Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tembakau Racikan Rara Mendut Lebih Layak Dikenang Dibanding Cerita Pesugihannya

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
1 September 2020
A A
jenis tembakau tingwe papir mojok.co

jenis tembakau tingwe papir mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Pada suatu malam di kedai kopi langganan, saya melihat seorang perempuan dengan telaten melinting tembakau. Dengan tangkas, blio melinting sejumput tembakau kuning kecoklatan di dalam kertas rokok. Saya tidak tahu apa yang dipikirkan orang-orang di sekitarnya. Apalagi, rokok masih dipandang tabu bagi perempuan. Namun, benak saya hanya berkata satu hal, dia seperti Rara Mendut.

Saya pribadi mengenang Rara Mendut sebagai seorang womenpreneur, pengusaha perempuan. Bagi saya, blio menyimpan keunikan dibanding perempuan lain dalam kisah-kisah Jawa. Meskipun Rara Mendut sering dikenang karena pesugihan dengan ritual seks, saya menganggap itu terlalu dangkal. Bagi saya, blio layak dikenang sebagai pengusaha sukses, untuk melawan seorang tumenggung lalim.

Rara Mendut juga dianggap sebagai leluhur para Sales Promotion Girl (SPG). Bagi saya, pandangan ini kurang tepat. Rara Mendut bukan memburuh pada seorang bos. Blio bekerja secara mandiri, bermodalkan kreatifitas dan potensi kecantikannya. Untuk memahami Rara Mendut, saya rangkum kisah blio dalam artikel ini. Dan lagi-lagi, sumber kisah saya adalah Babad Tanah Jawi.

Rara Mendut adalah seorang gadis nelayan yang terkenal akan kecantikannya. Tidak banyak kisah tentang masa kecil dan muda blio. Kisah Rara Mendut dimulai dari penculikan dirinya oleh Adipati Pragolo II, penguasa Kadipaten Pati. Karena menolak pinangan Pragolo untuk menjadi selir, Rara Mendut diculik oleh pasukan Pati.

Namun, mimpi Pragolo untuk menjadikan Rara Mendut tidak pernah terjadi. Saat Rara Mendut disekap, Adipati Pragolo II dituduh oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo sebagai pemberontak. Alasan tuduhan ini adalah keengganan Kadipaten Pati untuk mempersembahkan upeti. Raja Mataram ketiga ini memimpin langsung penyerangan. Tumenggung Wiraguna ditunjuk sebagai komandan.

Singkat cerita, perang berdarah terjadi. Sultan Agung tidak mampu melukai Pragolo yang mengenakan baju zirah. Maka, seorang abdi bernama Nayadarma memohon izin untuk melawan Pragolo. Bermodal tombak baru klinting (yang kelak menjadi pusaka Ki Ageng Mangir), Nayadarma sukses membunuh Pragolo. Kematian Pragolo membuka kesempatan bagi prajurit Mataram untuk menjarah harta benda Kadipaten Pati. Salah satu harta tersebut adalah Rara Mendut.

Pasca penyerangan Pati, kisah Rara Mendut berulang. Kini, Tumenggung Wiraguna memaksa Rara Mendut menjadi selirnya. Dan lagi-lagi Rara Mendut menolak. Dia telah jatuh hati pada seorang pemuda bernama Pranacitra. Menghadapi penolakan ini, Wiraguna melakukan apa yang selayaknya dilakukan seorang tumenggung yang patah hati: memaksa Rara Mendut membayar pajak yang besar.

Rara Mendut menyetujui dengan satu syarat. Blio mengajukan pinjaman modal kepada Wiraguna. Besarnya pinjaman yang diajukan yaitu separuh dari pajak yang harus dibayar Rara Mendut. Rara Mendut juga meminta izin usaha berjualan tembakau di pasar besar Mataram. Wiraguna menyetujui pengajuan pinjaman dan izin usaha ini. Dan dimulailah kiprah Rara Mendut sebagai womanpreneur di bidang tembakau.

Baca Juga:

Hal yang Biasa Dijumpai di Temanggung, Daerah Lain Nggak Punya. Salah Satunya Pemandangan Jaran Kepang di Jalan

Tulungagung, Kota yang Siap Bersaing dan Menggeser Kudus sebagai Pemilik Takhta Kota Kretek

Bermodalkan kecantikan dan ketangkasan, bisnis Rara Mendut sukses besar. Rara Mendut juga membagi harga rokok dalam tiga tingkatan: yang termurah adalah tembakau curah; harga naik jika tembakau itu dilinting dan direkatkan dengan ludah Rara Mendut; yang termahal adalah lintingan yang sudah disulut dan dihisap sekali oleh Rara Mendut.

Meskipun mahal, para pemuda dan bapak-bapak di sekitar pasar menjadi pelanggan setia warung rokok Rara Mendut. Rara Mendut sukses membayar pajak besar dari Wiraguna, sekaligus menghidupi dirinya sendiri. Namun, usaha ini gulung tikar ketika Pranacitra datang mengajak Rara Mendut untuk kabur.

Rara Mendut berhasil kabur bersama Pranacitra, dengan pertolongan para selir Wiraguna. Sayang, di tengah pelarian Wiraguna berhasil menangkap pasangan yang dimabuk asmara ini. Saat Wiraguna hendak menikam Pranacitra, Rara Mendut melindungi dengan pelukan. Keris Wiraguna menusuk punggung Rara Mendut, tembus sampai menusuk jantung Pranacitra.

Versi lain mengisahkan Pranacitra sukses dibunuh Wiraguna. Rara Mendut yang murka mengancam untuk melaporkan pembunuhan tersebut kepada Sultan Agung. Wiraguna yang panik segera membunuh Rara Mendut dengan keris yang sama. Pasangan ini gugur dan dimakamkan dalam satu liang lahat di Berbah, Sleman.

Kematian pasangan Rara Mendut-Pranacitra ini menjadi legenda pesugihan. Banyak orang yang ingin mengalap berkah mengunjungi makam tersebut. Mereka melakukan hubungan seksual dengan sesama pengunjung untuk menyimbolkan cinta Rara Mendut dan Pranacitra yang tak pernah terwujud. Akibat praktik pesugihan ini, cungkup makam mereka pernah dirubuhkan.

Saya tidak melihat relevansi antara praktik pesugihan seks dengan kisah Rara Mendut. Bagi saya, kemuliaan Rara Mendut terletak pada keteguhan hatinya dalam menolak tawaran pemimpin yang lalim. Blio menolak menjadi objek kepuasan Adipati Pragolo dan Tumenggung Wiraguna. Rara Mendut memilih menjadi perempuan merdeka yang bebas mencintai kekasihnya.

Menurut saya, kurang tepat jika seseorang mencari pesugihan di makam Rara Mendut-Pranacitra untuk kekayaan instan. Rara Mendut tidak pernah mendapat kekayaan dengan mudah. Kesuksesan blio berasal dari semangat berbisnis yang dikombinasikan dengan potensi pribadi. Maka, Rara Mendut lebih layak menjadi simbol pengusaha yang gigih. Seorang womanpreneur yang merdeka.

Maka, yang lebih layak untuk mengunjungi makam Rara Mendut-Pranacitra adalah para entrepreneur di bidang tembakau. Mereka lebih layak mengalap berkah dari senior dalam bisnis tembakau. Rara Mendut lebih layak dikenang sebagai womenpreneur Jawa, dan bukan sebagai pemberi berkah pesugihan.

BACA Mengapa Ganja Dilarang di Sini dan Dilegalkan di Sana? dan tulisan Prabu Yudianto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

 

Terakhir diperbarui pada 1 September 2020 oleh

Tags: rara mendutTembakau
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

4 Kegiatan Emak-emak di Jember yang Hanya Dilakukan ketika Musim Tembakau Tiba terminal mojok

4 Kegiatan Emak-emak di Jember yang Hanya Dilakukan ketika Musim Tembakau Tiba

17 Agustus 2021
harga rokok

Inilah Lima Aliran Perokok Dalam Menghadapi Kenaikan Harga Rokok

18 September 2019
Tari Lahbako, Bentuk Syukur dan Apresiasi terhadap Petani Tembakau di Jember

Tari Lahbako, Bentuk Syukur dan Apresiasi terhadap Petani Tembakau di Jember

17 Januari 2022
5 Rekomendasi Merek Tembakau untuk Tingwe Pemula

5 Rekomendasi Merek Tembakau untuk Tingwe Pemula

9 September 2022
Para Perokok di Dalam Ruangan Tertutup dan Ber-AC, Motivasinya Apa sih?

Kenapa Kebanyakan Perokok Lebih Memilih Membeli Rokok Dibanding Makanan saat Uangnya Pas-pasan?

28 Agustus 2020
orang madura pandhalungan mojok

Ribut Soal Tanaman Tembakau itu Perjuangan Orang Madura Untuk Hidup Mewah

25 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

15 Januari 2026
Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja Mojok.co

Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja

16 Januari 2026
4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

16 Januari 2026
Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan  Mojok.co

Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan 

19 Januari 2026
Motor Supra, Motor Super yang Bikin Honda Jaya di Mata Rakyat (Sutrisno Gallery/Shutterstock.com)

Tanpa Motor Supra, Honda Tidak Akan Menjadi Brand Motor Terbaik yang Pernah Ada di Indonesia

16 Januari 2026
Saya Berpaling dari Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru Mojok.co

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

18 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.