Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Lima Tipe Pelanggan Kedai Kopi yang Pasti Dihafal sama Barista

Riyanto oleh Riyanto
25 Oktober 2020
A A
Lima Tipe Pelanggan Kedai Kopi yang Pasti Dihafal sama Barista terminal mojok.co

Lima Tipe Pelanggan Kedai Kopi yang Pasti Dihafal sama Barista terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Pelanggan jelas merupakan sekumpulan orang yang wajib ada di kedai kopi selain barista dan menu-menu kecenya. Meski ya… nggak semua kedai ada pelanggannya, sih. Sebagai orang yang menyambut mereka, biasanya barista-barista keren-beken bakal hafal sama tipe-tipe pelanggan yang datang. Wajib hafal, dong, biar bisa digebet keramahtamahannya. Pasalnya, menjalin pertemanan adalah kunci pelanggan mau balik lagi dan beli kopi lagi.

Nah, berikut ini adalah beberapa tipe pelanggan yang pasti mudah dihafal para barista di kedai kopi—beberapa karena nyebelin, tapi nggak apa-apa, toh, beli juga.

#1 Tipe pendekar kopi

Udah pada tahu, kan, pendekar kopi itu yang gimana? Itu, tuh, yang duduk di depan bar dan ngajak diskusi—atau kadang nyacat kopi bikinan baristanya—seru gitu. Nah, tipe yang beginian jelas mudah dihafal.

Pasalnya, ia tepat berada di hadapan baristanya, ngobrol-ngobrol bahas kopi, ngulik bareng, nyoba-nyoba banyak metode seduh, kadang berantem debat. Namun, kalau baristanya pinter, malah bisa jadi ajang ngabisin duit si pendekar. Ya, tinggal komporin buat beli lagi dengan iming-iming munculin notes baru. Atau ajak debat metode seduh dan berujung si pendekar membuktikannya langsung dengan beli kopi lagi.

#2 Dedek atau mbak gemes

Dari mulai markirin motor, lepas helm, jalan ke pintu, buka pintu, pesen, sampai duduk, tipe yang satu ini sudah pasti dilihatin sama baristanya. Biasanya, pesennya kopi yang nggak terlalu kopi atau kopi-susu-gula-aren-yang-lagi-hits-gitu.

Sebagai barista yang mengedepankan keramahtamahan, pasti sebisa mungkin diajak ngobrol lama-lama di depan bar. Ditawari beans-beans unyu, dijelasin notes-notesnya sampai ke siapa petaninya, bahkan dimintain akun Instagram dan digebet sekalian kalau memang nekat.

Lantaran nggak mau pesen single origin, si dedek atau mbak gemes ditawari late-latean hangat dengan iming-iming gambar lope-lope, tulip, mawar, atau bebek-bebekan.

Mentok nggak mau kopi yang terlalu kopi, yaudah pesen signature kopi susu gula aren yang rasanya sama saja di semua kedai kopi itu.

Baca Juga:

4 Alasan Saya Lebih Memilih Ice Americano Buatan Minimarket ketimbang Racikan Barista Coffee Shop

5 Kebiasaan Barista yang Sebaiknya Dihindari supaya Pelanggan Semakin Nyaman

Bahkan saat pulang pun, kalau pelanggan lain biasanya cuma dibilangin, “terima kasih”. Tipe yang satu ini lengkap diucapi, “Selamat malam, hati-hati di jalan, tidur nyenyak, dan jangan sampai ketemu Dementor di jalan.”

#3 Sales roasted beans

Gimana mau nggak hafal, kalau tiap hari datang sambil tanya, “Gimana samplenya, Mas? Sudah cocok belum?”

Biasanya ,sih, oknumnya mas-mas berambut agak gondrong awut-awutan. Ia duduk di depan bar, ngobrol-ngobrol tapi nggak mbacot ala pendekar. Terus, tetiba buka ransel dan ngeluarin senjata maut: sampel-sampel roasted beans yang mau nggak mau pasti kita coba seduhin.

Setelah itu, diminum bareng, didiskusiin notes-notesnya, dan keluarlah kalimat maut dari para sales ini. Miisalnya, “Minta wa-nya, Mas. Saya kirimin pricelist-nya.” Atau yang lebih well-prepared, langsung nyodorin print-printan berisi berbagai varian roasted bean dan harganya. Serta iming-iming diskon atau sistem kerja sama yang menggiurkan.

#4 Barista piknik

Buka pintu kedai dengan pede, datang ke bar, lihat-lihat jenis beans, merenung, lalu menunjuk salah satu beans. “Nyobain itu, Mas. Solok-nya. Yang lain ada di kedai semua, sih.”

Nah yang satu ini biasanya bikin para barista yang lagi nge-shift bisa agak nganggur dengan cara meminta si mas barista tetangga itu bikin sendiri kopinya. Gantian baristanya duduk di depan bar lihatin rekan seperjuangannya itu nyeduh kopi. Kalau bisa, sih, sekalian lanjut ke pesanan yang lain atau malah nyuciin gelasnya juga.

Apalagi, kalau kedai si barista tetangga itu nggak punya grinder mahlkonig ek43 dan di kedai tempat dia “piknik” ada. Ah, sudah pasti dia mau nyobain tuh si gilingan gede dan tinggi yang pernah hits. Sekalian suruh bersihin, mau kali, ya. Hahaha.

#5 Pemburu wifi

Bawa laptop, datang ke bar, pesen es teh, tanya password wifi, duduk di pojokan, stay di sana dari siang sampai tutup. Jenis lainnya, mas-mas bergerombol, pesen jus-jusan, duduk rame-rame, nyiapin hape, connect wifi, login akun mobel lejen atau pab-ji, main bareng. Terus, teriak rame-rame sampai malam dan biasanya mejanya berantakan minta ampun.

Nah, jenis gini, tuh, yang bikin kesel—sayangnya jumlah mereka banyak. Pesennya juga itu-itu aja, nggak nambah dari awal datang sampai pulang pas kedai tutup.

Kan, kasihan dedek atau mbak gemes yang lagi nongkrong. Kasihan para pendekar yang lagi ngomentarin kopi bikinan baristanya. Kasihan mas sales roasted bean yang lagi ngasih penawaran. Kasihan mas barista tetangga yang lagi nyoba bantuin nyuci gelas.

Ah, kalian ini. Mbok jangan pergi ke kedai kopi. Lebih baik sana ke co-working space aja~

BACA JUGA Minum Kopi Itu Tidak Biasa Saja dan Pantas untuk Diromantisasi dan tulisan Riyanto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 Oktober 2021 oleh

Tags: Kedai Kopipelanggan
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

7 Restoran yang Kasih Makanan Gratis untuk Kalian yang Ulang Tahun Terminal Mojok

7 Restoran yang Kasih Makanan Gratis untuk Kalian yang Ulang Tahun

21 Agustus 2022
ulang tahun

Orang yang Rayain Ultah dan Rusuh di Kedai Kopi Layak Dirujak Barista se-Indonesia

9 Maret 2021
5 Rekomendasi Minuman Excelso Coffee yang Enak dan Jarang Ditemukan di Coffee Shop Lain terminal mojok

5 Rekomendasi Minuman Excelso yang Enak dan Jarang Ditemukan di Coffee Shop Lain

6 September 2022
Bertahun-tahun Menjadi Pelanggan Setia Berujung Selalu Dikecewakan, Akhirnya Saya Memilih Putus Hubungan dengan Indosat

Bertahun-tahun Menjadi Pelanggan Setia Berujung Selalu Dikecewakan, Akhirnya Saya Memilih Putus Hubungan dengan Indosat

13 Juni 2024
7 Dosa Coffee Shop yang Sebaiknya Dihentikan Terminal Mojok

7 Dosa Coffee Shop yang Sebaiknya Dihentikan

17 Juli 2022
Dilema Barista Perempuan yang Berakhir Jadi Pemanis Mata terminal mojok.co

Barista Hari Ini: Gaya Terdepan, SOP Belakangan

30 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kegiatan Pramuka Memang Cuma Buang-buang Waktu, dan Justru Itulah Tujuannya

Kegiatan Pramuka Memang Cuma Buang-buang Waktu, dan Justru Itulah Tujuannya

21 Mei 2026
Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit Mojok.co

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

18 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Alasan Wonogiri Masih dan Akan Selalu Jadi Ibu Kota Bakso Indonesia, Malang Minggir Dulu!

20 Mei 2026
Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

18 Mei 2026
Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah

17 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.