Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Luar Negeri

Ada Juliari di Ukraina: Hantaman Korupsi di Tengah Invasi Rusia

Muhammad Arief Bimaputra oleh Muhammad Arief Bimaputra
25 Januari 2023
A A
Ada Juliari di Ukraina: Hantaman Korupsi di Tengah Invasi Rusia

Ada Juliari di Ukraina: Hantaman Korupsi di Tengah Invasi Rusia (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kita (harusnya) masih ingat kasus korupsi Menteri Sosial Juliari Batubara yang tega mengkorupsi dana bantuan sosial pada masa pandemi covid-19 di Indonesia. Tampaknya, orang-orang seperti Bapak tersebut tidak hanya ada di Indonesia. Bahkan ada di Eropa, tepatnya di Ukraina. Di tengah situasi negara yang sedang karut-marut akibat invasi yang dilakukan Rusia, warga Ukraina harus berhadapan juga dengan kasus korupsi yang menerpa negaranya. Tidak tanggung-tanggung, bahkan ada dua dugaan kasus korupsi yang sedang diselidiki.

National Anti-Corruption Bureau of Ukraine atau yang biasa disingkat NABU ini adalah KPK yang dimiliki Ukraina. Sebelumnya NABU telah menangkap Wakil Menteri Infrastruktur Vasyl Lozynskyi dengan dugaan suap sebesar 400.000 dolar Amerika Serikat yang diterimanya untuk proyek pengadaan pembangkit listrik. Lozynskyi ditangkap pada tanggal 22 Januari dan diumumkan sendiri oleh NABU.

Sebelumnya kita tahu bahwa warga Ukraina harus tahan dingin dan gelap karena kerusakan pembangkit listrik yang terkena rudal Rusia. Ternyata di balik kesusahan itu masih ada pejabat korup yang masih berusaha memperkaya dirinya sendiri, persis seperti Pak Juliari.

Korupsi pengadaan pembangkit listrik tersebut ternyata hanya salah satu kasus yang diduga terjadi di tengah invasi. Karena media Ukraina berhasil mengendus dugaan kasus korupsi lainnya, kali ini adalah dugaan penggelembungan harga dalam kontrak ransum militer.

Sama seperti di Indonesia, pejabat Ukraina berusaha melakukan mark-up harga-harga yang ada di dalam salinan kontrak tersebut. Apa jangan-jangan mereka terinspirasi Indonesia, ya? Di dalam salinan kesepakatan, harga satuan per butir telur ditulis sebesar 17 hryvnia. Padahal, kalau harga di tokonya cuma sebesar 7 hryvnia per butir. Tidak cuma itu, harga kentang juga berupaya di-mark-up. Dalam Salinan kontrak, harga kentang per kilo ditulis sebesar 22 hryvnia. Padahal, kalau harga di tokonya cuma sebesar 9 hryvnia per kilogram.

Respons pejabat Ukraina yaitu Kementerian Pertahanan juga mirip sekali dengan kelakuan pejabat di Indonesia. Alih-alih mengakui kesalahannya, mereka malah menganggap laporan itu palsu dan merupakan upaya penyesatan. Bahkan mereka meminta agar Badan Keamanan Nasional menyelidiki media yang menerbitkan laporan tersebut.

Kesamaan kasus dan kelakuan pejabat Ukraina tersebut pada akhirnya semakin membuat saya yakin bahwa kayaknya mereka memang benar terinspirasi dengan kejadian di Indonesia. Cuma, apa yang dilakukan oleh pejabat di Ukraina itu tampaknya jauh lebih kejam karena dilakukan di tengah situasi perang yang sedang bergejolak. Kok bisanya mereka tega melakukan itu ditengah warganya yang was-was akan ancaman rudal dan peluru serta banyaknya prajurit yang sudah tewas akibat invasi yang dilakukan Russia.

Akan tetapi, saya sebenarnya tidak terlalu kaget juga ketika mendengar kasus korupsi ini setelah saya mengetahui bahwa Ukraina memang masih memiliki masalah terkait korupsi di negaranya. Bahkan Ukraina berada di urutan 122 dalam laporan indeks persepsi korupsi yang diterbitkan oleh Transparency International, sementara Indonesia memang sedikit lebih baik dengan menduduki peringkat 96.

Baca Juga:

Menyesal Kuliah Jurusan Pendidikan, Tiga Tahun Mengajar di Sekolah Nggak Kuat, Sekolah Menjadi Ladang Bisnis Berkedok Agama

Korupsi dan Krisis Integritas Adalah Luka Lama Banten yang Belum Pulih

Sedikit lebih baik, tapi ada Juliari. Wadoooh.

Saya kira korupsi di Eropa bakal dilakukan dengan cara yang lebih elegan. Ternyata masih sama-sama juga dengan Indonesia yaitu dengan main mark-up harga. Kejadian ini juga seharusnya menjadi pelajaran bagi pemerintah Ukraina, karena dengan adanya korupsi, berbagai lembaga donor atau filantropis bakal berpikir kembali dalam membantu. Jangan-jangan bantuan yang dikirim bukan untuk membantu rakyat Ukraina, malahan cuma untuk membantu pejabat Ukraina agar lebih kaya di tengah invasi Rusia.

Penulis: Muhammad Arief Bimaputra
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Mentertawakan Permohonan Bebas Juliari Batubara, si Paling Menderita

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Januari 2023 oleh

Tags: invasi rusiaKorupsiukraina
Muhammad Arief Bimaputra

Muhammad Arief Bimaputra

Mahasiswa HI yang suka menulis dan haha-hihi.

ArtikelTerkait

Mars dan Himne KPK Beneran Penting Banget untuk Pemberantasan Korupsi, Percaya deh

Mars dan Himne KPK Beneran Penting Banget untuk Pemberantasan Korupsi, Percaya deh

19 Februari 2022
3 Hal Terkait Proyek Kereta Api Makassar-Parepare yang Perlu Kalian Ketahui

3 Hal Penting Terkait Proyek Kereta Api Makassar-Parepare yang Perlu Kalian Ketahui

10 Juni 2023
Serba-serbi Uang Rokok dalam Pelayanan Publik, Bukti Korupsi di Indonesia Susah Diberantas

Serba-serbi Uang Rokok dalam Pelayanan Publik, Bukti Korupsi di Indonesia Susah Diberantas

13 Oktober 2023
Etalase Ganjar Pranowo (Mungkin) Obat Mujarab bagi Setengah Abad Pungli di Indonesia

Etalase Ganjar Pranowo (Mungkin) Obat Mujarab bagi Setengah Abad Pungli di Indonesia

9 Agustus 2023
Bukan Sekretaris, tapi Tugas Bendahara Adalah yang Terberat di Masa Sekolah terminal mojok.co

Polemik BLT Dana Desa di Kampung Saya Bikin Ketua RT Mengundurkan Diri

3 Oktober 2020
kantin

Kantin Kejujuran dan Perilaku Darmaji (Dahar Lima Ngaku Siji)

29 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kenapa orang Bali jarang liburan ke pantai? (Unsplash)

Kenapa orang Bali jarang liburan ke pantai, padahal tinggal deket pantai?

18 Juli 2026
Malang pernah terkenal dengan solidaritas masyarakatnya yang tinggi. sayang, solidaritas itu kini bisa dengan mudah dibeli

Malang pernah terkenal dengan solidaritas masyarakatnya yang tinggi. sayang, solidaritas itu kini bisa dengan mudah dibeli

12 Juli 2026
Pucang Surabaya, kawasan di kota pahlawan yang tak pernah kenal tidur

Pucang Surabaya, kawasan di kota pahlawan yang tak pernah kenal tidur

16 Juli 2026
Stadion Gajayana Malang tempat potensial yang bernasib sial Mojok.co

Stadion Gajayana Malang tempat potensial yang bernasib sial

13 Juli 2026
Di Mata Kurir, Metode Pembayaran COD Lebih Baik Dihapuskan Mojok.co kurir paket

Lika-liku kurir saat mengantar paket COD ke desa, kadang jadi pahlawan, seringnya jadi pesakitan

16 Juli 2026
Harga Makanan di Surabaya Lebih Murah dari Banyuwangi: Untung bagi Pembeli, tapi Derita bagi Penjualnya

Harga Makanan di Surabaya Lebih Murah dari Banyuwangi: Untung bagi Pembeli, tapi Derita bagi Penjualnya

11 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.