Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Setia Bersama Honda Beat Biru 2013: Motor yang Dibeli Mertua dan Masih Nyaman Sampai Sekarang, Motor Lain Mana Bisa?

Muhammad Faishol oleh Muhammad Faishol
17 April 2026
A A
Motor Bagus Sebanyak Itu di Pasaran dan Kalian Masih Memilih Beli Motor Honda BeAT? Ya Tuhan, Seleramu lho yamaha mio m3

Motor Bagus Sebanyak Itu di Pasaran dan Kalian Masih Memilih Beli Honda BeAT? Ya Tuhan, Seleramu lho (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dulu, ada yang bilang Honda Beat itu motor “kantor-kantoran”, motor “ibu-ibu”, mesinnya kecil cuma 108 cc, nggak bakal kuat boncengan bertiga apalagi diajak nanjak Ijen. Ada juga yang nyinyir, “Masa laki-laki naik Beat? Mending Vario atau Mio aja.” Tapi bagi saya, Beat biru 2013 punya cerita yang nggak bisa dijelaskan oleh gengsi semata.

Ini motor yang dibeli mertua buat putrinya. Waktu itu tahun 2013, baru keluar dari dealer, kinclong warna biru. Saya belum kenal istri, ya jelas belum pernah naik motor ini. Baru setelah saya menikah di tahun 2018, Beat biru ini mulai saya pakai setiap hari. Dan dari situlah saya tahu, omongan orang tentang Beat itu banyak yang meleset.

Fakta teknis yang sering dilupakan orang tentang Honda Beat

Honda Beat FI 2013 ini sebenarnya salah satu motor matic pertama di kelas 110 cc yang pakai injeksi PGM-FI (Programmed Fuel Injection). Bukan karburator lagi. Ini penting karena banyak yang masih ngira Beat lawas itu karbu dan boros. Padahal fakta di lapangan, dengan mesin 108,2 cc SOHC 4-tak pendingin udara, tenaga maksimalnya 8,9 PS di 7.500 rpm dan torsi 9,3 Nm di 6.500 rpm.

Standar sih, tapi untuk urusan irit, Honda dulu mengklaim 58 km/liter berdasarkan metode ECE R40. Bahkan di kondisi riil banyak yang nyampe 60 km/liter.

Sekarang setelah 13 tahun, Beat biru saya masih konsisten di 50-55 km/liter. Padahal setiap hari saya tempuh jarak pulang pergi kantor hampir 95 kilometer. Ya, 95 kilometer PP. Rumah di Banyuwangi kota, kantor di selatan. Kondisi jalan kadang rusak bebatuan, kadang mulus aspal bekas balapan sepeda internasional tour de Ijen. Tangki bensin cuma 3,7 liter, tapi buat perjalanan sejauh itu, saya cuma perlu isi sekitar 1,7-1,9 liter sekali jalan. Artinya, sekali isi penuh bisa buat dua harian.

BACA JUGA: Pesimis pada Honda Beat Karbu Berubah Respek karena Bisa Awet 12 Tahun Tanpa Rewel

Kenapa saya lebih pilih Honda Beat?

Di rumah sebenarnya ada mobil. Tapi untuk jalan-jalan di Banyuwangi, saya, istri, dan anak-anak lebih suka naik Honda Beat. Alasannya sederhana: satset dan lincah.

Pernah saya ajak keluarga ke Kawah Ijen. Jalannya tanjakan, tikungan tajam, dan kadang becek. Mobil sih bisa, tapi repot kalau papasan dengan truk tambang belerang. Nah, Honda Beat lebih lincah. Anak-anak malah seneng karena anginnya langsung kena. Istri di belakang sambil pegangan. Mesin Beat meraung pelan tapi tetap stabil. Sampai basecamp, nggak ada masalah.

Baca Juga:

Pesimis pada Honda Beat Karbu Berubah Respek karena Bisa Awet 12 Tahun Tanpa Rewel

Honda Stylo Adalah Motor Paling Tidak Jelas: Mahal, tapi Value Nanggung. Motor Sok Retro, tapi Juga Modern, Maksudnya Gimana?

Pernah juga ke Alas Purwo. Jalannya hutan, sebelumnya juga melewati pedesaan yang jalannya banyak bolong-bolong, Beat biru tetap melibas. Suspensi depan teleskopik dan rem cakram hidroliknya terbukti andal. Ban belakang selip dikit di jalan licin, tapi motor masih bisa dikendalikan. Saya cuma bilang, “Astaga, keras juga ini motor.”

Masalah yang muncul setelah 13 tahun

Tentu nggak ada motor yang sempurna. Setelah 13 tahun, Honda Beat biru ini mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan. Saya mulai denger suara “cetek-cetek” dari CVT. Ternyata roller dan v-belt aus. Ganti baru, beres.

Pernah juga suatu pagi motor nggak mau starter elektrik. Cuma bunyi “tek-tek-tek” lemah. Saya kira mesin udah tekor. Padahal cuma aki soak dan dinamo starter kotor. Ganti aki, bersihin dinamo, nyala lagi mulus.

Yang paling baru, beberapa bulan lalu oli mulai rembes. Karet seal dan gasket yang udah tua mulai kendur. Bawa ke bengkel langganan di Banyuwangi, ganti seal, sekarang aman. Mesin utamanya masih sehat. Sampai sekarang, starter elektrik masih nyala sekali pencet (kecuali kalau aki sedang rewel).

Soal harga jual, saya nggak peduli, wong bukan untuk dijual

Di marketplace Banyuwangi, Honda Beat 2013 warna biru kondisi bagus harganya sekitar 8-9 jutaan. Tapi motor saya pakai plat K (Jawa Tengah). Kalau dijual di Banyuwangi, proses mutasi bikin harga turun. Paling banter laku 6,5-7 juta. Itu pun kalau ada yang mau repot urus surat.

Tapi buat saya, motor ini nggak punya harga. Bukan karena sentimental semata. Tapi karena sampai sekarang, setiap pagi saya starter dan langsung nyala, setiap hari menempuh 95 kilometer, setiap akhir pekan boncengan istri dan anak-anak keliling Banyuwangi, motor ini nggak pernah bikin saya kecewa.

Orang boleh bilang Honda Beat itu motor sederhana, motor murah, motor nggak bergengsi. Tapi saya balik tanya: sebutkan salah satu motor yang setelah 13 tahun masih bisa dipakai keras setiap hari, irit bensin, jarang rewel, dan nggak pernah minta ganti part mahal? Buat saya, Beat biru 2013 ini jawabannya.

Dan yang paling penting, motor ini adalah saksi bisu perjuangan keluarga kecil saya. Dari awal menikah, punya anak pertama, punya anak kedua, sampai sekarang. Setiap lecet di bodinya punya cerita. Setiap bunyi khas mesinnya jadi pengingat kalau sesuatu yang sederhana bisa setia menemani sejauh ini.

Jadi, kalau ada yang bilang Honda Beat itu motor cewek, ya terserah. Saya laki-laki dan bangga naik Beat biru 2013 setiap hari. Nggak perlu ganti motor baru selama yang ini masih bisa diajak kerja keras.

Penulis: Muhammad Faishol
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Nggak Masalah Dikatain Miskin karena Pakai Honda BeAT, yang Penting Menang Pemikiran!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 April 2026 oleh

Tags: honda beathonda beat 2013motor honda
Muhammad Faishol

Muhammad Faishol

Lelaki yang hidup di antara aroma kafein dan deru mesin. Menikmati ketenangan dalam seseduh kopi, namun menemukan gairah dalam setiap presisi otomotif. Bekerja sebagai Dosen dan guru.

ArtikelTerkait

Review Honda Supra X 100 yang Berusia 20 Tahun, Motor Tua Paling Irit terminal mojok

Review Honda Supra X 100 yang Berusia 20 Tahun, Motor Tua Paling Irit

28 April 2021
5 Tips Hemat Biaya Perawatan Motor Honda Supra X 125 Bekas (Unsplash)

5 Tips Menghemat Biaya Perawatan Motor Honda Supra X 125 Bekas dari Montir dengan Pengalaman 24 Tahun

16 Januari 2024
All New Honda Vario 125 eSP 2018: Motor Matik Kencang, Nyaman, dan Paling Enak Dipakai Harian motor honda blade 110 honda vario 160 supra x 125 vario street

Kisah Pilu Motor Honda Blade 110 Repsol yang 3 Tahun Dihajar Pengemudi Biadab

12 Februari 2025
Alasan Saya Tetap Bertahan dengan Helm Honda yang Desainnya Norak  Mojok.co

Alasan Saya Bertahan dengan Helm Gratisan Honda yang Desainnya Norak 

24 Maret 2025
Pemalang Suram! Lampu Penerangan Jalan kok Kalah Terang sama Lampu Motor Honda Scoopy?

Pemalang Suram! Lampu Penerangan Jalan kok Kalah Terang sama Lampu Motor Honda Scoopy?

23 November 2023
Motor Honda Supra X 125, Motor Minoritas tapi Anti Penyesalan (Foto milik penulis)

Motor Honda Supra X 125 Boleh Menjadi Motor Minoritas di Tengah Matik, tapi Ia Adalah Motor Anti Penyesalan

15 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Sebagai Warga Kelas Menengah, Saya Percaya kalau Kuliah S2 Bisa Mengubah Hidup Saya, tapi Tolong Ini Jalannya Lewat Mana ya?

15 April 2026
4 Alasan Orang Jogja Malas Kulineran di Warung Bakmi Jawa Pak Pele yang Jadi Favorit Wisatawan Mojok.co bakmi jogja gudeg tegal

Kenapa Bakmi Jogja Susah Bertahan di Tegal, tapi Gudeg Bisa?

15 April 2026
Terbiasa Naik Kereta di Stasiun Tugu Jogja Bikin Saya Kaget dengan Stasiun Lempuyangan yang Chaos Mojok.co

Terbiasa Naik Kereta di Stasiun Tugu Jogja Bikin Saya Kaget dengan Stasiun Lempuyangan yang Chaos

12 April 2026
3 Dosa Jalan Bantul yang Membuat Warga Lokal seperti Saya Sering Apes ketika Melewatinya Mojok.co

Bantul Tidak Butuh Mall untuk Bisa Disebut Beradab dan Maju, Standar Konyol kayak Gitu Wajib Dibuang!

15 April 2026
Kasihan Bantul Nggak Butuh Dikasihani seperti Namanya, Kecamatan Ini Sudah Overpower alfamart indomaret

Memang Tak Banyak Indomaret dan Alfamart di Bantul, tapi, Masalahnya di Mana?

13 April 2026
7 Mobil Bekas Harga Rp100 Juta-an yang Paling Masuk Akal Dimiliki sebagai Kendaraan Keluarga Mojok.co

7 Mobil Bekas Harga Rp100 Juta-an yang Paling Masuk Akal Dimiliki sebagai Kendaraan Keluarga

16 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk
  • Habis Doa Langsung Goyang: Cara Orang Indonesia Menjalani Agama yang Bikin Orang Pakistan Iri
  • Penyesalan Pasang WiFi di Rumah: Lepas Kendali “Merusak” Hidup dan Mental karena Terkungkung Layar HP
  • PNS Dianggap Pekerjaan Mapan karena Bisa Makan Gaji “Buta”, tapi Aslinya Mengoyak Hati Nurani
  • Orang Jember Kerja di Jakarta: Mencoba Berbaur tapi “Tersisihkan”, Dianggap Tertinggal dan Tak Tersentuh Pendidikan
  • Gen Z Jadi Kambing Hitam Generasi Senior, Dicap Lembek dan Tak Bisa Kerja padahal Perusahaan yang “Red Flag”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.