Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Bus DAMRI Rute Jember-Ijen Menyelamatkan Pariwisata Bondowoso dari Klaim Sepihak Kawah Ijen Banyuwangi

Dodik Suprayogi oleh Dodik Suprayogi
11 September 2025
A A
Bus DAMRI Rute Jember-Ijen Menyelamatkan Pariwisata Bondowoso dari Klaim Sepihak Kawah Ijen Banyuwangi

Bus DAMRI Rute Jember-Ijen Menyelamatkan Pariwisata Bondowoso dari Klaim Sepihak Kawah Ijen Banyuwangi (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

“Untung ada bus DAMRI. Coba kalau nggak ada, saya mungkin memilih lewat Banyuwangi saja,” begitulah kira-kira yang saya rasakan ketika pertama kali naik bus DAMRI dari Stasiun Jember ke Kecamatan Ijen, Bondowoso.

Kecamatan Ijen—yang juga dikenal sebagai Kecamatan Sempol—Bondowoso memang letaknya berada di balik barisan hutan Gunung Raung dan Gunung Ijen di ketinggian lebih dari 1000 mdpl. Letaknya yang berada di atas gunung menyebabkan sedikit sekali transportasi umum yang lewat sini.

Meski menjadi destinasi wisata unggulan karena adanya Wisata Kawah Gunung Ijen dan Kawah Wurung, nyatanya bertahun-tahun Kecamatan Ijen terisolir. Dampaknya, wisatawan yang ingin ke Kawah Ijen lebih memilih rute Banyuwangi karena beragamnya transportasi umum dan infrastruktur jalanan yang lebih memadai.

Hal ini melahirkan kecemburuan antara Bondowoso dan Banyuwangi dalam kepemilikan wisata Kawah Gunung Ijen. Maklum, letak wisata ini berada di perbatasan kedua wilayah tersebut.

Hingga beroperasilah bus DAMRI rute Jember-Ijen sejak tahun 2023. Kehadiran bus ini perlahan-lahan menyelamatkan wajah pariwisata Bondowoso dari kesemena-menaan Banyuwangi dalam mempromosikan kepemilikan wisata Kawah Gunung Ijen.

Jadwal dan rute bus DAMRI rute Jember-Ijen

Sebenarnya bus ini pernah beroperasi tahun 2020, namun mati suri. Akhirnya sekitar tahun 2023-2024, bus DAMRI beroperasi kembali hingga saat ini.

Bus ini melayani trayek Terminal Tawang Alun-Stasiun Jember-Bondowoso-Kawah Ijen. Jadwalnya dua kali dalam sehari. Kalian bisa melihat jadwal bus melalui aplikasi DAMRI. Titik awal pemberangkatan di Terminal Tawang Alun Jember jam 8 pagi dan sampai di Kawah Ijen jam 11.30 untuk pemberangkatan pertama. Sementara jadwal pemberangkatan kedua pukul 20.00 WIB dan tiba pukul 23.30 WIB.

Jika kalian berangkat dari Kawah Ijen, jadwal bus DAMRI pertama berangkat jam 9 pagi dan tiba di Terminal Tawang Alun Jember 12.30 siang. Sementara jadwal kedua berangkat mulai pukul 14.00 WIB sampai Jember pukul 17.30 WIB.

Baca Juga:

Sisi Gelap Jalan Pantura Situbondo: Gelap, Banjir, dan Jalan Berlubang Bikin Jalan Ini Begitu Gawat!

Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

Berhubung rute yang dilewati bus DAMRI ini adalah pegunungan dengan jalan berkelok-kelok dan naik turun, penumpang disarankan membawa obat anti mabuk biar nggak mabuk perjalanan.

Fasilitas elite, perjalanan jadi nyaman

Salah satu keunggulan bus DAMRI dibandingkan transportasi umum lainnya di rute Jember-Ijen karena fasilitasnya yang relatif elite. Perjalanan panjang jadi terasa lebih nyaman.

Penumpang nggak usah khawatir bakal kegerahan karena armada berupa mobil HiAce ini dilengkapi dengan AC dan kapasitas 15 kursi empuk, nggak berdesak-desakkan. Dijamin nggak ada bau solar kalau naik ini. Selain itu, tersedia kabin bagasi yang memadai dan yang pasti wangi, tapi bukan wangi Stella jeruk.

Interiornya juga cantik, layaknya bus-bus travel yang kebersihan dan kenyamanannya terjaga. Jangan dibandingkan dengan bus ekonomi, ya, jelas jauh beda.

Sopirnya pun ramah dan telaten melayani penumpang. Nggak usah segan kalau mau mampir ke toilet atau pusat oleh-oleh. Selama masih dalam rute trayek biasanya sopir mau mengantar.

Ongkos murah, favorit wisatawan

Keunggulan lain dari bus DAMRI ini adalah ongkosnya yang relatif murah. Meski sempat naik turun, harga tiket terakhir yang saya dapatkan adalah Rp20 ribu untuk sekali perjalanan dari Stasiun Jember ke Ijen atau sebaliknya.

Harga tiket yang terjangkau itu bikin banyak orang nggak percaya, mengingat fasilitasnya yang bagus. Maka nggak usah heran apabila kini banyak wisatawan yang lebih memilih naik bus DAMRI dibanding sewa mobil atau naik kendaraan umum lainnya.

Pembayaran bisa dilakukan saat booking tiket melalui aplikasi DAMRI. Tapi bisa juga dilakukan secara tunai jika kita pesan tiket mendadak.

“Kalau libur panjang atau akhir pekan biasanya penuh, Mas. Soalnya banyak pendaki yang berangkat atau pulang Ijen,” begitu kata pak sopir yang sepanjang jalan saya ajak ngobrol.

Jadi, pastikan kalian booking tiket jauh-jauh hari jika ingin naik bus DAMRI rute Jember-Ijen ini, ya. Jangan sampai kehabisan tiket.

Pesan tiket bus DAMRI online mudah dan nggak ribet

Kalau mau booking tiket bus DAMRI Jember-Ijen via onlie nggak usah ribet. Tinggal unduh aplikasi DAMRI atau bisa juga lewat website resmi DAMRI. Tinggal pilih asal keberangkatan dan tujuan, lalu tentukan tanggal perjalanan yang diinginkan. Jika jadwal tersedia nanti akan muncul pilihan jam keberangkatan.

Selanjutnya pilih nomor kursi, tentukan metode pembayaran, dan bayar tiket sesuai harga yang tertera. Nggak lama setelah itu e-ticket akan muncul. Sangat mudah, kan?

Bondowoso jadi lebih dikenal berkat bus DAMRI

Orang-orang mungkin sudah banyak yang mengenal Jember sebagai kota karnaval, kota pelajar, atau bahkan kota kelahirannya Anang dan Dewi Persik. Sementara Bondowoso?

Oleh karena itu kehadiran bus DAMRI rute Jember-Ijen sesungguhnya menyelamatkan Bondowoso. Sebab, nama kabupaten ini perlahan-lahan makin populer. Orang-orang jadi tahu Bondowoso tak hanya sebagai kota tape, tapi juga kota Geopark Kawah Ijen yang selama ini eksistensinya dikuasai Banyuwangi.

Lantaran menyelamatkan pariwisata Bondowoso, sudah sepantasnya bus DAMRI ini dipertahankan. Kalau bisa jadwalnya ditambah saja biar wisatawan yang mau ke Ijen nggak melulu lewat rute Banyuwangi. Lewat Bondowoso juga bisa.

Sekarang tinggal tugasnya Pemkab Bondowoso untuk memberikan akses infrastruktur jalanan yang mulus dan menambah penerangan jalan biar terkesan terawat dan nggak horor.

Penulis: Dodik Suprayogi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Cara Naik Bus DAMRI ke Pantai Malang Selatan, Plesir Nggak Pernah Semudah Ini.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 September 2025 oleh

Tags: Banyuwangibondowosobus DAMRIdamriijenkabupaten bondowosoKawah Ijenwisata alam bondowoso
Dodik Suprayogi

Dodik Suprayogi

Penggiat pertanian yang sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Ekonomi di Universitas Trisakti Jakarta.

ArtikelTerkait

Bondowoso Tape, Kopi, dan Konser Dangdut di Tengah Sawah (Unsplash)

Bondowoso dalam 3 Rupa: Tape, Kopi, dan Konser Dangdut di Tengah Sawah

5 Desember 2024
4 Kemungkinan Kenapa Banyuwangi Tidak Diajak Kerja Sama oleh Tiga Kabupaten Tetangganya

4 Kemungkinan Kenapa Banyuwangi Tidak Diajak Kerja Sama oleh Tiga Kabupaten Tetangganya

18 Oktober 2025
Pantai Wedi Ireng, Pantai di Banyuwangi yang Harus Kalian Kunjungi Minimal Sekali Seumur Hidup

Pantai Wedi Ireng, Pantai di Banyuwangi yang Harus Kalian Kunjungi Minimal Sekali Seumur Hidup

31 Juli 2023
Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

26 Februari 2026
Warga Bondowoso Iuran Memperbaiki Jalan, Bukti kalau Pemerintah Nggak Serius Memperbaiki Infrastruktur

Warga Bondowoso Iuran Memperbaiki Jalan, Bukti kalau Pemerintah Nggak Serius Memperbaiki Infrastruktur

28 Februari 2025
Kecamatan Ijen atau Sempol? Daerah di Kabupaten Bondowoso yang Krisis Identitas Terminal

Kecamatan Ijen atau Sempol? Daerah di Kabupaten Bondowoso yang Krisis Identitas

28 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Naik Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan Mojok.co

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

1 April 2026
Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen Mojok.co

Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen

31 Maret 2026
5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli

28 Maret 2026
5 Oleh-Oleh Khas Kebumen yang Belum Tentu Cocok di Lidah Semua Orang, Jadi Terasa Kurang Spesial Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Kebumen yang Belum Tentu Cocok di Lidah Semua Orang, Jadi Terasa Kurang Spesial

30 Maret 2026
Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro Mojok.co

Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro

28 Maret 2026
Jakarta yang Keras di Dalam Ingatan Arek Surabaya (Unsplash)

Meski Keras dan Bisa Kejam, Faktanya Jakarta Bisa Bikin Rindu. Tapi Maaf, Saya Memilih Tidak Lagi Merantau dan Pulang ke Surabaya

27 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya
  • Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja
  • User Kereta Ekonomi Naik Bus Sumber Selamat karena Tak Ada Pilihan: Kursi Lebih Nyaman, Tapi Dibuat Hampir Pingsan
  • Gaji 8 Juta di Jakarta Tetap Bisa Bikin Kamu Miskin, Idealnya Kamu Butuh Minimal 12 Juta Jika Ingin Hidup Layak tapi Nggak Semua Pekerja Bisa
  • Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.