Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Stasiun Indro yang Menyedihkan Membuat Kota Industri Gresik Jadi Terlihat Payah

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
27 Februari 2026
A A
Stasiun Indro Bikin Gresik Jadi Daerah Industri yang Terlihat Menyedihkan Mojok.co

Stasiun Indro Bikin Gresik Jadi Daerah Industri yang Terlihat Menyedihkan (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu lalu, saya memutuskan pergi ke Gresik naik commuter line (KRL) dari Surabaya. Saya naik dari Stasiun Gubeng Surabaya dan turun di Stasiun Indro Gresik. 

Sepanjang perjalanan saya bertanya-tanya, mengapa Stasiun Indro tidak menjadi salah satu stasiun perhentian kereta lintas kota dan provinsi ya? Padahal, dilihat dari lokasinya, stasiun ini sangat strategis, tidak jauh dari pusat Kota Gresik. Stasiun ini cuma jadi penyambung kereta lokal dan terkesan dicuekin oleh kereta lintas provinsi. Coba saja cek di KAI Acces atau Traveloka, tdak ada nama stasiun ini di titik perhentian kereta.

Rasa penasaran saya kemudian teralihkan oleh beberapa orang yang tiba-tiba menggunakan jas hujan di dalam KRL. Pertanyaan saya pun muncul lagi, “Kenapa pakai jas hujan langsung di dalam KRL? Kenapa nggak waktu turun saja?”

Setelah melihat ke luar kereta, saya langsung paham. Ternyata, Stasiun Indro Gresik tidak punya kanopi. Jadi, saat turun, otomatis penumpang kereta akan kehujanan. “Oalah ini yang disebut sedia jas hujan sebelum basah,” ujar saya dalam hati.

Stasiun yang menyedihkan

Setelah turun dari KRL, saya semakin sadar mengapa stasiun ini cuma jadi pemberhentian kereta lokal. Bagian peron stasiun ini tidak ada kanopi yang memadai. Jarak lantai kereta dan peron pun cukup, penumpang mesti ekstra harus berhati-hati saat turun dan naik.

Anak muda seperti saya mungkin bisa meloncat dan lincah dalam melaluinya. Tapi, bagi lansia, ibu hamil, atau penumpang dengan barang yang berat, naik atau turun dari kereta terasa begitu berbahaya. Terlebih ketika hujan deras. Kondisi ini menjadi ujian berat tersendiri bagi mereka.

Dari sisi bangunan, Stasiun Indro Gresik tidaklah luas. Di sana cuma ada ruang tunggu alakadarnya yang sempit. Jadi penumpang yang ingin naik KRL lebih banyak berada di luar dan sedikit kehujanan. Penumpang yang turun akan langsung menyebar ke warung-warung kelontongan yang ada di sebelah barat stasiun.

Ketika hujan lebat, stasiun ini seperti tidak memberi jeda bagi penumpang yang baru turun. Pilihan paling masuk akal adalah memesan taksi online sebelum kereta berhenti, sehingga begitu menapak peron, perjalanan bisa langsung berlanjut. Jika tidak, penumpang sering terpaksa mencari perlindungan seadanya. Warung-warung kelontong di sisi barat kerap sudah penuh oleh orang yang menunggu kedatangan kereta, sehingga tempat berteduh pun jadi rebutan.

Baca Juga:

Membayangkan Pensiun di Madiun, Kota yang Nggak Banyak Drama dan Cocok untuk Hari Tua

Banyuwangi Horor, Kebohongan yang Sempat Dipercaya Banyak Orang

Pertama kali naik dari Stasiun Indro Gresik dan menyesal 

Bagi penumpang yang baru pertama kali naik kereta dari stasiun ini, saya yakin akan ada rasa menyesal mengapa datang beberapa jam lebih awal. Begitu turun dari motor atau angkutan umum yang terlihat adalah ruang tunggu stasiun sempit dan tidak memadai. Bahkan, sesederhana pemisahan antara pintu keluar dan masuk stasiun ini tidak punya. Sehingga proses pemeriksaan tiket sebelum naik jadi terasa begitu semrawut.

Kalau kalian memaksa masuk ke ruang tunggunya yang muncul hanya hawa pengap dan panas. Biasanya ruangan itu sudah terisi penuh orang yang berdiri di sudut, menahan pangkuan tas, atau memiringkan badan agar penumpang lain bisa punya ruang. Stasiun yang harusnya jadi ruang jeda yang manusiawi, khususnya untuk lansia, ibu dan anak, atau pekerja yang penat namun yang terjadi malah sebaliknya, menambah rasa lelah.

Dari semua gambaran tentang Stasiun Indro, ada rasa miris yang sulit diabaikan. Di daerah yang punya kawasan industri dan gerbang ekonomi Jawa Timur, justru ada satu simpul transportasi publik yang letaknya strategis, tetapi ironisnya terasa seperti dibiarkan berdiri sendiri, hidup seadanya dari sisa-sisa perhatian. 

Dari titik kecil inilah, Stasiun Indro seakan memantulkan wajah Gresik yang lain. Bukan yang gemerlap oleh narasi UMR yang tinggi, melainkan wajah menyedihkan karena punya stasiun yang terasa setengah jadi.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 4 Hal Tentang Gresik yang Sering Disalahpahami Orang Awam.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Februari 2026 oleh

Tags: Gresikjawa timurstasiun gresikstasiun indrostasiun indro gresik
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Paiton Probolinggo, Kecamatan Paling Menyedihkan di Jawa Timur (Unsplash)

Paiton Probolinggo yang Menyedihkan: Ketika Kehidupan Si Kaya dan Si Miskin Sangat Kontras dan Memprihatinkan

18 Februari 2025
Menyeberang Jalan di Kayutangan Malang Menantang Maut

Menyeberang Jalan di Kayutangan Malang Menantang Maut

30 Mei 2023
5 Rekomendasi Tempat Wisata di Banyuwangi selain Kawah Ijen Terminal Mojok

5 Rekomendasi Wisata di Banyuwangi selain Kawah Ijen

23 Maret 2022
5 Objek Wisata di Jawa Timur yang Sebaiknya Dikunjungi Jomblo Mania terminal mojok.co

5 Objek Wisata di Jawa Timur yang Sebaiknya Dikunjungi Jomblo Mania

18 Januari 2022
Paiton Probolinggo Memang Aneh Desa Bukan, Kota Juga Bukan (Unsplash)

Paiton Probolinggo Memang Aneh: Desa Bukan, Kota Juga Bukan

24 Desember 2024
4 Hal yang Tidak Bisa Dilakukan di Kota Surabaya Terminal Mojok

4 Hal yang Tidak Bisa Dilakukan di Kota Surabaya

1 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

26 Februari 2026
Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

25 Februari 2026
Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

26 Februari 2026
Siluman Dapodik, Sebuah Upaya Curang agar Bisa Lolos PPG Guru Tertentu yang Muncul karena Sistem Pengawasan Lemah guru honorer ppg

Fakta tentang Guru yang Terjadi di Lapangan, tapi Tak Pernah Dibahas oleh Fakultas Pendidikan

27 Februari 2026
Stasiun Indro Bikin Gresik Jadi Daerah Industri yang Terlihat Menyedihkan Mojok.co

Stasiun Indro yang Menyedihkan Membuat Kota Industri Gresik Jadi Terlihat Payah

27 Februari 2026
5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli terminal

5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli

24 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Hal Paling Berat dari Mudik Bukan Pertanyaan atau Dibandingkan di Reuni Keluarga, Tapi Ortu Makin Renta dan Situasi Setelahnya
  • Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali
  • Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya
  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.