Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

5 Cara Memberi Tahu Pelanggan Kedai Kopi Mau Tutup

Riyanto oleh Riyanto
17 Oktober 2020
A A
Filsuf Kedai Kopi, Hobi Berdebat Filsafat Layaknya Dinosaurus Peradaban yang Harusnya Punah terminal mojok.co

Filsuf Kedai Kopi, Hobi Berdebat Filsafat Layaknya Dinosaurus Peradaban yang Harusnya Punah terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Wajar apabila beberapa pelanggan yang nongkrong di kedai kopi masih setia bertahan sampai detik-detik mau closingan, atau bahkan pulang bareng para pegawainya. Sebagai seseorang yang bekerja di kedai kopi, saya kerap menjumpai banyak pelanggan seperti itu. Ada yang memang karena nanggung tugasnya hampir selesai sehingga nggak cabut-cabut, ada yang emang temen sendiri dan berbaik hati nemenin saya closingan, pun ada yang emang iseng nggak mau pulang.

Sebagai pegawai, saya dan beberapa rekan sudah ngumumin ke semua pelanggan setengah jam sebelum kedai kopi tutup. Kami bakal datangi meja satu demi satu, nanyain mau nambah menu apa nggak, sekalian ngasih info perihal jam tutup. Kalo ternyata sepuluh menit sebelum tutup masih ada saja pelanggan yang belum cabut, bakal didatangi lagi dan diberi informasi. Biasanya sih pelanggannya bakal jawab, “Iya mas/mbak, bentar lagi kelar.”

ADVERTISEMENT

Bagi pelanggan yang baik dan budiman, mereka bakal segera bergegas dan cabut. Tetapi, ada juga yang bisa-bisanya sampe setengah jam selepas kedai kopi tutup masih aja di sana, sebatas karena kami para pegawai belum pulang. Ya, maksudnya kan… kami belum pulang karena nungguin dia, lah malah dianya nungguin kita duluan pulang, pegimane ceritanye?

Untuk mengatasi permasalahan seperti itu, biasanya saya dan rekan-rekan saya melakukan strategi jitu yang bertujuan ngasih tahu kalau para pelanggan sudah diharuskan pulang ke tempat tinggal masing-masing, masuk kamar, selimutan, puter lagu enak, terus beristirahat. Duh, perhatian banget saya dan rekan-rekan sama para pelanggan, kan? Berikut adalah bagemana kami ngode biar para pelanggan cepetan pulang.

Cara pertama, bersih-bersih meja

Ini cara yang paling gampang sih. Kalo gelas kosong dan piring kosong sudah diambil dari meja para pelanggan, biasanya bakal langsung cabut itu para pelanggan, terlebih apabila dilakukan di jam-jam mendekati tutup. Banyak pelanggan yang memiliki kesadaran penuh bahwa kedai kopi sudah mau tutup dan mereka kudu pulang biar para pegawainya segera menuntaskan pekerjaan dan bisa pulang juga.

Cara kedua, segenap pegawai sudah beres-beres dan pakai jaket

Meski cara pertama cukup efektif, pasti bakal masih ada yang bertahan sekalipun meja mereka sudah diberesin. Biasanya kalo waktu sudah menunjukkan kedai kopi tutup dan masih ada pelanggan yang bertahan, para pegawai kedai kopi bakal mulai beres-beres, cuci muka, pakai jaket, manasin motor, terus siap-siap pulang. Beberapa pelanggan yang cukup peka bakal bergegas rapiin barang-barang dan cabut sih, tapi jenis yang bodo amat juga bakal tetep ada dan nggak mau peduli kalo kedai kopi sudah tutup.

Cara ketiga, matiin lampu

Untuk menanggulangi pelanggan pemuja Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat dan tetap asik menguras WiFi sekaligus listrik meski kedai kopi sudah tutup, mematikan lampu di beberapa tempat bisa menjadi pilihan. Paling gampang sih matiin area bar, biar keliatan kalo pegawainya udah mau pulang. Kalo ternyata tetep nggak pulang juga, biasanya lampu di seluruh bagian bakal dimatiin sebentar terus dinyalain lagi, dibarengi dengan salah seorang pegawai yang nyeletuk, “Eh salah pencet. Mau matiin dapur tadi.” Padahal emang niatnya ngode biar pada bergegas pulang sih.

Cara keempat, setel lagu “Kamu Harus Pulang”

Kalo masih ada pelanggan bandel yang nggak mau pulang setelah dikode lampu-lampuan, maka sudah saatnya nyetel lagu legendaris milik Slank berjudul “Kamu Harus Pulang”. Yakin, ngena banget nggak tuh ke para pelanggan bandel? Dari liriknya saja sudah jelas bahwa mereka kudu cepet pulang.

Baca Juga:

Tips Belanja di Warung Madura supaya Menjadi Pelanggan Kesayangan Pemilik Tokonya

4 Alasan Saya Lebih Memilih Ice Americano Buatan Minimarket ketimbang Racikan Barista Coffee Shop

Beberapa yang ngerti kode ini bakal langsung pulang sih. Mau kerjaan udah kelar atau belum, mereka bakal nutup laptop, rapiin charger, masukin barang-barang ke tas, kemudian cabut menuju parkiran.

Nah, tapi kalo ternyata pelanggannya emang bandel level akut, alih-alih cepet pulang seperti yang disuruh Kaka melalui lagunya, mereka malah ikutan nyanyi keras-keras. Kalo nggak apal semua liriknya ya mereka bakal ngikutin pas reffnya doang, atau pas di bagian Kaka ngomong, “Itu Pasti!”, para pelanggan bakal sok-sokan jadi backing vokal dan meneriakkan, “Itu Pasti!” dengan nada yang berbeda.

Cara kelima, summon Pak RT

Wheeelaaa, kalo berbagai macam cara sudah dilakukan dan masih ada saja pelanggan bandel yang nggak mau pulang, barangkali jalan terakhir adalah memanggil Pak RT. Saya sendiri memiliki hubungan lucu-lucu bangsat dengan Pak RT di wilayah saya kerja karena blio sering muncul tiba-tiba dan marahin saya dan pegawai lainnya karena kedai kopi terlalu berisik. Percayalah, didamprat dosen pembimbing pas skripsian nggak ada apa-apanya dibandingin murka Pak RT. Pingin tau cerita lengkap Pak RT yang saya maksud? Silakan mampir ke sini dan ke sini.

Makanya, kalo ada pelanggan yang ngeyel dan nggak mau pulang, memanggil Pak RT adalah cara paling efektif. Nggak perlu Pak RT nyuruh pelanggan pulang, blio cukup datang dengan heroik dari bawah jurang—karena rumah blio memang ada di bawah kedai kopi saya kerja—dan berdiri menatap para pelanggan. Bakal auto pulang itu pelanggan.

BACA JUGA Minum Kopi Itu Tidak Biasa Saja dan Pantas untuk Diromantisasi dan tulisan Riyanto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 Oktober 2020 oleh

Tags: Kedai Kopipelanggan
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

Slow Bar Coffee Konsep Kedai Kopi yang Cenderung Tidak Menguntungkan, Kenapa Banyak yang Tertarik?

Slow Bar Coffee Cenderung Tidak Menguntungkan, Kenapa Banyak yang Tertarik?

28 Oktober 2023
Filsuf Kedai Kopi, Hobi Berdebat Filsafat Layaknya Dinosaurus Peradaban yang Harusnya Punah terminal mojok.co

Filsuf Kedai Kopi, Berdebat Filsafat Layaknya Dinosaurus Peradaban yang Harusnya Punah

29 November 2020
Sorowajan, Daerah Langganan Ngopi dan Diskusi Ndakik-ndakik Mahasiswa UIN Jogja

Sorowajan, Daerah Langganan Ngopi dan Diskusi Ndakik-ndakik Mahasiswa UIN Jogja

17 April 2023
5 Rekomendasi Minuman Excelso Coffee yang Enak dan Jarang Ditemukan di Coffee Shop Lain terminal mojok

5 Rekomendasi Minuman Excelso yang Enak dan Jarang Ditemukan di Coffee Shop Lain

6 September 2022
5 Alasan Orang Lebih Memilih Ambil Barang di Deretan Belakang Rak Minimarket padahal Barangnya Sama Saja

4 Tipe Orang Goblok yang Ada di Minimarket, Bikin Jengkel Kasir dan Pelanggan Lain!

30 Juli 2024
Akui Saja Belanja di Minimarket Memang Menjengkelkan karena Harus Bertemu Karyawan yang Cuek dan Lelet

Akui Saja Belanja di Minimarket Memang Menjengkelkan karena Harus Bertemu Karyawan yang Cuek dan Lelet

24 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi ruang publik yang lebih hidup  Mojok.co

4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi jadi daerah lebih hidup 

17 Juli 2026
Kenapa orang Jogja nggak suka makan gudeg? (Unsplash)

Kenapa orang Jogja nggak suka makan gudeg, padahal tahu gudeg yang enak, gurih, dan murah?

19 Juli 2026
Gara-gara pada magang, nggak magang jadi kerasa aneh sendiri (Unsplash)

Gara-gara semua orang magang, nggak magang jadi kerasa aneh sendiri

21 Juli 2026
Nongkrong sama teman yang lagi mabuk dan banyak bacot benar-benar bikin emosi

Nongkrong sama teman yang lagi mabuk dan banyak bacot benar-benar bikin emosi

20 Juli 2026
Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout Mojok.co

Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout

17 Juli 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jangan cintai Surabaya secara berlebihan, ia juga punya kekurangan yang patut dibicarakan

21 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.