Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Alasan Sate Klopo Surabaya Masih Kalah Populer dari Sate Madura, padahal Sama-sama Enak

Dodik Suprayogi oleh Dodik Suprayogi
7 Mei 2026
A A
Alasan Sate Klopo Surabaya Masih Kalah Populer dari Sate Madura, padahal Sama-sama Enak Mojok.co

Alasan Sate Klopo Surabaya Masih Kalah Populer dari Sate Madura, padahal Sama-sama Enak (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai orang Jawa Timur yang nggak asing dengan makanan-makanan Surabaya seperti sate klopo. Saya sedikit heran, kenapa sate klopo yang seenak ini kalah pamor daripada sate Madura? Padahal, kuliner-kuliner Surabaya lainnya seperti rawon dan rujak cingur begitu populer di luar Surabaya.

Ini terus menjadi pertanyaan dalam hati saya ketika merantau ke Jakarta, sepanjang jalan saya menemukan berbagai macam sate, paling mendominasi pasti sate Madura, tapi sate klopo? Asapnya saja nggak tercium.

Padahal kalau bicara rasa, sate klopo punya karakter yang sangat kuat dan nggak kalah saing. Bayangkan daging sapi empuk yang dibalut parutan kelapa berbumbu, lalu dibakar sampai minyak kelapanya keluar dan aromanya memenuhi jalanan. Akan tetapi, setelah saya amati lebih dalam, ada beberapa faktor yang membuat sate kebanggaan warga Surabaya ini seolah masih “jagoan kandang” dan belum mampu menyalip popularitas sate Madura di kancah nasional.

Baca juga Jangan Nekat Buka Usaha Sate Kambing di Tegal, Prospeknya Memang Menggiurkan, tapi Tantangannya Besar.

Sate Madura punya pasukan perantau yang masif

Sate Madura bisa populer karena faktor manusianya. Orang Madura dikenal sebagai perantau tangguh yang membawa keahlian membakar sate ke mana saja mereka pergi. Di setiap sudut gang di Jakarta atau kota besar lainnya, pasti ada abah atau cak yang berjualan sate Madura.

Sementara sate klopo tetap menjadi kuliner yang betah di Surabaya. Jarang sekali orang Surabaya merantau ke luar kota khusus untuk membuka warung sate klopo, sehingga ekspansinya terhenti di perbatasan kota.

Kelapa cepat basi, susah dibawa jauh

Bahan utama sate klopo adalah kelapa parut segar. Kelapa itu kalau salah suhu sedikit saja, dia bakal basi alias kecut. Karakteristik ini bikin sate klopo susah dibawa pulang jadi oleh-oleh perjalanan jauh.

Beda dengan sate Madura yang bumbunya dipisah dan dagingnya bisa bertahan lebih lama tanpa balutan kelapa, sehingga lebih tahan banting saat dibungkus untuk perjalanan antar kota.

Baca Juga:

Kampus di Bangkalan Madura Bakal Jadi “Pabrik” Pengangguran kalau Tidak Serius Berbenah

Mahasiswa Madura Serasa “Tamu” di Universitas Trunojoyo Madura, Mahasiswa hingga Dosen Isinya Pendatang

Jam jualan sate klopo yang mirip jadwal kantor

Di Surabaya, sate klopo itu menu sarapan eksklusif. Jam tujuh pagi asapnya sudah ngebul, dan siang hari seringnya sudah ludes. Bagi orang luar kota yang terbiasa makan sate sebagai ritual makan malam, jadwal ini bikin pusing.

Sate Madura lebih adaptif, mereka biasanya mulai muncul saat matahari terbenam, menyesuaikan dengan jam lapar manusia pada umumnya yang mencari makan berat di malam hari.

Baca juga 3 Rekomendasi Warung Sate Kambing di Kota Solo yang Tidak Boleh Dilewatkan.

Bahan baku sapi vs ayam

Sate Madura sangat populer karena bahan bakunya yang dominan menggunakan ayam, sehingga harganya jauh lebih terjangkau oleh semua kalangan. Sedangkan sate klopo yang identik dengan daging sapi atau lemak sapi.

Harga daging sapi yang terus meroket membuat sate klopo sulit untuk dijual secara massal dengan harga rakyat seperti sate Madura yang bisa ditemukan di pinggir jalan dengan modal lebih ekonomis.

Visual sate klopo meninggalkan kesan nyeleneh

Kita hidup di zaman mata makan duluan. Sate Madura punya tampilan yang sangat familiar, daging cokelat disiram bumbu kacang kental yang rapi. Sate klopo, bagi yang belum kenal, terlihat agak nyeleneh karena tumpukan baluran kelapa dan serundeng kering yang melimpah.

Padahal, justru di dalam kenyelenehan itulah kunci kelezatannya berada, hasil perpaduan daging empuk dan gurihnya parutan kelapa bakar yang nggak ada tandingannya.

Pada akhirnya, biarlah sate klopo tetap jadi anak rumahan dari Surabaya. Agar selalu ada alasan paling masuk akal untuk selalu merindukan Kota Pahlawan, sebuah kota yang keras tapi punya sate yang rasanya sangat penuh kasih sayang.

Penulis: Dodik Suprayogi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 5 Keanehan Lokal Jogja yang Nggak Pernah Saya Temukan di Semarang tapi Malah Bikin Bahagia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Mei 2026 oleh

Tags: madurasatesate kloposate klopo surabayasate maduraSurabaya
Dodik Suprayogi

Dodik Suprayogi

Penggiat pertanian yang sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Ekonomi di Universitas Trisakti Jakarta.

ArtikelTerkait

Potret Terbaru Bukit Jaddih Bangkalan Madura: Tak Seindah Foto di Instagram

Potret Terbaru Bukit Jaddih Bangkalan Madura: Tak Seindah Foto di Instagram

21 Maret 2025
Jejak Kebudayaan Eropa di Uniknya Kuliner Sumenep dan Madura (Unsplash.com)

Jejak Kebudayaan Eropa di Uniknya Kuliner Sumenep dan Madura

11 September 2022
Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Sebenarnya Lebih Mirip UIN daripada Universitas Negeri Biasa. Bikin Mahasiswa Pengin Insaf Tiap Masuk Gerbang Kampus

Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Lebih Mirip UIN daripada Universitas Negeri Biasa, Bikin Mahasiswa Insaf Tiap Masuk Gerbang Kampus

5 Februari 2024
4 Stereotip Mahasiswa Unair dari Masyarakat terminal mojok.co

4 Stereotip Mahasiswa Unair dari Masyarakat

25 Desember 2021
Bagi Pria Madura, Songkok Hitam Tak Sekadar Penutup Kepala

Bagi Pria Madura, Songkok Hitam Tak Sekadar Penutup Kepala

16 April 2022
Sisi Gelap Kuliah di Universitas Trunojoyo Madura, Kampus Murah yang Nggak Semua Orang Bisa Betah

Sisi Gelap Kuliah di Universitas Trunojoyo Madura, Kampus Murah yang Nggak Semua Orang Bisa Betah

18 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Kebiasaan yang Umum di Semarang, tapi Jadi Aneh di Jogja (Unsplash)

4 Kebiasaan yang Umum Dilakukan di Semarang, tapi Aneh saat Saya Lakukan di Jogja

3 Mei 2026
PT Pegadaian Punya Layanan Lain yang Nggak Saya Sangka, Bukan Cuma Tempat Gadai Orang Kepepet Butuh Duit Terminal

PT Pegadaian Punya Layanan Lain yang Nggak Saya Sangka, Bukan Cuma Tempat Gadai Orang Kepepet Butuh Duit

8 Mei 2026
Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau Mojok.co

Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau

6 Mei 2026
Orang Jakarta Baperan: Panggilan ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Mojok.co

Orang Jakarta Baperan: ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Panggilan dalam Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

8 Mei 2026
Trans Jatim Koridor 7, Seburuk-buruknya Transportasi Publik. Masih Perlu Banyak Belajar dan Berbenah

Ternyata Bus Trans Jatim Nggak Ada Bedanya dengan Angkot, Ngebut dan Ugal-ugalan!

4 Mei 2026
Warga Lokal Bersyukur Salatiga Nggak Punya Stasiun, Biarlah Kota Ini Dinikmati oleh Orang-orang yang Mau Effort Mojok.co

Warga Lokal Bersyukur Salatiga Nggak Punya Stasiun, Biarlah Kota Ini Dinikmati oleh Orang-orang yang Mau Effort

6 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Alumnus UNJ Jurusan Pendidikan Bahasa Perancis, Pilih Berkebun di Bogor sekaligus Ajak Warga Keluar dari Jurang Kemiskinan
  • JPPI Kritik Aturan Baru SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026: Nasib 2,3 Juta Guru Non-ASN Terancam di Ujung Tanduk
  • Sekolah Kemitraan di Jawa Tengah bikin Menangis Haru, Anak Miskin Bisa Sekolah Gratis dan Kejar Mimpi
  • Pertemanan Memuakkan: Tak Beri Utang Teman Dijauhi dan Dicap Jahat, Berteman Cuma Diperalat Jadi Dana Darurat
  • Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin
  • Menikah dengan Pasangan yang Keluarganya Terlilit Utang Bikin Serba Salah: Terlalu Cinta untuk Ditinggal, tapi Bikin Menderita Kalau Bertahan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.