Setelah YSL resmi jualan di TikTok, sekarang giliran Coach yang membuka lapaknya di Shopee. Kini, kamu bisa melihat tas seharga laptop berdampingan dengan tisu beli dua gratis satu di etalase produk Shopee.
Dulu, membeli Coach perlu ritual khusus. Kamu harus datang ke mal mewah, masuk ke butik Coach degan lampu temaram, lalu ada staf butik yang akan tersenyum ramah, tapi tatapan matanya tajam seolah berkata, “Yakin mau beli tas di sini, harganya dua kali UMR Surabaya lho ini?”
Hadir di Shopee untuk rakyat jelata yang gajinya tak seberapa tapi keinginannya ndak kira-kira
Coach menyadari mayoritas warga negara Indonesia adalah orang dengan gaji UMR lebih dikit, tapi keinginan selangit. Kaum mendang-mending yang gajinya tak seberapa ini tentu saja malu kalau harus datang ke butik Coach yang mewah. Belum juga masuk sudah keburu takut diusir stafnya. Boro-boro masuk lalu mencoba tasnya dan bertanya harga, sekadar melihat etalase dari kacanya saja ndak punya nyali.
Seolah memahami kondisi rakyat jelata dengan kondisi keuangan yang pas-pasan tersebut, Coach hadir di Shopee. Seolah ingin menghapus batas antara mereka yang kaya dan mereka yang sok kaya.
Dengan hadir di Shopee, semua orang bisa mengakses dan bertanya produk Coach tanpa merasa dihakimi. Saya membayangkan ketika sedang live Shopee, akan banyak orang yang bertanya, “Coach Mollie Bucket bag ready warna putih ya, Kak?” padahal saldo ATM tinggal Rp10 ribu. Atau, akan banyak komentar berisi candaan seperti, “Uang di ATM saya hanya Rp50 ribu, kira-kira harus menabung berapa lama lagi agar kebeli Coach Teri Shoulder bag, ya?” Dan aneka pertanyaan nyeleneh lainnya khas masyarakat Indonesia.
Namun, selain mereka yang iseng bertanya, akan selalu ada kaum mendang-mending yang beneran checkout tas Coach karena mereka bisa membayarnya pakai Shopee PayLater.
Coach tidak peduli kamu membeli dengan uang cash atau paylater, mereka hanya berpikir omzet dan pemasukan. Semakin mudah diakses, peluang Coach untuk mendapatkan cuan semakin besar.
Baca juga: Shopee Paylater Aman, Kok! Nggak Perlu Alasan untuk Takut Memakainya.
Harga diskon, tapi bukan model baru
Jika kita amati official store Coach di Shopee, mayoritas barang yang dijual didiskon 30%. Harga tersebut jelas lebih murah dari Coach outlet apalagi Coach butik. Namun jangan berharap model-model baru yang diberi diskon, ya.
Namanya juga diskonan, ya pasti stok lama. Meski demikian, kehadiran Coach di Shopee tetap saja menarik bagi kaum mendang-mending yang ingin memiliki brand luxury, tapi hemat biaya. Mereka kan tidak butuh model bagus, tapi perlu mereknya untuk validasi sosial.
Coach bersaing dengan barang KW
Banyak orang beranggapan kalau kehadiran Coach di Shopee membuat image luxury-nya pudar dan nilai eksklusifnya hilang. Menurut saya malah sebaliknya. Melalui Shopee, Coach justru memberikan edukasi pada masyarakat yang lebih luas tentang brand mereka yang mahal.
Seperti yang kita ketahui bersama, Shopee adalah marketplace yang paling banyak menjual produk KW atau palsu. Bayangkan saja, satu toko di Shopee bisa menjual ratusan pcs tas Coach palsu dalam sebulan. Saking larisnya tas palsu di Shopee dengan harga Rp1 jutaan, banyak orang yang menganggap tas tersebut original.
Bagi orang kota yang memiliki akses informasi tentang luxury brand yang ada di butik dan mal mewah, mungkin akan mudah mendeteksi barang palsu. Contohnya, tidak mungkin Coach menjual Chain Tabby Shoulder Bag 35 seharga Rp1,5 juta, ha wong di outlet harganya Rp15 juta. Uang Rp1 juta di butik Coach hanya bisa dipakai untuk membeli gantungan kunci, itu pun diskon. Orang seperti ini pasti paham kalau tas Rp1 jutaan di Shopee pasti palsu.
Sementara bagi orang-orang yang hidup di desa atau kabupaten dengan informasi tentang luxury brand yang terbatas, pasti percaya saja kalau ada seller Shopee yang menjual tas Rp1 juta dan mengatakan ori Singapura. Mereka hanya tahu Coach itu barang luxury dan mahal. Sementara uang Rp1 juta bagi orang di daerah yang UMR-nya Rp2 jutaan pasti dianggap mahal, jadi wajar saja kalau mereka mudah ditipu atau salah paham.
Sudah benar buka lapak di Shopee
Jadi, pilihan brand asal New York untuk membuka lapak di Shopee sudah benar. Jika tidak ugal-ugalan secara penjualan, minimal mereka memberikan perbandingan dan pengetahuan pada masyarakat Shopee dari Sabang sampai Merauke mana yang autentik dan mana yang palsu.
Jadi gimana, tertarik membeli Coach di live Shopee? Atau tetap skip saja karena harganya cukup untuk biaya hidupmu 2 bulan ke depan?
Penulis: Tiara uci
Editor: Intan Ekapratiwi
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.




















