Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Sinetron

Adegan Meja Makan Sinetron Terbaik Jatuh pada Keluarga Si Doel

Bayu Kharisma Putra oleh Bayu Kharisma Putra
20 Agustus 2021
A A
Adegan Meja Makan Sinetron Terbaik Jatuh pada Keluarga Si Doel terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam sinetron Si Doel, adegan keluarga makan bersama di meja makan layak diberi jempol!

Sinetron tak pernah jemu untuk disaksikan dan dibicarakan. Bahkan saat kemarin saya isolasi mandiri di rumah, sinetron menjadi tayangan yang lumayan sering saya saksikan setelah bertahun-tahun menjauhinya. Satu hal yang tak berubah dari sinetron sejak dahulu, adegan melotot penuh zoom in yang sok dramatis serta jalan cerita yang begitu-begitu terus. Tapi, bukan hanya jalan cerita yang saya perhatikan, adegan di meja makan selalu saya beri perhatian lebih.

Kenapa saya menaruh perhatian lebih pada adegan meja makan? Bukan karena saya suka makan atau hobi makan (meski benar saya suka makan, sih). Penyebabnya ialah jarang ada sinetron yang memperhatikan detail set lokasi, apalagi memperhatikan adegan meja makan. Nah, saat saya remaja dan menonton ulangan sinetron Si Doel, saya menyadari satu hal. Adegan meja makan mereka tak bisa ditandingi hingga kini. Bahkan saya berani bilang bahwa adegan meja makan Si Doel yang terbaik di semesta sinetron Indonesia, no debat!

Selain tata letak dan detailnya yang aduhai, makanan yang disajikan dan obrolan mereka sungguh hidup. Seolah menyaksikan ekosistem kehidupan sebagaimana mestinya. Ikan di air, pohon di tanah, kerbau membajak sawah, kupu-kupu hinggap di bunga, dan gambaran hubungan keluarga di meja makan, ada di keluarga Doel. Sinetron ini sukses menggambarkan kondisi kehidupan warga kampung yang sebenar-benarnya. Mulai dari menu makanannya, piring yang dipakai, gelasnya, taplaknya, hingga posisi duduk layaknya keluarga asli.

Di semesta sinetron, keadaan meja makan sering nggak sesuai kenyataan. Karena sebenarnya nggak ada tuh, anak yang mau berangkat sekolah sambil terburu-buru minum susu satu teguk dan nggak menyentuh roti karena sudah telat. Lalu jalan sambil berdialog, “Maaf, Mam, aku udah telat, nih”. Bahkan, penggambaran orang kaya yang seperti itu nggak selalu benar, cenderung mengada-ada. Sementara orang miskin selalu berdialog, “Maaf, adanya cuma ini,” sambil menunjukkan wajah memelas dengan makeup kelopak mata hitam dan uban palsu. Kalau anak miskinnya atau suaminya jenis yang nyebelin, mereka mencak-mencak sambil membanting piring. Sungguh adegan meja makan yang basi banget.

Keluarga Doel tentu lain. Mereka akting makan dengan sangat apik, selayaknya orang makan pada umumnya, alami. Ekspresi mereka, mimik mukanya, gerak-geriknya, semua terasa nyata. Cara mengambil sayur, atau saat rebutan lauk dan lirikan mata yang penuh komedi, sungguh membuat suasana hidup. Jarang ada ayam, lebih sering telur dan minumnya teh, mirip kejadian di dunia nyata pada umumnya.

Si Doel yang kalem, Atun yang urakan, Mandra yang barbar, Mak Nyak yang penyabar, hingga Babe yang menang sendiri, semua tergambar dan terlihat dari cara mereka makan. Adegan meja makan di sinetron Si Doel, nggak hanya adegan orang makan terus sudah begitu saja. Ada komunikasi yang terbangun, nggak sekadar makan dan kenyang. Membangunnya pun pelan-pelan, nggak ujug-ujug langsung ke poin utama. Saat suasana sedang susah, gundah, sedih, cara mereka makan ikut berubah. Kecuali Mandra, yang selalu lahap dan terlihat sangat menikmati makanan apa pun yang ada. Bahkan adegan makan nasi kering langsung dari panci dengan cabai dan garam, terlihat sangat apik bin epik. Eh, pernah ding, saat nggak jadi kawin dan patah hati ditinggal nikah sama Munaroh.

Adegan meja makan adalah senjata yang ampuh sebenarnya, asal dibikinnya bener. Lewat adegan seperti ini, kita bisa melihat sifat dari tokoh-tokoh dengan lebih baik dan mendalam. Adegan di meja makan bisa menjadi semacam perantara untuk menuju konflik selanjutnya, seperti yang dilakukan sinetron ini. Bahkan penggambaran dan penuturan budaya bisa dimulai dari sini. Yang dilakukan sinetron ini lebih gawat lagi. Bagaimana posisi duduk, siapa yang melayani dan dilayani, dan pandangan soal peran laki-laki dan wanita di budaya patriarki kampung, bisa tergambar jelas dari meja makan mereka.

Baca Juga:

Semakin Dewasa, Saya Semakin Relate dengan Mandra “Si Doel Anak Sekolahan”

4 Adegan Drama Korea yang Nggak Relate bagi Orang Indonesia

Mulai dari sarapan hingga makan malam, kita bisa melihat karakter dari tiap tokoh, cara konflik yang terbangun dengan apik, komunikasi yang terasa nyata, bahkan kualitas para pemain bisa kita lihat langsung saat mereka ada di adegan meja makan. Karena makan nggak hanya soal mengunyah dan kemudian kenyang saja. Ada banyak hal yang bisa terjadi di meja makan, dan Si Doel sangat berhasil menghidupkan meja makan mereka. Jempolan!

Sumber Gambar: YouTube RCTI Layar Drama Indonesia

BACA JUGA Membayangkan Sinetron Indonesia Dibuat ala Anime atau tulisan Bayu Kharisma Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2021 oleh

Tags: adeganmakan bersamameja makansi doel
Bayu Kharisma Putra

Bayu Kharisma Putra

Hanya salah satu dari jutaan manusia yang kebetulan ditakdirkan lahir dan tumbuh di bentangan khatulistiwa ini. Masih setia memegang identitas sebagai Warga Negara Indonesia, menjalani hari-hari dengan segala dinamika.

ArtikelTerkait

5 Hal Nggak Masuk Akal yang Sering Terjadi di Film Action

5 Hal Nggak Masuk Akal yang Sering Terjadi di Film Action

18 Mei 2023
Tidak Perlu Jadi Sempurna kayak Si Doel, Mirip Atun Nggak Kalah Bikin Bangga terminal mojok.co

Tidak Perlu Jadi Sempurna kayak si Doel, Mirip Atun Nggak Kalah Bikin Bangga

28 September 2020
Saya Adalah Salah Satu Korban Iklan Mi Instan Lemonilo yang Ternyata Rasanya Bikin Kecewa terminal mojok

Iklan Lemonilo, Pertanda Bencana Akan Datang di Sinetron Indonesia

30 Mei 2021
Cinere-Gandul, Rute Angkot Si Doel yang Jaraknya Bisa Sambil Koprol

Cinere-Gandul, Rute Angkot Si Doel yang Jaraknya Bisa Sambil Koprol

28 Desember 2019
Analisis Kisah Cinta Terlarang Mas Karyo dan Atun si Doel terminal mojok.co

Analisis Kisah Cinta Terlarang Mas Karyo dan Atun si Doel

12 Januari 2021
4 Adegan Drama Korea yang Nggak Relate bagi Orang Indonesia Mojok.co

4 Adegan Drama Korea yang Nggak Relate bagi Orang Indonesia

16 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026
Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan Mojok.co

Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan

19 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Masalah Utama Tulungagung Bukan Wisata, tapi Tradisi Korupsi di Kursi Bupati

19 Mei 2026
Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit Mojok.co

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

18 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.