Siswa-siswi Madura jangan minder ditolak Universitas Trunojoyo Madura, masih ada kampus lain.
Senin kemarin, pejuang PTN akhirnya mengakhiri rasa jedag-jedugnya karena menanti pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Yang mendapat “selamat” merasa lega, yang mendapat “semangat’ mungkin akan merana.
Hal ini juga juga dirasakan oleh siswa-siswi di Madura. Universitas Trunojoyo sebagai universitas negeri satu-satunya di Madura, menjadi harapan banyak siswa di Pulau Garam ini.
Akan tetapi, tidak semua harapan bisa terkabul. Kadang ada yang perlu diundur, ada pula yang ternyata diberikan yang lebih baik. Intinya, sebagai pejuang kita tak boleh boleh putus harapan.
Nah, bagi kalian yang ditolak Universitas Trunojoyo, tidak perlu bersedih. Universitas Trunojoyo bukan segalanya. Banyak kampus lain yang juga bisa kalian pilih seperti di bawah ini:
#1 Universitas Wiraraja, kampus yang kecil-kecil cabe rawit
Kuliah di Madura nggak harus di Bangkalan saja. Hanya karena di Bangkalan ada universitas negeri, maka tidak berarti memilih kabupaten ini untuk kuliah adalah pilihan tepat. Mari saya antar kalian ke ujung timur Pulau Garam ini, yakni Kabupaten Sumenep. Di sini ada kampus yang kualitasnya tak kalah keren dengan Universitas Trunojoyo, yakni Universitas Wiraraja.
Lokasi kampus ini benar-benar berada di ujung timur, ya hanya butuh 19 menit untuk sampai di pantai lepas Pulau Madura. Enak kan, kalau pusing sama tugas bisa healing sampai puas!
Nah, tapi yang utama, mengapa saya bilang Universitas Wiraraja tak kalah keren dari Universitas Trunojoyo, sebab publikasi kampus ini sangat berpengaruh. Di Madura, skor SINTA-nya berada di posisi kedua, yakni 30.366 3Yr score. Tepat di bawah Universitas Trunojoyo.
Jika skor sinta Universitas Trunojoyo tinggi, ya maklum sebab mahasiswa dan dosennya banyak. Nah, sekelas Universitas Wiraraja bisa mencapai skor segitu bukan hal biasa, tapi sangat luar biasa!
#2 Universitas Annuqayah, kampus swasta dengan prodi terbanyak
Selanjutnya, dari Universitas Wiraraja mari kita ke barat sedikit. Di Kecamatan Guluk-Guluk Sumenep, ada universitas swasta yang punya prodi paling banyak di Madura, yakni Universitas Annuqayah. Kampus ini punya 23 prodi, dengan rincian 21 prodi S1 dan 2 prodi pascasarjana.
Selain itu, prodi-prodi di Universitas Annuqayah juga terbilang unik. Maksud saya, tidak ada kampus lain di Madura yang punya prodi seperti yang ada di Universitas Annuqayah. Misalnya, S1 Biologi, S1 Kimia, S1 Sains Lingkungan, S1 Sastra Indonesia, hingga S1 Kecerdasan Buatan. Keren-keren kan?
Ya, jangankan kampus swasta lain di Madura, Universitas Trunojoyo yang negeri saja juga nggak punya tuh.
Baca juga Fotografer Wisuda Selalu Dilema antara Jaga Pertemanan atau Harga Teman.
#3 Universitas Madura, universitas tertua
Banyak orang mengira bahwa Universitas Trunojoyo adalah universitas tertua di Madura. Padahal, sebelum Universitas Trunojoyo berdiri, di bagian timur Madura sudah berdiri Universitas Madura (UNIRA) yang mulanya disingkat UNMAD. Lebih tepatnya, UNIRA berdiri pada 1978, tiga tahun sebelum Universitas Bangkalan sebagai cikal bakal Universitas Trunojoyo berdiri.
Nah, berbeda dengan dua kampus sebelumnya, Universitas Madura berada Kabupaten Pamekasan, kabupaten paling urban di Pulau Garam. Dengan berkuliah disini, saya yakin peluang dan kesempatan belajar kalian akan lebih terbuka lebar. Sebab, dibandingkan di Universitas Trunojoyo yang ada di Bangkalan, Pamekasan agaknya lebih terbangun. Misal saja, untuk cari toko buku, tak sulit kalian temukan.
Kemudian, Pamekasan dan tetangganya Sumenep, itu the real pusatnya sastrawan Madura sepertinya. Mulai dari Muna Masyari, D. Zawawi Imron, hingga pelopor pemakaian bahasa Indonesia di negara ini, ya dari Madura bagian timur, yakni Moh. Tabrani. GG kan?
Ya, cukup sekian rekomendasi kampus di Madura dari saya. Jadi, bagi siswa yang ada di Pulau Garam berhentilah menganggap Universitas Trunojoyo itu adalah segalanya ya. Universitas Trunojoyo itu mentereng cuma karena statusnya negeri saja, masalah pengaruh di Madura biar fakta yang menjawabnya. Hehehe!
Penulis: Abdur Rohman
Editor: Kenia Intan
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.













