Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Curahan Mahasiswa Baru Samarinda: Harus Mencicil Motor karena Tak Ada Kendaraan Umum di Samarinda, padahal Bukan Orang Berduit

Fahira Nur Amelia oleh Fahira Nur Amelia
22 April 2026
A A
4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua (motomotosc via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika dinyatakan lolos UTBK dan diterima di Universitas Mulawarman Samarinda, universitas nomor satu di Kalimantan Timur, saya merasa itulah salah satu hari paling membahagiakan dalam hidup saya. Setelah gagal di jalur SNBP dan melewati masa belajar yang melelahkan, usaha saya akhirnya terbayar. Saya diterima di pilihan pertama.

Saat itu, rasanya seperti ada pintu yang akhirnya terbuka untuk masa depan. Saya berpeluang menjadi sarjana pertama di keluarga.

Saya tentu senang, begitu pula keluarga. Namun, rasa bahagia itu cepat tergerus kebingungan. Setelah euforia mereda, kami mulai memikirkan satu persoalan yang terdengar sederhana, tetapi rumit bagi keluarga yang tidak memiliki kendaraan: bagaimana saya akan pergi kuliah setiap hari?

Pilihan untuk kos nyaris mustahil. Orang tua saya tidak sanggup membiayai kos sekaligus makan bulanan. Rumah yang kami tinggali saja masih berstatus kontrakan.

Di Samarinda, motor seolah syarat hidup

Saya tinggal di Samarinda Seberang, sedangkan kampus berada di kawasan Universitas Mulawarman, Kota Samarinda. Perjalanan ke sana memakan waktu sekitar tiga puluh menit, bahkan bisa lebih lama jika jalanan macet. Jarak itu menjadi persoalan besar bagi kami yang tidak memiliki kendaraan bermotor.

Di hari-hari menjelang ospek, saya bukan hanya memikirkan tugas dari kakak tingkat, tetapi juga urusan transportasi. Banyak pertimbangan yang harus dipikirkan matang-matang oleh keluarga saya. Dari situlah saya sadar, diterima kuliah bukanlah akhir dari perjuangan setelah lulus sekolah menengah atas. Justru perjuangan yang sesungguhnya baru dimulai.

Saya cukup khawatir karena persoalan kendaraan yang terjadi di Samarinda, kota yang menurut saya masih tertinggal dalam urusan transportasi umum. Angkutan kota yang dulu kami kenal sebagai taksi kuning kini semakin jarang terlihat. Moda itu perlahan kalah oleh transportasi online, yang tentu tidak mungkin kupakai setiap hari karena biayanya.

Bus pun lebih banyak melayani lintas kota, bukan rute dalam kota. Bahkan Balikpapan lebih dulu memiliki layanan bus dalam kota melalui Balikpapan City Trans. Sementara di Samarinda, transportasi umum terasa seperti wacana yang tak pernah benar-benar datang.

Baca Juga:

Pesut Adalah Simbol Kota Samarinda, tapi Orang Samarinda Sendiri Belum Pernah Lihat Pesut Secara Langsung

Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

BACA JUGA: Pesut Adalah Simbol Kota Samarinda, tapi Orang Samarinda Sendiri Belum Pernah Lihat Pesut Secara Langsung

Mencicil motor

Padahal, transportasi umum yang murah, nyaman, dan mudah dijangkau bukan hanya penting untuk mengurangi kemacetan, tetapi juga sangat membantu masyarakat yang tidak memiliki kendaraan pribadi.

Oleh karena itulah keluarga saya mengambil keputusan paling berani sekaligus paling nekat: mencicil motor. Motor menjadi satu-satunya cara paling masuk akal agar bisa kuliah dan tetap menjalani aktivitas harian.

Kami tidak punya tabungan untuk membeli motor bekas, apalagi baru secara tunai. Bapak saya bekerja sebagai tukang parkir, sedangkan ibu saya mengasuh anak tetangga. Penghasilan mereka lebih sering cukup untuk membayar sewa rumah dan kebutuhan sehari-hari.

Cicilan Motor dan Harga Sebuah Pendidikan

Namun, setelah motor itu datang, tantangan baru ikut datang bersamanya: cicilan bulanan yang harus dibayar tepat waktu.

Saya pun membuat keputusan yang terasa berat: bekerja menjaga konter HP di Samarinda. Saya tidak bisa hanya mengandalkan orang tua. Kuliah adalah pilihan saya, maka sudah sepantasnya ikut bertanggung jawab atas jalan yang saya pilih sendiri.

Tentu tidak mudah ketika saya harus membagi waktu antara kuliah, tugas, kerja, dan cicilan yang harus dibayar setiap tanggal satu.

Kadang saya iri melihat teman-teman sekolah saya dulu berproses dengan lebih leluasa. Mereka bisa mengikuti organisasi, aktif di berbagai kegiatan kampus, dan mencoba banyak hal baru.

Sementara saya, untuk menghadiri diskusi buku yang diwajibkan dosen saja, harus lebih dulu menyesuaikannya dengan jam kerja. Semua harus dihitung cermat agar tidak ada yang ditinggalkan. Banyak orang mengira perjuangan selesai saat lolos kampus negeri. Bagiku, perjuangan itu justru dimulai ketika cicilan pertama jatuh tempo.

Penulis: Fahira Nur Amelia
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 April 2026 oleh

Tags: kalimantan timursamarindauniversitas mulawarman
Fahira Nur Amelia

Fahira Nur Amelia

Mahasiswa semester 4 Universitas. Menaruh perhatikan ke banyak isu sehingga membuat stres sendiri memikirkan kekacauan dunia ini. Setiap harinya hanya kuliah dan kerja harus menahan sabar menghadapi pembeli yang banyak macamnya.

ArtikelTerkait

Ironi Kalimantan Timur: Berdiri di Atas Minyak, tapi Masak Pakai Kayu

Ironi Kalimantan Timur: Berdiri di Atas Minyak, tapi Masak Pakai Kayu

16 Juni 2025
4 Kelebihan Kuliah di Samarinda yang Bikin Kuliah di Jogja Jadi Kelihatan Biasa Saja

4 Kelebihan Kuliah di Samarinda yang Bikin Kuliah di Jogja Jadi Kelihatan Biasa Saja

31 Agustus 2024
4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

Pesut Adalah Simbol Kota Samarinda, tapi Orang Samarinda Sendiri Belum Pernah Lihat Pesut Secara Langsung

12 April 2026
Pulau Maratua di Kalimantan Timur Indah, tapi Jarang Dilirik Wisatawan

Pulau Maratua di Kalimantan Timur Indah, tapi Jarang Dilirik Wisatawan

7 Agustus 2024
4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

1 September 2024
3 Makanan Khas Kalimantan Timur yang Diklaim Malaysia sebagai Makanan Khasnya

3 Makanan Khas Kalimantan Timur yang Diklaim Malaysia sebagai Makanan Khasnya

6 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup (Unsplash)

Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup

19 April 2026
Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak Mojok.co

Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak

17 April 2026
Konten Tutorial Naik Pesawat Nggak Norak Sama Sekali, Justru Amat Penting buat Mayoritas Rakyat Indonesia

Konten Tutorial Naik Pesawat Nggak Norak Sama Sekali, Justru Amat Penting buat Mayoritas Rakyat Indonesia

20 April 2026
Resign demi Jadi Wirausaha Itu Memang Ceroboh, tapi Saya Nggak Menyesal sekalipun Bangkrut

Resign demi Wirausaha Itu Memang Ceroboh, tapi Saya Nggak Menyesal sekalipun Bangkrut

18 April 2026
5 Kuliner Ambarawa yang Belum Masuk Radar Wisatawan padahal Enak dan Khas Mojok.co

5 Kuliner Ambarawa yang Belum Masuk Radar Wisatawan, padahal Enak dan Khas

16 April 2026
Kelas Menengah Dimatikan dengan Pajak dan Kenaikan BBM (Unsplash)

Kenaikan Harga Pertamina Turbo dan DEX Mendorong Kelas Menengah Menuju Kemiskinan dan Kematian

20 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong di Usia 30 Terasa Tak Sama Lagi: Teman Makin Jompo, Obrolan Kian Membosankan, tapi Saya Berusaha Memahami
  • Campus League Musim 1: Kompetisi Olahraga Kampus untuk Fondasi Masa Depan Atlet Mahasiswa, Menempa Soft Skills Krusial
  • Kuatnya Peran Perempuan di Kota Semarang, Sampai Diapresiasi California State University
  • Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan karena Kemiskinan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja
  • Soft Living, Gaya Hidup Gen Z yang Memilih Menyerah tapi Tenang ketimbang Mengejar Mimpi “Besar” Tak Pasti
  • 3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.