Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang

Iqbal Tafqy Aunika oleh Iqbal Tafqy Aunika
29 April 2026
A A
Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang Mojok.co

Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Setelah membaca tulisan Ngaglik Sleman Surga Dunia, Bikin Kecamatan Lain Merasa Miskin, saya jadi tergelitik untuk menulis ini. Sebagai warga asli Ngaglik Sleman, saya merasa perlu untuk mengungkapkan hal ini. 

Bagi yang belum tahu, Ngaglik merupakan sebuah kecamatan/kapanewon yang berada di sebelah utara Yogyakarta. Berbatasan dengan Kecamatan Pakem di sebelah utara, Kecamatan Ngemplak di sebelah timur dan timur laut, Kecamatan Depok di tenggara/selatan, serta Kecamatan Mlati dan Sleman di barat.

ADVERTISEMENT

Ngaglik diapit oleh dua jalan raya besar yang padat,  yaitu Jalan Kaliurang (Jakal) dan Jalan Palagan. Melihat posisi Kecamatan Ngaglik Sleman yang terlihat begitu strategis, yang ada di pikiran sebagian orang mengenai kecamatan ini adalah “kemajuan” dan “modern”.

Akan tetapi, sebagai warga Ngaglik, ada hal penting yang perlu saya sampaikan mengenai kecamatan yang punya posisi penting bagi perekonomian di Kabupaten Sleman bahkan Provinsi DIY ini.

Fasilitas di Ngaglik Sleman komplit, tapi berjauhan sampai bikin warganya repot

Pernahkah kalian membayangkan tinggal di sebuah kawasan yang sangat komplit dari segi fasilitas mulai dari tempat belanja yang lengkap, pasar tradisional, tempat makan hits, kafe estetik, hunian strategis, tentunya akan menarik dan menyenangkan bukan?

Tapi, tunggu dulu, bagaimana jika jarak antar fasilitas tersebut berjauhan dan kadang perlu effort lebih buat pergi ke sebuah fasilitas seperti toserba atau minimarket? Nah, itulah realita jika anda tinggal di Ngaglik terutama daerah yang agak mblusuk.

Tak usah muluk-muluk, Ngaglik punya segudang fasilitas yang mumpuni bahkan berani diadu dengan kawasan perkotaan. Toserba? Ngaglik punya Mirota Palagan dan Progo Palagan. Hotel mewah? ada The Alana Hotel. Apartemen? apalagi kalau bukan Patraland Amarta. Perumahan? Wah apalagi kalau itu, buanyak dan berbagai tipenya tersedia. Resto atau kedai makanan? Tidak usahlah ditanya, menjamur dimana mana.

Sayangnya keberadaan fasilitas dan lini bisnis tersebut, masih terpusat di kawasan tengah-tengah kecamatan dan bawah. Artinya, tidak semua kawasan terjangkau oleh fasilitas tersebut. Saking luasnya kecamatan ini, membuat ‘kesenjangan’ dapat terlihat nyata apalagi bagi mereka yang tinggal di daerah “agak pelosok”.

Baca Juga:

5 tempat wisata Berbah yang layak dikunjungi agar plesiran di Sleman nggak di situ-situ aja

Sleman jadi besar dan hebat justru karena tidak punya “pusat kota”, kemajuan tersebar merata di segala penjurunya

Beberapa kawasan di Ngaglik bagian atas terutama yang berada di sekitaran jalan Palagan menuju arah Turi masih agak jarang ditemui toserba semegah mirota atau setingkat dibawahnya. Malahan, toko kelontong kecil lebih mudah ditemui.

Properti Ngaglik boleh elite, harga tanah sekitarnya pun malah ikutan sulit

Tinggal di Ngaglik Sleman dengan segala fasilitas yang ada mungkin terdengar asyik, apalagi mempertimbangkan letaknya yang strategis itu. Sayangnya harga properti dan tanah disini sudah tidak asyik. Problematika klasik mengenai harga properti atau tanah kian menjadi-jadi selama beberapa tahun belakangan. 

Sebagai contoh, sepuluh tahun lalu harga tanah per meternya di Ngaglik masih ada yang dibawah satu juta rupiah. Paling mahal, bisa menyentuh satu juta hingga lebih sedikit, tentu dengan pertimbangan karena letaknya yang strategis di pinggir jalan utama atau dekat dengan fasilitas umum.

Sekarang? Lha wong tanah yang letaknya masuk perkampungan atau mblusuk begitu saja harganya bisa sampai satu juta lebih untuk per meternya. Itu masih berupa lahan yang dipenuhi oleh semak belukar atau tanaman merambat. Bagaimana jika lahan tersebut adalah pekarangan siap untuk dibangun? Tentu harganya lebih menusuk lagi. 

Yang membagongkan, harga beberapa perumahan cluster atau perumahan biasa yang ada di dekat Jalan Palagan sudah ada yang menyentuh 4 miliar untuk per unitnya.

Kalaupun ada harga properti yang miring atau tanah yang murah, sudah pasti letaknya agak (bahkan) tidak strategis atau kondisinya mengenaskan. 

Masalah ini juga yang menyebabkan pola perkembangan kawasan hunian penduduk mulai bergeser ke area Sleman bagian barat seiring masuknya proyek Jalan Tol Jogja-Bawen dan Jogja-YIA.

Jalannya boleh aspalan, tapi kualitasnya itu yang mbuh-mbuhan

Sebagai warga Ngaglik, kualitas jalan ini perlu saya perjelas. Memang sih hampir seluruh wilayah di Ngaglik jalannya sudah beraspal. Kalaupun belum di aspal, tentunya itu jalan setapak dekat lahan persawahan. 

Sebagian besar jalan yang beraspal ini merupakan jalan raya utama di Ngaglik. Namun, kualitas dari sisi pengaspalan seringkali mengundang pertanyaan mengenai standar yang ditetapkan. Dengan luas kecamatan yang mencapai 38,52 km² jalan raya yang ada disini justru banyak yang cukup bikin ngelus dada.

Beberapa ruas jalan besar di Ngaglik berada dalam kondisi yang mengenaskan. Tambalan yang tidak rata, jalan yang mulai ambles dan bikin motor goyang dangdut saat melewatinya, hingga lubang-lubang sialan yang bikin velg rusak pun ada. Tidak sedikit kecelakaan lalu lintas disebabkan kerusakan jalan ini. Saat musim hujan, neraka justru muncul akibat kerusakan jalan dan penuh tambalan di beberapa tempat.

Sampai saat ini, situasi yang demikian parahnya belum mendapat perhatian dari pemerintah Kabupaten Sleman sebagai pihak yang berwenang.

Hidup tenang yang kini jadi mitos

Masih berpikir tinggal di sini bisa nyaman dan tenang? Wow, kalian sepertinya termakan marketing. Realitanya, memang tinggal di daerah yang agak jauh dari hiruk pikuk keramaian bisa membuat lebih tenang.

Akan tetapi, jika memilih tinggal di Ngaglik, sepertinya itu adalah sebuah kesalahan yang perlu dikoreksi. Sebab, kecamatan ini sudah kehilangan label slow living yang bertahun-tahun digembar-gemborkan. Sekarang, Ngaglik sudah lebih urban dan tidak cocok buat tinggal kaum-kaum penggemar slow living, apalagi buat menikmati masa pensiun.

Kafe-kafe, pool billiard, hingga warung makan sudah ada yang buka 24 jam meskipun tidak banyak. Hal ini mengindikasikan perkembangan ekonomi di Ngaglik, sudah baik meskipun masih terpusat di wilayah tertentu saja.

Ngaglik Sleman yang dulunya masih bisa dinikmati untuk slow living kini sudah hidup selama 24 jam nonstop. Beberapa tempat yang biasanya tutup di jam 8 atau 9 malam kini sudah ada yang buka 24 jam atau minimal buka sampai dini hari. 

Itulah sedikit hal yang perlu diluruskan oleh saya dari anggapan mengenai Kecamatan Ngaglik. Memang tinggal di Ngaglik dimanjakan dengan kelengkapan fasilitas umum dan akses yang mudah ke beberapa tempat. Meskipun dari luar terlihat “wah”, tapi kenyataannya tak seindah bayangan orang-orang. 

Penulis: Iqbal Tafqy Aunika
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Jalan Kaliurang, Jalan Paling Tidak Ramah Pejalan Kaki. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

 

Terakhir diperbarui pada 29 April 2026 oleh

Tags: kecamatankecamatan slemanNgaglikNgaglik SlemanSleman
Iqbal Tafqy Aunika

Iqbal Tafqy Aunika

Mahasiswa yang gemar menjelajah. Menaruh perhatian pada isu transportasi, lingkungan, dan sosial kemasyarakatan.

ArtikelTerkait

Bumiayu, Daerah Terbaik untuk Ditinggali di Brebes Jawa Tengah Mojok.co

Bumiayu, Daerah Terbaik untuk Ditinggali di Brebes Jawa Tengah

12 Desember 2023
5 Hal yang Terjadi Jika Sleman Meninggalkan Jogja (Unsplash)

Membayangkan Betapa Menderitanya Jogja Jika Sleman Menghilang Pergi, Inilah 5 Hal yang akan Terjadi

21 Maret 2025
Keresahan yang Saya Rasakan Selama Tinggal di Kecamatan Bumiaji Kota Batu

Keresahan yang Saya Rasakan Selama Tinggal di Kecamatan Bumiaji Kota Batu

11 April 2023
Healing di Stasiun Patukan yang Sama dengan Melanggar Aturan

Healing di Stasiun Patukan yang Sama dengan Melanggar Aturan

8 Juni 2023
Sleman City Hall Lebih Unggul daripada Jogja City Mall: Akses Masuknya Mudah, Nyaman untuk Berbagai Acara

Sleman City Hall Lebih Unggul daripada Jogja City Mall: Akses Masuknya Mudah, Nyaman untuk Berbagai Acara

5 Maret 2024
Jalan Amarta Ranjau Darat Seturan Musuh para Ojol di Jogja

Jalan Amarta, Ranjau Darat Seturan Musuh para Ojol di Jogja

13 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa (Unsplash)

Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa

10 Agustus 2026
Sadar nggak, hampir tiap stasiun punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya Mojok.co

Sadar nggak, hampir tiap stasiun kereta punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya

5 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026
Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi S1

Bukan karena jenius, tapi kuliah S2 memang jauh lebih gampang ketimbang S1

8 Agustus 2026
Cikarang Menyimpan Salah Paham yang Bikin Iri sama Jakarta (Unsplash)

Di balik gaji besar operator industri di Kawasan Industri Cikarang, ada harga mahal yang harus dibayar

4 Agustus 2026
Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

7 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.