Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok 

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
18 Januari 2026
A A
5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok  Mojok.co

5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok  (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Menikah itu ibarat memasuki dunia baru. Dunia yang asing. Itu sebabnya, wajar kalau ada kaget-kagetnya dikit. Kalau istilah anak sekarang, culture shock. Culture shock pasca menikah ini bukan sebatas soal kebiasaan pasangan saja ya. Yang satu suka tidur dengan lampu mati dan yang satu suka tidur dengan lampu menyala. Atau, yang satu pake handuk untuk seluruh badan dan yang satunya lagi pakai handuk berbeda tergantung fungsi.

Akan tetapi, culture shock pasca nikah yang diam-diam bikin kita menelan ludah justru yang berkaitan dengan urusan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pasalnya, setelah dijalani, ternyata pengeluaran sesudah menikah ini gede juga.

Eits, kekagetan ini bukan karena tidak diperhitungkan sebelumnya, ya. Diperhitungkan kok. Dan, aslinya sadar juga kalau dana yang dibutuhkan pas masih single dengan ketika sudah menikah pasti berbeda. Hanya saja, meleset dari prediksi awal. Eh, bukan meleset lagi ding. Kalau meleset sih masih bisa ditoleransi. Lha ini? Beneran jungkir balik dari ekspektasi awal. Akhirnya, terkaget-kaget, deh.

Baca juga Culture Shock yang Saya Rasakan sebagai Orang Madiun Ketika Menikah dengan Orang Jogja: Saya Nggak Suka Brongkos, Doi Nggak Suka Rujak Petis, Sad

#1 Harga gorden yang ternyata mahal

Pertama, soal gorden. Sebelum menikah, tiap kali melihat gorden di rumah, kita mungkin hanya menganggapnya sebagai selembar kain penutup jendela. Nah, karena bentuknya yang ‘cuma’ lembaran itulah, dalam benak kita, harganya korden ini paling tak seberapa.

Akan tetapi, setelah menikah, ketika kita dan pasangan bermaksud pasang gorden di rumah, barulah terperangah. Alamak! Mahal kali harga si gorden! Bisa-bisanya harga satu set gorden setara dengan setengah gaji bulanan. Belum termasuk rel, ring, dan ongkos pasang.

Coba mengaku. Kalian pasti pernah ada yang THR-nya habis hanya untuk beli gorden seisi ruangan.

#2 Setelah menikah dan berkularga, mudik terasa mahal

Jaman masih single, pulang ke kampung halaman jadi  persoalan yang sepele. Tiap long weekend, bisa langsung mudik. Tapi, setelah berumah tangga, pulang ke kampung halaman bukan lagi soal menuntaskan rindu. Soalnya, perkara mudik sudah bukan lagi perkara yang murah. Terutama, kalau tempat yang dituju sudah beda pulau.

Baca Juga:

5 Ide Suvenir Nikah Bermanfaat yang Nggak Bakal Dibuang Tamu Undangan

Konten “5 Ribu di Tangan Istri yang Tepat” Adalah Bentuk Pembodohan

Kalau satu tiket pesawat satu juta, menikah berarti minimal dua juta. Punya dua anak? Empat juta. Pulang-pergi? Delapan juta. Itu baru transportasi. Belum oleh-oleh, makanan selama perjalanan, kemungkinan dadakan beli ini-itu dan pecingan untuk keponakan. Cenat-cenut, cenat-cenut dah!

#3 Perabot rumah ternyata menguras dana

Sebelum menikah, kita mungkin tidak terlalu peduli dengan perabotan yang ada di rumah. Istilahnya, kasur yang penting bisa buat tidur, lemari asal bisa muat dan meja makan? Opsional. Gampanglah, makan juga bisa sambil lesehan di depan TV. Tapi, setelah menikah, perabot rumah jadi kebutuhan nyata.

Sialnya, kalau bicara soal isian rumah, nyaris tak ada yang murah. Nggak usah ngomongin sofa yang dari ukurannya saja sudah ketahuan mahalnya deh. Sesederhana gagang pintu dan kran air saja, harganya ternyata tidak semurah yang kita bayangkan.

Puncaknya biasanya ada di dapur: kitchen set. Mahal banget, ya Rabb. Nambah dikit bisa dapet motor baru. Tapi, mau bagaimana lagi? Mahal, tapi perlu.

Baca juga 5 Ide Suvenir Nikah Bermanfaat yang Nggak Bakal Dibuang Tamu Undangan.

#4 Banyak suami syok setelah menikah, ternyata skincare nggak cukup satu

Culture shock setelah menikah selanjutnya, biasanya dialami oleh kaum laki-laki. Yaitu, tentang skin care yang dipakai istri. Botol kecil-kecil yang semula dikira murah, ternyata bisa seharga ratusan ribu. Ndilalah, kadang nggak cukup hanya satu. Itu baru skincare, belum make-up-nya. Dihitung-hitung, lumayan juga.

Saya jadi ingat pernah ada perdebatan di Threads soal skincare paska menikah. Ada yang bilang skincare bukan kewajiban suami. Tapi ada pula yang bilang sebaliknya. Yang jelas, soal skincare ini memang kerap jadi culture shock pasca menikah, terutama bagi mereka yang saat single merasa cukup hanya dengan cuci muka saja.

#5 Pendidikan anak mahal dan harus direncanakan sejak dini

Jangan lupakan juga soal biaya pendidikan anak. Ketika melihat brosur pendaftaran sekolah (tentu saja bukan sekolah negeri, ya), kita mungkin tidak pernah menyangka biayanya bisa sampai puluhan juta. Itupun hanya biaya masuk saja. Belum biaya SPP yang kudu rutin dibayarkan tiap bulan dan biaya kegiatan tiap awal semester. Yang bikin kaget lagi, pendaftarannya seringkali inden. Bayar sekarang, untuk tahun ajaran mendatang. Wow. Ternyata bukan cuma motor aja yang inden, Gaes~

Di titik ini, pendidikan bukan lagi sekadar soal “Gampanglah, nanti. Anak masih kecil ini.” Oh, nggak bisa. Dana pendidikan anak harus mulai dipikirkan sejak sebelum anak lahir. Jadi ketika mereka masuk usia sekolah, BPKB mobilnya nggak perlu ikutan “sekolah”.

Pada akhirnya, culture shock pasca menikah, entah itu pritilan yang semula kita kira murah ternyata mahal, hingga ke biaya pendidikan anak, bermuara pada satu kesimpulan. Yaitu, gaji UMR sejatinya hanya dirancang untuk hidup satu orang, bukan satu keluarga. Ketika dipaksa mencukupi lebih dari itu, ya… bisa sih, tapi mumet.

Nganu. Tulisan ini nggak usah di-counter dengan bilang, “Aku gaji nggak nyampe UMR tapi bisa kok menghidupi satu keluarga dengan 5 anak.” Nggak usah, Suhu. Daripada bikin tulisan tandingan, mending simpan energimu. Esok alarm tetap bunyi, tagihan tetap datang, dan kamu tetap harus berangkat kerja meski semalam baru saja kerokan. 

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Belanja Furnitur Mending di IKEA Atau Informa? Ini Dia Jawabannya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Januari 2026 oleh

Tags: JomlolajangmenikahPernikahanRumah Tangga
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Di Sunda, Pesta Pernikahan Dianggap 'Wah' Ketika Menggelar Acara Dangdutan terminal mojok.co

Di Sunda, Pesta Pernikahan Dianggap ‘Wah’ Ketika Menggelar Acara Dangdutan

25 November 2020
Standing Party: Konsep Praktis yang Nggak Memuliakan Tamu

Standing Party: Konsep Praktis yang Nggak Memuliakan Tamu

11 November 2022
Buanglah Khayalan Romantis Pernikahan kalau Masih Serumah dengan Mertua terminal mojok.co

Buanglah Khayalan Romantis Pernikahan kalau Masih Serumah dengan Mertua

19 September 2020
menikah

Menikah Tidak Sebercanda Itu, Adique!

10 Mei 2019
generasi sandwich cara mengatasi cara menghadapi mojok.co

Apa yang Harus Dilakukan jika Kita Termasuk Generasi Sandwich

22 Juli 2020
Mengambil Sisi Positif Saat Menjalani Long Distance Marriage. Nggak Selamanya Menderita, kok terminal mojok

Mengambil Sisi Positif Saat Menjalani Long Distance Marriage. Nggak Selamanya Menderita, kok

5 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

16 Januari 2026
4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

16 Januari 2026
5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo Mojok.co

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo

15 Januari 2026
Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja Mojok.co

Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja

16 Januari 2026
4 Aturan Tidak Tertulis ketika Naik Transjakarta (Unsplash)

Hal-hal yang Perlu Pemula Ketahui Sebelum Menaiki Transjakarta Supaya Selamat dan Cepat Sampai Tujuan

16 Januari 2026
4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita Mojok.co

4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita

18 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • 2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup
  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.