Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Serial

Jika Drakor ‘Reply 1988’ Ber-setting Tempat di Jakarta

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
2 Desember 2020
A A
Jika Drakor Reply 1988 Ber-setting Tempat di Jakarta terminal mojok.co

Jika Drakor Reply 1988 Ber-setting Tempat di Jakarta terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saya gandrung akan drama Reply 1988. Yang biasanya lihat sinetron Indosiar dan RCTI, lantas disuguhi drama edan yang mengobok-obok perasaan saya. Namun tetap saja, masalah saya saat nonton drakor itu hanya dua dan ini sangat menyebalkan, yakni sulit menghafal nama dan muka.

Saya dapat memetik banyak sekali makna dari drama Reply 1988. Namun, yang terangkat di otak saya adalah persahabatan dan kekeluargaan. Yah, Keluarga Cemara dan Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini digabung, dipermak, dan dikaji lebih jauh—sekiranya—jadilah drama ini.

Reply 1988 mengajarkan saya, setidaknya tetangga merupakan lingkungan terdekat nomor dua. Namun, kasus kehidupan pribadi saya, justru melihat perubahan tendensi yang terus berjalan, terkadang terdapat sekat antara kita dengan tetangga.

Ketika berjumpa, pol mentok hanya angkat alis dan kepala saja, kemudian disahuti dengan hal serupa. Dalam beberapa tempat, lebih ekstrim lagi, tembok tinggi menjadi pembatas antara rumah satu dengan rumah lainnya.

Mungkin beberapa sudah asing dengan istilah ronda. Kebanyakan, tugas tersebut sudah dipegang oleh petugas satpam untuk menjaga ketentraman ketika siang maupun malam. Mungkin beberapa sudah tidak tahu bagaimana rasanya mencoret wajah Pak RT ketika kalah kiu-kiu. Atau ada mas-mas yang menangis ketika ronda karena diputusin oleh pacarnya.

Seandainya Reply 1988 ber-setting di Indonesia masa kini, apa bisa tetap menarik? Jawabannya jelas, bisa. Saya coba ambil setting di Jakarta yang merupakan pusat semesta perputaran manusia Indonesia. Begini sekiranya.

Adegan dibuka dengan lima sahabat yang sedang mabar Mobile Legend. Lima anak ini merupakan penduduk dari sebuah gang sederhana di Kota Jakarta bernama Gang Ssalakedondong. Mereka berangkat dari latar belakang ekonomi yang berbeda. Walau begitu, mereka berkawan tanpa sekat, tapi dengan catatan ketika main gim saja. Ini demi kemaslahatan tongkrongan, yaitu Mythic I.

“Buruan, anjing! Serang tower, jangan lama-lama!” kata Dek-Sun. Ia satu-satunya perempuan dalam perkawanan ini. Preman desa. Yang bisa melawannya hanya dua, kakaknya dan dirinya sendiri. Ia juga anak yang paling miskin yang tinggal di Ssalakedondong, rumah dekat Kali Ciliwung. Hujan sedikit, rumahnya tenggelam. Katanya, rumahnya ini semi-Atlantis.

Baca Juga:

Susahnya Jadi Arek Malang di Jakarta: Berniat Mengobati Homesick Lewat Bakso Malang, eh yang Jual Malah Orang Tasik

Bagi Warga Kabupaten, Orang Jakarta Terlihat Terlalu Buru-buru dan Terlalu Punya Tujuan

Dek-Sun ini orangnya ceria dan gemar bernyanyi walau suaranya sebelas dua belas dengan beruk. Namun, dalam kasus ini, ia marah-marah bukan karena tanpa sebab. Ia muntab karena ponselnya yang buatan Cina itu sudah sepanas setrika dan kelap-kelip karena batrenya sudah seperti ibu-ibu hamil lima bulan.

Ini tinggal nunggu waktu ponsel milik Dek-Sun melahirkan. Namun, ia tenang karena biasanya ia dapat lungsuran dari kakaknya yang super galak bernama Mbak Rara.

“Makanya, kalau mabar bawa power-bank!” jawab Hyung-Iwan. Ia awalnya berasal dari keluarga miskin, tapi ketika kakaknya menang taruhan sabung ayam, keluarganya kini menjadi OKB alias orang kaya baru. Namun, gosip tetangga yang super julid tetap berjalan. Kebanyakan pada mengira bahwa keluarga Hyung-Iwan ini melihara pesugihan.

“Halah palingan bukan menang taruhan, tapi godog air rendeman sempak kolor ijo,” begitu kiranya.

Ada pula Sun-Waluyo yang nggak bakat main Mobile Legend. Pakai Lunox saja tangannya sering mlengse. Namun, secara hati, Sun-Waluyo ini sangat menyayangi adiknya, yakni Jin-Kazama yang sangat imut itu.

Selain melalui perbuatan, rasa kasih sayang Sun-Waluyo kepada adiknya juga terlihat melalui secarik puisi bertuliskan begini, “Dik, jangan pergi jauh-jauh, kan ada darahku di tubuhmu,” tapi, hal ini berlaku jika kisah Reply 1989 versi Indonesia ini ditulis oleh Pidi Baiq.

Kemudian ada Dong-Ra, anak yang akademiknya paling biasa saja, tapi dimaklumi karena pandai menggunakan role tank. Teman main paling akrab Mas Dong-Ra ini adalah Dek-Sun, kalau mereka sudah bersama, hitamnya Kali Ciliwung bakal minder.

Terakhir ada Choi-Tahi yang pendiam dan memutuskan putus sekolah. Bukan karena tidak pintar, tapi ia dianggap “dewa” dalam permainan samgong. Di RT-nya, tidak ada yang bisa menyaingi tingkat kepintarannya dalam memainkan permainan kartu ini. Oleh karena itu, Federasi Samgong Indonesia meliriknya dan memasukan Choi-Tahi ke dalam timnas usia muda permainan samgong.

Makin hari, berbekal misuh-misuh sambil main Mobile Legend, Hyung-Iwan yang semula cuek dengan marah-marahnya Dek-Sun pun mendadak menyimpan perasaan. Di pinggiran Kali Ciliwung, Hyung-Iwan pun melempar gombalan, “Bibir dikulum bunga dipetik.”

“Cakeup!” jawab Dek-Sun sambil haha-hihi berseri-seri.

“Assalamualaikum neng cangtip.”

Setelah kejadian itu, Hyung-Iwan pun viral karena Dek-Sun membuat sebuah utas, “Nge-spill temen sendiri yang ganjen –a thread-“. Namun, hubungan mereka semakin bersemi. Di satu sisi, Choi-Tahi makin hebat saja bermain samgong.

Setelah bertahun-tahun berlalu, rasa cinta Hyung-iwan kepada Dek-Sun pun berakhir dengan tragis. Semua berbalik, Dek-Sun malah menikah dengan Choi-Tahi. Dan Hyung-Iwan, yang sukses mengunci satu kursi sebagai Pemuda Pancasila, gugur pada kecelakaan pesawat. Pada hari pernikahan di GOR milik desa, satu kursi plastik sengaja disisakan untuk “kehadiran” Hyung-Iwan yang selamanya menjadi kawan abadi mereka.

Duka Warga Gang Ssalakedondong masih berlanjut. Gang Ssalakedondong pun digusur. Padahal, pemimpin mereka sempat berjanji nggak akan melakukan penggusuran, tetapi hanya penggeseran. Dari sana, keharmonisan Gang Ssalakedondong penuh kisah harmoni para tetangganya pun selesai karena mereka semua pindah ke rusunawa.

BACA JUGA Ketika Pogung Jadi Lokasi Syuting Film Maze Runner atau tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Oktober 2021 oleh

Tags: Jakartareply 1988
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Tangerang Selatan dan Jakarta Sama Aja, Sama-sama Baiknya Ditinggalkan

Tangerang Selatan (Memang) Masih Jelek, tapi Apa Ada Kota Pinggir Jakarta yang Lebih Baik?

17 November 2024
Jakarta

Things I Learned From Living in Jakarta For the Last 5 Years

9 September 2019
5 Menu Warmindo Jogja yang Saya Harap Ada di Warmindo Jakarta Mojok.co burjo angkringan

5 Menu Warmindo Jogja yang Saya Harap Ada di Warmindo Jakarta

11 September 2024
5 Rekomendasi Warung Makan Underrated di Tebet yang Wajib Dicoba

5 Rekomendasi Warung Makan Underrated di Tebet yang Wajib Dicoba

19 September 2022
Jakarta Nggak Ada Keras-kerasnya Buat Orang Cikarang (Unsplash)

Jalanan Jakarta yang Keras dan Tak Ramah Pemula: Naik Ojol Bingung, Naik KRL Tambah Bingung

24 Januari 2024
Kemacetan di Pinang Ranti Jakarta Nggak Pernah Selesai Gara-gara Angkot Ngetem Seenak Jidat

Kemacetan di Pinang Ranti Jakarta Nggak Pernah Selesai Gara-gara Angkot Ngetem Seenak Jidat

10 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Selempang Cum Laude untuk Wisuda: Penting, tapi Tidak Sepenting Itu biaya wisuda, malang, kampus di malang

Dulu Wisuda Milik Sarjana, Kini Dirayakan di Setiap Jenjang, dan Itu Tak Masalah, tapi Ada yang Lebih Penting

8 Juni 2026
Derita Di Balik Keindahan Brown Canyon Semarang: Kisah Warga yang Harus Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang Mojok.co

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Brown Canyon Semarang, Warga (Terpaksa) Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang

4 Juni 2026
Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

4 Juni 2026
Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja Mojok.co

Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja

7 Juni 2026
Suzuki GSX-R150, Motor Sport untuk Kalian yang Muak dengan Honda CBR dan Yamaha R15 suzuki hayate 125 motor suzuki shogun 110 suzuki access 125 motor suzuki nex crossover suzuki nex II

Suzuki Nex II Benar-benar Nggak Tahu Diri, Harganya Lebih Mahal dari Honda BeAT, tapi Fiturnya Masih Saja Tertinggal  

6 Juni 2026
Bukan Sensi atau Mengabaikan, Ini Alasan Dosen Lama Balas Chat walau WhatsApp-nya Online Mojok.co

Bukan Sensi atau Mengabaikan, Ini Alasan Dosen Lama Balas Chat walau WhatsApp-nya Online

9 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.