Pengalaman pertama sering jadi cerita paling sulit dilupakan. Begitu juga perjalanan laut pertama saya dari Surabaya menuju Makassar naik kapal ekonomi. Awalnya saya ingin naik pesawat saja, tapi melihat harga tiketnya membuat dompet langsung minder.
Akhirnya, daripada mengorbankan duit di dompet, saya memilih mengorbankan 31 jam waktu untuk perjalanan. Ternyata saya salah. Tidak hanya waktu yang saya korbankan, tapi juga kenyamanan perjalanan. Naik kapal kelas ekonomi Surabaya ke Makassar benar-benar “neraka”. Terlebih untuk saya yang baru pertama kali dan belum ada persiapan.
Tulisan ini tidak bermaksud menakut-nakuti calon penumpang, khususnya mereka yang akan melakukan perjalanan Surabaya ke Makassar. Saya hanya ingin berbagi pengalaman agar perjalanan laut kalian nanti tidak berakhir zonk. Pelayanan kapal ekonomi memang belum sempurna, tapi ada beberapa siasat kecil agar perjalanan lebih nyaman. Siasat ini bisa dilakukan sejak sebelum naik kapal.
Tidak terburu-buru adalah kunci perjalanan tenang
Periksalah jadwal keberangkatan kapal. Sekali lagi saya tekankan, periksa dengan seksama jadwal keberangkatan kapal. Sebab, jadwal kapal memungkinkan berubah dan kadang penumpang tidak menyadarinya.
Selain itu, jangan tiba di pelabuhan mepet jadwal. Kalau saya sih menyarankan 2 jam sebelum jadwal keberangkatan ya. Kenapa harus demikian? Terminal pelabuhan itu ramai. Orang berjalan cepat dan saling berdesakan. Suasana kadang terasa terburu-buru. Datang lebih awal membuat pikiran lebih tenang.
Itu mengapa, check-in online bakal sangat membantu. Boarding pass sudah siap sebelum tiba. Kalian bisa menghindari antrean panjang. Proses masuk kapal terasa lebih santai. Kepanikan kecil bisa dihindari sejak awal.
Saat tiba di pelabuhan, siapkan identitas diri. Tiket dan identitas akan diperiksa beberapa kali. Proses pemeriksaan biasanya cukup ketat. Setelah masuk kapal, simpan keduanya dengan aman. Tiket masih dipakai saat mengambil makanan.
Kapal ekonomi bukanlah tempat aman, tetap waspada
Begitu masuk kapal lakukan dua hal penting. Pertama, cari tempat tidur sesuai tiket. Perhatikan nomor dek dan nomor kasur. Kalau bingung tanyakan petugas resmi kapal. Petugas biasanya cukup membantu penumpang. Sebaiknya jangan memakai jasa porter kapal kalau budget kalian minim.
Setelah menemukan tempat tidur, bersihkan sedikit kasur. Lap saja menggunakan tisu. Bukan soal bersih atau tidak. Ini hanya membuat diri lebih nyaman. Kadang sugesti kecil sangat membantu.
Hal lain yang tidak kalah penting. Cari tahu letak pusat informasi kapal. Tempat itu sangat berguna selama perjalanan. Kalian bisa bertanya banyak hal. Misal, jadwal makan atau informasi penting lain.
Oiya, jangan sekali-kali meninggalkan barang berharga di kasur. Ponsel dan dompet harus selalu dibawa. Uang juga jangan ditinggal sembarangan. Kapal bukan tempat paling aman.
Upayakan sendiri kenyamanan kalian di kapal kelas ekonomi
Namanya juga kapal kelas ekonomi, fasilitasnya pasti tidak menawan seperti kelas lain. Beberapa terdengar miris malah. Saya coba ceritakan berdasar pengalaman saya ya.
Kapal kelas ini biasanya menyediakan kasur agar penumpang bisa istirahat. Tapi, jangan harap kalian bisa benar-benar recharge energi kalau tidak ada persiapan. Kasur kelas ekonomi biasanya sangat sederhana.
Agar bisa tidur nyenyak, kalian perlu usaha tambahan seperti membawa alas tidur tipis dari rumah beserta bantalnya. Oiya, jangan kaget kalau melihat kecoa kecil di sekitar tempat tidur. Itu mengapa kalian perlu untuk membersihkan dan memeriksanya dengan seksama sebelum berbaring.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah makanan. Penumpang memang mendapat jatah makan tiga kali sehari. Namun, menurut saya, tidak ada salahnya membawa bekal sendiri. Sebab, bisa jadi porsi makanan kapal terlalu sedikit untuk kalian atau rasanya nggak cocok di lidah. Ingat, perut yang nyaman penting agar perjalanan lebih tenang. Apalagi perjalanan panjang seperti Surabaya ke Makassar.
Di kapal sebenarnya tersedia makanan tambahan, tapi harganya mahal. Bekal sederhana seperti mie instan, camilan mengenyangkan, kopi, teh, air minum bisa jadi penyelamat. Bawa juga kebutuhan lain yang kerap dianggap sepele seperti Termos kecil sangat berguna untuk air panas, tisu basah, tisu kering, hingga alat makan sederhana.
Benda-benda sederhana tapi esensial
Melihat fasilitas kelas ekonomi yang alakadarnya, kalian perlu membawa benda-benda yang biasa dianggap sepele, tapi ternyata diperlukan. Misal, karena kelas ekonomi ramai orang, kalian bisa bawa penutup telinga. Colokan listrik tambahan, uang tunai, tisu, juga akan sangat membeantu.
Sinyal di laut sering muncul lalu menghilang, itu mengapa hiburan offline adalah penyelamat. Film panjang yang sudah didownload di ponsel atau buku sangat membantu. Kebosanan bisa sedikit dihindari.
Kalau kalian tipe religius, bawa mushaf kecil. Perjalanan laut memberi waktu yang panjang. Waktu itu bisa dipakai untuk mengaji. Apalagi kalau perjalanan terjadi saat Ramadan. Pahala perjalanan bisa terasa berlipat.
Perjalanan laut Surabaya-Makassar memang panjang, lebih dari sehari. Namun, justru di situ letak ceritanya.Waktunya panjang dan kisahnya banyak. Selalu ada pelajaran kecil selama perjalanan. Dan, itulah yang ingin saya bagikan pada kalian saat ini.
Penulis: Ryan Saputra
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA KA Sri Tanjung, Kereta Ekonomi Tempatnya Penumpang-penumpang “Aneh”.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















