Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Orang yang Bilang ‘Nggak Terasa Udah Desember 2020’ Itu Sampah!

Fajar Tri Laksana oleh Fajar Tri Laksana
8 Desember 2020
A A
Orang yang Bilang 'Nggak Terasa Udah Desember 2020' Itu Sampah!

Orang yang Bilang 'Nggak Terasa Udah Desember 2020' Itu Sampah!

Share on FacebookShare on Twitter

Tidak salah rasanya kalau mau bilang jika tahun ini sangatlah berat. Mulai dari situasi pandemi Covid-19 yang semakin kacau, sampai beberapa permasalahan seperti korupsi dan demonstrasi. Hingga di akhir tahun banyak suara sumbang yang bilang, “Duh nggak terasa udah Desember 2020 aja nih!”

Bertahan di tahun ini itu bisa dianalogikan sebagai proses melakukan strategi defense terhadap tower tim kita di game MOBA. Seakan setiap orang harus berjuang agar tetap bisa bertahan walau kemungkinan untuk bertahan itu semakin sedikit karena musuh juga semakin kuat beriringan dengan menguasai sebagian map dalam permainan.

ADVERTISEMENT

Sampai akhirnya kita pun bertemu di penghujung tahun, yang mungkin memang sangat diharapkan sebagian orang. Berbagai perasaan senang hadir ketika sadar jika diri ini masih bisa hidup sampai saat ini, bertahan di antara huru-hara.

Di balik kesulitan selama tahun ini, entah kenapa masih banyak orang yang yang merasa bahwa mereka tidak kesulitan pada situasi serba suram ini. Saya sebagai salah satu di antara banyaknya orang yang kesusahan, merasa sangat kesal terhadap tingkah sebagian orang ini. Orang yang bilang nggak terasa sudah akhir tahun.

“Waduh, nggak terasa?” Itulah yang langsung terlintas di kepala saya ketika melihat orang membuat status tersebut melalui WhatsApp. Maklum saja, memang tak bisa dimungkiri bahwa kontak WhatsApp saya mayoritas adalah mahasiswa yang mungkin hanya bisa menerima suapan dari orang tuanya.

Saya sebagai mahasiswa tingkat awal yang masih terjebak dengan padatnya aktivitas kuliah online dan sama sekali belum merasakan kuliah tatap muka di semester ini, jujur saja bingung. Kenapa masih ada orang yang dengan mudahnya membagikan pernyataan tersebut.

Alasannya kenapa? Ya jelas dong, karena banyak orang yang kesulitan selama pandemi ini dan kalian malah bilang “nggak terasa”. Entah berapa banyak rezeki yang diraih oleh orang itu sampai Desember 2020 ini sampai bisa-bisanya bikin status seperti itu.

Begini, proses mengunggah status di WhatsApp itu kan nggak sekali jadi. Perlu mengganti latar belakang, mengetik, bahkan mengatur siapa saja audiens statusnya (biasanya ada yang di-hide kan?). Tapi, selama proses itu apa si orang tersebut nggak memikirkan lagi kata-katanya gitu? Iya, ini memang sudah Desember 2020, sudah di penghujung tahun. Namun, bukan berarti kita jadi nggak berpikir masak-masak tentang kalimat apa yang kita unggah.

Baca Juga:

6 Rekomendasi Tontonan Netflix untuk Kamu yang Mager Keluar Rumah Saat Liburan Tahun Baru

5 Tips Agar Kantong Nggak Jebol Dikeroyok Diskon Natal dan Tahun Baru

Saya sendiri merupakan orang yang cukup berhati-hati sebelum membuat status media sosial, mulai dari dampaknya dan stigma apa yang akan lahir pada orang-orang terdekat ketika melihat apa yang saya bagikan.

Mungkin juga sering kali ketika sudah membagikan pernyataan di media sosial, beberapa menit kemudian langsung berpikir untuk menghapusnya, berpikir jika hal yang saya bagikan takutnya malah merugikan sebagian orang.

Bisa jadi orang-orang yang mengunggah status asal-asalan tadi adalah orang yang punya cadangan ekonomi. Jadi, nggak masalah mau terjadi bencana sampai kapan pun mereka nggak punya masalah. Satu tahun pun berlalu begitu cepat, tidak terasa sama sekali.

Atau mereka ini orang-orang yang percaya akan teori konspirasi yang beredar terkait pandemi dan percaya jika setiap hal yang terjadi saat ini direncanakan oleh elit global. Makanya mereka bersikap tenang-tenang saja supaya tidak termakan strategi elit global. 

Tetap saja, saya agak bingung dengan orang-orang yang mengunggah status demikian. Wah, tiba-tiba sudah Desember 2020. Hmmm, tiba-tiba apanya? Banyak orang yang berjuang terus-terusan, kelelahan memenuhi kebutuhan hidup, dan berdarah-darah memperjuangkan masa depan. Beberapa orang bahkan terpaksa dirawat di rumah sakit karena dampak Covid-19. Belum lagi mereka yang harus tabah menghadapi kehilangan orang-orang tersayang.

Kalau merasa tahun ini tidak ada progres apa pun dalam pencapaian hidup, wajar merasa tahun ini seperti “kosong”. Layaklah jika kata-katanya, “Sudah akhir tahun, tapi rasanya belum melakukan apa pun.” Tapi, kalau mengatakan bahwa tidak terasa sudah akhir tahun, apakah mereka tidak peduli perjuangan orang-orang sekitar? Harusnya ada sedikit empati, dong.

Maka, pada Desember 2020 ini, katakanlah hal yang bisa bikin adem. Katakanlah bahwa kita semua hebat karena bisa bertahan hingga akhir tahun. Teruslah bertahan hingga tahun depan karena pandemi dan gonjang-ganjing ekonomi ini entah kapan akan berakhir.

BACA JUGA 4 Hal yang Patut Anda Cantumkan dalam Resolusi Tahunan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Desember 2020 oleh

Tags: pandemi coronatahun baru
Fajar Tri Laksana

Fajar Tri Laksana

Seseorang yang suka bikin podcast monolog tapi sepi pendengar.

ArtikelTerkait

Curahan Hati Emak-Emak Jadi Guru di Rumah dan Dituntut Serba Bisa

Curahan Hati Emak-emak yang Jadi Guru di Rumah dan Dituntut Serbabisa

9 April 2020
Google Maps Ternyata Juga Hobi Ngeprank

Google Street View: Solusi Masyarakat untuk Jalan-jalan di Tengah Pandemi

12 Mei 2020
Cerita Prihatin yang Mungkin Dipahami Pedagang Pinggir Jalan Ketika Hujan terminal mojok.co

Kebiasaan ‘Noleh Tonggo’ Masyarakat Desa Saat Dapat Bantuan Pemerintah

21 September 2020
Persahabatan Tom dan Jerry yang Sering Disalahartikan sebagai Pertikaian Abadi Menghitung Pendapatan Kucing Kampung di Tengah Pandemi Corona

Menghitung Pendapatan Kucing Kampung di Tengah Pandemi Corona

16 April 2020
Beginilah yang Dilakukan para Pokemon Selama Pandemi

Seperti Inilah yang Dilakukan para Pokemon Selama Pandemi

7 Mei 2020
Problem Kekinian yang Menyebalkan: Masker Copot Saat Memakai Helm terminal mojok.co

Problem Kekinian yang Menyebalkan: Masker Copot Saat Memakai Helm

24 September 2020
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan Mojok.co

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan

21 Agustus 2026
Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

22 Agustus 2026
Ngeri! Rekening Bank Mandiri bisa diblokir atas permintaan aparat (Unsplash)

Rekening Bank Mandiri hilang sekali klik sukses melahirkan rasa takut karena pemblokiran tanpa proses hukum bisa menimpa siapa saja

24 Agustus 2026
Trail run, olahraga lari yang nggak bikin bosen (Unsplash)

Yang perlu kamu ketahui tentang trail run, olahraga lari yang nggak bikin bosen

26 Agustus 2026
Magelang daerahnya nyaman, tapi nggak cocok untuk mahasiswa Mojok.co

Magelang daerahnya nyaman, tapi nggak cocok untuk mahasiswa

24 Agustus 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co lamongan

Sudah tahu jalan di Lamongan jelek, kok malah beli Honda Scoopy, aneh!

21 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.