Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Serial

Tidak Perlu Jadi Sempurna kayak si Doel, Mirip Atun Nggak Kalah Bikin Bangga

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
28 September 2020
A A
Tidak Perlu Jadi Sempurna kayak Si Doel, Mirip Atun Nggak Kalah Bikin Bangga terminal mojok.co

Tidak Perlu Jadi Sempurna kayak Si Doel, Mirip Atun Nggak Kalah Bikin Bangga terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Punya karakter yang mirip dengan si Doel, kayaknya enak juga.

Saya ini masih lajang. Kata ibu saya dengan lucunya, hilalnya bahkan belum terlihat. Mau nikah gimana? Lha wong kuliah saja belum khatam. Realistinya, nggak bakal ada yang mau dengan pria luntang-lantung di desa, tiduran di cakruk sambil garuk-garuk udel. Siangan dikit, saya ke rumah kawan main PS-2. Selain nggak keren, masa depan begitu abu-abu.

Hidup di lingkungan desa itu memang menyenangkan. Kadang, kalau beruntung kita bisa melihat biawak di pinggiran kali sedang ngobrol. Kita juga bisa mandi di sungai yang lumayan jernih walau nggak sejernih beberapa tahun yang lalu. Nggak enaknya ya itu, saya seakan masih terjebak dalam kondisi ideal menurut mereka. Ketika saya nggak menunaikannya, imbasnya sangat menyeramkan.

Parahnya, saya justru makin nyaman dengan obrolan buruk para tetangga tentang saya. Omongan mereka ibarat nasi, makanan pokok bagi saya tiap hari. Tapi ya gitu, nasinya nasi aking: nggak enak ketika masuk tenggorokan, apalagi ketika dimamah. Namun itulah kehidupan, mau nggak mau, suka nggak suka, pisuhi dan sampaikan saja walau hanya satu pisuhan.

Akan tetapi, maksud saya di sini nggak sedang curhat atau melakukan sebuah branding diri untuk dikasihani. Ada satu masalah yang saya alami dari beberapa kejadian di atas: ibu saya adalah fans berat Rano Karno. Katanya, “Kumisnya itu lho….” Jebul, takaran ganteng menurutnya sangat sederhana. Saya jadi tahu alasan ibu menikahi bapak tanpa harus dijelaskan.

Saking ngefansnya, katanya, ibu saya menyimpan foto Rano Karno di dompetnya. Ia sampai rela marah-marah dengan blio karena mempercayai sebuah mitos: anak kita bakal mirip seperti orang yang ia benci. Bahkan pada 1998 akhir, waktu di mana saya mau ceprot brojol, ibu saya bela-belain menyukai tokoh Mas Karyo padahal benci setengah mampus. Segitunya….

Ndilalah, bener sekali saya mirip sama Rano Karno, tapi hanya kumisnya. Sifatnya blas jauh dengan sosok ideal si Doel yang ia perankan. Nggak tahu ibu saya kecewa atau nggak, saya nggak mungkin mengorek ambisi masa lalunya. Biarlah waktu yang menjawab atau setidaknya saya sadar diri.

Semakin dewasa, ketika saya merasa saya bisa menjadi sosok Doel yang rajin sembahyang dan mengaji, kok ya rasanya saya semakin menjauh dari sosok ideal tersebut. Seperti yang saya ceritakan di atas, boro-boro menyelamatkan dunia, tiap sore saya hobinya main layangan bersama anak-anak. Kurang Atun apa saya ini? Wah, nggapleki.

Baca Juga:

Semakin Dewasa, Saya Semakin Relate dengan Mandra “Si Doel Anak Sekolahan”

Suzuki Katana, Mobil Tangguh Pilihan Si Doel

Setelah saya berkontemplasi pelan-pelan, saya malah merasa mirip dengan tokoh Atun, adiknya si Doel. Sampai ketika saya melihat kembali tayangan si Doel, saya semakin yakin, Atun ini saya banget. Awalnya, sih, malu mengakui. Namun, jika dipikir-pikir lagi, Atun itu keren juga.

Atun ini sejatinya tokoh utama di sinetron ini. Atun bahkan sudi dirinya “mengorbankan masa depannya” demi pendidikan si Doel yang nggak murah. Saya merasakan tipis-tipis, nggak seekstrem yang dialami Atun, yakni gap pendidikan yang lebar antara saya dan kakak saya. Meski ini bukan hanya pendidikan, tapi juga kepandaian yang njomplang. Saya alergi matematika, sedangkan blio bekerja dan bergelut dengan hal itu.

Atun ini merupakan imbas dari kekejaman dunia di mana kakak—terutama pria—selalu diagungkan dan dielu-elukan. Ia sempat melawan atas ketidakadilan dengan mengikuti kursus kecantikan. Saya pun sama. Eh, maksudnya, saya ikut kursus pembibitan lele. Hal yang sama dengan Atun, saya sempat mencicipi kursus non-pendidikan formal. Untung saja Atun bukan SJW, bisa habis nasib si Doel waktu itu.

Hal yang lebih sentimentil bagi saya, ketika kakak saya pergi ke luar negeri itu dirayakan setengah mati. Saya nggak iri, tapi pencapaian saya yang tertinggi, blas nggak digubris sama sekali. Orientasi kesuksesan tetap mengacu kepada setinggi apa pencapaian itu diraih. Ya jelas, pencapaian saya satu-satunya itu naskah saya diterima di esai Mojok. Mosok ya saya mau minta syukuran seperti apa yang dilakukan untuk kakak saya? Bobo-boro mau syukuran, orang tua saya saja nggak tahu apa itu Mojok.

Menjadi Atun sepertinya bakal menjadi puncak kebahagiaan bagi siapa pun. Ia begitu ikhlas menerima kehidupan dan mudah turut bahagia dengan pencapaian orang lain. Ke rumahnya Sarah saja rasanya sudah seperti piknik baginya. Belum lagi menikahi seorang duda yang nggak kaya dan banyak omongnya. Atun juga selalu merasa cukup, walau kadang mintain duit Mak Nyak.

Atun ini orangnya tabah, padahal ia bukan hujan di Bulan Juni. Atun itu orangnya juga narimo ing pandum banget, padahal blio nggak sedang tinggal di Jogja.

BACA JUGA Cinere-Gandul, Rute Angkot si Doel yang Jaraknya Bisa Sambil Koprol dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2021 oleh

Tags: AtunRano Karnosi doel
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Cinere-Gandul, Rute Angkot Si Doel yang Jaraknya Bisa Sambil Koprol

Cinere-Gandul, Rute Angkot Si Doel yang Jaraknya Bisa Sambil Koprol

28 Desember 2019
Sayembara Pemuda Ideal_ Si Boy atau Si Doel_ terminal mojok

Memilih Pemuda Ideal: Si Boy atau Si Doel?

21 Juli 2021
Pesan Moral dari Film Akhir Kisah Cinta Si Doel: Jangan Cari pasangan yang Terlalu Baik

Pesan Moral dari Film Akhir Kisah Cinta Si Doel: Jangan Cari pasangan yang Terlalu Baik

30 Januari 2020
Saya Menyesal Pernah Meremehkan Rano Karno terminal mojok

Saya Menyesal Pernah Meremehkan Rano Karno

5 September 2021
Adegan Meja Makan Sinetron Terbaik Jatuh pada Keluarga Si Doel terminal mojok

Adegan Meja Makan Sinetron Terbaik Jatuh pada Keluarga Si Doel

20 Agustus 2021
Analisis Kisah Cinta Terlarang Mas Karyo dan Atun si Doel terminal mojok.co

Analisis Kisah Cinta Terlarang Mas Karyo dan Atun si Doel

12 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

15 Januari 2026
Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

16 Januari 2026
UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

19 Januari 2026
7 Lagu Bahasa Inggris Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia (Unsplash)

7 Lagu Bahasa Inggris yang Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia

16 Januari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

14 Januari 2026
8 Istilah Bahasa Jawa yang Orang Jawa Sendiri Salah Paham (Unsplash)

8 Istilah Bahasa Jawa yang Masih Bikin Sesama Orang Jawa Salah Paham

18 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.