Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Lupakan Viennetta, Jajanan Jaman Dulu Juga tentang Es Mony dan 6 Es Lainnya

Aminah Sri Prabasari oleh Aminah Sri Prabasari
9 April 2020
A A
jajanan jaman dulu es mony es wawan es krim viennetta es potong es goyang mojok.co

jajanan jaman dulu es mony es wawan es krim viennetta es potong es goyang mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Harga Vienneta di masa lalu yang bikin galau menyebabkan mengungkit pengalaman traumatis dalam hubungan orang tua dan anak yang pasang surut. Mirip pertikaian orang tua sekarang yang anaknya guling-guling di depan kasir minimarket gara-gara Kinder Joy. Setiap era memang punya cobaan kapitalisme yang sama, produknya aja yang beda-beda.

Tapi kenangan soal es bagi anak kelahiran ’80-an dan ’90-an bukan cuma berpusar pada es krim Viennetta. Sebagai tribute untuk segala macam inovasi es yang pernah populer, saya menyusun daftar ini.

Jajanan jaman dulu #1 Es Mony

Bungkusnya karton berbentuk segitiga, rasanya juga ada tiga, stroberi, jeruk, dan anggur. Es Mony yang tidak dibekukan punya rasa mirip sirup biasa, tapi ada teksturnya. Hakikat Es Mony ini adalah dibekukan di freezer dulu, dan hasilnya jauh-jauh lebih enak. Kalau beli di warung kelontong yang punya pendingin, es ini bisa dinikmati kapan saja. Es Mony adalah agen perdamaian saat anak rewel sementara tukang es keliling belum kelihatan.

Jajanan jaman dulu #2 Es Kado

Do mika do es ka es kado… pernah dengar? Itu penggalan lagu tentang es satu ini. Es kado terbuat dari campuran santan dan perisa yang dbekukan, lalu ditusuk lidi atau stik es krim, serta dibungkus kertas kado warna-warni. Es ini punya banyak rasa tergantung kreativitas penjualnya, antara lain cokelat, vanila, stroberi, durian, dll. Pertimbangan saat beli biasanya karena motif kertas kado, bukan rasanya, hahaha.

Jajanan jaman dulu #3 Es Wawan

Disebut es Wawan karena nama ini tercetak di plastik pembungkusnya. Entahlah apa memang buatan Mas Wawan atau sekadar merek. Bentuknya unik, panjang sekitar 20-an sentimeter, bisa beli satuan atau separo dengan cara dipotong di bagian tengah. Favorit saya hanya yang ungu rasa anggur dan cokelat. Kalau dua itu nggak ada, mending cari es lain.

Jajanan jaman dulu #4 Es Dungdung

Bisa dungdung, bisa tungtung. Namanya diambil dari suara yang keluar dari gong mini yang dipukul penjual saat berkeliling. Es ini dibuat dengan campuran santan dan perisa vanila, cokelat, atau stroberi. Biasanya penjual hanya bawa satu rasa saja biar nggak repot. Disajikan dengan cone atau roti. Jauh sebelum merek es krim terkenal membuat es krim sandwich, es dungdung sudah sukses melakukannya. Roti tawarnya jadul buatan industri rumahan yang sudah pasti tak seempuk Sari Roti. Kalau bosan dengan es ini, bisa beli es doger dan es podeng yang mirip.

Jajanan jaman dulu #5 Es Goyang

Selain rasanya yang enak mirip es potong dan es dungdung, yang menarik dari es ini adalah proses pembuatannya. Dibuat dengan cara menggoyang-goyangkan gerobak. Adonan es dimasukan ke wadah alumunium yang tersusun rapi kemudian penjualnya akan menggoyangkan gerobaknya selama beberapa menit. Setelah beku dicelupkan ke cokelat cair. Es ini membawa pengalaman yang menyenangkan bagi seorang anak kecil.

Jajanan jaman dulu #6 Es Potong

Bentuknya panjang sekitar 50 sentimeter dengan merek Unyil. Jika ada yang beli, baru dipotong kemudian ditusuk dengan lidi. Es potong dibuat dengan campuran tepung hunkwe, santan, dan aneka rasa. Paling sering ketemu sih rasa cokelat, kacang hijau, ketan hitam, durian, dan alpukat. Sampai sekarang masih ada penjual es potong berkeliling di perumahan dan sering ditemui di depan SD.

Baca Juga:

Ciri-ciri Gorengan Combro yang Sudah Pasti Enak Dimakan

Wafer Tango Sekarang Kalah Telak dari Nabati, padahal Dulu Jadi Rajanya Wafer

Jajanan jaman dulu #7 Es Gabus

Warnanya bermacam-macam dengan rasa yang manis gurih bertekstur empuk seperti gabus atau spons. Menjadi pilihan saya ketika cuaca panas sekaligus perut lapar. Terbuat dari tepung hunkwe dan santan yang diberi pewarna atau rasa seperti cokelat dan pandan. Adonan tepung, santan, pemanis, dan perasa ini dituang ke loyang cetakan. Setelah dingin bisa dipotong-potong dan dibekukan. Mudah sekali cara buatnya, kamu bisa praktek sendiri. Tiap ketemu para es pelipur lara ini saya langsung beli tanpa pikir dua kali. Kangen rasa sekaligus nostalgia. Tak peduli meski sekarang usia bertambah membuat tubuh merapuh; makan es secuil ikutan jajan adek-adek SD saja suara langsung menghilang kena radang tenggorokan. Ish!

Jadi, apa es legendaris di tempatmu?

BACA JUGA Alasan Lelaki Harus Nonton Sinetron Dunia Terbalik dan Belajar dari Bapak-Bapak Ciraos dan tulisan Aminah Sri Prabasari lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 24 November 2025 oleh

Tags: eses monyjajananjaman dulumasa kecilviennetta
Aminah Sri Prabasari

Aminah Sri Prabasari

Perempuan yg merdeka, pegawai swasta yg punya kerja sambilan, pembaca yg sesekali menulis. Tertarik pada isu gender, politik, sosial dan budaya.

ArtikelTerkait

Bandos: Makanan Jalanan yang Tak Lekang oleh Zaman

8 April 2020
generasi 90-an

Jika Anda Mendengar OST Kartun 90-an dan Merinding: Selamat Anda Sudah Tua

21 Juli 2019
Surat Terbuka untuk Pedagang Pentol: Pentol Kotak Itu Inovasi Paling Nggak Penting dan Menyalahi Kodrat!

Surat Terbuka untuk Pedagang Pentol: Pentol Kotak Itu Inovasi Paling Nggak Penting dan Menyalahi Kodrat!

26 Oktober 2023
Majalah Femina: Bacaan Masa Kecil yang Mendewasakan Saya terminal mojok.co

Majalah Femina: Bacaan Masa Kecil yang Mendewasakan Saya

19 Juli 2021
Ingin Menjadi Minky Momo Setelah Dewasa

Betapa Enaknya Menjadi Minky Momo Ketika Dewasa

13 Maret 2020
layangan

Nostalgia Bermain Layangan

27 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Ciri Penjual Nasi Goreng Merah Surabaya yang Sudah Pasti Enak Mojok.co

3 Ciri Penjual Nasi Goreng Merah Surabaya yang Sudah Pasti Enak

21 April 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co pasar rebo

Derita Orang Pasar Rebo, Jauh dari Jakarta Bagian Mana pun, Malah Lebih Dekat ke Depok!

22 April 2026
4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

Curahan Mahasiswa Baru Samarinda: Harus Mencicil Motor karena Tak Ada Kendaraan Umum di Samarinda, padahal Bukan Orang Berduit

22 April 2026
5 Kuliner Bandungan Semarang yang Pantang kalau Dilewatkan Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Bandungan Semarang yang Sayang kalau Dilewatkan Wisatawan

20 April 2026
Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup (Unsplash)

Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup

19 April 2026
Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak Mojok.co

Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak

17 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.