Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Mengenang Asyiknya Tarawih dari Satu Masjid ke Masjid Lainnya

Munawir Mandjo oleh Munawir Mandjo
15 Mei 2020
A A
Menyoal Larangan Tidur di Atas Karpet Masjid, tarawih
Share on FacebookShare on Twitter

Ingat sekali ramadan tahun lalu, untuk menghilangkan rasa jenuh saat melaksanakan tarawih selama sebulan, saya pindah dari satu masjid ke masjid lainnya.

Nggak sombong yah, tapi memang saya akui, saya termasuk orang yang rajin melaksanakan salat sunah yang hanya dikerjakan saat ramadan ini. Biasanya selama ramadan, hanya dua tiga kali salat tarawih yang saya lewatkan, bahkan pernah hanya sekali malah, alias hampir mencapai titik kesempurnaan.

ADVERTISEMENT

Di hari pertama, biasanya saya memilih tarawih di musala dekat rumah. Seperti musala dan masjid pada galibnya, di awal ramadan jumlah saf bisa terisi penuh. Pada kondisi demikian, untuk ukuran musala yang hanya dilengkapi dengan beberapa buah kipas angin, dan sedikit bantuan pendingin alami yang lolos lewat celah jendelah, sudah bisa dipastikan gerahnya minta ampun.

Namun, walaupun demikian, nggak pernah kendor semangat saya untuk melaksanakan tarawih hingga beberapa hari ke depannya. Selain alasan meramaikan, musala dekat rumah juga selalu sepi dari penceramah, jadi nggak perlu waktu sejam untuk menyelesaikan seluruh rentetan ibadah hingga usai. Tergolong cepat bukan? Hehehe~

Biasanya setelah memasuki malam keempat atau kelima, saya baru akan pindah ke masjid lain untuk merasakan suasana berbeda. Yang menarik, biasanya setiap masjid memiliki kesan yang beragam; baik dari segi interior bangunan, atmosfer lingkungan, pengisi ceramah ataupun kualitas imamnya.

Banyak masjid yang saya temui misalkan, ceramahnya dilaksanakan sebelum tarawih, namun ada juga satu dua masjid yang ceramahnya dilaksanakan setelah salat tarawih rampung. Jika berdasarkan literatur dari hasil penelusuran gugel, keduanya sih sah-sah saja, selama isi ceramahnya nggak terlalu panjang, sehingga nggak membebani jamaah lain yang belum siap menerima ceramah, khususnya bagi jamaah yang sudah lanjut usia.

Nah, selain penempatan ceramah yang berbeda, yang paling saya senangi, ketika menemukan masjid yang imamnya selalu menggunakan bacaan pendek dengan fasih sesuai makhrajnya, apalagi jika dilengkapi dengan lantunan suara yang merdu, kadang saya merasa salat saya khusyuk betul, sampe-sampe nggak kerasa tarawihnya sudah usai. Namun, nggak jarang juga saya temui masjid yang imamnya selalu menggunakan bacaan panjang, tapi itu nggak masalah sih bagi saya, selama interior dan suasana masjidnya mendukung.

Saya pernah mendapatkan masjid yang kondisinya serupa. Interior dan suasananya nyaman betul; kaligrafi yang presisi, dinding keramik yang kinclong, karpet yang lembut, dilengkapi pendingin udara, serta aroma pengharum ruangan yang otomatis keluar setiap menitnya. Tentu kenyamanan yang paripurna semacam itu, mengalahkan segala keletihan dan kantuk yang melanda akibat ceramah atau bacaan salat yang kelewat panjang. Hehehe ~

Baca Juga:

Ternyata Bulan Puasa dan Lebaran Tidak Lagi Sama Setelah Orang Tersayang Tiada, Tradisi Banyak Berubah dan Jadi Nggak Spesial

9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli

Nah, yang berbeda lagi sejak setahun terakhir ini, ketika saya mulai bekerja di Lembaga Pemasyarakatan. Masjid kantor pun menjadi salah satu pilihan untuk melaksanakan tarawih. Pasalnya, saat bulan Ramadan, seluruh pegawai staf akan dibagi ke dalam beberapa kelompok, dengan shift yang berbeda tiap malamnya.

Biasanya sebelum salat Isya dimulai, kelompok yang bertugas, memiliki kewajiban berkeliling ke kamar napi untuk mengajak mereka salat berjamaah, karena nggak sedikit napi loh yang bikin alasan macam-macam agar bisa meninggalkan salat; sakit perut lah, sakit gigi lah, pusing, atau bahkan buang hajat berlama-lama. Walaupun kadang kami kesal juga sih melihat gelagat mereka, tapi kami hanya bisa ber(((sabar))).

Mungkin di antara pembaca ada yang ngomong “Yah,eelaaahh, kasih bogem mentah aja tuh,” hehehe, sabar~, sabar~.Itu sudah nggak jamannya lagi mylov, malahan kami yang bisa ditegur atasan jika bertindak seperti itu, walaupun misalnya kami bisa, yah, nggak akan kami lakukan di hadapan mereka, karena tingkat solidaritas mereka udah kayak prangko, bisa-bisa kami yang habis digebukin rame-rame.

Namun, jika sudah kelewat batas, paling nggak, kami akan mengambil langkah tegas dengan memasukkan mereka ke ruang isolasi, yang berukuran panjang-lebar dua kali rentangan tangan orang dewasa (Silakan dibayangkan), serta dilengkapi bau menyengat dari aroma pesing dan kotoran yang nggak disiram tuntas. Ruangan ini memang di khususkan bagi napi yang melanggar aturan atau yang menolak mengikuti proses pembinaan selama berada di lapas.

Balik ke pelaksanaan salat di kantor. Seperti tarawih di masjid lainnya, tarawih di masjid kantor pun punya kesan berbeda, biasanya setelah salat Isya dan tukang ceramah sudah mengambil ancang-ancang di atas mimbar, saya bersama rekan kelompok pengawas tarawih, keluar dan berkeliling ke dalam area blok untuk melakukan kontrol, karena dalam kondisi demikian, biasanya sangat rawan digunakan oleh napi untuk kabur.

Nah, Jika sudah tuntas. Saya biasanya kembali ke masjid dan duduk bersandar di dekat ambang pintu. Sambil mendengarkan ceramah, saya mengawasi napi yang keluar masuk, sembari menanyakan alasan mereka keluar. Paling mereka menjawab; “pengen pipis pak ~,” atau “buang hajat, komandan ~,” atau “ambil air wudhu boss~,soalnya anginnya lolos,hehehe,” meskipun saya tahu, kadang itu hanya akalan-akalan mereka untuk menghilangkan rasa jenuhnya selama di dalam masjid.

Memang, jika dibandingkan dengan masjid lain, salat di masjid kantor tergolong cukup lama, biasanya dipengaruhi oleh durasi ceramah yang cukup panjang sehingga, saya hanya memilih datang saat giliran jadwal pengawas tarawih. Meskipun demikian, salat di masjid kantor pun cukup mengasyikkan, karena seru saja melihat napi bersorak ketika penceramah membawakan materinya dengan gaya yang jenaka. Hmm~

Nah, tentu keasyikan-keasyikan tarawih di berbagai masjid nggak akan mungkin saya rasakan tahun ini, karena corona segala aktivitas harus dikerjakan di rumah. Meskipun jika boleh jujur, karena kebiasaan tarawih di masjid, membuat saya merasa kurang nyaman melaksanakannya di rumah, tapi apa boleh buat, setidaknya saya bisa melaksanakan tarawih tanpa perlu bersusah payah memanjat pagar rumah. hehehe~

BACA JUGA 3 Masjid di Ciputat yang Tarawihnya Nggak Biasa atau tulisan Munawir Mandjo lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Mei 2020 oleh

Tags: Masjidtarawih
Munawir Mandjo

Munawir Mandjo

Aparatur Sipir Negara

ArtikelTerkait

5 Tips KKN di Demak dari Pemuda Setempat (Unsplash)

Sisi Lain Demak, Kota yang Telanjur Lekat dengan Masjid dan Makam

11 Agustus 2023
mungkin memang sudah sebaiknya kita berhenti berinfak di masjid mojok.co

Mungkin Memang Sebaiknya Kita Berhenti Berinfak di Masjid

5 September 2020
5 Rekomendasi Masjid di Sekitar Kota Bogor yang Jadi Destinasi Wisata Religi

5 Rekomendasi Masjid di Sekitar Kota Bogor yang Jadi Destinasi Wisata Religi

22 April 2022
Mempertanyakan Tarawih Beramplop di Sumenep, Sebuah Usaha Meramaikan Masjid atau "Memelihara" Kemiskinan?

Mempertanyakan Tarawih Beramplop di Sumenep, Sebuah Usaha Meramaikan Masjid atau “Memelihara” Kemiskinan?

5 Maret 2025
Kepada Pencuri Sandal: Masjid Itu Tempat Ibadah, Bukan Sasaran Empuk Nyolong Sandal Mojok.co

Kepada Pencuri Sandal: Masjid Itu Tempat Ibadah, Bukan Sasaran Empuk Nyolong Sandal

6 Desember 2023
Pemda Hobi Bangun Masjid, Demi Amankan Suara Mayoritas Terminal Mojok

Pemda Hobi Bangun Masjid, Demi Amankan Suara Mayoritas? 

7 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026
Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

9 Agustus 2026
Kawasan Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

Jangan ke Surabaya Utara saat siang hari, jalannya bikin emosi, panasnya nggak masuk akal!

10 Agustus 2026
Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi S1

Bukan karena jenius, tapi kuliah S2 memang jauh lebih gampang ketimbang S1

8 Agustus 2026
Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma Mojok.co

Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.