Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Ternyata Bus Trans Jatim Nggak Ada Bedanya dengan Angkot, Ngebut dan Ugal-ugalan!

Siti Halwah oleh Siti Halwah
4 Mei 2026
A A
Trans Jatim Koridor 7, Seburuk-buruknya Transportasi Publik. Masih Perlu Banyak Belajar dan Berbenah

Trans Jatim Koridor 7, Seburuk-buruknya Transportasi Publik. Masih Perlu Banyak Belajar dan Berbenah (Mujiono Ma'ruf via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Dulu, sewaktu awal bus Trans Jatim beroperasi di area Bangkalan, saya menyambutnya dengan gembira dan bersuka cita. Rasanya, Kabupaten Bangkalan yang gini-gini saja ini ternyata bisa sedikit merasakan naik kelas dengan punya transportasi umum yang ber-AC dan agak mirip dikit dengan kota-kota besar di Indonesia.

Saya masih ingat dengan jelas, ketika pertama kali mencoba bus Trans Jatim ini, saya merasa terkagum-kagum dengan segala fitur di dalamnya. Maklum, sebagai orang yang tumbuh di kabupaten dan pedesaan, saya tentunya sering iri pada segala jenis moda transportasi umum yang dimiliki oleh kota-kota besar di Indonesia. Seperti di Surabaya yang notabene hanya sepelemparan batu dari Bangkalan.

Namun, setelah bulan lalu saya kembali menaiki bus Trans Jatim ini, saya justru mulai menyadari bahwa ia ternyata punya banyak kekurangan. Setelah saya pikir-pikir ulang, bus ini justru makin lama udah hampir mirip dengan angkot biasa. Bedanya, ia lebih besar dan ber-AC, itu saja.

BACA JUGA: Pengalaman Pertama Mencoba Bus Trans Jatim Bangkalan-Surabaya, Bikin Saya Kapok dan Mikir Ulang kalau Mau Naik Lagi

#1 Sopir Trans Jatim suka ngebut, seperti angkot yang kejar setoran

Saya beberapa kali membaca artikel keluhan di Terminal Mojok tentang sopir bus Trans Jatim yang suka ngebut. Awalnya, saya nggak percaya. Seingat saya, sampai tahun lalu saat menaiki bus Trans Jatim ini, saya berkali-kali mendapatkan sopir yang selow saja. Nggak ngebut. Saya kemudian berpikir, mungkin sopir bus Trans Jatim yang suka ngebut itu berada di koridor dan daerah yang lain. Bukan daerah Kabupaten Bangkalan.

Namun, saat akhir bulan lalu saya menaiki bus ini, saya membuktikan sendiri bahwa ternyata keluhan tersebut benar adanya. Bus Trans Jatim yang saya naiki sopirnya benar-benar ngebut, seperti takut kehilangan penumpang dan kejar setoran agar nggak kena omel pemilik bus. Alhasil, saya merasa kurang nyaman sebagai penumpang.

Padahal, setahu saya bus Trans Jatim ini adalah moda transportasi umum dengan sistem Buy The Service (BTS) dari Kemenhub. Pemerintah membeli layanan dari operator dan memberikan subsidi penuh, sehingga sopir hanya perlu fokus pada layanan, keselamatan, dan ketepatan waktu.

Jadi, harusnya nggak perlu lah ngebut-ngebutan kayak kejar setoran gitu. Malah kelihatan nggak ada bedanya dengan angkot.

Baca Juga:

Menerka Alasan Bangkalan akan Terus Berada di Bawah Sumenep dan Pamekasan, padahal Kawasannya Masuk Kota Metropolitan

Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela

#2 Petugasnya nggak peduli pada penumpang yang naik dan sering banget buru-buru

Akibat paling fatal dari sopir bus Trans Jatim yang suka ngebut ini adalah ia terkesan kurang peduli pada penumpang. Khususnya penumpang yang baru naik ke dalam bus. Saya beberapa kali hampir terjungkal karena begitu menginjakkan kaki di dalam bus, sopirnya sudah langsung tancap gas saja. Hal ini bikin saya oleng dan harus berpegangan pada apa pun yang berada di sekitar saya.

Jangankan bisa berjalan dan mencari tempat duduk dengan tenang, bisa berdiri dengan benar saja saya harus sudah banyak bersyukur. Padahal, tindakan ini jelas berbahaya. Kalau saya jatuh karena pijakan yang belum mapan dan menimpa penumpang lain, apa nggak nambah bikin perkara?

Hal ini bikin saya merasa kalau pengalaman naik bus Trans Jatim ini ternyata nggak ada bedanya dengan naik angkot Bus Mini yang beroperasi di Madura dan terkenal dengan sopirnya yang suka ugal-ugalan dan ngebut-ngebutan. Padahal, bus ini jelas jauh berbeda karena ia adalah transportasi umum dari pemerintah yang disubsidi dengan pajak rakyat.

Saya berharap, manajemen bus Trans Jatim ini segera berbenah dan mendengar keluhan para penumpangnya. Kalau tetap begitu, saya mending naik angkot saja deh. Toh, nggak ada bedanya juga.

Penulis: Siti Halwah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Naik Trans Jatim Bakal Merana kalau Bareng Penumpang Nggak Peka seperti Ini

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Mei 2026 oleh

Tags: AngkotBangkalanbuy the service kemenhubtrans jatim
Siti Halwah

Siti Halwah

menulis untuk eksis

ArtikelTerkait

Bangkalan Madura Memang Daerah Tertinggal, sampai Bisnis Jasa Transfer Uang dan Tarik Tunai Tumbuh Subur di Sini

Bangkalan Madura Memang Daerah Tertinggal, sampai Bisnis Jasa Transfer Uang dan Tarik Tunai Tumbuh Subur di Sini

25 Januari 2024
Bangkalan Madura Nggak Cocok Dijadikan Destinasi Wisata: Sebuah Peringatan sebelum Kalian Kecewa surabaya

Bangkalan Madura Nggak Cocok Dijadikan Destinasi Wisata: Sebuah Peringatan sebelum Kalian Kecewa

31 Desember 2023
Alun-Alun Bangkalan Madura Sudah Waktunya Direnovasi karena Mirip Taman yang Tak Terurus

Alun-Alun Bangkalan Madura Sudah Waktunya Direnovasi karena Mirip Taman yang Tak Terurus

5 Juli 2024
Bangkalan Madura Adalah Pilihan Paling Tidak Rasional untuk Menempuh Pendidikan Tinggi, Bukannya Belajar Malah Jadi Kader Partai UTM

Bangkalan Madura Adalah Pilihan Paling Tidak Rasional untuk Menempuh Pendidikan Tinggi, Bukannya Belajar Malah Jadi Kader Partai

28 Januari 2024
Kasta Mahasiswa di Bangkalan Madura, Ada yang Si Paling Ormek hingga yang Cuma Jadi Remahan Rempeyek

Kasta Mahasiswa di Bangkalan Madura, Ada yang Si Paling Ormek hingga yang Cuma Jadi Remahan Rempeyek

11 September 2025
4 Hal Menyebalkan yang Sering Saya Rasakan Ketika Naik JakLingko

3 Hal Menyebalkan Angkot JakLingko dari Perspektif Pengendara Lain di Sekitarnya

3 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hal-Hal Aneh Bagi Orang Lamongan Ketika Mengunjungi Jakarta (Unsplash)

Hal-Hal Aneh Bagi Orang Lamongan Ketika Mengunjungi Jakarta

30 April 2026
Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama Mojok.co

Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama

29 April 2026
IKEA Ciputra World Surabaya, Tempat yang Cocok untuk Melepas Penat Tanpa Takut Melarat mojok.co

IKEA Ciputra World Surabaya, Tempat yang Cocok untuk Melepas Penat Tanpa Takut Melarat

30 April 2026
Pengalaman Kuliner di Pantai Blimbingsari, Banyuwangi: Tenang dan Nyaman, tapi Bikin Kapok buat Jajan

Pengalaman Kuliner di Pantai Blimbingsari Banyuwangi: Tenang dan Nyaman, tapi Bikin Kapok buat Jajan

4 Mei 2026
Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan Mojok.co

Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan

1 Mei 2026
Sarjana Sastra Inggris Percuma Kuliah, Kursus Aja Udah Cukup (Unsplash)

Meski Dianggap Jurusan yang Tidak Relevan dengan Industri, Saya Malah Bangga Masuk Jurusan Sastra Inggris

4 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Dilema Gen Z: Resign Kerja Kena Mental karena Mulut Ortu dan Tetangga, tapi Bisa “Gila” Kalau Bertahan di Kantor yang Isinya Orang Toksik
  • Kuliah di Malang karena Label Kota Pelajar: Berujung “Tersesat” karena Menormalkan Perilaku Tak Wajar Mahasiswa
  • Kerja Mati-matian di Australia, Tabungan Sampai Setengah Miliar tapi Nggak Bisa Dinikmati dan Terpaksa Pulang usai Kena Mental
  • Ancaman “Indomi” bagi Generasi Muda Minang: Ketika Inyiak Berubah Jadi Opa dan Oma
  • Anak Perempuan Pertama di Keluarga Korbankan Kebebasan Masa Muda demi Penuhi Tuntutan Jadi Orang Tua untuk Adik, padahal “Sengsara” Sendirian
  • 35 Tahun Mengabdikan Diri di UGM, Kini Pilih Budidaya Selada Hidroponik Malah Hasilkan Omzet Harian Rp750 Ribu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.