Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

Riko Prihandoyo oleh Riko Prihandoyo
25 April 2026
A A
Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada satu kebiasaan banyak orang yang sudah sejak lama ingin saya ubah yaitu memberi kado pernikahan. Sebab, di banyak kasus, kado-kado hanya menumpuk dan berakhir sia-sia. Memang tidak semua kado pernikahan ujungnya nggak terpakai. Namun, kebanyakan kado sebenarnya tidak sesuai dengan kebutuhan pengantin. 

Saya tahu, sebagian besar kado itu dikirimkan sebagai wujud ungkapan berbahagia. Walau tidak menutup kemungkinan, ada juga beberapa kado pernikahan dikirimkan dengan nada pekewuh atau nggak enak saja sudah diundang. Merasa tidak enak hati, bahkan cenderung malu, jika datang hanya membawa amplop dengan nominal yang “terlihat sedikit”. 

ADVERTISEMENT

Memberi kado pernikahan hanya karena pekewuh

Rasa pekewuh tadi kemudian ditutupi dengan membeli kado berukuran besar sebagai tameng harga diri agar tidak dianggap pelit. Kita lebih takut dianggap tidak sopan karena amplop yang tipis daripada merasa berdosa karena telah mengirimkan barang yang hanya akan mempersempit ruang hidup teman sendiri.

Bagi saya, rasa pekewuh ini adalah bentuk egoisme terselubung. Kita lebih peduli pada citra diri sendiri di hadapan penerima tamu daripada memikirkan beban logistik yang harus ditanggung si pengantin baru. Kita merasa “sudah memberi” hanya karena tangan kita menenteng kotak besar, tanpa peduli apakah barang itu akan dipakai atau justru langsung dipindahkan ke gudang. Di titik ini, kado bukan lagi simbol doa, melainkan instrumen untuk menenangkan kegelisahan sosial kita sendiri.

Normalisasi tanya kebutuhan pengantin

Kado-kado demi menutupi rasa nggak enak atau pakewuh ini sebenarnya bisa selesai dengan cara mudah: tanya ke pengantin. Saya rasa, tanya kepada pengantin perlu dinormalisasi agar kado tidak menumpuk. Kalau memang ogah tanya, memberi ungkapan berbahagia dalam bentuk cash atau tunai adalah yang paling tepat. 

Herannya, ada saja orang enggan memberi amplop, tapi juga nggak enak tanya langsung ke pengantin kebutuhan mereka.  Orang-orang memilih jalan instan dengan membeli barang yang paling mudah ditemukan di rak toko. Ada yang sengaja memilih ukuran besar agar “berbekas” secara visual. Padahal ujung-ujungnya tidak dibutuhkan atau tidak pas dengan selera pengantin.

Kejadian-kejadian semacam ini perlu dikurangi demi kebaikan bersama. Sudah saatnya kita mengubah paradigma. Jika memang uang yang kita miliki terbatas, maka berikanlah secara tunai tanpa perlu merasa rendah diri. Uang seratus ribu dalam amplop jauh lebih mulia dan fungsional daripada setrika atau barang lain yang kualitasnya ringkih. 

Ingat, silaturahmi itu dibangun dengan ketulusan dan empati, bukan dengan sekadar menambah kado murah tak bermanfaat yang hanya akan memenuhi rumah orang lain dengan berdebu.  Mari berhenti memberikan “sampah” kepada pengantin baru hanya karena kita tidak sanggup melawan rasa pekewuh yang tidak perlu. Jika kita benar-benar peduli pada masa depan mereka, bantulah dengan sesuatu yang bisa mereka gunakan untuk membayar tagihan listrik atau membeli beras. Jangan biarkan persahabatan kita hanya diwakili oleh tumpukan benda mati yang bahkan tidak akan pernah mereka nyalakan sampai mereka berkali-kali merayakan ulang tahun pernikahan. 

Baca Juga:

Orang yang Menggelar Hajatan hingga Menutupi Jalan Umum Patut Dibenci, Bikin Susah!

Perasaan Bahagia Saat Sahabat Menikah Berubah Sedih dan Kesepian karena Sadar Kehilangan Teman Main dan Cerita

Penulis: Riko Prihandoyo
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 April 2026 oleh

Tags: kadoKado Pernikahanpengantinpengantin baruPernikahan
Riko Prihandoyo

Riko Prihandoyo

Bekerja membantu usaha orang lain sambil menempuh pendidikan di Universitas Terbuka. Menulis ketika suasana hati memberi ruang, sembari terus belajar menyemangati diri sendiri.

ArtikelTerkait

Kondangan Sendirian Itu Nggak Apa-apa, Penting Wani!

Kondangan Sendirian Itu Nggak Apa-apa, Penting Wani!

17 Juni 2022
5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok  Mojok.co

5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok 

18 Januari 2026
10 Tradisi Pernikahan Indonesia yang Bikin Heran Orang Jepang Terminal Mojok

10 Tradisi Pernikahan Indonesia yang Bikin Heran Orang Jepang

13 Desember 2022
Makeup Pernikahan Maudy Ayunda dan Eva Celia Memang Bukan untuk Semua Orang Terminal Mojok

Makeup Pernikahan Maudy Ayunda dan Eva Celia Memang Bukan untuk Semua Orang

12 Juni 2022
jatuh cinta

Jatuh Cinta dan Patah Hatilah dengan Bahagia!

22 Agustus 2019
daftar tamu undangan pernikahan ra srawung rabimu suwung seserahan adik nikah duluan gagal nikah dekorator pernikahan playlist resepsi pernikahan mojok

Adik Saya Duluan Nikah dan Saya Nggak Ada Masalah dengan Itu

15 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cara Licik Mahasiswa Mengerjakan Skripsi Full Pakai ChatGPT, Dosen Pembimbing Wajib Tahu Ciri-cirinya biar Nggak Sampai Dibohongi!

Skripsi Memang Nggak Layak Jadi Satu-satunya Syarat Lulus untuk S1

22 Juni 2026
4 Alasan Ayam Goreng Dkriuk Jadi yang Terbaik di Kelasnya, Brand Lain Minggir Dulu! Mojok.co

4 Alasan Ayam Goreng Dkriuk Jadi yang Terbaik di Kelasnya, Brand Lain Minggir Dulu!

24 Juni 2026
Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending Mojok.co

Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending

22 Juni 2026
Pengalaman Pahit Tinggal di Kos Murah yang Jadi Sarang Tikus (Unsplash)

Pengalaman Pahit Tinggal di Kos Murah: Ketika Rumah Tua Berubah Menjadi Sarang Tikus

21 Juni 2026
Orang Jombang Malas Liburan ke Wonosalam, Lebih Memilih Plesir ke Malang Mojok

Orang Jombang Malas Liburan ke Wonosalam, Lebih Memilih Plesir ke Malang

20 Juni 2026
Hidup di Desa Nggak Seindah Bayangan, Banyak Iuran yang Harus Dibayarkan kalau Nggak Mau Jadi Bahan Omongan

Hidup di Desa Itu Murah, yang Mahal Adalah Ongkos Sosialnya, dan Ini Rinciannya

21 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.