Fans Ronaldo pasti sedang cemas dan penuh amarah. Final Piala Dunia mempertemukan Argentina dan Spanyol. Apa saja hasilnya nanti, yang bahagia antara fans Messi dan fans Barcelona. Keduanya bakal punya bahan baru untuk memenangkan perdebatan di media sosial.
Argentina datang dengan status juara bertahan, sementara Spanyol memiliki generasi pemain muda yang terus berkembang. Di atas kertas, final ini adalah pertarungan dua kekuatan besar.
Namun, ada satu kelompok yang mungkin tidak bisa menikmati pertandingan ini dengan tenang, yaitu sebagian fans Cristiano Ronaldo. Fans Messi sih full senyum.
Perdebatan media sosial yang bakal menyiksa fans Ronaldo
Kita sama-sama tahu. Nggak peduli hasilnya, selalu ada konsekuensi yang harus diterima ketika peluit panjang dibunyikan. Bukan soal kalah atau menang di lapangan, melainkan soal perdebatan yang hampir pasti kembali memanas di media sosial.
Kalau Argentina berhasil mempertahankan gelarnya, Lionel Messi akan kembali menambah daftar pencapaian yang sudah luar biasa. Buat penonton netral, itu tentu menjadi prestasi yang pantas mendapat apresiasi.
Namun, bagi fans Ronaldo yang aktif terlibat dalam perdebatan GOAT, tambahan satu trofi Piala Dunia jelas akan menjadi bahan bakar baru untuk fans Messi. Paham kan maksud saya.
Debat Messi vs Ronaldo tak pernah selesai
Perdebatan Messi vs Ronaldo tidak pernah selesai. Banyak banget hal yang menjadi perbandingan. Mulai dari jumlah gol, jumlah Ballon d’Or, prestasi di Liga Champions, mengungkit rekor individu, sampai prestasi bersama tim nasional. Setiap kali salah satu dari mereka meraih pencapaian besar, arah perdebatan ikut bergeser.
Kalau Messi kembali mengangkat trofi Piala Dunia, tentu akan semakin banyak orang yang merasa bahwa perdebatan itu mulai menemukan jawabannya. Bukan berarti semua orang wajib sepakat, tetapi akan semakin sulit mengabaikan daftar prestasinya.
Masalahnya, mendukung Spanyol juga belum tentu membuat sebagian fans Ronaldo merasa lebih nyaman. Pasalnya, banyak pemain Barcelona yang akan main di final Piala Dunia.
Kalau La Roja keluar sebagai juara, sudah pasti pendukung Barcelona ikut merayakan keberhasilan tersebut. Tidak sulit membayangkan media sosial penuh pembahasan tentang La Masia, DNA Barcelona, hingga klaim bahwa keberhasilan Spanyol tidak bisa lepas dari kontribusi para pemain klub asal Catalunya itu.
Padahal, yang menjadi juara Piala Dunia adalah tim nasional Spanyol, bukan Barcelona. Namun, dalam sepak bola modern, batas antara tim nasional dan klub sering menjadi kabur ketika para pendukung mulai membawa kemenangan itu ke dalam rivalitas antarklub.
Dilema Piala Dunia
Kondisi itulah yang membuat sebagian fans Ronaldo berada dalam posisi serba salah. Kalau mendukung Argentina, mereka harus siap melihat Messi menambah satu lagi pencapaian besar yang akan semakin menguatkan posisinya dalam perdebatan GOAT.
Sebaliknya, kalau memilih mendukung Spanyol, mereka juga harus bersiap menghadapi euforia para pendukung Barcelona. Apa pun pilihannya, selalu ada konsekuensi dari final Piala Dunia.
Pertandingannya mungkin hanya berlangsung sekitar dua jam. Perdebatannya bisa bertahan selamanya.
Kalau nanti Argentina juara, saya rasa akan semakin sulit membantah bahwa dia adalah GOAT. Bukan semata-mata karena satu trofi tambahan, melainkan karena pencapaian itu melengkapi karier di level klub maupun tim nasional. Orang tentu tetap bebas memiliki pendapat berbeda, tetapi argumen yang mendukung Messi akan semakin kuat.
Sebaliknya, kalau Spanyol juara, para pendukung Barcelona hampir pasti ikut berpesta. Bukan tidak mungkin kemenangan tim nasional berubah menjadi ajang untuk kembali menegaskan besarnya pengaruh Barcelona ketimbang Real Madrid, mantan klub Ronaldo.
Skenario paling buruk di Piala Dunia
Entah hasil akhirnya nanti, final seperti ini adalah skenario terburuk untuk fans Ronaldo. Mendukung Argentina terasa berat karena Messi. Mendukung Spanyol juga tidak kalah berat karena harus bersiap melihat para pendukung Barcelona memperoleh tambahan alasan untuk berbangga diri.
Jadi, saran saya. Mumpung final Piala Dunia belum mulai, sudah waktunya fans Ronaldo menerima kalau Messi itu GOAT.
Melihat daftar prestasi yang semakin lengkap, anggapan itu akan semakin sulit kalian patahkan. Setelah itu, perdebatan mungkin tetap ada. Bedanya, sebagian orang barangkali tidak lagi sibuk membahas siapa yang terbaik, melainkan mencari alasan baru agar kesimpulan tersebut terlihat belum final.
Penulis: Riko Prihandoyo
Editor: Yamadipati Seno
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.













