamatan Diri Sendiri

28 Agustus 2024
Pengalaman Saya sebagai “Anak Baik-baik” Tinggal di Kos LV Jogja yang Penuh Drama Mojok.co

Pengalaman Saya sebagai “Anak Baik-baik” Tinggal di Kos LV Jogja yang Penuh Drama

23 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co

Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah

12 Maret 2026
Motor Bebek Kendaraan Terbaik untuk Latihan Naik Motor, Matic Hanya Ciptakan Pengendara Manja Mojok.co

Motor Bebek Kendaraan Terbaik untuk Latihan Naik Motor, Matic Hanya Ciptakan Pengendara Manja

7 Maret 2026
Blok GM Semarang: Ketika Estetika Anak Skena Menumbalkan Hak Pengguna Jalan

Blok GM Semarang: Ketika Estetika Anak Skena Menumbalkan Hak Pengguna Jalan Semarang

11 Maret 2026
Mengenal Ampo, Camilan Khas Tuban yang Terbuat dari Tanah Liat Mojok.co

Ampo, Makanan Khas Tuban Nggak Akan Pernah Saya Coba

10 Maret 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Waktu Lebaran Tak Pernah Sepi, Ia Disesaki oleh Orang yang Pulang Kampung, Perantau yang Lari, dan Wisatawan Bermodal THR Tebal

13 Maret 2026
Jalan Raya Prembun-Wadaslintang, Jalur Penghubung Kebumen-Wonosobo yang Keadaannya Menyedihkan dan Gelap Gulita! wonosobo

Wonosobo, Kota Asri yang Jalanannya Ngeri, kalau Nggak Berlubang, ya Remuk!

13 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto
  • Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah
  • Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata
  • Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”
  • Rangkaian Penderitaan Naik Travel dari Jogja Menuju Surabaya: Disiksa Selama Perjalanan oleh Sopir Amatiran, Nyawa Penumpang Jadi Taruhannya. Sialan!

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.