Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

3 Tradisi Madura yang Melibatkan Sapi selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, biar Obrolan Nggak Itu-itu Aja

Abd. Muhaimin oleh Abd. Muhaimin
6 Januari 2026
A A
Tiga Tradisi Madura yang Melibatkan Sapi Selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, Biar Obrolan Nggak Itu-Itu Aja gen z

Tiga Tradisi Madura yang Melibakan Sapi Selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, Biar Obrolan Nggak Itu-itu Aja (Zahirul Aliwan via Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Selama saya tinggal di Jogja, sebagai perantau dari Madura, saya dibuat kaget dengan pertanyaan salah satu mantan manager tempat saya bekerja pada awal tahun lalu. Pertanyaan yang mungkin tidak pernah dikira sebelumnya. Biasanya orang-orang cuma melempar pertanyaan template saat pertama kali berkenalan dengan saya, yaitu tentang carok yang bikin saya capek menjelaskannya.

Mantan manager itu bertanya tentang keabsahan bahwa suku Dayak (yang dulu pernah berkonflik dengan suku Madura) bisa mengenal orang Madura hanya dari baunya, yakni seperti bau sapi. Saya kaget dan benar-benar tidak tahu bagaimana menjawabnya.

ADVERTISEMENT

Tapi, terlepas isu itu benar atau tidak, fakta bahwa suku Madura tak lepas dari sapi benar adanya. Setiap orang Madura pasti memelihara sapi. Hewan ini bak aset, yang bisa dimanfaatkan untuk bajak sawah, dijual pas butuh dana mendesak, atau diikutsertakan dalam kompetisi pacuan yang dikenal dengan Kèrabhan Sapè (karapan sapi).

Tradisi ini lumayan banyak dikenal orang, seperti halnya carok. Namun, di sini saya tak mau menjelaskan itu karena kebanyakan kalian pasti sudah tahu. Saya akan mengulas tiga tradisi Madura, selain Kèrabhan Sapè, yang melibatkan sapi. Biar pengetahuan kalian gak itu-itu aja.

#1 Sapè Sono’ Madura

Pertama, tradisi Sapè Sono’. Jika Kèrabhan Sapè adalah kompetisi memacu sapi secepat-cepatnya, maka Sapè Sono’ merupakan kompetisi menghias sapi seindah-indahnya. Jika yang pertama berlomba sapi siapa yang paling jagoan, maka yang kedua berlomba sapi siapa yang paling menawan.

Dari situ kita bisa menebak bahwa sapi yang dipacu lari adalah sepasang sapi jantan yang gagah, sedang sapi yang dihias cantik adalah sepasang sapi betina yang molek.

Dalam kompetisinya, sepasang sapi betina itu diapit menggunakan pangonong (sebutan untuk bagian kayu penghubung yang menyatukan sepasang sapi). Keduanya berjalan dengan langkah pelan, menjelma model-model catwalk di pameran busana, untuk memasuki sebuah gapura. Biasanya diikuti alunan musik Saronen yang ritmis.

Kesenian ini diperkenalkan di Madura pertama kali oleh H. Achmad Hairudin, seorang kepala desa Dempo Barat, Pasean, Pamekasan pada 1964. Kala itu sapi selain dimanfaatkan untuk membajak sawah juga sebagai hiburan.

Baca Juga:

Sisi lain kehidupan warga Surabaya Utara, orang yang klemar-klemer tidak cocok tinggal di daerah ini

Jangan cuma mengingat stereotip negatifnya, nyatanya orang Madura itu jago banget masak

Sapi Sonok punya postur tubuh yang dipelihara dengan baik. Ia dilatih untuk dapat berjalan anggun. Sebab itu, ia benar-benar sapi pilihan dengan kualitas terbaik. Tidak heran jika harga sapi-sapi sono’ itu lebih mahal dari sapi biasa. Bisa dua atau tiga kali lipatnya.

#2 Arèsan Sapè

Kedua adalah tradisi Arèsan Sapè. Tradisi ini tidak banyak orang tahu. Artikel yang membahasnya bahkan minim. Satu-satunya artikel yang saya temukan diposting oleh website pemerintah Kabupaten Sumenep.

Dalam artikel itu disebutkan bahwa tradisi ini muncul puluhan tahun setelah Sapè Sono’. Dua tradisi ini cukup identik, hanya saja dalam tradisi arisan sapi, tidak ada hiasan layaknya sapi Sono’. Dan bedanya lagi, di dalamnya ada kegiatan arisan. Sebab itulah dimanai Arèsan Sapè.

Dan perlu kalian tahu, arisan di Madura biasanya diselingi dengan kegiatan-kegiatan semacam kontes sapi ini. Misal arisan yang diselingi pameran layangan, pameran burung, pertunjukan hadrah, pertunjukan silat, dan banyak lagi lainnya.

Mungkin kegiatan selingan itu sebagai pemikat dan penghibur. Biar arisan banyak yang ikut lagi tidak membosankan.

#3 Tok-Tok

Terakhir, tradisi Tok-Tok. Bukan Tik-Tok, ya. Tradisi ini adalah kompetisi adu kekuatan fisik dua sapi jantan yang saling menyeruduk hingga salah satunya menyerah atau lari. Mirip tradisi Tedong yang melibatkan kerbau dalam budaya suku Toraja, Sulawesi Selatan.

Tradisi adu sapi ini berawal dari kegiatan agustusan. Setiap tahun, tanggal 17 Agustus, Tok-Tok dapat disaksikan, khususnya masyarakat di Desa Masalima, Masalembu, Sumenep. Sayangnya, saat ini sepertinya sudah tidak ada lagi dengan beberapa alasan. Alasan paling kuat mungkin dari sisi agama, sebab Islam kan melarang mengadu binatang.

Meski begitu, sebenarnya tradisi ini punya manfaatnya tersendiri, salah satunya menjalin silaturahmi dan membangun ikatan sosial yang kuat.

Tapi, dipikir-pikir ada benarnya juga. mengadu hewan memang tampak tak manusiawi. Seperti halnya karapan sapi yang terkadang juga memunculkan pendapat yang menolak bahkan melarang.

Itulah tiga tradisi Madura yang melibatkan sapi selain Kèrabhan Sapè. Ini bisa jadi bahan buat basa-basi dengan orang Madura yang baru kalian kenal. Biar nggak itu-itu aja dan membuat kami capek menjelaskannya.

Penulis: Abd. Muhaimin
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 3 Perbedaan Tradisi Karapan Sapi dan Sapi Sonok yang Sering Bikin Salah Sebut

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2026 oleh

Tags: aresan sapekarapan sapimadurasapi di madura
Abd. Muhaimin

Abd. Muhaimin

Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir. Bekerja di Penerbit Erlangga. Asli Sumenep, pemerhati isu sosial dan mahasiswa.

ArtikelTerkait

Tinggal di Bangkalan Madura Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Bakal Cocok Tinggal di Sini Mojok.co

Jangan Keluyuran ke Bangkalan Madura, Niat Menenangkan Pikiran Malah Dibuat Menyesal karena Perjalanan yang Melelahkan

5 Juli 2026
Jangan Senang Dulu kalau Bangkalan Madura Mulai Bebenah, Ini Cuma Sementara Mojok.co

Jangan Senang Dulu kalau Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Ini Cuma Sementara

6 Oktober 2024
Sapeken, Pulau Tertinggal di Sumenep Madura yang Tak Layak Diremehkan

Sapeken, Pulau Tertinggal di Sumenep Madura yang Tak Layak Diremehkan

12 Desember 2024
Warga Bangkalan Madura Swadaya Perbaiki Jalan Rusak karena Sudah Muak Menunggu Pemkab

Warga Bangkalan Madura Pilih Swadaya Perbaiki Jalan Rusak karena Sudah Muak Menunggu Pemkab

1 Agustus 2024
Bangkalan Madura Gudangnya Masalah Pendidikan, Anak-anak Terancam Nggak Bisa Lanjut SMA  Mojok.co

Bangkalan Madura Gudangnya Masalah Pendidikan, Anak-anak Terancam Nggak Bisa Lanjut SMA 

9 Februari 2024
Membaca Peluang Suara Ganjar-Mahfud di Madura: Apakah Putra Madura Bisa Berjaya di Tanah Sendiri? universitas trunojoyo madura

Membaca Peluang Suara Ganjar-Mahfud di Madura: Apakah Putra Madura Bisa Berjaya di Tanah Sendiri?

24 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 alasan saya lebih memilih salat di musala SPBU daripada masjid saat bepergian Mojok.co

4 alasan saya lebih memilih salat di musala SPBU daripada masjid saat bepergian

12 Agustus 2026
Pengalaman berkendara di Jombang membuat saya merasa kalau jalan di Lamongan tidak buruk-buruk amat

Pengalaman berkendara di Jombang membuat saya merasa kalau jalan di Lamongan tidak buruk-buruk amat

12 Agustus 2026
Pekerja tambang bergaji besar, tetapi tidak sepenuhnya memiliki hidupnya

Pekerja tambang bergaji besar, tetapi tidak sepenuhnya memiliki hidupnya

11 Agustus 2026
Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

9 Agustus 2026
Takut ke Puskesmas karena malas hadepin antrean panjang (Unsplash)

Pergi ke Puskesmas itu tidak menakutkan, yang menakutkan menghadapi antrean panjang dan tidak tahu harus bertanya kepada siapa

10 Agustus 2026
Cerita orang Muhammadiyah di tengah kultur NU Tegal yang kental: awalnya syok, lama-lama bisa ambil hikmahnya Mojok.co

Cerita orang Muhammadiyah di tengah kultur NU Tegal yang kental: awalnya syok, lama-lama bisa ambil hikmahnya

12 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.