Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Menghitung Rakaat Salat Adalah Salah Satu Momen Berhitung Paling Sulit di Dunia Ini

Dani Ismantoko oleh Dani Ismantoko
11 Juli 2020
A A
menghitung rakaat salat tarawih aktivis organisasi, kelompok abangan

Kelompok Abangan: Nggak Salat Lima Waktu tapi Nggak Pernah Absen Jumatan, Sedekah, dan Puasa

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi orang Islam, salah satu hikmah Isra Mikraj adalah diberikannya perintah salat. Menurut apa yang pernah saya pelajari, awalnya orang Islam disuruh salat 50 waktu. Dengan berkali-kali protes, setelah Nabi Muhammad diberi saran oleh Nabi Musa, akhirnya menjadi 5 waktu.

Saya kira, orang Islam harus berterima kasih sebanyak-banyaknya kepada Nabi Musa. Minimal membacakan Al-Fatihan untuknya setelah salat. Bayangkan, jika orang Islam salat 50 waktu. Sehari semalam kegiatan orang Islam hanya salat dan wiridan. Mengapa ada wiridanya? Karena biasanya setelah salat, dilanjutkan dengan wiridan. Kalau seperti itu sudah barang tentu kita jadi tidak ada waktu untuk mencari nafkah.

Salat lima waktu ini, di setiap salatnya terdiri dari beberapa rakaat. Aturan patennya, Subuh 2 rakaat, Zuhur 4 rakaat, Asar 4 rakaat, Magrib 3 rakaat, Isya 4 rakaat. Sekali lagi, itu sudah paten. Tidak boleh kreatif mengubah-ubah jumlahnya.

Sangat sedikit bukan jumlah rakaat per salatnya? Kalau salatnya kilat, bahkan hanya 2 menit prosesi salat akan selesai.

Di dalam menjalankan salat ini terkadang ada yang aneh. Kendati hanya sebentar karena jumlah rakaatnya yang sedikit, momen ketika salat ini adalah momen ketika orang Islam justru begitu mudah membayangkan banyak hal. Setelah takbiratul ihram, ada orang yang ingat bahwa esok hari ia akan bersepeda bersama teman-temanya. Seiring berjalannya salat, imajinasi jadi berkembang. Masih tentang sepedaan. Tiba-tiba ia jadi ingat dengan sebuah rasa sebal yang muncul karena di jalan banyak pesepeda yang tidak tertib lalu lintas, kemudian membuat citra para pesepeda jadi buruk. Padahal tidak semua pesepeda tidak tertib lalu lintas. Banyak juga pesepeda yang tetap tertib lalu lintas.

Tidak berhenti sampai di situ. Di rakaat selanjutnya ingat betapa kangennya nonton bioskop, setelah cukup lama tidak nonton karena pandemi. Ingat sound menggelegarnya. Ingat bau popcorn-nya yang memenuhi sebagian besar ruangan di luar studio. Ingat AC-nya yang begitu dingin.

Itu hanya beberapa contoh saja. Yang muncul di pikiran setiap orang tentu saja akan berbeda-beda. Sesuai dengan kondisi dan situasi yang dialami oleh seseorang.

Di sisi lain, bekerjanya imajinasi orang yang salat tersebut justru memunculkan solusi-solusi tertentu. Misalnya, lupa menaruh kunci motor. Ketika salat jadi kepikiran, tadi di mana meletakkan kunci. Kemudian ingat. Setelah salat, ia mengikuti ingatan yang muncul ketika salat. Ternyata ketemu.

Baca Juga:

Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit

Saya Muslim, tapi Saya Enggan Tinggal Dekat Masjid dan Musala

Contoh lain, sedang bingung menentukan judul skripsi. Ketika salat jadi kepikiran judul yang menarik. Selepas salat ia memakai judul yang ditemukannya ketika salat.

Ada satu lagi hal yang lebih aneh dari hal-hal aneh tersebut. Ketika salat, orang yang salat terkadang terjebak pada keadaan di mana ia kesulitan menghitung jumlah rakaatnya. Misalnya, saat salat Isya ia sudah sampai rakaat ketiga. Tiba-tiba bingung. “Ini sudah sampai rakaat keberapa ya? Kedua atau ketiga?” Jujur saja, keadaan semacam itu memang sulit.

Orang bisa saja berhitung satu sampai seratus, mengucapkan dengan lisannya dan tidak pernah salah seumur hidupnya. Saya tidak sangsi dengan hal semacam itu. Tetapi jangan dikira, seumur hidupnya, seseorang yang salat, bisa tidak pernah salah menghitung jumlah rakaat salatnya ketika salat. Kalau ada yang ngaku, bahkan jika itu orang alim sekalipun, bahwa seumur hidup ia tidak pernah teledor menghitung jumlah rakaat salatnya ketika salat, saya tidak percaya.

Orang bisa bilang itu pasti karena tidak khusyuk. Ya, memang karena tidak khusyuk. Permasalahannya seperti ini, bahkan ketika tidak salat saja, saat imajinasi lebih mudah mbleber ke mana-mana, apalagi panca indra kita banyak melakukan kegiatan, kalau tiba-tiba disuruh berhitung satu sampai seratus, tidak salah tuh. Apalagi jumlah rakaat salat yang paling banyak hanya 4. Seharusnya tidak akan mungkin salah bukan? Tetapi nyatanya terkadang tetap saja salah tuh.

Kalau ada saintis yang bisa membedah kasus ini saya akan dengan senang hati menunggu hasil temuannya.

BACA JUGA Kalau Ada Gelar Pak Haji, Kenapa Tidak Ada Gelar Pak Salat, Pak Puasa, atau Pak Zakat? dan tulisan Dani Ismantoko lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 Juli 2020 oleh

Tags: hitungrakaatsalat
Dani Ismantoko

Dani Ismantoko

Kepala madrasah swasta yang aktif mengamati dinamika pendidikan dan kondisi sosial di Indonesia.

ArtikelTerkait

Kasta Sarung Paling Nyaman yang Cocok Dipakai Saat Salat Id Mojok.co

Kasta Sarung Paling Nyaman yang Cocok Dipakai Saat Salat Id

28 Maret 2025
Mukena Travel Dibuat untuk Mempermudah, tapi Endingnya Malah Merepotkan

Mukena Travel Dibuat untuk Mempermudah, tapi Ending-nya Malah Merepotkan

11 September 2024
Nempelin Telapak Kaki Pas Salat Berjamaah Emang Dianjurin, Tapi Ya Nggak Gini Juga Kali

Nempelin Telapak Kaki Pas Salat Berjamaah Emang Dianjurin, Tapi Ya Nggak Gini Juga Kali

30 Oktober 2019
Saya Muslim, tapi Saya Enggan Tinggal Dekat Masjid dan Musala

Saya Muslim, tapi Saya Enggan Tinggal Dekat Masjid dan Musala

10 September 2025
film makmum

Benarkah Film Makmum Membuat Orang Jadi Takut Salat Sendirian?

4 September 2019
Sebagai Muslim, Saya Risau karena Banyaknya Bangunan Masjid mojok.co/terminal

Bukankah Beribadah di Masjid Adalah Hak Segala Usia, Ya?

22 Januari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saatnya Warga Bantul Berbangga dengan Embung Potorono yang Bisa Membuat Warga Sleman Iri

Saatnya Warga Bantul Berbangga dengan Embung Potorono yang Bisa Membuat Warga Sleman Iri

6 Mei 2026
Kampus-Kampus Bangkalan Madura Bakal Jadi "Pabrik" Pengangguran kalau Tidak Mau Berbenah Mojok.co

Kampus di Bangkalan Madura Bakal Jadi “Pabrik” Pengangguran kalau Tidak Serius Berbenah

6 Mei 2026
Bangkalan Madura Nggak Selalu Jelek, Pengalaman Cetak Ulang KTP di Mal Pelayanan Publik Membuktikan Sebaliknya Mojok.co

Urus KTP di Bangkalan Madura Ternyata Tidak Menjengkelkan seperti yang Dikira

5 Mei 2026
Ambigunya Jurusan Agribisnis, Masuk Fakultas Pertanian tapi 80% yang Dipelajari Justru Ilmu Ekonomi jurusan pertanian

5 Alasan Jurusan Pertanian Nggak Akan Pernah Bisa Dihapus, meski Lulusannya Banyak yang Jadi Pegawai Bank

2 Mei 2026
Klaten Tulang Punggung dan Masa Depan Dapur Indonesia

Klaten: Bukan Sekadar Kota untuk Mampir Menikmati Sop Ayam, tapi Tulang Punggung dan “Dapur” Masa Depan Indonesia

1 Mei 2026
Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau Mojok.co

Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau

6 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Buka Usaha di Luar Pulau Jawa Kerap Gagal Bukan karena Klenik “Dikerjain” Akamsi, Ada Faktor Lain yang Lebih Masuk Akal
  • Belajar Bertani dari Dasar, Akhirnya Hidupkan Ketahanan Pangan dari Lahan Kosong di Delanggu Klaten
  • 5 Ciri Orang Toxic yang Wajib di-Cut Off: Teman Manipulatif dan Bodo Amat dengan Kondisi Kita
  • Satu Kos sama Teman NPD alias Narsistik bikin Muak: Pusat Masalah tapi Tak Tahu Diri, Merasa Benar Sendiri dan Ogah Introspeksi
  • 4 Tipe Teman yang Sebaiknya Dilarang Menginap di Kos Kita: dari yang Cuma “Modal Nyawa”, hingga Teman Jorok tapi Tak Sadar Kalau Dia Jorok
  • Ortu Lebih Rela Jual Tanah buat Modal Anak Kerja di Jepang, Rp40 Juta Mending buat LPK ketimbang Rugi Dipakai Kuliah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.