Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Terdakwa Kasus Novel Baswedan Aja Malu Cuma Dituntut 1 Tahun Penjara 

Muhammad Adib Mawardi oleh Muhammad Adib Mawardi
15 Juni 2020
A A
Sarjana Hukum Pasti Hafal Pasal? Sungguh Kesesatan Ekspektasi yang Nyata terminal mojok.co

Sarjana Hukum Pasti Hafal Pasal? Sungguh Kesesatan Ekspektasi yang Nyata terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Warganet banyak yang gerah lantaran kasus penyiraman air keras yang dilakukan dua polisi aktif terhadap salah penyidik KPK Novel Baswedan dianggap tidak ditanggapi serius oleh jaksa penuntut yang mestinya jadi pihak yang ngasih keadilan buat korban. Masak nyiram air keras sampai korbannya jadi cacat permanen, cuma dituntut setahun penjara. Apalagi alasannya lawak banget: tuntutan hukuman rendah karena pelaku tidak sengaja, dianggap kooperatif, dan sudah pelaku sudah minta maaf kepada korban.

Orang dengan IQ dipendem dalam tanah juga ngerti, nggak mungkin lah orang yang telah menyiapkan cairan berbahaya, bikin siasat, dan menunggu waktu paling tepat untuk ngerjain korban, kemudian dapat melancarkan aksinya secara lancar dan sempurna, ddan masih sempat buron tiga tahun pula, bisa dianggap nggak sengaja. Apalagi ini sebenernya nggak sengaja ngebutain mata korban maksudnya. Lah, what do you expect? Dikira nyiram air keras risikonya kayak ngedorong dengkul orang dari belakang? Sengklek bentar, habis itu baik-baik aja?

Terus soal kooperatif. Iya, pas udah ketangkep terus kooperatif ya wajar dong. Udah ketangkep masih banyak cingcong, itu songong namanya. Mestinya yang disebut kooperatif kan kalau para terdakwa langsung menyerahkan diri setelah bikin gara-gara Subuh 11 April 2017 itu. Kalau sampai buron dan bikin heboh satu negara, belum lagi tuduhan pura-pura buta ke Novel, masih dibilang kooperatif, nggak tahu lagi deh harus direspons apa.

Faktor berikutnya yang menjadikan pertimbangan dari jaksa meringankan tuntutan adalah karena jasa-jasa mereka selama menjadi polisi. Emang luar biasa. Luar biasa kebalik otaknya. Jelas-jelas ada anggota mencoreng nama baik institusi dengan melakukan perbuatan kriminal.

Saya jadi mikir, setelah kita pemirsa ngakak gara-gara tuntutan 1 tahun penjara buat Ronny Bugis dan Rahmat Kadir, bukan nggak mungkin terdakwa sendiri juga malu cuma dituntut hukuman segitu. Gimana nggak malu, diketawain satu negara gitu. Lha, untuk kelasnya rakyat jelata aja, menumpahkan air keras pada sesamanya divonis 12 tahun penjara. Masak iya, hukuman untuk pelaku atas sosok yang teramat penting kiprahnya dalam penyidikan kasus-kasus korupsi yang menggurita di negeri ini, dikorting 90 persen?

Pak Jaksa, kami mohon lah, bayangkan kondisi psikologis terdakwa yang Anda ringankan hukumannya itu. Jadi nggak bisa tenang apalagi mampu berbangga diri. Saya saja bisa mendengar jeritan nurani mereka yang yang luar biasa menahan malu dianggap sebagai kriminal kecil-kecilan doang. Padahal, kurang gimana eksposur ketika terdakwa masih buron? Jadi liputan khusus di majalah bergengsi, konpersnya dihadiri wartawan sana-sini.

Kan kalau jadi divonis, katakanlah, 20 tahun penjara, masih ada peluang buat lebih terkenal dan jadi legenda dunia kriminal. Nggak sering kan ada polisi disidang di pengadilan sipil? Kasus percobaan pembunuhan ke penyidik KPK pula. Kalau Truman Capote masih hidup, udah pasti bakal jadi buku.

Jadi gitu deh, Pak Jaksa. Mohon, mohon banget pertimbangkan sisi ini. Sisi keadilan untuk terdakwa yang udah susah-susah bikin rencana dan menyamarkan diri selama tiga tahun. Minimal, apresiasilah usaha mereka dengan ngasih hukuman yang enggak kayak pencuri ayam.

Baca Juga:

Ironi Situbondo: Kotanya Sepi, Bupatinya Jadi Tersangka Korupsi

7 Kota dan Provinsi di Indonesia yang Selalu Apes Dapat Pemimpin Korup Terjerat KPK

Semoga aspirasi saya ini didengar Pak Jaksa yang mbem pipinya dan halus hatinya.

BACA JUGA Yang Ajaib dari Kasus Novel Baswedan: Menunggu Ridho Tuhan sampai Dituduh Rekayasa dan tulisan Muhammad Adib Mawardi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Juni 2020 oleh

Tags: kpkNovel Baswedanpolri
Muhammad Adib Mawardi

Muhammad Adib Mawardi

Pedagang yang suka nulis.

ArtikelTerkait

jaksa hukum novel baswedan mojok.co restorative justice keadilan restoratif

Penjelasan Kenapa Jaksa Tak Memihak Novel Baswedan

16 Juni 2020
Kasus Novel Baswedan Hanyut Terbawa Banjir Jakarta

Kasus Novel Baswedan Hanyut Terbawa Banjir Jakarta

30 Januari 2020
aksi mahasiswa

Aksi Mahasiswa Belum Selesai, Tergantung Sebebal Apa DPR dan Pemerintah

25 September 2019
jadi presiden selama sehari lambang negara jokowi nasionalisme karya anak bangsa jabatan presiden tiga periode sepak bola indonesia piala menpora 2021 iwan bule indonesia jokowi megawati ahok jadi presiden mojok

3 Cara Memupuk Nasionalisme selain Menyanyikan ‘Indonesia Raya’

24 Mei 2021
revisi uu kpk komisi pemberantasan korupsi mojok

Pengalaman Melihat Langsung Iklim Kejujuran di Komisi Pemberantasan Korupsi

15 Juli 2020
kasus suap benih lobster korupsi hukuman ringan mojok

Dari Kasus Suap Benih Lobster, Kita Belajar bahwa Hukum Bisa Didiskon

24 April 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

31 Januari 2026
Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.