Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Dilema Perempuan Ketika Menentukan Target Khataman Alquran di Bulan Ramadan

Annatiqo Laduniyah oleh Annatiqo Laduniyah
17 Mei 2020
A A
Lebaran Tahun Ini: Meski Raga Tak Bersama, Silaturahmi Tetap Harus Terjaga Berlutut dan Pakai Bahasa Jawa Kromo Adalah The Real Sungkeman saat Lebaran Selain Hati, Alam Juga Harus Kembali Fitrah di Hari yang Fitri Nanti Starter Pack Kue dan Jajanan saat Lebaran di Meja Tamu Mengenang Keseruan Silaturahmi Lebaran demi Mendapat Selembar Uang Baru Pasta Gigi Siwak: Antara Sunnah Nabi Atau Komoditas Agama (Lagi) Dilema Perempuan Ketika Menentukan Target Khataman Alquran di Bulan Ramadan Suka Duka Menjalani Ramadan Tersepi yang Jatuh di Tahun Ini Melewati Ramadan dengan Jadi Anak Satu-satunya di Rumah Saat Pandemi Memang Berat Belajar Gaya Hidup Eco-Ramadan dan Menghitung Pengeluaran yang Dibutuhkan Anak-anak yang Rame di Masjid Saat Tarawih Itu Nggak Nakal, Cuma Lagi Perform Aja Fenomena Pindah-pindah Masjid Saat Buka Puasa dan Salat Tarawih Berjamaah 5 Aktivitas yang Bisa Jadi Ramadan Goals Kamu (Selain Tidur) Nanti Kita Cerita tentang Pesantren Kilat Hari Ini Sejak Kapan sih Istilah Ngabuburit Jadi Tren Ketika Ramadan? Kata Siapa Nggak Ada Pasar Ramadan Tahun Ini? Buat yang Ngotot Tarawih Rame-rame di Masjid, Apa Susahnya sih Salat di Rumah? Hukum Prank dalam Islam Sudah Sering Dijelaskan, Mungkin Mereka Lupa Buat Apa Sahur on the Road kalau Malah Nyusahin Orang? Bagi-bagi Takjil tapi Minim Plastik? Bisa Banget, kok! Nikah di Usia 12 Tahun demi Cegah Zina Itu Ramashok! Mending Puasa Aja! Mengenang Kembali Teror Komik Siksa Neraka yang Bikin Trauma Keluh Kesah Siklus Menstruasi “Buka Tutup” Ketika Ramadan Angsle: Menu Takjil yang Nggak Kalah Enak dari Kolak Nanjak Ambeng: Tradisi Buka Bersama ala Desa Pesisir Utara Lamongan
Share on FacebookShare on Twitter

Ketika bulan Ramadan, tadarus Alquran menjadi ibadah yang sangat dianjurkan. Toa di setiap masjid dan musala senantiasa saling sahut-menyahut melantunkan ayat suci Alquran. Yah, walaupun tahun ini banyak yang absen juga, sih. Tapi ibadah tadarus Alquran itu sendiri masih masih selalu diupayakan di rumah-rumah. Tentu banyak yang berlomba-lomba tadarus untuk bisa khataman Alquran di bulan Ramadan, bulannya Alquran. Sebagaimana sebuah hadis yang diriwayatkan Tirmidzi:

“Siapa yang membaca satu huruf dari Alquran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipat gandakan menjadi 10 kebaikan. Semisalnya dan aku tidak mengatakan “alif lam mim” satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf, dan Miim satu huruf” (HR Tirmidzi dan disahihkan di dalam kitab Shahih Al-Jami’, no. 6469).

ADVERTISEMENT

Hadis tersebut sangat cukup menggerakkan umat muslim untuk banyak-banyak bertadarus dan menghabiskan waktu lebih sering dengan Alquran. Belum lagi ditambah dengan ceramah-ceramah para ulama dan ustaz yang berbicara tentang pahala dan keutamaan mengkhatamkan Alquran di bulan Ramadan. Hal tersebut cukup menjadikan khataman Alquran dalam bulan Ramadan merupakan suatu dambaan.

Sayangnya bagi sebagian perempuan, hal tersebut menyebabkan keresahan tersendiri. Bagi perempuan yang masih dalam masa subur, siklus haid yang rutin minimal sekali dalam sebulan ini membuat mereka harus berpikir ulang. Bagaimana caranya agar bisa khatam Alquran selama bulan Ramadan ini?

Mungkin, bagi orang-orang yang telah terbiasa dalam mengeja bahasa Arab, hal ini tidak menjadi persoalan besar. Dua juz dalam sehari bahkan tidak akan terasa. Namun bagi mereka yang hanya bisa maksimal membaca satu juz dalam sehari, khatam Alquran dalam sebulan akan menjadi perjuangan yang tentu sulit. Selain itu, lingkungan juga pasti sangat memengaruhi kegiatan ibadah kita di bulan Ramadan.

Persoalan seperti ini yang juga hampir selalu saya alami setiap tahunnya. Sejak lulus dari pesantren, mengkhatamkan Alquran sekali di bulan Ramadan merupakan suatu kemewahan sekaligus perjuangan tersendiri. Lingkungan dan kegiatan sehari-hari yang berbeda dengan sewaktu di pesantren dulu, benar saja cukup menyita waktu. Yah, walaupun hal tersebut juga sebenarnya nggak bisa dijadikan alasan yang tepat, sih.

Pernah saya memperkirakan jadwal haid ketika bulan Ramadan. Ketika itu, jadwal haid jatuh di minggu pertama bulan Ramadan. Setelahnya, saya berusaha ngebut tadarus membaca Alquran, berusaha bisa khatam tepat waktu. Paling tidak bisa khatam sekali selama bulan Ramadan. Namun lagi-lagi realita mematahkan, minggu terakhir di bulan Ramadan tamu itu datang lagi. Alhasil, pupuslah harapan khataman Alquran di bulan Ramadan.

Dan begitulah, siklus haid yang tidak terprediksi juga menyebabkan keresahan perempuan semakin bertambah. Kodrat perempuan yang seharusnya disyukuri, terkadang berubah menjadi objek makian kepada diri sendiri. Astaghfirullah, padahal kan nggak boleh kayak gini.

Baca Juga:

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu

Hingga pernah saya berpikir, apa memang sesulit ini perjuangan untuk bisa khataman Alquran ketika bulan Ramadan bagi perempuan? Yang kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan lain, memang sebenarnya tadarus membaca Alquran itu harusnya bagaimana, toh? Apa banyaknya jumlah khataman ketika bulan Ramadan bisa menjadi tolok ukur Ramadan Goals, gitu?

Kemudian jawaban itu datang dari sebuah channel YouTube Mbak Nana. Iya. Konten Ramadan di channel YouTube bersama abinya, Prof. Quraish Shihab. Salah satu kontennya yang berjudul, Tadarus: Berlomba Khatam atau Baca Sedikit tapi Paham. Mana Lebih Baik? cukup memberikan penjelasan tentang keresahan ini.

Prof. Quraish Shihab menjelaskan bahwa tadarus berasal dari kata darasah, dalam bahasa Arab yang artinya berulang-ulang atau lapuk. Lapuk juga ada kaitannya dengan berulang-ulang, berulang-ulang ditempa matahari sehingga dia menjadi lapuk.

Tadarus artinya mempelajari Alquran secara berulang-ulang dan dilakukan bersama orang lain, jadi bukan sendiri. Karena tadarus menunjukkan keterlibatan dua pihak, jika kata darasah biasa menunjuk satu orang, maka tadarus menunjukkan dua orang saling belajar dan mengulang-ulang sampai paham.

Prof. Quraish Shibah mencontohnya jikalau dua orang belajar atau tadarus 10 ayat dalam satu hari atau satu bulan itu lebih baik daripada orang yang khatam Alquran tanpa dia paham. Boleh jadi apa yang dilakukan selama ini, membaca saja tanpa memahami, meskipun merupakan hal baik, tetapi bukan itu yang dimaksud dengan tadarus.

Menurut beliau, Alquran itu seperti alam raya. Alam raya dari dulu sama, bumi dari dulu sama tetapi rahasianya bisa bermacam-macam diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang mempelajarinya. Sehingga bisa ada rahasia baru yang orang lain belum tahu, begitu juga Alquran, dan seperti itulah tadarus.

Tentu kita tidak perlu merasa dinomorduakan hanya karena kodrat yang dialami perempuan. Kita bisa lebih baik dari sekadar khatam Alquran selama bulan Ramadan. Yakni dengan memanfaatkan hari-hari suci kita dengan mengulang satu ayat ke ayat yang lainnya, tentu disertai pemahaman terhadap ayat tersebut.

Tidak khatam Alquran di bulan Ramadan bukanlah menjadi masalah jika kita paham benar arti tadarus Alquran itu sendiri. Toh, Alquran tentu tidak memberi syafaatnya hanya untuk orang-orang yang khatam paling banyak, bukan?

BACA JUGA Esai-esai Terminal Ramadan Mojok lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 Mei 2020 oleh

Tags: Khataman AlquranPerempuanTerminal Ramadan
Annatiqo Laduniyah

Annatiqo Laduniyah

ArtikelTerkait

Jangan Masuk Jurusan Teknik Mesin jika Tidak Siap dengan Hal Ini terminal mojok

Stereotip Keliru tentang Perempuan yang Kuliah di Jurusan Teknik Mesin

29 September 2021
4 Hal yang Sebaiknya Dipertimbangkan Perempuan sebelum Memutuskan Tinggal di Kos Campur Mojok.co

4 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Perempuan Sebelum Tinggal di Kos Campur

8 April 2025
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah

4 Mei 2020
Viral Konten TikTok Ibu Kasih Bayi Kopi Good Day, Bukti Jadi Ibu Rumah Tangga Tetap Harus Berpendidikan Tinggi Terminal Mojok

Viral Konten TikTok Ibu Kasih Bayi Kopi Good Day, Bukti Jadi Ibu Rumah Tangga Tetap Harus Berpendidikan Tinggi

24 Januari 2023
Memangnya Perempuan yang Kita Anggap Good Looking Tak Boleh Mengeluh? mojok.co/terminal

Memangnya Perempuan yang Kita Anggap Good Looking Tak Boleh Mengeluh?

10 Maret 2021
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan?

14 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

10 Agustus 2026
3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya Mojok.co

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

6 Agustus 2026
5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia saja Mojok.co

5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia aja, nggak usah jauh-jauh ke luar negeri

10 Agustus 2026
Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur Mojok.co

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur

8 Agustus 2026
Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

9 Agustus 2026
Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

9 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.