Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
19 Mei 2026
A A
Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan Mojok.co

Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya pengin kuliah S2. Kalau ditanya kenapa, jawabannya ya pengin aja. Rasanya kangen belajar dan mumet tugas. Kangen bisa memahami hal-hal yang sebelumnya saya bingungkan atau tidak mengerti. Dalam benak saya, semua itu tampak menyenangkan. Walau saya tahu, dalam perjalanan kuliah S2 pasti ada saja cerita nggak enaknya.

Bicara soal nggak enaknya kuliah S2, saya jadi ingat cerita teman saya yang menempuh pascasarjana ketika umurnya menginjak 38 tahun. Dari sekian banyak cerita yang dia bagikan tentang proses studinya, ada satu hal yang paling sering dia kenang. Yaitu, ketika harus satu kelas dengan para fresh graduate.

Baca juga Kuliah S2 Itu Wajib Caper kalau Tidak, Kalian Cuma Buang-buang Uang dan Melewatkan Banyak Kesempatan. 

Derita lanjut kuliah S2 bareng fresh graduate

Jadi ceritanya, di awal perkuliahan kawan saya kaget dengan atmosfer kelas yang dingin-dingin gimana gitu. Bukan karena setelan AC di ruangan ya. Dinginnya itu gara-gara atmosfer keangkuhan tipis-tipis yang dibawa oleh anak-anak muda ini. Entah kenapa, anak-anak fresh graduate ini tampak seperti sedang memasang benteng pertahanan. Pola pikir mereka seolah masih terbawa dari masa-masa kompetisi ketat berburu indeks prestasi di tingkat sarjana.

Alhasil, boro-boro mau berbagi catatan atau berdiskusi santai, sekadar saling mengingatkan hal sepele seperti, “Eh, tanggal sekian due date tugas X, ya,” tidak pernah terjadi. Kelas terasa berjalan sendiri-sendiri secara individualis.

Ini bukan berarti mahasiswa yang lebih tua itu cengeng, minta dikasihani, atau minta dispesialkan oleh anak-anak fresh graduate ya. Nggak gitu konsepnya. Ini lebih ke soal rasa, soal empati mendasar sesama manusia yang kebetulan hidup dan belajar di bawah atap ruang kelas yang sama.

Saat kuliah S2, semua dianggap saingan

Satu hal yang paling ngehe dari pengalaman kuliah bareng dengan fresh graduate adalah betapa tingginya keinginan anak muda ini untuk show off atau unjuk gigi di depan dosen. Sampai-sampai, semua orang di dalam ruangan dianggap sebagai saingan yang harus dikalahkan.

Padahal, mau diadu seperti apapun, kawan saya jelas kalah di atas kertas dengan mereka. Pertama, tentu saja soal umur. Ada gap usia hampir 15 tahun antara kawan saya dengan mahasiswa fresh graduate. Ini jelas bukan angka yang kecil. Di usia yang sama, para fresh grad itu baru lahir ketika kawan sudah duduk di bangku SMP. Artinya, daya tangkap mereka terhadap hal-hal baru, termasuk teknologi dan ritme akademik, jelas sudah lebih terlatih sejak awal.

Baca Juga:

Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan

Kuliah S2 Itu Ternyata Mahal: SPP-nya Bisa Jadi Murah, tapi Akan Ada Biaya Tambahan yang Menghantam!

Belum lagi soal stamina belajar. Ya jelas beda antara otak yang baru keluar dari sistem perkuliahan S1, dengan otak yang sudah terpapar tumpukan pekerjaan, tagihan dan urusan masakan, tangisan, hingga setrikaan.

Ditambah, soal privilese waktu. Rata-rata fresh graduate itu belum bekerja. Alhasil, waktu dan perhatian mereka masih bisa difokuskan untuk kuliah. Apalagi, mereka tinggal di sekitar kampus. Jadi, mau bimbingan tesis, diskusi dengan dosen, sampai numpang belajar di perpustakaan pun bisa mereka lakukan kapan saja tanpa mikir waktu.

“Lha aku? Subuh-subuh harus absen ke sekolah, trus naik kereta jam 5.05. Sampai Poncol jam 7.18, lanjut kampus dari jam 8 sampai jam 4 sore. Habis itu naik kereta lagi, pulang. Malam baru sampai ke Tegal, tak sempatkan ke sekolah dulu buat absen,” begitu kata teman saya. 

Baca juga Kuliah S2 Itu Ternyata Mahal: SPP-nya Bisa Jadi Murah, tapi Akan Ada Biaya Tambahan yang Menghantam!

Antara daster, kamera, dan air mata

Dari sekian banyak kenangan ketika kuliah S2 bareng fresh graduate, satu yang sampai detik ini masih sangat membekas dalam ingatan kawan saya adalah ketika kali pertama ada sesi ujian online. Kala itu, tidak ada pengumuman resmi dari kampus yang menyebutkan bahwa saat ujian online berlangsung, kamera laptop akan menyala otomatis. Kebetulan teman satu kelas juga tidak ada yang memberi tahu.

Bagi anak-anak muda yang lahir dan besar bersama teknologi, ujian online dengan laptop sudah jadi sesuatu yang umum.  Sudah terbiasa. Mereka tahu sendiri tanpa perlu dikasih tahu. Tapi, bagi kawan saya? Ini hal yang benar-benar baru. Dan disinilah tragedi itu bermula.

Ketika ujian online berlangsung, kawan saya posisinya sedang menemani adik di ruang opname. Kalian tau sendiri kan bagaimana penampakan seseorang ketika jadi pendamping pasien rawat inap? Dan dengan penampakan seperti itulah kawan saya mengerjakan soal ujian online. Tanpa kerudung, rambut acak-acakan, lengkap dengan baju kebanggaan emak-emak se-Indonesia: daster. Tidak ada yang aneh menurutnya saat itu. Sampai keesokan harinya, dia tahu kebenaran yang menyakitkan.

“Aku baru tahu besoknya kalau pas ujian online itu kamera on merekam mahasiswanya. Nangis kejer aku, Mba. Kok tega ya nggak ada yang ngasih tahu aku sebelumnya,” kenang kawan saya.

Pembalasan di mata kuliah Landasan Pendidikan

Bak pepatah yang menyebut bahwa roda akan selalu berputar, keegoisan para fresh graduate kena batunya juga. Batu itu bernama mata kuliah Landasan Pendidikan, tepatnya di sesi pembahasan tentang P5.

Bagi para fresh graduate yang baru saja keluar dari bangku S1 dan lanjut S2, P5 ini jelas konsep yang asing. Mereka mungkin tahu teorinya, tapi tidak pernah benar-benar menyentuhnya. Sementara kawan saya? Oh, dia hidup di dalamnya setiap hari. Dia tahu implementasinya, tahu tantangannya di lapangan, dan tahu bedanya antara P5 yang tertulis di dokumen kurikulum dan P5 yang nyata di dalam kelas.

Endingnya? Dilahaplah mata kuliah itu oleh kawan saya tanpa kesulitan yang berarti. Mahasiswa yang lain? Cuma bisa kincep. 

Memang ya, keegoisan itu bisa dibungkam salah satunya dengan pengalaman.

Penulis: Dyan Arfyana Ayu Puspita
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Mei 2026 oleh

Tags: Fresh Graduatekuliah s2mahasiswa S2pascasarjanaS1S2
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna Mojok.co

Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna

18 April 2026
4 Website Lowongan Kerja Berbasis Universitas yang Cocok buat Fresh Graduate

4 Website Lowongan Kerja Berbasis Universitas yang Cocok buat Fresh Graduate

4 Juni 2023
Cara Menjadi Mahasiswa S2 yang Baik dan Benar

Cara Menjadi Mahasiswa S2 yang Baik dan Benar

4 Oktober 2022
Pengalaman Pahit Hampir Ketipu Lowongan Kerja Palsu, Fresh Graduate Lain Perlu Lebih Hati-hati Mojok.co

Pengalaman Pahit Hampir Ketipu Lowongan Kerja Palsu, Fresh Graduate Lain Perlu Lebih Hati-hati

11 Agustus 2024
wirausaha

Antara Berwirausaha dan Bekerja Setelah Wisuda

27 Mei 2019
driver ojol

Curhatan Seorang Sarjana yang Melamar dan Bekerja Sebagai Driver Ojol

29 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung” yang Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman Mojok.co

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

12 Mei 2026
Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama Mojok.co

Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama

14 Mei 2026
6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

3 Alasan Kuliah di Jatinangor Adalah Training Ground sebelum Masuk Dunia Kerja

18 Mei 2026
Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

18 Mei 2026
Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.