Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Sisi Gelap Sekretariat UKM Kampus: Ketika Ruang Kerja Bergeser Menjadi Ruang Pribadi

Dodik Suprayogi oleh Dodik Suprayogi
7 Juni 2026
A A
Sisi Gelap Sekretariat UKM Kampus: Ketika Ruang Kerja Bergeser Menjadi Ruang Pribadi

Sisi Gelap Sekretariat UKM Kampus: Ketika Ruang Kerja Bergeser Menjadi Ruang Pribadi (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Sekretariat UKM kampus sejatinya adalah ruang kerja sekaligus markas kebanggaan mahasiswa. Tempat gagasan besar lahir, ruang diskusi yang hidup, dan wadah di mana suara demokrasi keras berkumandang saat rapat tiba. Tapi, apa jadinya kalau suasana itu runtuh begitu saja akibat ego segelintir pengurus?

Tiap lihat sekretariat UKM kampus, saya selalu menggerutu, ini sekretariat UKM atau barak pengungsian? Kalau mau numpang tidur dan mandi sepuasnya, jangan fasilitas bersama yang dikorbankan!

Bayangkan, ruang yang harusnya memancarkan aura intelektual, kini justru menyuguhkan bau kaus kaki berjamur begitu pintunya dibuka, lengkap dengan pakaian-pakaian pribadi yang berserakan dengan cueknya di atas etalase dokumen organisasi.

Tempat menyimpan berkas yang berubah jadi jemuran baju

Fungsi utama sebuah sekretariat UKM kampus sejatinya adalah ruang administrasi. Di sana harusnya terdapat komputer, lemari arsip, papan tulis berisi jadwal kegiatan, dan tumpukan proposal. Tapi cobalah berkunjung ke beberapa sekretariat UKM pada jam-jam rawan, seperti pagi hari sebelum kuliah dimulai atau larut malam.

Pemandangan yang disuguhkan sering kali bikin mengelus dada. Lemari arsip berubah fungsi menjadi gantungan baju ganti, sudut ruangan dipenuhi bantal lepek, dan ada aroma khas mi instan bercampur kaus kaki lembab. Fenomena mahasiswa yang mandi, mencuci baju, hingga tidur telentang di tengah ruangan dengan dalih demi organisasi adalah pemandangan sehari-hari.

Ruang kerja yang dinamis telah bergeser menjadi zona nyaman privat yang abai pada estetika dan fungsi aslinya.

BACA JUGA: Dear Senior UKM Mapala, Kenapa sih Kalian Begitu Toxic?

Dari ruang publik kampus menuju kultur poskamling

Transformasi sekretariat UKM kampus ini perlahan-lahan mulai mirip dengan fenomena sosial di luar kampus, pos ronda alias poskamling yang lama-kelamaan diakuisisi oleh oknum ormas. Awalnya, poskamling dibangun untuk kepentingan bersama warga demi menjaga keamanan.

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Namun, ketika ada sekelompok orang yang mulai nongkrong 24 jam di sana, membawa perlengkapan pribadi, dan merasa paling berhak atas wilayah tersebut, warga lain justru menjadi sungkan untuk mendekat.

Hal yang sama terjadi di kampus. Ketika sebuah sekretariat UKM dikuasai oleh segelintir fungsionaris yang menjadikannya tempat tinggal, mahasiswa lain terutama anggota baru atau mereka yang hanya ingin mengurus keperluan administrasi bakal merasa risi. Ada rasa sungkan ketika harus masuk ke sebuah ruangan yang di dalamnya ada orang sedang tidur mendengkur atau sibuk menjemur handuk. Ruang publik kampus yang dibiayai oleh UKT mahasiswa ini akhirnya mengalami privatisasi sepihak.

Kembalikan fungsi sekretariat UKM kampus!

Alasan kemalaman setelah rapat atau ngejar deadline acara sering kali dijadikan tameng pembenaran. Tentu saja, sesekali bermalam karena urusan darurat bisa dimaklumi. Namun, menjadikannya sebuah kebiasaan hingga menetap berminggu-minggu jelas merupakan bentuk penyalahgunaan fasilitas kampus.

Jika dibiarkan, kultur ini tidak hanya merusak fasilitas, tetapi juga menurunkan profesionalisme berorganisasi. Sekretariat UKM kampus harus dikembalikan fungsinya sebagai ruang kerja yang inklusif, bersih, dan profesional. Mahasiswa perlu belajar memisahkan antara ruang pribadi dengan ruang publik organisasi.

Jadi, jika kalian memang butuh tempat tidur yang bebas digunakan kapan saja dan butuh kamar mandi untuk menaruh seluruh perlengkapan mandi pribadi tanpa perlu memicu kekesalan anggota lain, solusinya sudah sangat jelas, keluarkan modal untuk membayar kamar kos, bukan malah dengan egois mengakuisisi dan merendahkan muruah fasilitas bersama di kampus.

Kalau kayak gini, nggak ada bedanya dengan oknum ormas di luaran sana yang suka mengkapling-kapling tanah orang buat kepentingan pribadi. Benar, kan?

Penulis: Dodik Suprayogi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Ikut UKM Nggak Apa-apa, tapi Tugasnya Dikerjain dong, Bos!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Juni 2026 oleh

Tags: sekretariat UKMsekretariat UKM kampusUKM kampus
Dodik Suprayogi

Dodik Suprayogi

Penggiat pertanian yang sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Ekonomi di Universitas Trisakti Jakarta.

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Hal yang Bakal Saya Rindukan setelah Lulus dari UM Malang kkn

UM BBM: Program KKN ala UM Malang yang Punya Banyak Celah dan Penuh Masalah!

7 Juni 2026
Turunan Silayur Ngaliyan Semarang Momok Pengendara yang Perlu Segera Dibereskan Mojok.co

Turunan Silayur Ngaliyan Semarang Momok Pengendara yang Perlu Segera Dibereskan

5 Juni 2026
Sisi Gelap Sekretariat UKM Kampus: Ketika Ruang Kerja Bergeser Menjadi Ruang Pribadi

Sisi Gelap Sekretariat UKM Kampus: Ketika Ruang Kerja Bergeser Menjadi Ruang Pribadi

7 Juni 2026
Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Suzuki Burgman 150 Terbaru yang Rilis di Kolombia Jadi Bukti Bahwa Suzuki Makin Persetan dengan Penjualan dan Tampilan. Desainnya Jelek Banget!

5 Juni 2026
5 Rahasia yang Perlu Diketahui sebelum Membuka Warung Madura, Eksklusif dari Juragannya Langsung

Warung Madura Terlalu Percaya Diri, padahal Warung Tetangga Bisa Menggulingkannya Kapan Saja

6 Juni 2026
Mengurai Inflasi IPK: Dosen Makin Dermawan atau Mahasiswa Makin Pintar?  

Mengurai Inflasi IPK: Dosen Makin Dermawan atau Mahasiswa Makin Pintar?  

3 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.