Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Alasan saya suka curhat ke AI, nyaman karena tidak dihakimi dan tidak menambah beban hidup orang lain

IK Balyanda Akmal oleh IK Balyanda Akmal
11 Agustus 2026
A A
Alasan saya suka curhat ke AI, nyaman karena tidak dihakimi dan tidak menambah beban hidup orang lain Mojok.co

Alasan saya suka curhat ke AI, nyaman karena tidak dihakimi dan tidak menambah beban hidup orang lain (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalian juga suka curhat ke AI?

Ada fenomena baru yang akhir-akhir ini semakin sering saya temui. Seiring dengan perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI), kini semakin banyak orang curhat ke AI. Dan, saya salah satunya. 

ADVERTISEMENT

Bukan menanyakan atau curhat hal-hal berat, banyak orang curhat ke AI untuk persoalan sepele. Misal, soal gaji yang habis sebelum akhir bulan padahal ngerasa nggak boros-boros amat. Ada juga yang curhat soal capek kerja, tapi takut dibilang nggak bersyukur kalau resign. Overthinking habis nge-like story mantan pun ikut diceritakan.  

Ini bukan berarti mereka yang curhat ke berbagai macam platform Artificial Intelligence itu nggak punya teman ya. Teman ada kok, tapi entah kenapa, ada saatnya curhat ke AI terasa lebih nyaman dan mudah daripada ke manusia. 

AI karena tidak menghakimi

Alasan yang terlintas kalau ditanya kenapa saya nyaman curhat persoalan sepele ke AI ya karena nggak nge-judge atau menghakimi. Mau ceritanya sepele seperti apa, AI tidak punya raut muka yang tiba-tiba berubah. Dan, mesin satu ini tidak punya respons berlebihan yang bikin orang yang curhat jadi canggung. 

Saya juga merasa aman karena curhat ke AI berarti tidak ada risiko cerita ini berlanjut ke circle lain. Mesin satu ini cuma nyimak, terus memberi respons yang kalem dan terstruktur, bahkan terkadang bisa memberikan solusi diluar perkiraan. Rasanya seperti menemukan orang yang sabar banget dan nggak pernah capek mendengarkan, padahal ya emang bukan orang.

Tidak ingin jadi beban pikiran orang lain

Alasan lain, saya percaya kalau tiap orang itu sudah ruwet atau capek dengan hidupnya masing-masing, entah secara fisik maupun secara emosional. Saya tidak ingin menambah beban mereka. Begitu pun ke orang tua, saya tidak ingin cerita saya bikin mereka khawatir. 

AI, yang bukan manusia, tidak pernah merasakan capek itu. Sehingga saya bisa lebih leluasa cerita tanpa rasa bersalah. 

Baca Juga:

Dosa pengusaha kuliner, pakai foto makanan hasil AI hingga pembeli merasa tertipu

Hanya Media Bodoh yang Masih Menerima Penulis Luar, Kecuali…

Dan, jujur aja, AI kadang memberikan respons yang tidak boleh dianggap sebelah mata. Nggak cuma menanggapi dengan “yang sabar ya” atau “semangat”, tapi AI juga memberi beberapa alternatif solusi sekaligus, lengkap dengan plus-minusnya. 

Lagi bingung mau resign atau bertahan di kerjaan? AI bisa bantu petain opsinya satu-satu, baik dari sisi finansial, karier, sampai kesehatan mental. Ia juga tidak buru-buru maksa kita ambil keputusan hari itu juga. 

Curhat ke AI tidak selalu buruk, tapi…

Menurut saya, curhat ke berbagai macam platform Artificial Intelligence tidak selamanya buruk. Selama kita ingat dan sadar bahwa AI adalah mesin dan kita tidak kehilangan skill untuk curhat atau terkoneksi ke sesama manusia, saya rasa curhat ke AI sah-sah saja. 

Ingat, walau mesin satu ini pendengar yang baik, bisa memberi respons yang pas dan solusi yang variatif, ia tidak bisa memberi pelukan hangat atau datang ke kosan bawa nasi Padang pas kita lagi remuk.

Mesin satu ini juga cenderung menurut atau menyetujui pada arah obrolan kita. AI memang yang terbaik untuk pembenaran atau validasi. Namun, namanya hidup, kadang kita malah perlu hal-hal “menyakitkan” untuk membawa kita ke jalan yang lebih baik, bukan yang nurut-nurut aja. 

Jadi, pada akhirnya, memang kita sebagai manusia yang mesti pandai-pandai memanfaatkan perkembangan teknologi yang satu ini. Menggunakan AI untuk curhat atau hal lain boleh-boleh saja, tapi jangan sampai kita kehilangan sisi-sisi “manusia” kita dalam keseharian, termasuk dalam terkoneksi dengan orang lain. 

Penulis: IK Balyanda Akmal
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Curhat Teman Jangan Disela dengan Bilang ‘Dulu Masalahku Juga Kayak Gini’.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Agustus 2026 oleh

Tags: AIartificial intelligenceCurhatcurhat ke AIkecerdasan artifisial
IK Balyanda Akmal

IK Balyanda Akmal

ArtikelTerkait

anak mama

Dilema Anak Mama yang Pergi Merantau untuk Pertama Kalinya

3 Juli 2019
menghafal jalan

Kesialan Saya yang Selalu Kesulitan Menghafal Jalan

27 Juni 2019
acne fighter

Tak Ada yang Lebih Tabah Dari Acne Fighter

21 Juli 2019
musik metal

Susahnya Menjelaskan Musik Metal ke Orang Tua

20 Agustus 2019
Quarter Life Crisis

Quarter Life Crisis yang Kadang Membuat Hati Meringis Sampai Dengan Menangis

3 Juli 2019
nikahnya

Pacarannya Sama Dia, Nikahnya Sama Saya. Terus Saya yang Salah?

20 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

GTM pada anak, drama paling menguji kesabaran dan kreativitas orang tua Mojok.co

GTM pada anak, drama paling menguji kesabaran dan kreativitas orang tua

9 Agustus 2026
3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya Mojok.co

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

6 Agustus 2026
Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang kalah sama Indomaret (Wikimedia Commons)

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang jualan barang entar pasti kalah sama Indomaret

7 Agustus 2026
Fenomena “makan” tabungan yang ramai di medsos kini saya alami sendiri, betapa menyesakkan hidup di tengah ketidakpastian Mojok.co

Fenomena “makan” tabungan yang ramai di medsos kini saya alami sendiri, betapa menyesakkan hidup di tengah ketidakpastian

8 Agustus 2026
Jalan Nasional Purworejo vs Kulon Progo Ketimpangannya Begitu Terasa: Dalam Hitungan Meter, Dunia Begitu Berbeda

Purworejo, kota yang menyambutmu bukan dengan gapura selamat datang, tapi dengan jalan berlubang

5 Agustus 2026
Nalar Cacat Kepala Sekolah yang Menganggap Enteng Bullying pada Siswa

Penyelesaian bullying di sekolah hanya dengan permintaan maaf adalah bukti bahwa hal ini nggak pernah dianggap serius

8 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.