Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
26 Februari 2026
A A
Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang Mojok.co

Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya pernah menulis di Terminal Mojok soal apresiasi terhadap rujak buah di Surabaya yang “disusupi” tahu. Sebab, kehadirannya menjadi penyeimbang di antara buah-buahan yang asam dan manis. Tapi, kali ini, pendapat berbeda harus saya sampaikan untuk rujak cingur. 

Secara makna, rujak itu mestinya berisi buah-buahan, bukan sayur. Apalagi sayur yang dicampur dengan cingur. Bagi yang belum tahu, cingur adalah moncong sapi yang direbus hingga empuk. Mendengarnya saja sudah aneh.

Rasanya kelewat kompleks

Moncong sapi jadi bagian dalam rujak cingur yang paling sulit diterima oleh lidah. Saya tahu cingur sudah dioleh sedemikan rupa sehingga bersih dan layak makan. Namun, sulit dimungkiri, banyangan congor sapi yang berlendir selalu terlintas ketika menyantapnya. Saya yakin nggak sendiri. Begitu mendengar hidung sapi, saya yakin, sebagian orang akan merasa  merinding ketika harus mengunyahnya. Ini membuat keberadaan cingur dalam hidangan jadi semacam ujian berat. Sensasi mengunyahnya terasa begitu asing.

Selain congor sapi, tantangan lain dari kuliner ini adalah rasanya yang terlalu kompleks seolah-oleh tidak memebri jeda ketika dikunyah dimulut. Maklum saja, di dalam rujak cingur Surabaya ada buah, sayur, lontong, cingur yang dicampur jadi satu. Di satu suapan, unsur seperti manis gula, asin-gurih petis, pedas cabai, asam dari belimbing wuluh atau asam jawa, serta kacang hadir bersamaan. Mungkin terdengar kaya sekali dengan rasa, tapi percayalah, hal itu justru membuat saya menganggap bahwa rujak cingur punya konsep yang kurang jelas. Sebab terlalu nano-nano.

Bisa jadi, bagi pendatang yang terbiasa dengan rasa yang dominan satu arah (manis kecut), rujak cingur Surabaya bisa terasa terlalu ramai, sulit diterka mana rasa utamanya. Tentu ini bukan soal enak atau tidak enak, melainkan soal adaptasi lidah yang coba menganalisa tiap komponen dalam rujak cingurnya.

Petis memperburuk rasa rujak cingur Surabaya

Semua itu diperparah dengan keberadaan petisnya yang bukan hanya sekadar penyedap, tapi menjadi semacam faktor utama yang memberi identitas rujak cingur Surabaya. Kenapa saya bilang parah, sebab petis ini punya aroma yang kuat dengan ada sedikit bau amisnya (entah ini saya yang apes karena dapat penjual yang kurang bagus mengolahnya).

Aftertaste setelah memakannya meniggalkan sensasi yang kurang nyaman di lidah. Kalau cingur menguji mulut lewat tekstur, petis menguji hidung dan lidah lewat aroma dan kepadatan rasa.

Kondisi itu kemudian berlanjut pada persoalan ketahanan perut. Bagi yang perutnya sensitif, rujak cingur adalah menu makanan yang boleh jadi membebani perut. Tentu ini bukan salah makanannya, tapi memang banyak tipe orang yang perutnya bisa jadi kaget dengan kombinasi rasa yang ditawarkan oleh rujak cingur ini.

Baca Juga:

Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi

Sidoarjo Nggak Perlu Capek-capek Saingan sama Surabaya, Cukup Perbaiki Jalan yang Lubangnya Bisa Buat Ternak Lele Saja Kami Sudah Bersyukur!

Tapi, terlepas dari itu, saya coba mencari tahu, apa yang membuat rujak satu ini tetap jadi makanan yang dicari. Teman saya menjelaskan kalau cingur yang kenyal dianggap nikmat karena punya sensasi kunyah yang khas. Petis yang pekat dirasa sedap karena memberi umami yang kuat. Kemudian soal rasa yang ramai dianggap sebagai kombinasi rasa yang menjadi aspek utama dalam membedakan rujak cingur dengan yang lainnya.

Yah pada akhirnya, ini soal preferensi. Dan, kalau bicara preferensi maka tidak bisa dipaksa. Rujak cingur Surabaya menurut saya bukan makanan bisa diposisikan sebagai comfort food. Sebab, sekali cocok, orang bisa sangat suka dan terus ingin mencobanya. Tapi sekali tidak cocok, maka akan dihindari. Bukan karena makanannya buruk, tapi karena lidah memang tidak bisa mentoleransi beberapa kondimen yang ada di dalamnya.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Februari 2026 oleh

Tags: rujakRujak Buahrujak cingurRujak Cingur SurabayaSurabaya
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Jalan Mayjen Jonosewojo Surabaya Kawasan Elite, Kualitas Jalan Sulit: Daerah Mahal kok Aspalnya Rusak!

Jalan Mayjen Jonosewojo Surabaya Kawasan Elite, Kualitas Jalan Sulit: Daerah Mahal kok Aspalnya Rusak!

29 Januari 2026
Solusi untuk Bandara Juanda Supaya Nggak Merepotkan Lagi (Unsplash)

Solusi untuk Bandara Juanda Supaya Nggak Merepotkan Lagi

9 Juli 2023
KA Jayabaya: Opsi Trip Malang-Surabaya yang Paling Nyaman

KA Jayabaya: Opsi Trip Malang-Surabaya yang Paling Nyaman

23 Mei 2023
4 Alasan Surabaya Nggak Bisa Diromantisasi Layaknya Jogja Terminal Mojok.co

4 Alasan Surabaya Nggak Bisa Diromantisasi Layaknya Jogja

19 Mei 2022
Bundaran Aloha Sidoarjo, Bundaran Kematian Perenggut Masa Muda Pengendara

Bundaran Aloha Sidoarjo, Bundaran Kematian Perenggut Masa Muda Pengendara

3 Februari 2024
Surabaya Sebenarnya Kota Salah Urus, Buktinya Banyak Pohon Tumbang yang Mengancam Nyawa Pengendara Mojok.co

Surabaya Sebenarnya Kota Salah Urus, Buktinya Banyak Pohon Tumbang yang Mengancam Nyawa Pengendara

16 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

25 Februari 2026
Tan Malaka: Keunikan, Kedaulatan Berpikir, dan Sederet Karya Cemerlang

Tan Malaka: Keunikan, Kedaulatan Berpikir, dan Sederet Karya Cemerlang

26 Februari 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

UNNES Semarang Rajin Menambah Mahasiswa, tapi Lupa Menyediakan Parkiran yang Cukup

24 Februari 2026
5 Barang Private Label Indomaret yang Ternyata Lebih Unggul Dibanding Merek-merek yang Sudah Besar Mojok.co

5 Produk Private Label Indomaret yang Ternyata Lebih Unggul Dibanding Merek yang Sudah Besar

25 Februari 2026
Pulang ke Lembata NTT Setelah Lama Merantau di Jawa, Kaget karena Kampung Halaman Banyak Berubah Mojok.co

Momen Pulang ke Lembata NTT Setelah Sekian Lama Merantau di Jawa Diliputi Rasa Kaget, Kampung Halaman Banyak Berubah

25 Februari 2026
Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

26 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya
  • Sarjana Cumlaude PTN Jogja Adu Nasib ke Jakarta: Telanjur Syukuran Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Bulan Pertama Belum Turun
  • Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga
  • Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik
  • 8 Tahun Pakai iPhone, Ternyata Saya Dibutakan Gengsi padahal Android Lebih Praktis dan Nyaman
  • Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.