Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Magelang daerahnya nyaman, tapi nggak cocok untuk mahasiswa

Arsya Listya Eka Pramudita oleh Arsya Listya Eka Pramudita
24 Agustus 2026
A A
Magelang daerahnya nyaman, tapi nggak cocok untuk mahasiswa Mojok.co

Magelang daerahnya nyaman, tapi nggak cocok untuk mahasiswa (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya adalah mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) di Magelang. Lebih tepatnya di jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Saya merantau dari Klaten ke Magelang sejak Agustus 2024. 

Selama 2 tahun tinggal di Magelang, saya merasa kalau kota sejuta bunga ini sangat nyaman. Suasananya santai, tidak terlalu ramai. Jalanannya pun lenggang, selama tinggal di Magelang, saya tidak pernah mengalami kemacetan.

ADVERTISEMENT

Udara di Magelang bisa dibilang pas, tidak terlalu panas atau dingin. Ketika siang hari tidak merasa gerah begitu malam hari tidak terasa kedinginan.

Kehidupan malamnya cepat selesai

Setiap memasuki jam 10 malam Kota Magelang terasa sepi. Jarang sekali terdapat aktivitas warga di luar. Jalanan mulai kosong dan sunyi. 

Titik yang masih ramai biasanya hanya coffee shop. Atau tempat nongkrong 24 jam. Sementara ruang publik lainnya mulai terasa gelap.

Alun-alun sudah mulai sepi. Angkringan di sekitar alun-alun sudah mulai tutup. Mayoritas pedagang di jam 10 malam sudah beres-beres untuk pulang.

Tempat mengerjakan tugas dan nongkrong jarang yang masih buka. Pilihan untuk para mahasiswa hanya sedikit. Sejauh ini saya menemui 6 lokasi yang bisa dibilang cocok untuk mengerjakan tugas atau nongkrong. Ada Kopi Kenangan, Suhka Coffee, Coffee Pop, Tomoro Coffee, dan Serikat Coffee. 

Kondisi ini sangat berbeda jika dibandingkan Jogja. Di Jogja ada kawasan Seturan, Taman Siswa, dan Tugu Jogja. Di sana aktivitas terus berjalan hingga subuh.

Baca Juga:

Klaten yang dahulu bukanlah yang sekarang, kini semakin hidup dan berkembang

Jatinom, sebuah tempat rahasia yang akan membuatmu jatuh cinta berkali-kali sama Klaten

Fasilitas untuk mahasiswa kurang mendukung

Magelang saat ini tidak memiliki stasiun kereta yang dapat menghubungkan antar kota. Dahulu Magelang punya stasiun kereta. Namun, pada tanggal 5 Maret 1975 operasional stasiun resmi dihentikan total.

Hal ini terjadi karena kerusakan jalur rel akibat aktivitas vulkanik Merapi. Selain itu, juga karena sepinya penumpang. Sebab dulu belum banyak kampus dan mahasiswa.

ADVERTISEMENT

Kondisi tersebut membuat mahasiswa rantau kesulitan. Pilihan transportasi umum jarak jauh terbatas. Hanya bus yang menjadi pilihan utama.

Masalahnya tidak semua orang nyaman perjalanan jauh dengan bus. Jika ingin naik kereta api harus pergi ke Jogja atau Semarang dulu.

Selain itu, opsi tempat belajar atau working space kurang. Mengerjakan tugas di area kampus terasa bosan. Perpustakaan kota hanya beroperasional dari jam 07.30 sampai 16.00 WIB. Padahal mahasiswa masih berkuliah dari pagi hingga sore.

Akhirnya opsi lain hanya berpindah ke coffee shop. Mencari tempat nongkrong yang memang WFC friendly.

Harapan ke depan untuk Magelang

Magelang sendiri memiliki potensi menjadi kota mahasiswa. Perguruan tinggi di Magelang cukup banyak. Ada Universitas Tidar Magelang, Universitas Muhammadiyah Magelang, Akademi Teknik Tirta Wiyata, Poltekkes Kemenkes Semarang Prodi Kebidanan, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang, serta STMIK Bina Patria Magelang.

Itu mengapa, Magelang harus mulai memperhatikan dan mengembangkan infrastruktur pendukung mahasiswa. Mulai dari penyediaan transportasi umum antarkota, menambah working space, serta mempertahankan kondisi kota yang saat ini sudah cukup nyaman.

Penulis: Arsya Listya Eka Pramudita
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Klaten yang dahulu bukanlah yang sekarang, kini semakin hidup dan berkembang.

ADVERTISEMENT

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Agustus 2026 oleh

Tags: magelanguniversitas tidar magelanguntidar
Arsya Listya Eka Pramudita

Arsya Listya Eka Pramudita

Mahasiswa Untidar jurusan Ilmu Komunikasi.

ArtikelTerkait

Kecap Manis Legendaris Asal Jawa Tengah yang Wajib Dicoba Minimal Sekali Seumur Hidup

Kecap Manis Legendaris Asal Jawa Tengah yang Wajib Dicoba Minimal Sekali Seumur Hidup

28 Desember 2023
Daripada Bikin Malioboro, Ada Baiknya Magelang Fokus Wisata Seribu Candi Saja

Seni Mengenal Magelang untuk Pemula agar Tak Merasakan Culture Shock

6 Maret 2023
Perayaan Waisak di Borobudur: Momen Sakral yang Bawa Berkah bagi Warga Magelang

Perayaan Waisak di Borobudur: Momen Sakral yang Bawa Berkah bagi Warga Magelang

31 Mei 2026
3 Tempat Wisata Magelang yang Belum Tentu Cocok Dikunjungi Semua Orang

3 Tempat Wisata Magelang yang Belum Tentu Cocok Dikunjungi Semua Orang

17 April 2025
3 Makanan Tradisional yang Hampir Dilupakan Warga Magelang

3 Makanan Tradisional yang Hampir Dilupakan Warga Magelang

2 Maret 2025
4 Orang yang Nggak Cocok Tinggal di Magelang, Pikir Ulang sebelum Pindah ke Sini

4 Orang yang Nggak Cocok Tinggal di Magelang, Pikir Ulang sebelum Pindah ke Sini

11 Mei 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima Mojok.co

Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima

18 Agustus 2026
Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah miskin, saya begitu benci dengan keadaan itu, dan tak pernah ingin jadi miskin lagi

23 Agustus 2026
Hal-hal yang bisa dilakukan di Kopdes Merah Putih selain belanja Mojok.co

Hal-hal yang bisa dilakukan di Kopdes Merah Putih selain belanja

23 Agustus 2026
Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat stres untuk wargi Jogja

Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat mujarab buat wargi Jogja yang stres karena padatnya jalanan

19 Agustus 2026
Gara-gara industri, matcha kini jadi overrated (Unsplash)

Matcha layak dicintai, hanya saja industri membuatnya jadi overrated

23 Agustus 2026
Kaza Mal Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi Mojok.co

Kaza Mall Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi

19 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.