Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pengalaman Melihat Langsung Iklim Kejujuran di Komisi Pemberantasan Korupsi

Rofii Zuhdi Kurniawan oleh Rofii Zuhdi Kurniawan
15 Juli 2020
A A
revisi uu kpk komisi pemberantasan korupsi mojok

revisi uu kpk komisi pemberantasan korupsi mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Bulan September tahun lalu, tepatnya seminggu sebelum aksi #gejayanmemanggil, kami se-jurusan mengadakan kunjungan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Suasana KPK waktu itu sedang menampakkan sebuah kelesuan disebabkan isu pelemahan lewat RUU KPK baru yang terus digulirkan oleh elit politik lewat DPR RI. Belum lagi fitnah soal kelompok Taliban di KPK juga berhasil menurunkan mental para pegawai dan pimpinan KPK.

Tulisan KPK yang berada di gedung sengaja ditutup kain hitam sebagai pertanda matinya pemberantasan korupsi. Elit politik berusaha  menggiring opini public dengan  mengatakan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi tidak sesuci bayangan publik dan disana ada pula transaksi kasus korupsi.

Anggapan tersebut tak sepenuhnya bisa diterima karena setidaknya ada 3 sistem yang dibangun guna membentuk iklim kejujuran di seluruh jajaran KPK. Berikut ketiga sistem tersebut.

Inspektorat tak kasat mata

Inspektorat merupakan lembaga pengawasan yang berfungsi untuk mengawasi perilaku pegawai agar tidak melakukan pelanggaran aturan. Pada lembaga pemerintah, inspektorat ini menggunakan label yang tertera nyata di seragamnya sehingga para pegawai pemerintah pun tahu siapa saja  inspektorat di sekeliling mereka.

Inspektorat di kantor pemerintah berbeda dengan inspektorat di jajaran KPK. Inspektorat KPK dibuat selayaknya intel dengan tak menunjukkan gelagat maupun embel-embel bahwa mereka adalah inspektorat. Para pegawai KPK sendiri, tidak mengetahui secara pasti siapa inspektorat mereka.

Dampak dari perbedaan inspektorat di KPK dan lembaga pemerintah membawa perbedaan  perilaku para pegawai. Para pegawai pemerintah mempunyai peluang lebih besar untuk melakukan manipulasi sikap dengan cara pura-pura berperilaku ketika ada inspektorat. Selepas inspektorat pergi, mereka akan menunjukkan tabiat buruknya lagi. Sedangkan pada KPK, para pegawai memiliki kemungkinan kecil untuk melakukan manipulasi sikap karena mereka tidak tahu apakah disekitarnya ada inspektorat atau tidak. Para pegawai KPK merasa bahwa mereka selalu diawasi karena tidak menutup kemungkinan bahwa teman mereka sendiri adalah inspektorat.

Sistem pengawasan inspektorat KPK  berhasil membuat pegawainya berbuat jujur. Ada sebuah kisah menarik yang diceritakan pada kami waktu itu. Jika kalian makan dengan pegawai KPK, otomatis akan dibayari karena pegawai takut bahwa ada inspektorat ada di sekitar mereka. Secara tidak langsung, perilaku pegawai KPK perihal makan juga mencegah tuduhan gratifikasi kepada pegawainya. Begitulah ketatnya pengawasan terhadap pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi.

Budaya kunjungan ke lembaga lain

Sebuah lembaga dikenal sering melakukan kunjungan satu sama lain guna berkoordinasi perihal masalah-masalah yang harus diselesaikan antar-lembaga. Apabila lembaga pemerintah melakukan kunjungan, mereka akan disuguhi makanan ataupun bingkisan oleh lembaga yang bertindak sebagai tuan rumah. Menariknya, KPK tidak mau menerima suguhan snack maupun bingkisan ketika berkunjung ke lembaga lain. Alih-alih disuguhi, mereka lebih memilih untuk membawa makanan sendiri guna menjaga kredibilitas dan netralitasnya, kebayang nggak tuh betapa ribetnya. Alasannya, bisa saja uang yang digunakan untuk membelikan suguhan kepada KPK berasal dari penyelewengan anggaran. KPK memang selalu mengantisipasi secuil kemungkinan perilaku KKN dan gratifikasi. Perilaku itu juga dilakukan ketika jajaran KPK secara personal menemui pejabat negara, mereka akan menolak segala pemberian pejabat itu meski hanya makanan.

Baca Juga:

Ironi Situbondo: Kotanya Sepi, Bupatinya Jadi Tersangka Korupsi

7 Kota dan Provinsi di Indonesia yang Selalu Apes Dapat Pemimpin Korup Terjerat KPK

Anggaran sesuai

Dalam penyusunan anggaran, KPK menerapkan sistem pas alias tak boleh dilebih-lebihkan. Detail susunan anggaran ini berlaku dari hal-hal kecil hingga besar. Contoh besarnya semisal membangun gedung, bila anggaran yang dihabiskan seharga 1,99 m tak boleh dibulatkan menjadi 2 m. Menarik lagi ketika kita melihat contoh kecil, jika anda berkunjung ke KPK, jumlah snack yang disediakan tidak mungkin sisa alias pas dengan jumlah orang dalam kunjungan. Tentu berbeda dengan kunjungan ke lembaga pemerintah yang jumlah snacknya dilebihkan hingga 5-10 dari jumlah orang dalam kunjungan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi sekecil apapun kemungkinan korupsi, bahkan dari dana snack sekalipun.

Dari ketiga sistem di atas, rupanya berhasil membentuk iklim kejujuran pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi perihal dana negara. Toh, kalaupun ada korupsi ya pasti ada, tapi tak sebesar di lembaga lain, korupsi kan selalu ada. Setidaknya, KPK sudah berhasil meminimalisirnya. Sayangnya, RUU KPK yang baru dan pimpinan KPK baru tentu mengubah paradigma KPK saat ini. Mungkin saja ketiga sistem yang diterapkan sejak berdiri hingga September 2019 sudah berubah karena tekanan terhadap KPK. Susah juga memang menjadi lembaga KPK, seakan selalu menjadi musuh bersama.

BACA JUGA Gimana sih Rasanya Kuliah dan Lulus dari Jurusan yang Katanya “Madesu”? dan tulisan Rofi’i Zuhdi Kurniawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Juli 2020 oleh

Tags: integritaskejujurankpk
Rofii Zuhdi Kurniawan

Rofii Zuhdi Kurniawan

Mahasiswa S2 yang menjalani perjalanan belajar antara Yogyakarta dan Jakarta, sambil mengumpulkan pengalaman dan sudut pandang dari setiap persinggahan.

ArtikelTerkait

Polri Memang Juru Selamat buat Pegawai KPK yang Tersingkir TWK terminal mojok.co

Polri Memang Juru Selamat buat Pegawai KPK yang Tersingkir TWK

30 September 2021
revisi uu kpk

Celaka Betul Kalau Revisi UU KPK Dianggap Upaya Pelemahan

13 September 2019
PGI tes wawasan kebangsaan KPK mojok

Memangnya Ada yang Salah dari PGI Menolak Upaya Pelemahan KPK? Kenapa Diserang?

3 Juni 2021
orde baru jokowi soeharto mojok.co

Jokowi dan Memori Orde Baru yang Masih Membekas

17 September 2019
Kasus Novel Baswedan Memang Bisa Saja Direkayasa MOJOK.CO

Kasus Novel Baswedan Memang Bisa Saja Direkayasa

7 November 2019
kantin

Kantin Kejujuran dan Perilaku Darmaji (Dahar Lima Ngaku Siji)

29 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit Mojok.co

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

18 Mei 2026
Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

18 Mei 2026
5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang kos campur

Pengalaman Hidup di Kos Campur: Sebenarnya Tidak Seburuk Itu, tapi Sebaiknya Memang Jangan Pernah Coba-coba Tinggal

13 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
Checklist Mahasiswa Semester Akhir: Siapkan Semua Berkas Ini Kalau Mau Lulus

5 Sifat Mahasiswa Semester Akhir yang Menjengkelkan, Segera Intropeksi Diri Jika Tidak Ingin Dijauhi Teman

12 Mei 2026
Wahai BKN dan Panitia CPNS, Percuma Ada Masa Sanggah CPNS kalau Tidak Transparan! soal TWK daftar cpns pppk pns cat asn

Terima Kasih untuk Siapa pun yang Mencetuskan dan Melaksanakan Ide CAT CPNS, Tes yang Tak Pandang Bulu, Tak Pandang Siapa Dirimu

13 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.