Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Kutukan Cristiano Ronaldo: Kenapa Kita Harus Tahu Diri, sekalipun Menyakitkan

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
28 Juni 2026
A A
Kutukan Cristiano Ronaldo: Kenapa Kita Harus Tahu Diri, sekalipun Menyakitkan

Kutukan Cristiano Ronaldo: Kenapa Kita Harus Tahu Diri, sekalipun Menyakitkan (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ketahanan Cristiano Ronaldo adalah keajaiban dan kutukan dalam waktu bersamaan.

Tidak ada yang berani memungkiri, Ronaldo masih mengerikan di usia 41 tahun. Tapi orang-orang akan terbelah pendapatnya, apakah dia masih harus tetap jadi the main man untuk Portugal (atau mungkin klubnya) di usianya sekarang. Tak sedikit juga yang bilang, saat ini, harusnya Ronaldo sudah waktunya angkat kaki.

Cristiano Ronaldo, setinggi apa pun tempatnya kini, harus tahu diri.

Mungkin saja Ronaldo sebal setengah mati tiap dengar saran tersebut. Dia mungkin merasa bahwa tubuhnya masih mendengarkan apa yang dia perintahkan. Dia mungkin tidak merasakan linu-linu di pagi hari yang bikin Beckham memikirkan kelanjutan karier.

Mungkin saja, Ronaldo berpikir dia akan mendobrak stigma bahwa pesepakbola berumur masih bisa memenangkan sesuatu.

Saya tak bisa bilang saya memahami apa yang Cristiano Ronaldo. Tapi saya juga tahu betul, kenapa tahu diri itu penting, dan terkadang, mundur dan berhenti berjuang adalah keputusan yang amat dewasa.

Tahu diri itu bikin sakit hati, tapi penting

Saya memang hidup belum begitu lama. Usia 34 jelaslah angka yang masih muda, dan pengalaman tentu belum banyak. Tapi saya berani bilang saya punya banyak pengalaman hidup, terutama perkara tahu diri. Dan sebagaimana banyak orang alami, kebanyakan pelajaran saya dapat saat kuliah.

Semasa kuliah lah saya baru tahu betul bahwa gap ekonomi itu benar-benar nyata. Di masa kuliah lah saya menemui banyak momen bahwa berjuang pun ada batasnya, dan tahu diri harus mundur demi apa-apa yang dianggap baik.

Baca Juga:

Final Piala Dunia yang bikin fans Ronaldo hilang arah: Cemas dukung Messi atau membiarkan fans Barcelona makin besar kepala?

Cara Mudah Bikin Orang Portugal Marah

Momen-momen itu tidak pernah menyenangkan. Tidak ada satu pun yang menyenangkan. Jika saya yang manusia biasa saja sulit untuk menjalankan “tahu diri”, apalagi Cristiano Ronaldo, manusia atletis yang mencurahkan diri untuk kesempurnaan?

Tapi semua momen itu membuat saya jadi manusia yang—sedikit—lebih baik. Saya bisa menerima kenyataan. Saya bisa mengalihkan energi saya untuk hal yang mungkin lebih pantas untuk diperjuangkan. Menyakitkan, tapi harus dijalani.

Sebab, kehidupan selalu meninggalkan yang seharusnya.

 BACA JUGA: Bagaimanapun Juga, Cristiano Ronaldo Hanyalah Manusia Biasa

Cristiano Ronaldo dan kesempurnaan

Saya sendiri tidak ikut ke barisan manusia yang ingin Ronaldo minggat. Tidak. Saya bukan fansnya, tapi saya penasaran, sampai sejauh mana dia bertahan. Ayolah, meski kau benci dia, tapi penasaran juga kan sampai sejauh mana dia mau menyeret tubuhnya?

Ronaldo bagi saya adalah personifikasi manusia yang ideal. Sekali lagi, bagi saya. Tidak punya hari libur dalam mencari kesempurnaan, menjaga badannya dengan ekstrem, pandangan yang mantap, serta jadi yang terhebat di bidang yang dia tekuni.

Begitulah yang berkali-kali Bapak tanamkan dalam kepala saya. Jadilah pemain, bukan penonton. Jadilah yang terhebat, karena yang biasa-biasa saja akan diminta minggat. Serta, jadilah orang yang berpandangan mantap ke depan, sebab, itulah pria yang seharusnya.

Oh, saya lupa, arogansi Ronaldo itu menarik. Kalian akan merasa aneh, tapi Bapak saya bilang, kau boleh arogan jika kamu jadi yang terbaik. Itu wajar, karena kesombongan itu (baru) buruk jika kamu bukan orang yang (ter)hebat.

Tak mengagetkan kalau sekalipun saya bukan fansnya, tapi tertarik betul dengan Ronaldo. Dia adalah personifikasi nilai yang ditanamkan di kepala saya sedari kecil. Dia adalah sesuatu yang harus saya kejar, jika ingin sesuai dengan nilai yang selama ini diajarkan.

Tapi semua ada batasnya. Bahkan menjadi jahat dan brengsek, yang jelas mendobrak batas pun, ada batasnya. Cristiano Ronaldo pun tak luput dari batas ini.

Pertanyaannya adalah, apakah batas yang ada di kepala kita, sama dengan batas yang diterapkan oleh Ronaldo pada dirinya?

Kapan akan berhenti?

Cristiano Ronaldo katanya main buruk lagi melawan Colombia. Tak ada gol, tak ada hal menarik. Yang dijadikan highlight adalah keputusan buruknya yang bikin Portugal harus siap menerima hasil seri.

Maki-makian pada Ronaldo bertebaran lagi di media sosial, meski baru beberapa hari lalu manusia di bumi mengelu-elukan betapa ngerinya dia jika bermain hebat. Bahkan langkah kakinya saja dianggap yang terbaik di dunia.

Hal ini akan terus-terusan berulang jika Cristiano Ronaldo masih (dan menganggap dirinya) jadi main man di tim yang dia bela. Jika saya yang jadi Ronaldo, mungkin saya memilih untuk cabut di akhir nanti dan menikmati pundi uang yang mustahil habis itu.

Tapi saya manusia bermental cempe. Saya tidak terobsesi mengejar kesempurnaan. Saya juga bukan manusia yang dikejar brand serta kesuksesan. Jelas bukan Ronaldo. Jadi kalau saya—dan kalian—bertanya kapan berhenti, jawabannya sulit ditemukan.

Saya berani menebak, Ronaldo mungkin akan mengincar Piala Dunia 2030, atau Euro 2028. Dia merasa dirinya tidak habis, masih tidak linu setelah pertandingan, dan masih kuat melakukan ratusan push up tiap hari.

Tapi ya, lagi-lagi, mungkin ada baiknya dia mengambil satu momen sunyi di balkon rumah mewahnya itu, sambil menyesap minuman sehatnya, memikirkan bahwa mahkota tak pernah diciptakan untuk satu orang saja.

Sebab, kehidupan selalu meninggalkan yang seharusnya.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Ronaldo vs Messi: Fanatisme Paling Toxic dalam Dunia Olahraga

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 Juni 2026 oleh

Tags: Al-Nassrcristiano ronaldoportugalumur cristiano ronaldo
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

ballon d'or cristiano ronaldo real madrid mojok

Real Madrid Tidak Butuh dan Tidak Perlu Cristiano Ronaldo Lagi

16 Maret 2021
cristiano ronaldo juventus mojok

Kalau Cristiano Ronaldo (Jadi) ke Manchester City, Fans MU Bisa Ikhlas, kan?

27 Agustus 2021

Semisal yang Digeser Cristiano Ronaldo Adalah Arak, Lapen, Ciu, dan Bekonang

18 Juni 2021
milanisti

Seni Menitikkan Air Mata ala Milanisti

15 Agustus 2019
Surat Kecil untuk Cristiano Ronaldo: Pergilah Kasih, Kejarlah Keinginanmu messi

Bagaimanapun Juga, Cristiano Ronaldo Hanyalah Manusia Biasa

14 November 2022
Cara Mudah Bikin Orang Portugal Marah

Cara Mudah Bikin Orang Portugal Marah

8 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah  Mojok.co

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

7 Agustus 2026
Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026
Kota Mandiri Maja cuma menang branding, buat hidup sehari-hari mending pilih Rangkasbitung Mojok.co

Kota Mandiri Maja cuma menang branding, buat hidup sehari-hari mending pilih Rangkasbitung

3 Agustus 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Setelah akad KPR rumah, saya baru sadar bahwa beli rumah bukannya jadi solusi, tapi justru jadi masalah baru

1 Agustus 2026
4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan Mojok.co

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

1 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.