Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tidur Pakai Selimut Kain Jarik Itu Emang Nyaman Banget, Tapi Suka Bikin Horor Orang Lain

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
7 Agustus 2020
A A
Tidur Pakai Selimut Kain Jarik Itu Emang Nyaman Banget, Tapi Suka Bikin Horor Orang Lain MOJOK.CO

Tidur Pakai Selimut Kain Jarik Itu Emang Nyaman Banget, Tapi Suka Bikin Horor Orang Lain MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu lalu sempat heboh tentang tukang bungkus dengan menggunakan kain jarik. Kalau dibungkusnya kayak gitu dan itu dilakukan sama orang yang agak kelainan, emang ngeri dan serem sih. Saya melihat fotonya aja sampai merinding.

Terlepas dari seni bungkus-membungkus yang nyeremin itu, sebenarnya membungkus diri dengan jarik itu sangat nyaman menurut saya. Saya sendiri sejak kecil sudah terbiasa tidur menggunakan kain jarik. Ilmu ini saya tiru dari simbah putri saya, selain menggunakan kain jarik sebagai rok, beliau ini juga menggunakan kain jarik untuk selimut. Padahal kala itu, ibu saya sudah menyiapkan selimut yang lebih tebal untuk simbah.

“Selimutan pakai kain jarik begini itu kalau pas dingin bisa menghangatkan kita dan pas udara panas bisa mendinginkan,” kata simbah saya.

Awalnya dulu saya juga heran, kok bisa-bisanya simbah saya ini siang-siang tidur kok ya selimutan gitu pakai jarik. Mana udara sedang panas-panasnya dan kala itu kami gak punya kipas angin. Logikannya kan tambah gerah kan ya.

Tapi nyatanya setelah saya tinggal di kota dan tiba-tiba mati listrik, saya mencoba selimutan pakai jarik ini dan benar saja, hal ini ternyata cukup membantu menetralkan udara yang begitu panas. Gara-gara hal ini, saya jadi dibilang gila karena selimutan pas mati listrik gitu oleh teman-teman saya.

Kain jarik itu menurut saya, minimalis sekali. Tipis, mudah dicuci, dilipat, dan untuk pengeringanya juga tak sulit, cukup diangin-anginkan. Tanpa sinar matahari langsung saja si kain ini bakal cepat kering. Kain jarik ini seolah juga punya privilege karena mudah dibawa ke mana-mana. Gak mungkin kan ya, kita bepergian membawa selimut tebal atau bed cover gitu. Nah, ada nih sebagian orang yang susah tidur kalau tidak menggunakan selimut pribadinya sendiri. Beda baunya katanya.

Bagi saya pribadi sih, semakin buluk semakin enak dipakai. Aroma kainnya seolah sudah menyatu dengan bau kita. Hal ini tentu beda sensasi dengan kain jarik yang baru. Tak jarang kain jarik yang saya gunakan untuk tidur itu warnanya sampai memudar dan kalau belum sobek-sobek gitu gak bakal saya buang. Sebelas dua belas sama daster filosofinya.

Meski begitu nyaman untuk selimut tidur, namun kenyataannya banyak orang yang merasa horor ketika melihat orang lain selimutan dengan jarik seperti ini. Mungkin banyak di antara kita yang masih berpikir bahwa kegunaan utama si kain jarik ini yah cuma buat menutupi jenazah sebelum disemayamkan. Makanya kesannya menakutkan dan seram. Padahal yah, gak juga, orang motif kain jarik ini juga gak ada sangkut pautnya dengan orang meninggal kan ya.

Baca Juga:

Jatuh Cinta Berkali-kali pada Lasem Rembang, Kecamatan dengan Sejarah Jaringan Perdagangan Candu

Batik Terkenal, Lingkungan Tercemar: Kisah Warga Pekalongan yang Mulai Berdamai dengan Pencemaran Lingkungan

Pernah waktu SD dulu, ketika disuruh menginap di sekolah saya membawa kain jarik untuk selimutan. Eh, pas waktunya jam tidur alias tengah malam, teman saya teriak-teriak horor sendiri di kelas. Dikiranya dia kesurupan. Jebul, dia ketakutan setengah mati melihat saya tiduran di lantai sambil kerukupan jarik. Untuk menjaga tekanan batin teman saya, akhirnya saya ngalah, memasukan jarik ke dalam tas dan tidur kedingin semalaman. Hish.

Saat kemah dan menginap di sekolah pas SMA kejadiannya juga kayak gitu. Saya dimaki-maki teman saya gara-gara tidur pakai jarik. Katanya mereka ketakutan berasa tidur di sebelah orang mati. Saat tinggal di asrama juga kurang lebih begitu, teman seasrama saya member petisi untuk saya agar tidak memakai jarik saat tidur. Padahal saya sudah memilih motif jarik yang bunga-bunga. Tapi mereka masih takut aja.

Padahal kegunaan kain jarik ini kan dulunya sering digunakan untuk rok para wanita kan ya. Hanya saja sekarang orang lebih praktis menggunakan rok batik dan gak perlu ribet pakai stagen segala. Padahal niatan saya kan bagus ya, tidur pun masih nguri-uri kabudayan. Berhubung saya gak pernah pakai kain jarik buat rok, yah makanya saya gunakan buat selimut.

Beberapa waktu lalu seorang teman saya yang berasal dari Klaten cerita bahwa dulunya simbahnya itu merupakan seorang pengusaha kain jarik homemade gitu. Di rumahnya si simbah mempekerjakan beberapa karyawan yang merupakan para tetangganya sendiri. Dulunya usaha ini cukup jaya dan banyak menerima pesanan, namun semakin ke sini semakin sedikit peminatnya sehingga usaha ini akhirnya gulung tikar juga.

Dulu hampir setiap mbah-mbah itu menggunakan jarik, namun nenek-nenek sekarang sudah beralih ke rok. Dulu, jarik sering digunakan untuk gendongan bayi, namun sekarang gendongan lebih minimalis dan praktis. Modernisasi memang tak bisa dihindari, namun ada baiknya kita sebagai generasi muda tetap ikut serta melestarikan warisan budaya.

Ya, ampun, kapan yah orang-orang bakal mau berdamai dari anggapan jarik untuk tidur itu sifatnya horor dan nyeremin. Mungkin nanti saat kain jarik nanti motifnya gambar Teletubbies atau Doraemon apa ya?

BACA JUGA Instagram dan Tekanan Visual dan tulisan Reni Soengkunie lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Agustus 2020 oleh

Tags: batikjarikkain jarikselimut
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

Batik Bola Adalah Inovasi Dunia Fashion yang Cukup Mengejutkan pada Masanya meski Dianggap Norak terminal mojok

Batik Bola Adalah Inovasi Dunia Fashion yang Cukup Mengejutkan pada Masanya meski Dianggap Norak

8 Juni 2021
Orang Pakai Batik kok Dibully, Harusnya Diapresiasi! Terminal Mojok

Orang Pakai Batik kok Dibully, Harusnya Diapresiasi!

11 Februari 2021
Ironi Batik Pekalongan: Produk Asli yang Dibenci Masyarakat Pekalongan Sendiri

Ironi Batik Pekalongan: Produk Asli yang Dibenci Masyarakat Pekalongan Sendiri

12 Desember 2019
Batik Terkenal, Lingkungan Tercemar: Kisah Warga Pekalongan yang Mulai Berdamai dengan Pencemaran Lingkungan hari batik

Batik Terkenal, Lingkungan Tercemar: Kisah Warga Pekalongan yang Mulai Berdamai dengan Pencemaran Lingkungan

31 Juli 2023
Panduan Membedakan Kota dan Kabupaten Pekalongan biar Nggak Salah Lagi! Terminal Mojok

Alasan Kota Pekalongan Layak Jadi Kota Bisnis

30 Desember 2020
Biar Nggak Drama Saat Menggendong, 6 Jenis Gendongan Bayi Ini Perlu Diketahui! terminal mojok.co

Biar Nggak Drama Saat Menggendong, 6 Jenis Gendongan Bayi Ini Perlu Diketahui!

11 April 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Mempercepat Antrean di Psikiater

Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Menambah Antrean di Psikiater

14 Maret 2026
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026
motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

Honda Stylo Adalah Motor Paling Tidak Jelas: Mahal, tapi Value Nanggung. Motor Sok Retro, tapi Juga Modern, Maksudnya Gimana?

15 Maret 2026
5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

15 Maret 2026
Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi (Unsplash)

Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi

19 Maret 2026
Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

19 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa
  • Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin
  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.