Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat

Muhammad Ubaidillah Hanan oleh Muhammad Ubaidillah Hanan
30 Maret 2026
A A
Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat Mojok.co

Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Baru kali ini saya bersyukur gagal naik PO Haryanto.

Perjalanan naik bus adalah momen yang paling saya tunggu-tunggu. Entah kenapa saya selalu antusias kalau mau naik bus. Ini bukan karena saya bismania. Saya hanya merasa pengalaman naik bus berbeda dengan naik kendaraan lain. 

Feel yang saya rindukan saat naik bus adalah nuansa yang ramai walaupun saya hanya bepergian sendiri. Duduk di sebelah orang asing yang terkadang muncul obrolan random. Juga suara mesin bus, kernet, orang naik-turun yang bikin ingin berlama-lama di dalam bus.

Jika naik motor atau mobil, perasaan saya cenderung biasa. Mungkin karena dua transportasi ini lazim saya gunakan sehari-hari, makanya tidak ada sensasinya. Kalau pesawat tidak perlu dibahas, karena saya naik pesawat bisa dihitung jari.

Bus yang sering saya gunakan adalah bus Patas PO Haryanto. Dengan jarak tempuh dekat di sekitaran Jawa Tengah. Selain karena tarifnya murah, saya naik bus ini karena memang jarang bepergian jauh. Paling hanya ke tempat saudara di Demak dan dan sekitarnya.

Kehabisan tiket PO Haryanto dan ditawari naik mobil

Ceritanya saat libur lebaran kemarin saya berniat mudik dari Magelang ke Demak. Saat itu saya sampai Terminal Tidar jam 09.00 pagi. Lalu bergegas mendatangi agen PO Haryanto.

Sesampainya di agen saya sedikit terkejut. Tiket bus menuju Semarang pada jam 11.00 dan jam 13.00 siang sudah ludes. Tiket hanya tersedia untuk keberangkatan sore hari jam 15.00. Saat itu memang bertepatan dengan arus mudik, jadi ramai. 

“Tiket sudah habis semua mas, kalau mau naik mobil aja nanti tarifnya seperti bus, sebentar lagi berangkat”. Demikian alternatif yang ditawarkan sang agen bus.

Baca Juga:

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

Kapok Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Trauma dan Menderita

Saya kecewa tentu saja, sebab pada saat itu saya memang ingin naik bus. Saya sendiri sudah lama tidak naik bus Patas. Jadi, keinginan saya naik bus saat itu sangat menggebu-gebu

Saya masih mencerna kalimat tersebut dengan perasaan sedikit kecewa. Tetapi karena ingin sesegera mungkin sampai ke Demak, akhirnya saya mengiyakan tawaran tersebut. Lantas membayar tarif Rp85 ribu untuk perjalanan dari Magelang menuju Demak.

Mudik naik mobil bersama orang asing serasa bareng keluarga

Saat itu mobil yang digunakan adalah mobil Xenia yang cukup untuk 8 penumpang termasuk sopir. Ya, walaupun agak sedikit berdesak-desakan dibanding naik bus Haryanto, tapi tidak masalah bagi saya. Karena saya ingin segera sampai ke lokasi tujuan.

Dari delapan penumpang, yang termasuk kategori anak muda ya hanya saya. Yang lain berusia paruh baya, pasangan suami-istri muda, dan anak-anaknya yang masih kecil. Kondisi itu membuat saya sedikit canggung. Sebab tidak adanya orang yang seumuran dengan saya.

Walau begitu ternyata saat di mobil malah muncul obrolan hangat. Perbincangan dimulai dengan kalimat, “Mandhap pundi, Mas?” yang artinya “Turun di mana, Mas?” Sejurus kemudian, obrolan lanjut ke topik-topik lain yang tidak pernah saya rasakan temui saat naik PO Haryanto. Sebab jika naik bus saya hanya ngobrol dengan orang di sebelah saya. Bukan di depan atau belakang saya.

Rasa-rasanya pas di mobil para penumpang malah seperti keluarga saya. Alih-alih seperti penumpang pada umumnya yang lebih banyak diamnya. Bahkan, ada satu bapak-bapak yang sering melontarkan pertanyaan dan bahkan bercerita ngalor-ngidul.

Lambat laun saya mulai legowo. Tak mengapa saya tidak jadi naik bus, jika akhirnya saya mendapatkan pengalaman mudik yang unik dan mengesankan. Dan, berkat pengalaman ini saya jadi punya bahan cerita ke pembaca Mojok semua. 

Demikianlah pengalaman mudik Lebaran saya tahun ini. Kegagalan naik bus ternyata malah menuntun pengalaman yang berbeda nan unik. Saya tidak tahu apakah orang yang naik travel juga merasakan hal serupa atau tidak (iya saya belum pernah naik travel). Tapi, kalau pengalamannya mirip, saya rasa naik travel bisa jadi alternatif selain bus. 

Penulis: Muhammad Ubaidillah Hanan
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Maret 2026 oleh

Tags: Busbus haryantoharyantoMudiknaik busPOPO Haryanto
Muhammad Ubaidillah Hanan

Muhammad Ubaidillah Hanan

Alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penggiat studi keislaman. Hobi jalan-jalan dan wisata kuliner. Menulis hanya di kala senggang.

ArtikelTerkait

mudik lebaran

Buat Kalian yang Tidak Mudik Lebaran, Kalian Kuat!

15 Mei 2019
Kalau Istilah 'Kampungan' Artinya Udik, Kenapa Nggak Ada Istilah 'Kotaan' yang Artinya Tamak? terminal mojok.co

Menyanyikan Maesaroh: Cara Jitu Untuk Menyuruh Anak Pulang Kampung

15 Mei 2019
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi

19 Mei 2020
mahasiswa rantau

Menikmati Ramadan Sebagai Mahasiswa Rantau

22 Mei 2019
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR

13 April 2024
Bus Ekonomi Mustika, Penguasa Jalanan Semarang-Jogja: Dulu Jadi Andalan, Sekarang Berkawan Sepi

Bus Ekonomi Mustika, Penguasa Jalanan Semarang-Jogja: Dulu Jadi Andalan, Sekarang Berkawan Sepi

29 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Indomaret Tutup, Orang Dewasa Depresi Bakal Makin Stres (Unsplash)

Membayangkan Semua Gerai Indomaret Tutup: Ibu-Ibu Merana Kehilangan Promo Minyak Goreng, Orang Dewasa Stres Makin Depresi Kehilangan Kursi Besi Andalan

1 Juni 2026
PMII Bangkalan Aneh, Paling Getol Mengkritik Pemkab, tapi Prokernya Selalu Bermanis-manis sama Pejabat

PMII Bangkalan Aneh, Paling Getol Mengkritik Pemkab, tapi Prokernya Selalu Bermanis-manis sama Pejabat

28 Mei 2026
Kebumen Kecamatan Aneh, Kadang Sulit Dipahami Pendatang (Unsplash)

Pengakuan dari Saya, Warga Asli Kebumen yang Menyadari Bahwa Daerah Saya Memang Sulit Dipahami Khususnya Para Pendatang yang Sedang Beradaptasi

31 Mei 2026
Banjarbaru, Ibu Kota Provinsi Rasa Kabupaten Gara-gara Keliatan Medioker (Kota Banjarbaru via Wikimedia Commons)

Banjarbaru, Ibu Kota Provinsi Rasa Kabupaten Gara-gara Keliatan Medioker

26 Mei 2026
Pantai Depok Batang, Destinasi Indah yang Berdampingan dengan Krisis Lingkungan Pesisir Mojok.co

Pantai Depok Batang, Destinasi Indah yang Berdampingan dengan Krisis Lingkungan Pesisir

30 Mei 2026
Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co

Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar”

28 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.