Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kursus Singkat Bahasa Turki Biar Bisa Ngucapin Nama ‘Erdoğan’ dengan Benar

Sofi Aditami oleh Sofi Aditami
23 Mei 2020
A A
belajar bahasa turki cara mengucapkan nama erdogan huruf bahasa turki mojok.co

belajar bahasa turki cara mengucapkan nama erdogan huruf bahasa turki mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau kamu masih baca “Erdoğan” dengan pelafalan bahasa Indonesia “Erdo-gan”, berarti saya benar-benar harus memberikan les bahasa Turki secara singkat. Tujuannya agar terlihat seperti mempunyai kemampuan linguistik yang mumpuni dan bisa humble brag dengan berkata “Ummm, wait, it”s not Erdogan, it”s Erdoğan~” saat berbincang tentang berita terkini dari Turki dengan sahabat-sahabatnya Hermione Granger.

Hampir 3 tahun tinggal di Turki membuat saya merasa kredibel men-judge bahasa Turki dengan segala keunikannya, walaupun saya bukan anak bahasa apa lagi sastra, wong bales chat di WhatsApp saja masih sering remedi.

Tapi gapapa ya, hitung-hitung sekalian belajar online bersama dan mungkin nanti bisa berkesempatan belajar langsung ke sini. Di Turki sendiri, alfabetnya menggunakan alfabet (latin) yang seperti sudah kita pelajari di sekolah dasar, hanya saja uniknya ada penghilangan alfabet q, w, dan x pada percakapan sehari-hari, dan penambahan aksara ı, ü, ö dan ç, ş, ğ.

Yuk, kita simak satu-satu pembahasannya:

I atau ı (i tanpa tanda titik di atasnya)

“ı” dibaca seperti pada huruf “e” atau ditulis dengan diakritik (ê) yang dilafalkan [ə] misalnya pada kata “keluar” dalam logat bahasa Indonesia standar nasional pada umumnya. Sementara huruf “e” biasa, dibaca sama seperti ketika melafalkan “e” atau berdiakritik (é) yang dilafalkan [e] pada kata “enak” seperti pada kalimat “Kok enak, kok nyaman, kok ditinggal~”.

Ü atau ü

Huruf ini tidak akan ditemukan penggunaannya pada kata di bahasa Indonesia. Cara pengucapan “ü” adalah dengan membaca huruf latin “u” dengan bibir kebih bulat dan dengan lidah bagian depan menempel pada gigi bagian bawah dan lidah bagian tengah menempel di langit-langit atas rongga mulut. Gampangnya, bayangkan ketika kalian melafalkan bunyi “yu” bulat namun tertahan lidah seperti saat mau muntah mendengar “Cuma kamu satu-satunya…,” satu dari beberapa gombalan mas-mas fakboi, hehe. Silakan coba tutorial ini di rumah dan pastikan sewajarnya saja karena pasti kalian tidak mau dikira sedang gimmick muntah untuk batal puasa.

Ö atau ö

Siap lagi ya? Sip, tarik nafas dulu. “Ö” atau “ö” dibaca dengan mulut yang juga lebih bulat daripada melafalkan huruf “o” dan diucapkan dengan ujung lidah menyentuh langit langit. Nah, “Ö” juga tidak akan ditemukan pada kosakata bahasa indonesia. “Ö” bisa dibaca seperti saat kamu melafalkan “o” bulat bercampur dengan “u” bulat.

Pasti kalian bertanya-tanya apa kalau mau ngomong satu kalimat yang ada kata-kata mengandung “ü” atau “ö” nya harus dibaca secara sempurna? Jawabannya ada di ujung langit sana. Hah jayus. Menurut saya, bahasa apa pun akan lebih gampang dimengerti saat ada konteks dan kalimatnya. Seperti saat kamu berbicara menggunakan bahasa Inggris, asal orang paham dengan apa yang dibicarakan ya pasti sama-sama ada mutual understanding. Tapi tidak semudah itu, Ferguso, hehehe. Sebuah plot twist seperti di drama-drama Korea yang ada pelakor-pelakornya memang. Masyarakat asli sini nggak akan mengerti kalau kamu salah mengucapkan ü dan u atau o dan ö.

Baca Juga:

5 Kampus Bahasa Asing Terbaik di Indonesia yang Bisa Jadi Pilihan Lanjut Studi

Betapa Berat Tinggal di Turki dan Belum Menguasai Bahasanya. Untung Ada Mahasiswa Internasional yang Membantu

Di samping betah karena tinggal di negaranya yang sangat indah ini, masyarakat Turki juga sangat mencintai identitas dan atribut negara, termasuk bahasanya. Tidak banyak yang mau dan bisa belajar bahasa lain, termasuk bahasa Inggris yang kita gadang-gadang sebagai bahasa interasional dan bisa dipakai di mana saja.

Selain karena pengucapan dan struktur atau SPOK-nya bahasa Turki agak ribet dan literally benar-benar terbalik dengan SPOK-nya bahasa Inggris, menurut pengamatan saya—yang lagi-lagi merasa kredibel men-judge cara hidup orang lain—masyarakat Turki tidak punya banyak pilihan untuk meng-explore keberagaman bahasa baik melalui media massa, pendidikan formal atau kegiatan hiburan seperti lagu-lagu dan acara televisi dalam bahasa lain. Mungkin nanti saya akan mencoba menjadi pribadi julid dan menulis artikel lain tentang ini.

Lanjut.

C atau c, dan Ç atau ç

Ada yang unik dari huruf “C/c” dan “Ç/ç” di Turki. Di sini, “c” akan dibaca sebagai “j”. Ya benar, misal kata “cendol dawet” akan dilafalkan menjadi “jendol dawet”, sementara huruf “ç” akan dibaca sebagai “c” pada huruf latin pada umumnya di bahasa Indonesia.

Bahasa Turki sebenarnya berakar dari serapan bahasa Arab, jadi tidak heran banyak teman-teman yang pernah belajar atau yang berasal dari negara berbahasa arab akan lebih sedikit familier saat belajar bahasa Turki. “Ş/ş” bisa dilafalkan sebagai “sye” seperti melafalkan huruf shad (ص) atau “s” dengan ekstra s dan y dibelakangnya dan dibaca dengan tebal.

Ğ atau ğ, seperti dalam nama “Erdoğan”

Buat yang sudah penasaran, “Erdoğan” akan dibaca “Erdoan” (g-nya tidak dibaca atau hilang).

“Ğ/ğ” dalam “Ğ/ğ” ini bernama yumuşak g, atau g yang lembut/lemah dan umumnya tidak terbaca. Mungkin ini bisa buat topik sambat ke doi buat jadi kode, kamu bisa bilang “Apa sih arti dari hadirnya huruf ğ yang nyatanya tak terlihat dan tak dianggap ini, Beb?” (Beb dari kata: beb-as aja karena belum ada apa-apa.)

Info tambahan

Huruf “v” pada lafal orang Turki akan dibaca seperti huruf “w” pada alfabet latin. “Vakıt” (artinya: ‘waktu’) akan dibaca “waket”, tentu dengan “ı” yang dibaca seperti huruf “e” tadi. Hmmm, masak iya harus diulang lagi? Tolong, jangan bikin puasa saya batal.

Sebaliknya, saya kasih PR saja untuk bisa baca dua kata ini, biar bisa pamer kalau sudah pernah belajar bahasa Turki, atau bisa untuk penutup obrolan sama bule Turki sambil saya pamit undur diri. Teşekkürler (artinya: terima kasih) dan görüşürüz (artinya: sampai bertemu kembali).

BACA JUGA Do’s and Don’ts Ketika Belajar Bahasa Inggris

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 Mei 2020 oleh

Tags: bahasa asingbahasa turki
Sofi Aditami

Sofi Aditami

Seorang perempuan yang sedang dalam agunan. Sedang menempuh studi di Istanbul, Turki. Sila kunjungi aditami.wordpress.com.

ArtikelTerkait

Betapa Berat Tinggal di Turki dan Belum Menguasai Bahasanya. Untung Banyak Mahasiswa Internasional yang Membantu Mojok.co

Betapa Berat Tinggal di Turki dan Belum Menguasai Bahasanya. Untung Ada Mahasiswa Internasional yang Membantu

3 November 2024
Bahasa Inggris Menjadi Anak Tiri, Bahasa Arab Tabungan Akhirat (Unsplash)

Standar Ganda Masyarakat di Desa Terhadap Pelajar Bahasa Arab dan Bahasa Inggris

13 Oktober 2023
Duolingo vs Memrise: Aplikasi Mana yang Cocok buat Belajar Bahasa Asing? terminal mojok.co

Duolingo vs Memrise: Aplikasi Mana yang Cocok buat Belajar Bahasa Asing?

1 Agustus 2021
Suka Duka Menjadi Lulusan Jurusan Sastra Jepang terminal mojok

Suka Duka Menjadi Mahasiswa dan Setelah Lulus dari Jurusan Sastra Jepang

7 Agustus 2021
Duolingo, Aplikasi Belajar Bahasa Asing yang Cocok untuk Kaum Mageran dan Ogah Ribet

Duolingo, Aplikasi Belajar Bahasa Asing yang Cocok untuk Kaum Mageran dan Ogah Ribet

29 Agustus 2023
5 Kampus Bahasa Asing Terbaik di Indonesia yang Bisa Jadi Pilihan Lanjut Studi

5 Kampus Bahasa Asing Terbaik di Indonesia yang Bisa Jadi Pilihan Lanjut Studi

28 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil Mojok.co

Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil

7 Februari 2026
Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat
  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.