Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jangan Mencari Peruntungan dengan Kerja di Jakarta, Saya Cari Magang di Sini Saja Susah, Sekalinya Dapat Tidak Digaji dan Dijadikan Tenaga Gratisan

Mohammad Rafatta Umar oleh Mohammad Rafatta Umar
20 April 2026
A A
7 Sisi Terang Jakarta yang Jarang Dibahas, tapi Nyata Adanya: Bikin Saya Betah dan Nggak Jadi Pulang Kampung kerja di jakarta

7 Sisi Terang Jakarta yang Jarang Dibahas, tapi Nyata Adanya: Bikin Saya Betah dan Nggak Jadi Pulang Kampung (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

(Kerja di) Jakarta masih kerap dilihat sebagai cahaya. Sebuah tempat beribu peluang yang dipercaya dapat mengubah nasib seseorang untuk menjadi sukses atau mapan.

Data BPS pada tahun 2020 menunjukkan bahwa 212 ribu penduduk masuk ke Jakarta. Meskipun angka tersebut menurun dari tahun-tahun sebelumnya, tetap saja itu bukan jumlah yang kecil. Dan, turut memenuhi Jakarta yang semakin penuh.

Memang, kota ini dipenuhi dengan gedung-gedung sehingga bisa membuat seseorang yakin bahwa 19 juta lapangan kerja yang dijanjikan Gibran benar adanya. Namun, benarkah kenyataannya demikian?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, izinkan saya menceritakan pengalaman pribadi saya mengenai sulitnya mencari magang di Jakarta untuk keperluan konversi SKS kuliah.

Cari kerja di Jakarta memang sesulit itu

Sebagai orang yang baru tumbuh dewasa, saya baru merasakan betul susahnya mencari kerja di Jakarta saat mencari magang. Sebelumnya, saya hanya dengar-dengar cerita orang terdekat saya dan tidak merasakan langsung susahnya mengisi dompet di sini.

Barulah ketika disuruh kampus melaksanakan magang untuk mengisi SKS, saya merasakan pahitnya. Puluhan lamaran yang saya kirim lewat aplikasi job seeker diabaikan tanpa kabar. Pesan-pesan email yang saya kirim ke berbagai HRD perusahaan dengan ramah dibalas dengan sunyi. Tak lupa juga saya nitip CV ke teman saya yang punya koneksi di suatu perusahaan, tapi tetap saja tidak ada panggilan lanjutan.

Rasanya, pengalaman yang saya pupuk melalui organisasi dan sertifikasi pada saat kuliah tidak ada artinya. IPK tinggi yang saya raih hanyalah angka tidak bermakna. CV dan portofolio yang saya kirimkan hanya sekadar gambar di layar kaca belaka.

BACA JUGA: Modal Ijazah S1, Nekat Adu Nasib ke Jakarta: Sudah Bikin Syukuran karena Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Pertama Belum Turun

Baca Juga:

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

Sekalinya dapat malah ketemu perusahaan red flag

Di tengah semangat yang sedikit demi sedikit keropos, tiba-tiba suatu perusahaan di Jakarta menghubungi saya dan mengajak wawancara. Akhirnya saya bisa merasa lega dan segera mengikuti proses wawancara dengan semangat. Namun, rasa lega itu hanya bisa saya rasakan sebentar.

Ketika diwawancara, saya diberi tahu bahwa program magang yang mereka tawarkan bersifat unpaid. Uang saku dan transportasi pun tidak ada. Tentu ini hal yang berat untuk diterima, apalagi saya masih diwajibkan untuk membayar UKT oleh kampus meskipun hanya melaksanakan magang. Tapi, karena takut tidak dapat kesempatan magang sama sekali dan SKS saya menjadi tidak terisi, akhirnya saya terima saja tawaran magang tersebut. Itung-itung bisa nambah pengalaman.

Namun, alih-alih diperlakukan sebagai anak magang yang dibimbing untuk mengenal dunia kerja profesional, saya lebih merasa sebagai budak kapitalis gratisan. Ketika masuk kantor, saya diberikan pekerjaan dengan jumlah yang jauh lebih banyak dibanding yang dijanjikan saat wawancara. Itu pun belum termasuk pekerjaan di luar job desc saya yang kadang-kadang diberikan. Belajar kerja di Jakarta gini amat.

Jujur mengalami hal tersebut  ada sekali rasa muaknya. Rasa muak itu menambah ketika saya mengingat bahwa saya tidak diberikan gaji sama sekali. Saya percaya betul anak magang itu tidak pantas dijadikan tenaga gratisan. Setiap keringat yang dikeluarkan itu pantas untuk diberi ganjaran. Bahkan, hal ini diatur kok dalam Permenaker Nomor 6 Tahun 2020, yang mana peserta magang berhak mendapat uang saku.

Ketika saya coba ngobrol dengan salah satu karyawan di sini, ternyata memang perusahaan ini sangat red flag. Bayangkan saja, ia sudah 5 tahun kerja di perusahaan ini, tetapi masih digaji di bawah UMR Jakarta. Ia juga turut curhat bagaimana pengeluaran tiap bulannya selalu minus untuk menafkahi keluarga dan memenuhi kebutuhan lainnya. Ke karyawannya saja kejam, apalagi anak magangnya.

Bagaimana mencari pekerjaan sungguhan nanti?

Sebagai orang yang tumbuh dari kecil di Jakarta, pengalaman mencari dan menjalankan magang cukup membuat saya khawatir dalam menjalani karier lebih serius di sini. Cari magang aja susah, apalagi melamar sebagai karyawan sungguhan.

Pengalaman ini jugalah yang membuat saya merasa aneh kepada orang-orang yang mencari peruntungan di Jakarta. Ya mungkin bila dibandingkan daerah lain, Jakarta memang membuka lapangan kerja lebih luas. Tapi, percayalah untuk mendapatkannya tidak semudah itu juga. Kalaupun diterima belum tentu Anda digaji secara layak dan diberikan jaminan yang seharusnya sudah menjadi hak.

Jadi, bagi kalian yang ingin ke Jakarta dan mencari peruntungan di sini, ada baiknya dipikir dua kali, tiga kali, sepuluh kali, atau seratus kali.

Penulis: Mohammad Rafatta Umar
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Meninggalkan Jogja demi Mengejar Financial Freedom di Jakarta, Berhasil Dapatkan Gaji Besar meski Harus Mengorbankan Kesehatan Mental

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 April 2026 oleh

Tags: Jakartakerja di jakartamagang di jakartapendatang di jakarta
Mohammad Rafatta Umar

Mohammad Rafatta Umar

Mahasiswa Ilmu Politik di Jaksel yang pesimis sama negara.

ArtikelTerkait

Alasan Logis Kenapa Siswa Jakarta kalau Piknik Malah ke Jogja terminal mojok

Alasan Logis Siswa Jakarta kalau Piknik Malah ke Jogja

29 November 2021
3 Hal yang Akan Saya Rindukan dari Stasiun Gambir

“Dilarang Parkir” dan “Dilarang Berhenti”, 2 Rambu di Depan Stasiun Gambir Jakarta yang Nggak Ada Harga Dirinya Sama Sekali

6 November 2024
Dua "Genre" Nasi Uduk Jakarta yang Perlu Diketahui Lebih Banyak Orang Mojok.co

Dua “Genre” Nasi Uduk Jakarta yang Perlu Diketahui Lebih Banyak Orang

24 Maret 2025
Kerja Dekat Monas Jakarta Nggak Selalu Enak, Akses Mudah tapi Sering Ada Demo yang Bikin Lalu Lintas Kacau

Kerja Dekat Monas Jakarta Nggak Selalu Enak, Akses Mudah tapi Sering Ada Demo yang Bikin Lalu Lintas Kacau

17 Desember 2025
Jangan Tinggal di Bogor kalau Tidak Punya Kendaraan Pribadi daripada Menderita Mojok.co

Jangan Tinggal di Bogor kalau Tidak Punya Kendaraan Pribadi daripada Menderita

31 Mei 2025
Bojonggede, Tempat Terbaik untuk Mengungsi dari Polusi Udara Jakarta yang Semakin Parah

Bojonggede, Tempat Terbaik untuk Mengungsi dari Polusi Udara Jakarta yang Semakin Parah

14 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jalan-jalan di Surabaya Itu Mudah dan Murah, tapi Jadi Mahal karena Kebanyakan Tukang Parkir Liar

21 April 2026
Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna Mojok.co

Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna

18 April 2026
10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata Mojok.co

Kebumen: Banyak Pantainya, tapi Belum Jadi Primadona Wisata Layaknya Yogyakarta

21 April 2026
Kelas Menengah Dimatikan dengan Pajak dan Kenaikan BBM (Unsplash)

Kenaikan Harga Pertamina Turbo dan DEX Mendorong Kelas Menengah Menuju Kemiskinan dan Kematian

20 April 2026
Konten Tutorial Naik Pesawat Nggak Norak Sama Sekali, Justru Amat Penting buat Mayoritas Rakyat Indonesia

Konten Tutorial Naik Pesawat Nggak Norak Sama Sekali, Justru Amat Penting buat Mayoritas Rakyat Indonesia

20 April 2026
Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup (Unsplash)

Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup

19 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Campus League Musim 1: Kompetisi Olahraga Kampus untuk Fondasi Masa Depan Atlet Mahasiswa, Menempa Soft Skills Krusial
  • Kuatnya Peran Perempuan di Kota Semarang, Sampai Diapresiasi California State University
  • Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan karena Kemiskinan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja
  • Soft Living, Gaya Hidup Gen Z yang Memilih Menyerah tapi Tenang ketimbang Mengejar Mimpi “Besar” Tak Pasti
  • 3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya
  • Penyesalan Pasang WiFi di Kos: Dipalak Mahasiswa yang Kerjanya Main Game Online Ramai-ramai dan Ibu Kos yang Seenaknya Sendiri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.