Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

Dadang Wiratama oleh Dadang Wiratama
16 Maret 2026
A A
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau kalian kira hanya nasi boran, soto, dan pecel lele sebagai makanan khas Lamongan, selamat, Anda memperoleh dosa besar. Anda baru saja melewatkan nasi muduk, makanan fenomenal yang sayangnya kalah terkenal ketimbang 3 makanan tadi.

Yang namanya makanan fenomenal, tentu saja rasanya tidak mengecewakan. Makanan ini mudah ditemukan di Desa Sendangagung, Paciran, Lamongan. Meski persebarannya tidak seluas kuliner yang lain, tapi bagi saya, tak ada masalah. Memang beberapa makanan nikmat butuh perjalanan panjang untuk dinikmati.

Dan ini tentu saja bukan saya saja yang mengamini. Nyatanya, nasi muduk di desa ini memang banyak yang cari. Ambil contoh lewat lapak Bu Kaji Khotim yang jualan sejak tahun 70-an. Beliau jualan hanya di teras, tapi antrean sudah mengular sejak pukul 6 pagi.

Tapi saya tahu, kalian pasti bertanya-tanya, sebenarnya, seperti apa sih nasi muduk Lamongan tuh? Baiklah, akan saya jelaskan.

Sekilas tentang kuliner underrated Lamongan ini

Untuk kalian warga luar Lamongan, bayangkan nasi kuning. Nah, kira-kira nasi muduk seperti itu. Sebab, warna nasinya memang mirip nasi kuning. Lauknya bisa ayam, telur dan beberapa ikan laut. Sekilas terlihat biasa. Tapi, yang bikin spesial adalah rasa nasinya yang gurih dan sambel tumisnya yang nendang.

Ini kalau dulu Obama mencicipi, pasti saat berpidato bukan bakso yang disampaikan, tapi nasi muduk.

Selain itu, makanan ini masih dibungkus memakai daun jati. Tapi jangan salah, itulah yang menjadikan kuliner ini beraroma sedap. Menyantapnya jadi semakin lahap.

Jujur saja, sebagai warga Paciran, saya heran. Kok ya bisa ada makanan enak, murah, tapi nggak terkenal. Padahal ya, makanan ini bisa jadi alternatif misal nggak cocok sama soto Lamongan, pecel lele, atau nasi boran.

Baca Juga:

4 Rekomendasi Motor untuk Menghadapi Banjir Lamongan yang Tak Kunjung Surut

Sebagai Warga Asli Lamongan, Saya Risih ketika Ada yang Menyebut Lamongan Kota

BACA JUGA: Dari Wingko Babat hingga belikopi, Satu per Satu yang Jadi Milik Lamongan Pada Akhirnya Akan Pindah ke Tangan Semarang

Nasi muduk sebagai menu wajib hajatan

Di setiap acara hajatan di Desa Sendangagung, Paciran, Lamongan, nasi muduk ini tak pernah absen. Mau hajatan paling mewah sekalipun, makanan ini tak pernah absen.

Kenapa bisa begitu, sebab, selain sebagai bentuk penjagaan atas warisan kebudayaan makanan, juga menjadi lumbung pendapatan masyarakat lapisan bawah. Meski berbagai macam makanan modern beserta kesimpelannya hadir menjadi pilihan, nasi muduk tetap kokoh di hati masyarakat.

Seperti nyadran, ruwahan dan kirab budaya, kuliner ini selalu ada sebagai perjamuan. Yang jelas, apa pun kegiatan dan tamunya, nasi muduk makanannya.

Saya sendiri pun turut berbangga dan mengapresiasi keseriusan dalam menjaga keberadaan nasi muduk ini. Bentuk itu saya lakukan dengan cara membeli secara rutin hampir setiap pagi. Yah, ini hanya sedikit kontribusi kerja kebudayaan dari saya pribadi. Sebab, tidak ada logika tanpa logistik, kan?

Festival nasi muduk yang tak pernah absen setiap tahun

Upaya Pemerintah Desa untuk mengenalkan nasi muduk sebenarnya tak main-main. Tiap tahun, selalu ada festival kebudayaan yang salah satunya punya tujuan untuk mengenalkan makanan ini. Bahkan, sampai disediakan hari tersendiri.

Festival ini fungsinya untuk edukasi kepada generasi penerus, kemudian mendorong kreativitas dan meningkatkan perekonomian melalui keterlibatan UMKM.

Dengan memasang tenda besar dan berjejer outlate berukuran 2×3, di sana terdapat para ibu-ibu yang menyajikan nasi muduk dengan dibungkus daun jati. Masyarakat yang hadir tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk menikmati hidangan tersebut.

Nasi muduk, pada akhirnya, bukanlah kuliner yang sederhana. Pada titik ini, pengakuan yang lebih besar lah yang ia butuhkan. Lagi pula, nggak bosen apa dari dulu yang dijual cuman soto sama pecel lele doang. 

Penulis: Dadang Wiratama
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Kuliner Lamongan Sedap tapi Kalah Pamor dari Pecel Lele Lamongan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Maret 2026 oleh

Tags: kuliner khas lamonganlamongannasi borannasi muduk lamonganpecel lele lamonganSoto Lamongan
Dadang Wiratama

Dadang Wiratama

Saat ini tinggal di Lamongan. Bekerja di lembaga swasta. Minat pada isu-isu sosial, pendidikan dan kebudayaan.

ArtikelTerkait

5 Hal Normal di Lamongan tapi Susah Ditemukan di Jogja, Bikin Culture Shock Perantau

5 Hal Normal di Lamongan tapi Susah Ditemukan di Jogja, Bikin Culture Shock Perantau

17 September 2024
Tanjung Kodok Beach Resort, Wisata ala Bali di Lamongan yang Perlu Dikunjungi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

Tanjung Kodok Beach Resort, Wisata ala Bali di Lamongan yang Perlu Dikunjungi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

27 Desember 2024
Tahu Campur, Kuliner Nikmat Asal Lamongan yang Kalah Tenar dari Soto Terminal Mojok

Tahu Campur, Kuliner Nikmat Asal Lamongan yang Kalah Tenar dari Soto

15 Oktober 2022
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Mencoba Berprasangka Baik terhadap Kondisi Jalan Lamongan yang Rusaknya Abadi

2 November 2024
Kafe Kalcer di Lamongan Jelas Bukan Hal Buruk, karena Anak Muda Lamongan Butuh Ruang Berekspresi

Kafe Kalcer di Lamongan Jelas Bukan Hal Buruk, karena Anak Muda Lamongan Butuh Ruang Berekspresi

6 November 2025
Meski Jalan Rusaknya Abadi, Lamongan Punya WBL dan Mazola yang Jauh Lebih Bagus ketimbang Seluruh Wisata di Surabaya

Meski Jalan Rusaknya Abadi, Lamongan Punya WBL dan Mazola yang Jauh Lebih Bagus ketimbang Seluruh Wisata di Surabaya

23 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Vespa Matic Dibenci Banyak Orang, Hanya Orang Bodoh yang Beli (Unsplash)

Vespa Matic Adalah Motor yang Paling Tidak Layak untuk Dibeli karena Overpriced, Boros, dan Paling Dibenci Tukang Servis Motor (Bagian 2)

11 Maret 2026
Lulus S2 dan Masih Dituntut Merantau ke Jakarta oleh Keluarga, padahal Peluang Jadi Akademisi di Surabaya Nggak Kalah Menarik Mojok.co

Lulusan S2 Masih Dituntut Merantau ke Jakarta oleh Keluarga, Seolah-olah Nggak Ada Harapan Jadi Akademisi di Surabaya

10 Maret 2026
Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026
Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026
Sebuah Rezim Tidak Selalu Jatuh karena Aksi Jalanan

Sebuah Rezim Tidak Selalu Jatuh karena Aksi Jalanan

10 Maret 2026
Warlok Jakarta Orang Paling Kasihan Saat Lebaran, Cuma Jadi Penonton Euforia Mudik, Tidak Pernah Merasakannya Langsung Mojok.co

Warlok Jakarta Orang Paling Kasihan Saat Lebaran, Cuma Jadi Penonton Euforia Mudik, Tidak Pernah Merasakannya Langsung

10 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup
  • Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK
  • Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa
  • Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna
  • Negara Harus Usut Tuntas Dalang Penyiraman Air Keras ke Aktivis HAM, Jangan Langgengkan Impunitas
  • Belajar Sejarah Ekonomi Komunis China Lewat Kamerad Chang dan Duanju yang Bikin Nagih

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.